Anda di halaman 1dari 15

Tinjauan Sosial dan Budaya

Tentang Perawatan Paliatif

By: Elis Anggeria, S.Kep., Ns., M.Kep


Latar belakang
• Perawatan Paliatif merupakan semua tindakan aktif
guna meringankan beban pasien terutama yang tidak
dapat disembuhkan. Tindakan aktif yang dimaksud ialah
antara lain menghilangkan nyeri dan keluhan lain,serta
perbaikan dalam bidang psikologis, sosial dan spiritual.
Perawatan ini tidak saja diberikan kepada pasien yang
tidak dapat disembuhkan tetapi juga pasien yang
mempunyai harapan untuk sembuh bersama-sama
dengan tindakan kuratif (Departemen Kesehatan
[Depkes] RI, 1997).
• Sosial budaya merupakan segala hal yang
diciptakan oleh manusia dengan pikiran dan
budinya dalam kehidupan bermasyarakat.
• Sosial budaya atau kebudayaan adalah segala
sesuatu atau tata nilai yang berlaku dalam
sebuah masyarakat yang menjadi ciri khas dari
masyarakat tersebut.
• Pengaruh kebudayaan, tanpa disadari
kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh
sikap terhadap berbagai masalah. Kebudayaan
telah mewarnai sikap anggota masyarakat,
karena kebudayaanlah yang memberi corak
pengalaman individu individu masyarakat.
• Contoh lain, sosial budaya mempengaruhi
kesehatan adalah pandangan suatu masyarakat
terhadap tindakan yang mereka lakukan ketika
mereka mengalami sakit, ini akan sangat
dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan
kepercayaan yang ada dan tumbuh dalam
masyarakat tersebut.
• Kebudayaan perilaku kesehatan yang terdapat
dimasyarakat beragam dan sudah melekat
dalam kehidupan bermasyarakat.
• Kebudayaan tersebut seringkali berupa
kepercayaan gaib. Sehingga usaha yang harus
dilakukan untuk mengubah kebudayaan
tersebut adalah dengan mempelajari
kebudayaan mereka dan menciptakan
kebudayaan yang inovatif sesuai dengan norma,
berpola, dan benda hasil karya manusia.
• Keluarga adalah unit perawatan. Ketika menilai
pasien dengan penyakit yang membatasi hidup,
penting untuk mengeksplorasi kekhawatiran
mereka sehubungan dengan rumah, keluarga
dan komunitas mereka, dan untuk
mengidentifikasi risiko dalam kaitannya dengan
otonomi dan fungsi sosial mereka.
Pendekatan
• Pengkajian sosial mencari pemahaman tentang
pengalaman kehidupan individu dengan
memperhatikannya:
▫ Latar Belakang,
▫ Dukungan keluarga,
▫ Dukungan emosional dan sosial,
▫ Perhatian praktis.
Dukungan Keluarga
• Anjuran yang Disarankan
Undang diskusi tentang keluarga dan hubungan:
▫ Siapa yang tinggal dengan mu?
▫ Adakah anak / tanggungan dewasa?
▫ Setiap kekhawatiran / kekhawatiran tentang
keluarga atau hubungan pribadi
Dukungan Emosional Dan Sosial
• Anjuran yang Disarankan
Apakah Anda memiliki dukungan lain seperti :
bantuan rumah, pengasuh pribadi, teman,
tetangga?
▫ Seberapa sering kamu melihat mereka?
▫ Apakah Anda membutuhkan lebih banyak
dukungan?
▫ Apa yang akan membantu?
Perhatian praktis dan perencanaan
perawatan muka
• Anjuran yang Disarankan
Diskusi tentang masalah praktis:
• Bagaimana Anda mengelola?
• Ada kesulitan dalam: memobilisasi, mengelola
tangga, pekerjaan rumah tangga misalnya.
mencuci, memasak, dll?
• Setiap kekhawatiran tentang kebutuhan perawatan
di masa depan, pendapatan, keuangan,
menyelesaikan urusan Anda?
• Apa keinginan orang tersebut mengenai:
• Tujuan perawatan?
• Tingkat intervensi yang dapat diterima?
• Tempat perawatan yang disukai (orang dan keluarga)?
Setelah identifikasi masalah:
• Dapatkan riwayat kekhawatiran termasuk
dukungan / intervensi sebelumnya yang
diterima.
• Pastikan efek masalah pada aktivitas / fungsi
normal pasien.
• Pertimbangkan opsi / intervensi pengobatan.
Tindakan
• Sepakati dan terapkan rencana perawatan
dengan pasien dan tim multidisipliner. Tetapkan
apakah kebutuhan ini dapat dikelola oleh tim
yang merawat saat ini.
• Jika keluarga yang kompleks dan masalah sosial
yang signifikan diidentifikasi atau diantisipasi,
pertimbangkan rujukan ke Layanan Spesialis
Perawatan Paliatif.