Anda di halaman 1dari 52

PENENTUAN

LOKASI PABRIK

34
Pentingnya Lokasi
 Salah satu keputusan yang paling strategis bagi organisasi
adalah dimana mereka akan menempatkan fasilitas
operasi/produksi
 Aspek internasional dari keputusan lokasi menandakan
bahwa lokasi bisa sangat global sifatnya
 Lokasi berpengaruh terhadap biaya (tetap dan variabel :
pajak, upah, bahan baku, sewa, angkutan  berpengaruh
thd laba
 Sekali lokasi ditentukan muncul biaya kerja keras
manajemen untuk mencari lokasi menjadi sangat penting
 Keputusan lokasi sangat spesifik tergantung pada jenis
organisasinya.
Alasan perlunya penentuan lokasi pabrik :

Perluasan pabrik (expansion)


Pemecahan pabrik ke dalam sentral-sentral unit kerja
(decentralization)
Faktor-faktor ekonomis (perubahan pasar,
penyediaan tenaga kerja, dll)

36
Kapan suatu industri perlu memperluas
sistem usahanya?

Fasilitas-fasilitas produksi sudah dirasakan jauh


ketinggalan
Kebutuhan pasar tumbuh dan berkembang di luar
jangkauan kapasitas produksi yang ada
Service tidak mencukupi dan memuaskan konsumen

37
Lokasi pabrik yang ideal

Terletak pada suatu tempat yang mampu memberikan total


biaya produksi yang rendah dan keuntungan yang maksimal

Artinya : lokasi terbaik dari suatu pabrik adalah lokasi dimana


unit cost dari proses produksi dan distribusi akan rendah,
sedangkan harga dan volume penjualan produk akan mampu
menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi
perusahaan

38
Kondisi-kondisi yang berperan dalam
proses penentuan lokasi pabrik (1) :
1. Lokasi di kota besar (city location)
Diperlukan tenaga kerja trampil dalam jumlah besar
Proses produksi sangat tergantung pada fasilitas yang
umumnya hanya terdapat di kota besar, seperti : listrik,
gas, dll
Kontrak dengan suppliers dekat dan cepat
Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan

39
Kondisi-kondisi yang berperan dalam
proses penentuan lokasi pabrik (2) :
2. Lokasi di pinggir kota (sub urban location)
Semi-skilled dan female labor mudah diperoleh
Menghindari pajak yang berat
Tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik
Rencana ekspansi pabrik akan mudah dibuat
Populasi tidak begitu besar, sehingga masalah lingkungan tidak
banyak timbul

40
Kondisi-kondisi yang berperan dalam
proses penentuan lokasi pabrik (3) :
3. Lokasi di luar kota (country location)
Lahan yang luas sangat diperlukan untuk keadaan sekarang
maupun rencana ekspansi yang akan datang
Pajak terendah bisa diperoleh
Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar
Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan
Baik untuk produk manufakturing produk-produk yang
berbahaya

41
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
penentuan lokasi pabrik(1)

a) Lokasi pasar (market location)


b) Lokasi sumber bahan baku (raw material location)
c) Alat angkutan (transportation)
d) Sumber energi (power)
e) Iklim (climate)

42
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
penentuan lokasi pabrik(2)

a) Buruh dan tingkat upahnya (labor & wage salary)


b) Undang-undang dan sistem perpajakan (law & taxation)
c) Sikap masyarkat setempat (community attitude)
d) Air dan limbah industri (water & waste)

43
Metode-metode Penentuan Alternatif
Lokasi Pabrik

1. Metode Kualitatif (Ranking Procedure/ pemeringkatan)


2. Metode Kuantitatif :
a) Analisis Titik Impas
b) Metode Analisa Pusat Gravitasi (Centre of Gravity
Approach)
c) Metode Analisa Transportasi

44
Metode Pemeringkatan Faktor
 Metode yg sering digunakan karena mencakup variasi faktor
yang sangat luas
 Tahapan analisis :
 Mengembangkan daftar faktor-faktor
 Menetapkan bobot setiap faktor untuk mencerminkan seberapa
jauh faktor itu penting
 Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor
 Meminta manajer untuk menentukan skor setiap lokasi untuk setiap
faktor
 Mengalikan skor dengan bobot dan menentukan jumlah totalnya
untuk setiap lokasi
 Memberikan rekomendasi
Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Lokasi
 Biaya tenaga kerja (termasuk upah, pembentukan serikat pekerja, produktivitas)
 Ketersediaan tenaga kerja (termasuk sikap, umur, distribusi, keahlian)
 Jarak lokasi dengan bahan baku dan pemasok
 Jarak lokasi dengan pasar
 Kebijakan fiskal pemerintah
 Peraturan lingkungan hidup
 Peralatan dan utilitas
 Biaya lokasi : tanah, ekspansi, parkir, dsb
 Ketersediaan transportasi (darat, laut, udara)
 Isu kualitas hidup masyarakat (pendidikan, perumahan, dsb.
 Kurs valuta asing (tingkat kurs, stabilitas kurs)
 Kualitas pemerintah (stabilitas, kejujuran, sikap terhadap bisnis baru)
Metode Pemeringkatan Faktor
Contoh
Skor Skor Tertimbang
Faktor Bobot LokasiA LokasiB Lokasi A Lokasi B
Tenaga kerja 0,25 70 60 0,25x70=17,5 0,25x60=15,0

Rasio orang thd mobil 0,05 50 60 0,05x50=12,5 0,05x60= 3,0

Pendapatan per kapita 0,10 85 80 0,10x85= 8,5 0,10x80= 8,0

Struktur pajak 0,39 75 70 0,39x75=29,3 0,39x70=27,3

Pendidikan & kesehatan 0,21 60 70 0,21x60=12,6 0,21x70=14,7

TOTAL 1,00 70,4 68,0


Analisis Titik-Impas Lokasi
 Analisis titik-impas lokasi : penggunaan analisis
biaya-volume produksi untuk membuat
perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif
lokasi
 Tujuan analisis : mencari lokasi dengan biaya
terendah
 Analisis titik-impas dapat dilakukan baik dengan
pendekatan grafik ataupun matematik
Analisis Titik Impas Lokasi
Tahapan :
 Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi

 Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan
volume produksi pada garis horisontal
 Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume
yang diinginkan
Contoh :
 Sebuah perusahaan manufaktor sedang mempertimbang 3 lokasi untuk
pabriknya: A, B dan C dengan biaya tetap A=$30.000, B=$60.000,
C=$110.000 dan biaya variabel A =$75, B=$45, C=$25. Harga jual
$120 dan volume produksi yang diinginkan 2.000 unit
Analisis Titik Impas Lokasi
$180 C
A B

$150

$120
Biaya tahunan (ribu US $)

$90

$60

Biaya terendah Biaya terendah Biaya terendah


$30
Lokasi A Lokasi B Lokasi C

750 1.500 2.500 3.000


Volume produksi (unit)
Model Pusat Gravitasi
 MPG : teknik matematika dalam menentukan lokasi
pusat distribusi yang akan meminimumkan biaya
distribusi
 MPG : memperhitungkan lokasi pasar, volume barang
dan biaya pengangkutan
 Asumsi MPG : biaya secara langsung bersifat
proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang
diangkut
 Lokasi ideal : lokasi yg membuat jarak tertimbang
antara gudang dan outlet pengecernya menjadi
minimal
Model Pusat Gravitasi

 Pusat gravitasi ditentukan oleh :


 Cx = ∑ Dix Wi/ ∑Wi
 Cy = ∑ Diy Wi/ ∑Wi

Dimana :
 Cx = koordinat x dari pusat gravitasi

 Cy = koordinat y dari pusat gravitasi

 Dix= koordinat x dari lokasi i

 Diy= koordinat y dari lokasi i

 Wi = volume barang yang dipindahkan dari i


Model Pusat Gravitasi
150

C
(130,130)
A A,B,C,D =lokasi Toko
120
(30,120) B
(90,110)
Permintaan :
A = 2.000
G B = 1.000
90
(66,7; 99,3) C = 1.000
D = 2.000
Pertanyaan : Dimana
Utara-Selatan

60
Lokasi Gudang yg me-
D Minimumkan JARAK
30 (60,40) Distribusi ?

30 60 90 120 150

Barat-Timur
Kesulitan dalam analisa pusat gravitasi?

perbedaan biaya distribusi dan produksi untuk setiap


lokasi dimana dalam formula tidak diperhitungkan.

Untuk itu, dalam mencari optimalisasi lokasi perlu


memasukkan biaya produksi dan/atau dalam analisa

54
Metode Analisa
Transportasi Programa Linier
Aplikasi metode transportasi meliputi pemecahan
permasalahan-permasalahan seperti :
 Penetapan suplai yang cukup untuk beberrapa lokasi tujuan dari
beberapa sumber tertentu pada tingkat biaya yang minimal
 Pemilihan lokasi untuk fasilitas-fasilitas baru untuk memenuhi
kebutuhan pasar yang akan datang
 Penetapan berbagai macam bentuk/sumber produksi guna memenuhi
kapasitas produksi sesuai dengan demand yang akan datang dan biaya
produksi yang minimal, khususnya yang berkaitan dengan proses
subkontrak

55
Prosedur penyelesaian masalah transportasi :

Step 1 : penyelesaian awal


Step 2 : evaluasi penyelesaian awal
Step 3 : menentukan incoming variable (pengalikasian sel
matriks kosong)
Step 4 : identifikasi outgoing variable (realokasi sel matriks
untuk solusi baru)
Step 5 : penetapan solusi terbaru

56
Step 1 :penyelesaian awal

Untuk penyelesaian awal dapat dilakukan dengan


aplikasi salah satu metode, yaitu :
1. Metode Heuristic
2. Northwest corner rule method (NCR)
3. Vogel’s approximation method (VAM)

57
3 kondisi tahap awal yang harus dipenuhi :

 Penyelesaian dalam bentuk pengalokasian harus memenuhi


kelayakan, yaitu sesuai dengan batasan suplai dan demand
yang ada
 Alokasi harus menempati seluruh matriks sel yang ada dan
memenuhi persyaratan m + n - 1
 Alokasi sel matriks pada posisi yang tidak membentuk
lintasan tertutup (closed path)

58
Metode Heuristic
(The Least Cost Assigment Routine Method)

 bertujuan untuk meminimumkan total cost untuk


alokasi/distribusi suplai produk untuk setiap lokasi
tujuan.
 dengan mengalokasikan demand sebesar-besarnya
pada lokasi sumber yang memberikan biaya
transportasi yang sekecil-kecilnya secara berturut-
turut

59
Tujuan Kapasitas Suplai
Sumber
A1 A2 A3 A4 (ton/mgg)

$ 10,- $ 8,- $ 5, $ 6,-


F1 1.200 (6) 1.200 (4) 2.400

$ 5, $ 2,- $ 6,- $ 3,-


F2 3.400 (1) 600 (2) 4.000

$ 9,- $ 7,- $ 4,- $ 7,-


F3 1.100 (5) 2.500 (3) 3.600

Kebutuhan
2.300 3.400 2.500 1.800 10.000
(ton/mgg)

60
Total biaya yang diperoleh adalah :

Z = 3.400 ($2,-) + 600 ($3,-) + 2.500 ($4,-) + 1.200


($6,-) + 1.100 ($9,-) + 1.200 ($10,-)

= $ 47.700

61
Northwest-Corner Rule Method
(NCR)

62
Langkah penyelesaian dengan metode NCR :

 Diawali dengan alokasi pada sel matriks yang terletak pada pojok kiri
atas (north west)
 Memakai suplai dari sumber yang tersedia semaksimal mungkin
disesuaikan dengan kebutuhan dari lokasi tujuannya, sisa kapasitas
dialokasikan pada baris horizontal berikutnya
 Mengalokasikan kebutuhan dari lokasi tujuan kolom kedua sejumlah
sisa kebutuhan yang masih belum terpenuhi secara maksimum
disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia dibaris sumber terakhir dan
seluruh sumber tujuan yang membutuhkan sumber suplai bisa
dipenuhi

63
Tujuan Kapasitas
(ton/mg)
Sumber A1 A2 A3 A4

$ 10,- $ 8,- $ 5,- $ 6,-

P1 2.300 100 2.400

$ 5,- $ 2,- $ 6,- $ 3,-

P2 3.300 700 4.000

$ 9,- $ 7,- $ 4,- $ 7,-

P3 1.800 1.800 3.600

Ramalan
Demand
(ton/mg)
2.300 3.400 2.500 1.800 10.000

64
Total biaya yang diperoleh adalah :

Z = 2.300 ($10,-) + 100 ($8,-) + 3.300 ($2,-) + 700


($6,-) + 1.800 ($4,-) + 1.800 ($7,-)

= $ 54.400

65
Catatan :

Metode NCR tidak memperhatikan unit cost dari


masing-masing sel matriks yang ada pada saat kita
mengalokasikan suplai untuk memenuhi kebutuhan
dari lokasi tujuan

Karenanya……
optimalisasi baru akan dilakukan pada step-step
berikutnya.

66
Vogel’s Approximation Method
(VAM)

67
Langkah penyelesaian dengan metode VAM

 Menghitung perbedaan di antara dua nilai unit cost transportasi yang


terkecil dari setiap baris dan kemudian mengulanginya lagi untuk setiap
kolom yang ada
 Memilih baris atau kolom dengan perbedaan unit cost terbesar dan
mengalokasikan suplai maksimum yang dimungkinkan dalam sel
matriks yang justru memiliki nilai unit cost terkecil
 Selanjutnya baris kolom yang telah terpilih ‘dihilangkan’, dan kerja
diulangi seterusnya sampai semua alokasi m+n-1 terpenuhi lengkap

68
Tujuan Kpsts Perbedaan
baris sumber
(ton/mg)
A1 A2 A3 A4
Sumber
$ 10,- $ 8,- $ 5,- $ 6,-
P1 2.400 1

$ 5,- $ 2,- $ 6,- $ 3,-


P2 4.000 1
3.400

$ 9,- $ 7,- $ 4,- $ 7,-


P3 3.600 3

Ramalan
Demand 2.300 3.400 2.500 1.800
(ton/mg)

Alokasi suplai sebesar 3.400


Perbedaan
kolom
4 5* 1 3 ton/mgg pada lokasi P2-A2 dan
kolom A2 dihilangkan

69
Tujuan
Kpsts Perbedaan
Sumber A1 A3 A4 (ton/mg) baris sumber

$ 10,- $ 5,- $ 6,-


P1 2.400 1

$ 5,- $ 6,- $ 3,-


P2 4.000 2
600

$ 9,- $ 4,- $ 7,-


P3 3.600 3

Ramalan
Demand 2.300 2.500 1.800
(ton/mg)
Alokasi 600 ton/mgg di lokasi
P2-A1 dan hilangkan baris P2
Perbedaan
kolom
4* 1 3

70
Tujuan
Kpsts Perbedaan
A1 A3 A4 baris sumber
Sumber (tons/mg)

$ 10,- $ 5,- $ 6,-


P1 2.400 1

$ 9,- $ 4,- $ 7,-

P3 3.600 3*
2.500

Ramalan
Demand
2.300 2.500 1.800
(ton/mg)
Alokasikan 2.500 ton/mgg di
lokasi P3-A3 dan hilangkan
kolom A3
Perbedaan
kolom
1 1 1

71
Tujuan
Kpsts Perbedaan baris
A1 A4 (ton/mg) sumber
Sumber
$ 10,- $ 6,-
P1 2.400 4
1.800

$ 9,- $ 7,-
P3 3.600 2

Ramalan
Demand
(ton/mg)
2.300 1.800 Alokasikan 1.800 ton/mgg di lokasi P1-
A4 dan hilangkan baris P1
Sisa 600 ton/mgg dan 1.100 ton/mgg
Perbedaan dialokasikan di P1-A1 dan P3-A1
kolom
1 1

72
Tujuan Kpsts
Sumber (ton/mg)
A1 A2 A3 A4
$ 10,- $ 8,- $ 5,- $ 6,-
P1 2.400
600 1.800

$ 5,- $ 2,- $ 6,- $ 3,-


P2
3.400
4.000
600
$ 9,- $ 7,- $ 4,- $ 7,-
P3 3.600
1.100 2.500

Ramalan
Demand 2.300 3.400 2.500 1.800
(tons/mg)

73
Total biaya yang diperoleh adalah :

Z = 600($10,-) + 600($5,-) + 1.100($9,-) + 3.400($2,-)


+ 1.800 ($6,-)

= $ 46.500

74
Jika dilihat dari hasil dan alokasi suplainya, maka
terlihat bahwa metode VAM lebih baik dibandingkan
dengan metode NCR ataupun metode Heuristic.
Tetapi hasil ini belum tentu optimal, untuk itu perlu
evaluasi pada step-step berikutnya

75
Step 2 : Evaluasi penyelesaian awal

merupakan langkah pengecekan dari penyelesaian awal guna


melakukan perbaikan-perbaikan yang memungkinkan
dilakukan dengan cara menukar alokasi suplai ke tempat
yang kosong dan memiliki unit transportasi cost lebih kecil,
sehingga memberi kemungkinan untuk mengurangi total
transportasi cost
Pengujian dari sel matriks kosong ini dilaksanakan dengan
membuat alokasi percobaan yaitu menempatkan 1 unit suplai
dan kemudian menghitung pengaruhnya terhadap total biaya

76
Tujuan
Kapasitas Suplai
Sumber
(ton/mgg)
A1 A2 A3 A4
(-) $10,- (+) $8,- $5, $6,-
F1 2.400
2.300 100

$5, (-) 2,- (+) $6,- $3,-


F2 +1 4.000
3.300 700 (-)

$9,- $7,- $4,- $7,-


F3 +1 3.600
1.800 (+) 1.800 (-)

Kebutuhan
2.300 3.400 2.500 1.800 10.000
(ton/mgg)

77
Alokasi Perubahan
Sel Matriks Yang Indeks Perbaikan Untuk Alokasi
Penyesuaia Biaya
Ditempati F3-A1 per unit produk
n Total

F3-A1 +1 + $3 Tambahan : +3+4 = + $7


F3-A3 -1 -$6 Kurang : -6-7 = - $14
F2-A3 +1 +$4 Total : - $6
F2-A2 -1 -$7

78
Step 3 : Menentukan incoming variable

Pada step ini mengkaji apakah ada sel matriks kosong


lain yang mampu memberikan hasil perbaikan yang
lebih besar lagi selain dari hasil step 2 (memberikan
reduksi biaya terbesar).

Langkah penentuan sel matriks kosong yang mampu


memberikan reduksi biaya terbesar tersebut dikenal
sebagai penentuan incoming variable

79
Tujuan Kapasitas Suplai
Sumber
A1 A2 A3 A4 (ton/mgg)
$10,- (-) $8,- $5, +1 $6,-
F1 2.300 100 -9 2.400

$5, (+) $2,- (+) $6,- $3,-


F2 +1 3.300 700 (-) -6 4.000

$9,- $7,- (+) $4,- $7,-


F3 +7 +7 1.800(+) 1.800 (-) 3.600

Kebutuhan
2.300 3.400 2.500 1.800 10.000
(ton/mgg)

80
Sel Matriks Yang Alokasi Perubahan Indeks Perbaikan Untuk Alokasi F3-A1 per
Ditempati Penyesuaian Biaya Total unit produk

F3-A1 +1 + $9 Tambahan : +9+6+8 = + $23


F3-A3 -1 -$4 Kurang : -6-7-10 = - $16
F2-A3 +1 +$6 Total : -4-2-10 = + $7
F2-A2 -1 -$2
F1-A2 +1 +$8
F1-A1 -1 -$10

81
Step 4 : Identifikasi outgoing variable

Dalam menetapkan alokasi sel matriks baru, maka jumlah


alokasi suplai harus tetap m + n – 1

Dalam hal ini, untuk menempati posisi F1-A4 (yang


memberi reduksi biaya sebesar $ 9,- /unit) harus dilakukan
dengan menggeser sel matriks yang terisi ke dalam
penyelesaian awal (metode NCR)

82
Tujuan
Kapasitas Suplai
Sumber
(ton/mgg)
A1 A2 A3 A4

$10,- $8,- $5, $6,-


F1 2.300 100 2.400

$5, $2,- $6,- $3,-


F2 3.300 600 4.000

$9,- $7,- $4,- $7,-


F3 1.900 1.700 3.600

Kebutuhan
2.300 3.400 2.500 1.800 10.000
(ton/mgg)

83
Total biaya transportasi (Z) untuk solusi baru :

Z = 2.300 ($10,-) + 100 ($8,-) + 3.400 ($2,-) + 600


($6,-) + 1.900 ($4,-) + 1.700 ($7)

= $ 53.500

84
Step 5 : Penetapan solusi terbaru

Perbaikan solusi awal (metode NCR) dengan


mengalokasikan 100 unit ke sel matriks F1-A4 dan
mengurangi sel matriks F1-A2 dapat mengurangi
total biaya yang sebelumnya $ 54.400 menjadi $
53.500 atau berkurang $ 900

85