Anda di halaman 1dari 26

Fisika Radiasi Dalam

Keperawatan Instrumentasi
.ATOM.
Merupakan bagian terkecil
suatu elemen yang mengambil
bagian dalam suatu reaksi
kimia; yang merupakan suatu
partikel netral, dalam arti tidak
mengandung kelebihan muatan
listrik positip maupun negatip.
Jadi jumlah muatan positif dan
negatip haruslah sama.

1
2.Radioaktif
• Becquerel(1896), menemukan senyawa Ureum yang
memancarkan sinar tak tampak yang dapat menembus
bahan yang tidak tembus cahaya serta mempengaruhi
reaksi fotografi.

• Marie curie(1896) menunjukan bahwa inti uranium dan


banyak unsur lain bersifat memancarkan salah satu
partikel Alfa, Beta atau Gama.

• Unsur inti atom yang mempunyai sifat memancarkan


sinar-sinar tersebut disebut Inti Radioaktif.

2
3.Ionisasi dan jenis radiasi
• Ionisasi.
Energi radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti
atom, sisa atom ini menjadi muatan positip dan disebut
ion positip.

Elektron yang ditinggalkan dapat tinggal bebas atau


mengikat atom netral lainnya
dan membentuk ion negatip.

Peristiwa pembentukan ion pasitip dan ion negatip


dinamakan ionisasi.

3
4.Pentingnya Ionisasi
• Karena melalui proses ionisasi jaringan
tubuh akan mengalami kelainan atau
kerusakan pada sel-sel tubuh.

• Ionisasi diudara dapat dipakai sebagai


dasar sistem pengukuran dosis radaiasi.

4
5.Jenis Radiasi.
Berdasarkan ada tidaknya ionisasi maka radiasi
dibagi dalam 2 katagori :

a.Radiasi yang tidak menimbukan ionisasi.

1. Sinar ungu ultra.


2. Sinar merah infra.
3. Gelombang ultrasonik.

Ini dipakai pada pusat Rehabilitasi, tidak dibagian


radioterapi, kecuali gelombang ultrasonik dipakai pada
unit Rontgen untuk diagnostik.

5
b. Radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi.
1. Sinar alfa.
2. Sinar beta.
3. Sinar gamma.
4. Sinar X.
5. Proton.

6
6.Radiasi Pengion terhadap sistem
biologik
• Radiasi pengion adalah radiasi sinar x atau
sinar gamma.
• Mula-mula dosis yang dipergunakan dalam
radiasi pengion adalah dosis
erithema yatu banyaknya radiasi sinar x yang
menyebabkan kulit kemerahan.

Starling(1930), radiasi diukur dengan satuan


rontgen disingkat r, th.1960 r diganti
denganroentgen(R).

7
7.Efek biologis yang timbul oleh
radiasi radiasi pengion
Akibat ionisasi dari radiasi pengion terjadi kerusakan jaringan(efek
biologis) ada 2 bagian :

a. Efek somatis.
b. Efek genetis.

Sesuai kerusakan yang ditimbulkan dibagi menjadi :

1. Efek ionisasi.
Pada sel-sel terionisasi akan memancarkan elektron pada
struktur ikatan
kimia dengan akibat pecahnya molekul- molekul-
molekuldari sel sehingga terjdi kerusakan sel
2. Efek biokimia.
Jaringan sebagian besar terdiri dari air.Radiasi pengion akan
menyebabkan molekul terpecah menjadi H+ dan OH-, sehingga
terjadi kerusakan jaringan. 8
8.Respon jaringan(sensitivitas)
Sesuai urutan menurun :
1.Sumsum tulang dan sistem hemopoetik.
2.Jaringan alat kelamin.
3.Jaringan alat pencernaan.
4.Kulit.
5.Jaringan ikat.
6.Jaringan kelenjar.
7.Tulang
8.Otot.
9.Urat saraf.

9
9.Sensitivitas tumor.
• Sensitivitas jaringan tumor terhadap
radiasi tidak sama (jaringan apa tumor itu
berasal).
• Borgonie dan Tribondeau(l906) : makin
aktif suatu sel
berproliferasi(memperbanyak diri dengan
pemecahan) makin sensitif pula sel
tersebut tehadap radiasi.

10
10.Hukum Bergone dan
Tribondeau
Tumor dibagi menjadi 3 golongan tumor
ganas :
1. Radiosensitif.
2. Radioresponsif.
3. Radioresisten
Tumor dapat diancurkan dengan dosis
penyinaran :

11
11.Dosis penyinaran tumor Ganas
• T.G. Radiosensitif : 3000-4000 rad(3-4
minggu).
• T.G. Radioresponsif : 4.000-5000 rad(4-5
minggu)
• T.G. Radioresisten : Sukar diancurkan
walapun dosis tertinggi(>6000 rad),
melebihi batas toleransi jaringan sehat
sekitar (menjadi rusak).

12
12.Efek somatis terhadap tubuh.
1.Kulit.
Dermatitis.
2.Mata.
Kunjungtivitis dan keratitis, katarak(400-500 rad).
3.Alat kelamin.
a.Sterilitas(600 rad), dosis rendah mutasi gen(kelaianan
keturunan).
b.Wanita hamil (kematian fetus), anomali.
4.Paru-Paru (Batuk, sesak napas, nyeri dada,fibrosis)
5.Tulang(ggn tumbuh, osteoporosis)
6.Saraf (myelitis,Degenerasi jaringan otak)
7.Penyakit radiasi.
Demam, rasa lemah, kurang nafsu makan, nausea(mual),nyeri
kepala dan mudah menceret.
8.Efek genetik.
Terjadi mutasi gen diperkirakan pada dosis 25-150 rem. 13
13.Prinsip terapi radiasi
Yaitu menimbulkan kerusakan pada
jaringan tumor sebesar mungkin, tetapi
kerusakan seminimal mungkin pada
jaringan normal disekitar tumor.
Hal ini dapat dicapai dengan penyinaran
langsung pada tumor dari berbagai
arah,sehingga diproleh dosis maksimum
pada tumor tersebut.

14
14.Faktor-faktor yang harus
diperhatikan dalam terapi radiasi
1.Jenis radiasi.
Sinar X voltage tinggi,uranium,60 Co dsb.
2.Jenis sel.
Sel-sel embrional/bukan.
3.Lingkungan sel.
Apakah terjamin adanya penyaluran darah
disekitar sel tersebut atau tidak.
4.RBE(Relative biological effectiveness)
RBE sangat tinggi (>1) mempunyai kemampuan
mematikan sel lebih besar).

15
15.Proteksi radiasi.
Efek kronis radiasi dapat timbul beberapa
tahun kemudian : Kanker kulit,kanker
darah(leukemia) timbul setelah l0-20 tahun.
Sebagai proteksi Internasional commision on
Radiological Protection (ICRP) sebagai
pedoman dalam bahaya radiasi yaitu dosis
maksimum”MaximumPermissible Dose(MPD).
Nilai untuk masyarakat 1/10 dari MPD.

16
16.Proteksi Thd.Penderita
• Pada terapi dosis tertentu yang diberikan
kepada penderita, jaringan sehat sekitar perlu
mendapat perlindungan sebaik-baiknya.
• Pada penyinaran sekitar mata, maka mata
harus mendapat perlindungan dengan timah
hitam(lead eye shield) .
• Pada penyinaran terhadap tumor yang tidak
ganas dan terhadap anak-anak perlu hati-hati
dengan jumlah dosis yang diberikan, dan
jangan berulang kali mendapat penyinaran
karena radiasi bersifat karsinogen(unsur
penyebab kanker).
17
17.Proteksi terhadap pekerja
diagnostik radiologi
• Pekerja diagnostik radiologi umumnya
mendapat radiasi dari tabung sinar
X.Untuk menghindari radiasi dibuat sekecil
mungkin(50%) tanpa mengganggu
informasi medis diperlukan.
• Untuk penyinaran spinal lumbo sakralis
melalui suatu studi ”Nationwide Evaluation
of X ray Trends(NEXT)” berkisar antara 50
sampai 55.000 m R.

18
18.Hal-hal yang harus diperhatikan
demi proteksi tehadap pekerja
a. Filter (filtration)
b. Kollimator
c. Kwalitas film
d. Distribusi dari hasil penyinaran

19
19.Filter
• Penyaringan(fiter) ini sangat berguna untuk
mengurangi intensitas sinar X yang dihasilkan
oleh tabung.
• Umumnya setiap unit sinar X paling tidak harus
mempunyai filter A1 setebal 3 mm.
• Apabila tidak mempunyai filter maka energi
sinarX yang rendah yang seharusnya
dihilangkan oleh filter akan mencapai pada
tubuh akibatnya tubuh lebih banyak menerima
radiasi yang tidak berguna.

20
20.Kolimator
• Merupakan suatu cela yang berfungsi
mengatur luas (area) dari berkas sinar X
yang diperlukan.
• Menurut NEXT perbandingan antara luas
berkas sinar dengan luas lempeng film
yang ideal adalah (<1).
• Oleh sebab itu untuk proteksi radiasi
kolimator harus diatur agar berkas sinar X
yang diterima oleh tubuh secukupnya .
21
21.Kwalitas film
• Kwalitas film mempunyai kaitan dengan
proteksi radiasi.
• Apabila menggunakan film yang kurang
sensitif(kwalitas rendah) akan diperoleh
gambaran yang kurang jelas.
• Untuk memperoleh gambaran yang jelas
diperlukan sinar X yang lebih keras,
sehingga kemungkinan menimbulkan
radiasi semakin besar.
22
22. Distribusi dari hasil luas
penyinaran
• Ini dapat diperoleh dengan mengukur total radiasi pada
penderita.
• Hasil luas penyinaran berkaitan dengan perkalian
penyinaran dalam roentgen dan luas penyinaran dalam
cm2(Rap).
• Selain apa tersebut diatas setiap pegawai yang
berkecimpung dengan sinar X maupun operator harus
memakai lead apron dan berdiri dibelakang dari arah
sinar.
• Harus memakai film badge sehingga jumlah dosis yang
diterima dapat diketahui dan apabila ada kesalahan dan
kelalaian dalam proteksi dapat segera diselidiki pula.

23
• Petugas dilarang memegang tabung radium dengan
tangan, melainkan harus menggunakan alat pemegang
khusus yaitu long hadled forsep.
• Tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan
berlapis timah hitam pada waktu bekerja dengan radium
oleh karena sinar gamma hasil pancaran radium dengan
mudah dapat menembusnya.
• Catatan :Menurut hukum kwadran terbalik ”Inverse
Square Law” dosis radiasi berbanding langsung dengan
jumlah radium serta lamanya waktu bekerja dan
berbanding terbalik jengan jarak dari radium. Hukum ini
berlaku bagi mereka yang menggunakan radium untuk
radiasi.

24
• Pada penderita dengan terapi internal
radiation yaitu yang menggunakan
radioisotop yang dimasukan kedalam
tubuh yang sakit berhubungan dengan
petugas/perawat yang merawatnya.
• Perlu dilakukan usaha/tindakan untuk
mencegah radiasi terhadap petugas.

25
23.Usaha Pencegahan
1. Penderita harus tinggal dalam satu ruangan.
2. Perawat jangan terlalu lama berdekatan dengan sumber
radiasi.
3. Sewaktu membersihkan penderita jangan terlalu dekat
pada sumber.
4. Memakai pakaian pelindung.
5. Pasien-pasien yang secara permanen(menetap)
ditanamkan kedalam tubuhnya bahan radioaktif atau
yang menerima dosis terapi 131I harus tetap berada di
rumah sakit sampai intensitas radiasi disekitar pasien itu
mencapai tingkat keselamatan.
6. Kotoran penderita harus ditampung pada suatu tempat
dan dibuang pada tempat yang tertentu.

26