Anda di halaman 1dari 21

PENGAMBILAN

KEPUTUSAN
DALAM SISTEM INFORMASI
PENGERTIAN
• Secara etimologis kata decide berasal dari bahasa latin
de yang berarti off dan kata caedo yang berarti to cut. Hal
ini berarti proses kognitif cut off sebagai tindakan
mimilih diantara beberapa alternatif kemungkinan.
PENGERTIAN

• Max (1972), Decision Making is commanly difined as choosing from among alernatives
(pengambilan keputusan merupakan pemilihan dari beberapa alternatif).

• Shull (1970:67) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses


kesadaran manusia terhadap fenomena individual maupun sosial berdasarkan kejadian
faktual dan nilai pemikiran, yang mencakup aktivitas perilaku pemilihan satu atau
bebrapa alternatif sebagai jalan keluar untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

• George R Terry dalam Igbal Hasan (2002:9), Pengambilan keputusan adalah


pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

• S.P Siagian dalam Iqbal Hasan (2002:10), Pengambilan keputusan adalah suatu
pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil
tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
PENDEKATAN
• Pengambilan keputusan menurut George R. Terry dalam Iqbal Hasan (2002:6)
didasarkan pada lima (5) hal yaitu :
• Intuisi, pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intuisi atau perasaan
memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan
keputusan berdasarkan intuisi mengandung beberapa kebaikan dan kelemahan.
Kebaikannya antara lain :
• a. Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
• b. Pengambilan keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya
• c. Kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan tersebut sangat
berperan.
• Kelemahan dari intuisi adalah :
• a. Keputusan yang diambil relatif kurang baik
• b. Sulit mencari alat pembandingnya sehingga sulit diukur kebenarannya
• c. Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.
PENDEKATAN
• 2. Pengalaman, Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman
memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis karena berdasarkan
pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu
serta dapat memperhitungkan untung ruginya dan baik buruknya
keputusan yang akan dihasilkan. Karena pengalaman seseorang
dapat menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat
sepintas saja sudah menemukan cara penyelesaiannya.
• 3. Fakta, pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat
memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta,
tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih
tinggi sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu
dengan rela dan lapang dada.
PENDEKATAN
• 5. Rasional, pada pengambilan keputusan ini
keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih
transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil
atau nilai dalam batas kendala tertentu sehingga dapat
dikatakan mendekatai kebenaran atau sesuai dengan
apa yang diinginkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

• Keadaan internal organisasi , keadaan ini bersangkut paut dengan apa yang
ada dalam organisasi tersebut yang meliputi dana yang tersedia, keadaan
sumber daya manusia, kemampuan karyawan, kelengkapan dan peralatan
organisasi dan struktur organisasi.

• Keadaan eksternal organisasi, keadaan ini bersangkut paut dengan apa yang
ada diluar organisasi, seperti keadaan ekonomi, sosial politik, hukum dan
budaya.

• Tersedianya informasi yang diperlukan, informasi yang diperlukan haruslah


lengkap dan memiliki sifat-sifat tertentu sehingga keputusan yang dihasilkan
dapat berkualitas dan baik.

• Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, hal ini meliputi :


kebutuhan, intelegensi, keterampilan dan kapasitas penilaian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Azhar kasim(1995:17) faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan
meliputi hal-hal berikut :

1. Pria dan wanita

Pria umumnya bersifat lebih tegas atau berani dan cepat mengambil keputusan, dan wanita umumnya
relatif lebih lambat dan sering ragu-ragu.

1. Peranan pengambil keputusan

Peranan pengambil keputusan mencakup kemampuan mengumpulkan informasi, kemampuan


menganalisis dan menginterpretasikan, kemampuan menggunakan konsep yang cukup luas tentang
perilaku manusia dan memperkirakan hari depan yang lebih baik.

1. Keterbatasan kemampuan

Perlu disadari adanya kemampuan yang terbatas dalam pengambilan keputusan dibidang manajemen
yang bersifat institusional maupun bersifat pribadi.
MODEL-MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

• Rational Model

• Jenis Model ini digunakan jika tingkat ambiguitas atau


konfliksitas sasaran maupun tingkat ketidakpastian
teknis rendah. Pilihan dipermudah oleh kinerja
program (March, simon, 1992) dan standar
operasional (cyert, 1992, march, 1976) yang disusun
menurut aturan keputusan serta rutinitas yang telah
dipelajari sebuah organisasi atau lembaga pendidikan .
MODEL-MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

• Political Model

• Ketika tujuan diperebutkan oleh berbagai kelompok


kepentingan dan kepastian teknis tinggi dalam
kelompok, keputusan dari tindakan merupakan hasil
tawar menawar antara kelompok yang
mengejar kepentingan mereka dan manipulasi
instrumen pengaruh yang tersedia.
MODEL-MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

• Anarchy Model

• Model ini digunakan jika tingkat ambiguitas atau


konfliksitas sasaran maupun tingkat ketidak pastian
teknis tinggi (March dan Olsen, 1992).
MODEL-MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

• Process model

• Model ini digunakan jika tingkat ambiguitas atau


konfliksitas sasaran rendah, sedangkan ketidak pastian
teknisnya tinggi (Mintzberg, Raisinghani dan Theoret,
1996).
KLASIFIKASI MODEL
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

• Model kuantitatif.

• Model kuantitatif (dalam hal ini model matematika)


adalah serangkaian asumsi yang tepat yang dinyatakan
dalam serangkaian hubungan matematis yang pasti.
KLASIFIKASI MODEL
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

• Model kualitatif.

• Model ini didasarkan pada asumsi-asumsi yang


ketepatan nya agak kurang jikadibandingkan dengan
model kuantitatif dan dengan pertimbangan yang lebih
bersifat subjektif mengenai proses atau masalah yang
pemecahannya dibuatkan model.
KLASIFIKASI MODEL
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

• Model simulasi komputer.

• Model ini merupakan tiruan dari permasalahan yang


sebenarnya
SISTEM INFORMASI
BERBASIS KOMPUTER
SISTEM PAKAR DAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PRELUDE
• Sistem informasi adalah sekumpulan hardware,
software, brainware, prosedur dan atau aturan yang
diorganisasikan secara integral untuk mengolah data
menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan
masalah dan pengambilan keputusan.
DEFINISI
• Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based
Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan
suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan
dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta
visualisasi dan analisis.
• Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang
tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi
yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika
tanpa adanya komputer.
CBIS DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
• Sistem yang berbasis komputer yang dipergunakan
untuk membantu para pengambil keputusan dalam
rangka memecahkan masalah-masalah rumit yang
“mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual dengan
cara melalui simulasi yang interaktif dimana data
dan model analisis sebagai komponen utama.
DECISSION SUPPORT SYSTEM