Anda di halaman 1dari 9

Andri H.

A Rasindona C301 17 031


Nur Rahmi C301 17 041
Ruliyana C301 17 098
Nur Iftita C301 17 099
Krisman Sinurat C301 17 080
Mohammad Haikal M C301 17 136
Dani eko C301 17 179
Debi Kusnadi C301 17 210
Brigian Lagasi C301 17 306
1 PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK

2 JENIS DAN ALUR TRANSAKSI

3 AKUN DALAM PERLAKUAN AKUNTANSI

4 AKUNTANSI SALAM PARALEL

5 PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN


1 PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK

Salam berasal dari kata As-salaf yang artinya pendahuluan karna


pemesanan barang menyerahkan uangnya dimuka. Para fuqaha
menamainya Al-muhawi’ij (barang-barang mendesak) karena ia
sejenis jual-beli yang dilakukan mendesak walaupun barang yang
diperjual-belikan tidak ada ditempat.

Akuntansi salam diatur pada PSAK No.3 tentang Akuntansi Salam.


Menurut defenisi PSAK, salam adalah akad jual-beli barang
pesanan ( muslam vihi ) dengan pengiriman dikemudian hari oleh
penjual ( muslam ilaihi ) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli
pada saat akad disepakati sesuai syarat-syarat tertentu.
1. Lembaga keuangan syariah dapat bertindak sebagai pembeli dan atau penjual dalam suatu transaksi
salam.

2. Salam paralel dapat dilakukan dengan syarat: (a) akad antara lembaga keuangan syariah (pembeli) dan
produsen (penjual) terpisah dari akad antara lembaga keuangan syariah (penjual) dan pembeli akhir;
dan (b) kedua akad tidak saling bergantung (ta’alluq).

3. Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual di awal akad.

4. Barang pesanan harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi: jenis, spesifikasi teknis,
kualitas, dan kuantitasnya.

5. Alat pembayaran harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa kas, barang atau manfaat.

6. Transaksi salam dilakukan karena pembeli berniat memberikan modal kerja terlebih dahulu untuk
memungkinkan penjual (produsen) memproduksi barangnya, barang yang dipesan memiliki spesifikasi
khusus, atau pembeli ingin mendapatkan kepastian dari penjual.
2 JENIS DAN ALUR TRANSAKSI

JENIS AKAD ALUR TRANSAKSI


1. Pertama, negosiasi dengan persetujuan kesepakatan antara
penjual dengan pembeli terkait transaksi salam yang akan
Salam Salam paralel dilaksanakan.
2. Kedua, setelah akad disepakati, pembeli melakukan pembayaran
Salam dapat Salam paralel artinya terhadap barang yang diinginkan sesuai dengan kesepakatan
didefinisikan sebagai melaksanakan dua transaksi yang sudah dibuat.
transaksi atau akad jual salam yaitu antara 3. Ketiga, pada transaksi salam, penjual mulai melakukan produksi
beli dimana barang yang pemesanan pembeli dan atau melakukan tahapan penanaman produk yang diinginkan
diperjualbelikan belum penjual serta antara penjual pembeli.
ada ketika transaksi dengan pemasok (supplier) 4. Keempat, setelah menyepakati transaksi salam kedua tersebut,
dilakukan, dan pembeli atau pihak ketiga lainnya bank langsung melakukan pembayaran kepada petani
melakukan pembayaran (melaksanakan transaksi Bai’ 5. Kelima, dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan kesepakatan
dimuka sedangkan As-Salam antara bank dan
dengan bank, petani mengirim produk salam kepada petani
penyerahan barang baru nasabah dan antara bank
dilakukan di kemudian dan suplier atau pihak ketiga
sesuai spesifikasi yang ditentukan.
hari. lainnya secara simultan) 6. Keenam, bank menerima dokumen penyerahan produk salam
dari petani.
3 AKUN DALAM PERLAKUAN AKUNTANSI

Akun-akun pada Pembeli Akun-akun pada Penjual (Produsen)


 Akun-akun Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Akun-akun Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
• Piutang Salam • Hutang Salam (Kewajiban Salam)
• Persediaan (Aset Salam) • Persediaan (Aset Salam)
• Piutang kepada Petani • Hutang kepada LKS
 Akun-akun Laporan Laba Rugi
• Keuntungan Penyerahan Aset Salam Akun-akun Laporan Laba Rugi
• Kerugian Penyerahan Aset Salam • Keuntungan Penyerahan Aktiva
• Kerugian Penyerahan Aktiva
• Kerugian Salam
• Keuntungan Salam
4 AKUNTANSI SALAM PARALEL

Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi salam. Jika
bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan
barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut salam pararel. Salam pararel dapat
dilakukan dengan syarat :
1. Akad kedua antara bank dan pembuat terpisah dari akad pertama antara bank dan pembeli akhir
2. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.
5 PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

PENYAJIAN PENGUNGKAPAN
Hal-hal yang harus diungkap dalam catatan
atas laporan keuangan tentang transaksi salam
Berdasarkan PSAK no 103 paragraf 20 s/d 22,
dan salam paralel antara lain:
penyajian rekening yang terkait transaksi
1. Rincian piutang salam (kepada pemasok)
salam dan salam paralel antara lain:
dan hutang salam (kepada pembeli)
1. Piutang salam, yang timbul karena
berdasarkan jumlah, jangka waktu, jenis
pemberian modal usaha salam oleh bank
valuta, kualitas piutang dan penyisihan
syariah.
kerugian piutang salam.
2. Piutang, yang timbul karena penjual tidak
2. Piutang salam dan hutang salam yang
dapat memenuhi kewajibannya dalam
memiliki hubungan istimewa
transaksi salam. Rekening ini disajikan
3. Besarnya modal usaha salam, baik yang
terpisah dari piutang salam.
dibiayai sendiri oleh bank maupun yang
3. Hutang salam, timbul karena bank
dibiayai secara bersama-sama dengan bank
menjadi penjual produk salam yang
atau pihak lain
dipesan oleh nasabah pembeli.
4. Jenis dan kuantitas barang pesanan.
TERIMA KASIH