Anda di halaman 1dari 53

PENYAKIT METABOLIK

Dr. Hadi Irawiraman.M.Kes.Sp.PA

SMF Patologi Anatomi RS.AW Syahrani/FK Unmul


Samarinda
Definisi

• Metabolisme adalah proses-proses kimia yang


terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel.
Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis,
karena metabolisme terjadi selalu
menggunakan katalisator enzim.
• Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi
menjadi 2, yaitu:
• 1. Anabolisme/AsimilasI/Sintesis,
yaitu proses pembentakan molekul yang
kompleks dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)

• 2. Katabolisme (Dissimilasi),
yaitu proses penguraian zat untuk
membebaskan energi kimia yang tersimpan
dalam senyawa organik tersebut.
GANGGUAN METABOLISME
• Segolongan penyakit akibat gangguan
metabolisme dan bersifat sistemik
• Penyakit ini ada 3 golongan:
1. Gangguan metabolisme karbohidrat
2. Gangguan metabolisme protein
3. Gangguan metabolisme lemak
• Dapat menimbulkan kelebihan atau kekurangan
zat bersangkutan
GANGGUAN METABOLISME KARBOHIDRAT

Diabetes Melitus
Penyakit kronik akibat defisiensi relatif atau absolut insulin
sehingga menimbulkan intoleransi glukosa (Hiperglikemi)

Insiden
0,1 % usia dibawah 20 thn
2% usia 20-44 thn
4% usia 45-64 thn
8-10% usia > 65 thn
Metabolisme insulin
- Insulin adalah polipeptida yang
mengandung rantai A (21 Asam
amino) dan rantai B (30 Asam
amino)

- Insulin dilepaskan dari sel beta


oleh berbagai rangsangan

- Kalsium diperlukan untuk pelepasan


insulin oleh sel beta
- Insulin akan dibawa ke dlm plasma
oleh globulin alfa dan beta, kemudian
Berinteraksi dgn sel target
yang mempunyai reseptor insulin di
membran plasmanya (Hati, otot dan
lemak)
Kerja metabolik insulin
-Sesudah makan banyak, kadar
insulin yang tinggi dlm darah
menyebabkan jaringan mengambil
dan menyimpan glukosa.

-Glikogenesis dirangsang di dlm hati


dan otot skelet. Glikogenesis dapat
menaikkan lipogenesis pd jaringan
lemak. Pd keadaan ini glukosa bebas,
sumber energi untuk sel otot.

-Glikogenolisis dan proteolisis


didalam otot skelet dan hati,
memproduksi glukosa,lipolisis
pd jar.lemak ,memproduksi asam
lemak bebas
Fungsi Insulin
GLUKOSA INSULIN GLIKOGEN

Otot, liver
darah

Gb.3. Kerja hormon insulin


Etiologi

• DM tipe 1 (IDDM):
kerusakan sel beta pankreas

• DM tipe 2 :
- terganggunya pelepasan insulin
- insulin resistance
Klasifikasi
• Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes
Mellitus <IDDM>) .Diabetes tipe 1 adalah
kasus genetik yang pada umumnya dimiliki
sejak kecil dan memerlukan insulin dalam
pengendalian kadar gula darah.
• tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes
Mellitus <NIDDM>). dipengaruhi oleh
keturunan dengan penyebabnya adalah
kurangnya penghasil insulin dalam tubuh dan
tidak sensitif terhadap hormon insulin.
Kriteria Diagnosis DM
1. Gejala DM ditambah gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl (11,1
mmol/l)
atau
2. Glukosa darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/l)
atau
3. Glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa (GD 2 jam
PP) ≥ 200 mg/dl (11,1 mmol/l) dengan tes toleransi glukosa
oral (TTGO).
TTGO: beban glukosa = 75 gr glukosa anhidrous (gula)
dicairkan dalam air
TTGO tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan rutin.

Kriteria tersebut harus dikonfirmasi pada hari berikutnya.


Kategori yang berhubungan dengan nilai GDP:
• GDP < 110 mg (6,1 mmol/l) = normal
• GDP ≥ 110 mg (6,1 mmol/l) dan < 126 mg/dl (7,0
mmol/l) = Glukosa Puasa Terganggu (Impaired Fasting
Glucose/IFG)
• GDP ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/l) = DM

Kategori yang berkaitan dengan TTGO:


• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa < 140 mg/dl (7,8
mmol/l) = normal toleransi glukosa
• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥ 140 mg/dl (7,8
mmol/l) dan < 200 mg/dl (11,1 mmol/l) = Glukosa
Toleransi Terganggu (Impaired Glucose Tolerance/IGT)
• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥ 200 mg/dl
(11,1 mmol/l) = DM
Patogenesis
Autoimmune destruction of
the β-cells of the pancreas

Impairment of insulin
secretion and defects
in insulin action

HYPERGLYCEMIA
Simtom (Gejala)
Gejala: Gejala hiperglikemia kronis:
• Poliuria  suseptibilitas terhadap infeksi
• Polidipsia Komplikasi kronis:
• Polifagia  Retinopati (potential loss of vision)
• Berat Badan turun  Nefropati (renal failure)
• Penglihatan kabur  Neuropati perifer (foot ulcers,
Komplikasi akut: amputation, Charcot joint)
• Hiperglikemia & Ketoasidosis  Neuropati autonom (causing
• Sindroma hiperosmolar non gastrointestinal, genitourinary,
ketosis and cardiovascular symptoms &
sexual disfunction)
Gambaran Klinis

• Glikosuria
• Poliuria
• polidipsi
Komplikasi Akut
• Ketoasidosis diabetes
DM tipe 1 yg berat, Insulin sgt rendah
Diagnosis : glikosuria,hiperglikemi, ketonemi,ketonuri
• Koma hiperosmolar non ketotik (HONK)
DM tak terkontrol pd orang tua
Hiperglikemi yang sangat tinggi
• Koma hipoglikemik
Komplikasi pengobatan
Komplikasi kronis

Pembuluh darah
• Bila gangguan metabolisme karbohidrat terlalu lama →
hiperglikemik menahun, pada otot, hati dan jantung terjadi
difisiensi.

• Lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga →lemak dalam darah


bertambah.

• Lipaemia dan cholestrolimia → gangguan vaskular, dengan


komplikasi aterioskelosis merata → skeloris pembuluh darah
arteri coronaria, ginjal dan retina
Komplikasi kronis

Mata
• Skelosis arteri retina → retinitis
diabetika.
• Berupa
– perdarahan kecil-kecil tidak
teratur
– pelebaran pembuluh darah
retina dan berkeluk-keluk
– kapiler-kapiler membentuk
mikroaneurisma
Komplikasi kronis

Kulit
• Penimbunan lipid
dlm makropag-
makropag pada
dermis →xantoma
diabetikum
Jantung
• Sklerosis arteri coronaria → infrak otot jantung

Ginjal
• Kelainan degeneratif pada alat vaskular glomeruler – tubular
• pyleonepritis akut maupun kronis

Susunan syaraf
• Pada syaraf tepi dan kadang medula spinalis
• Perubahan degeneratif
– Demyelinisasi
– Fibrosis
– Mungkin berhubungan dengan skelosis pembuluh darah
Hati
• Perlemakan → hepatomegali dan infiltasi glikogen
• Disebabkan karena defisiensi karbohidrat → sumber tenaga dari lemak →
imobilisasi lemak berlebihan → defisiensi lipotropik → lemak tidak dapat
diangkut dari sel → penimbunan lemak berlebihan
Gangren diabetik
GANGGUAN METABOLISME PROTEIN.
• Penyakit akibat kelebihan protein (-)
• Defisiensi protein
– Terjadi pada pemasukan protein kurang → kekurangan
kalori, asam amino, mineral, dan faktor lipotropik
– Akibatnya :
• Pertumbuhan tubuh
• Pemeliharaan jaringan tubuh
• Pembentukkan zat anti dan serum protein akan
terganggu.
– Penderita mudah terserang penyakit infeksi, perjalanan
infeksi berat, luka sukar sembuh dan mudah terserang
penyakit hati akibat kekurangan faktor lipotropik
MACAM-MACAM PENYAKIT DEFISIENSI PROTEIN.
Hipoproteinemia
• Sebab :
– Exkresi protein darah berlebihan melalui air kemih
– Pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit hati
– Absorpsi albumin berkurang akibat kelaparan atau penyakit usus,
juga pada penyakit ginjal

Hipo dan Agammaglubulinemia


Ada 3 jenis :
1. Hipoagammaglobulinemia kongenital
 Penyakit herediter, terutama anak laki-laki antara 9 – 12 thn
 Mudah terserang infeksi. Kematian sering terjadi akibat infeksi
 Plasma darah tidak mengandung gamma protein
 Dapat terjadi penyakit hipersensitivas (ex: penyakit artritis) krn
tubuh tidak dapat membentuk Ig
2. Hipo/ (a) gammaglobulinemia didapat
– Pada pria dan wanita pada semua usia
– Penderita mudah terkena infeksi
– Terjadi hiperplasi konpensatorik sel retikulum →
mengakibatkan limfadenopathi dan splenomegali

3. Hipoagammaglobulinemia sementara
– Hanya ditemukan pada bayi
– Merupakan peralihan pada waktu gamma
globulin yang didapat dari ibu habis dan anak
harus membentuk gamma globulin sendiri
Pirai atau Gout

• Akibat gangguan metabolisme asam urat → asam urat serum meninggi →


pengendapan urat pada berbagai jaringan
• Asam urat merupakan hasil akhir dari pada metabolisme purin.
• Secara klinis :
– Arthritis akut yg sering kambuh secara menahun
– Pada jaringan ditemukan tonjolan-tonjolan disebut “tophus”
• Di sekitar sendi
• Bursa
• Tulang rawan
• Telinga
• Ginjal
• Katup jantung
Hiperurisemia
• Asam urat (urat) adalah produk akhir
dari metabolisme protein (purin)
• Hiperurisemia : konsentrasi asam urat
yang larut dalam darah berlebih ( > 6.8
mg/dl)
– Akibat overproduksi asam urat atau
ekskresi (pengeluaran) yang berkurang
– Kelainan konsentrasi zat dalam serum
yang cukup sering ditemukan
Distribusi kadar asam urat
Kaskade Hiperurisemia
Sebab Hiperurisemia

• Overproduksi
– Primer / idiopatik
– Sekunder
• Intake tinggi
• Peningkatan turnover purin
• Peningkatan degradasi protein
• Hipoekskresi
– Primer / idiopatik
– Sekunder
• Gangguan fungsi ginjal
• Hipertensi, hiperparatiroid
Silent Tissue Deposition

• Akibat kadar yang tinggi di cairan


ekstraseluler terbentuk kristal urat
monosodium
• Sendi dan jaringan lunak
Kristal Urat Monosodium
Dipengaruhi oleh
• Turunnya kelarutan asam urat
– Suhu, pH rendah
• Gangguan pada sendi dan jar. ikat
– Trauma / injury
• Reabsorpsi air  supersaturasi
– Kurang gerak sendi (mis. saat tidur)
Gout
• Kondisi yang diakibatkan pengendapan
kristal asam urat pada sendi
• Ditandai peningkatan asam urat dalam
darah & peradangan sendi berulang
(artritis)
• Terbanyak menyerang usia dekade 4-6
(Pria : 9x dibanding wanita)
Faktor Resiko
• Usia & Jenis kelamin
• Obesitas
• Alkohol
• Hipertensi
• Gangguan Fungsi Ginjal
• Penyakit-penyakit metabolik
• Pola diet
• Obat: Aspirin dosis rendah, Diuretik, obat-obat TBC
Diagnosis
• Gejala
– Inflamasi dan nyeri sendi yang mendadak,
biasanya timbul pada malam hari
• Nyeri hebat, bengkak, kemerahan, panas
• Demam, menggigil, nyeri badan
– Hilang dalam 3-10 hari walau tanpa
pengobatan
– 90% serangan pertama menyerang 1
sendi saja
Diagnosis
• Laboratorium
– Kadar asam urat  bisa normal / tinggi
– Pemeriksaan cairan sendi  Gold
Standard
• Ditemukan kristal yang mengendap pada
sendi
Tophi
Faktor Resiko :

• Hiperurisemia yang lama dan persisten


• Gout aktif yang tidak mendapat
pengobatan adekuat
• Serangan gout berulang (4x/tahun)
GANGGUAN METABOLISME LEMAK
Kelebihan lemak (Obesitas)
• Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme (hipometabolisme)
• Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme.
• Kalori yg dibutuhkan menurun → berat badan naik, meskipun diberi
makan tidak berlebihan
• Lemak ditimbun pada:
– Jaringan subkutis
– Jaringan retroperitoneum
– Peritoneum
– Omentum
– Pericardium
– Pankreas
• Obesitas → memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung
Kriteria Diagnosis
(WHO,2000)
BMI = BB/TB X TB
BMI Chart
Hiperlipemia
• Jumlah lipid darah total dan kholesterol meningkat
• Terdapat pada :
– Diabetes melitus tidak diobati
– Hipotiroidisme
– Nefrosis lupoid
– Penyakit hati
– Sirhrosis biliaris
– Xantomatosa
– Hiperlipidemi
– Hiperkholesterolemi
• Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh darah
→ arteriosklerosis
Defisiensi lemak
• Terjadi pada
– Kelaparan (starvation)
– Gangguan penyerapan (malabsorption) : penyakit celiac,
sprue, penyakit Whipple.
• Tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanannya krn intake
kurang
• Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan lemak, dan
hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil dari
jaringan
• Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga difisensi
protein, karbohidrat dan vitamin.
•thanks