Anda di halaman 1dari 21

KEPERAWATAN MATERNITAS

Disusun Oleh :

ASRA’I IQRA THAHA (PO.62.20.1.17.319)


DEA FITRI MELINDA (PO.62.20.1.17.322)
NINDIE TRESIA (PO.62.20.1.17.339)

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA
D IV KEPERAWATAN REGULER 4
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
Perawatan Ibu Hamil Dalam Pemenuhan
Kebutuhan Personal Hygiene Dengan Masalah
Striae, Gatal, Leukorea, Kemerahan Pada
Telapak Dangan Dan Edema.
Apa itu personal hygiene Dan
pentingnya personal hygiene pada
ibu hamil?
Dll..
Personal hygiene pada ibu hamil adalah
kebersihan yang dilakukan oleh ibu hamil
untuk mengurangi kemungkinan infeksi,
karena badan yang kotor yang banyak
mengandung kuman-kuman.
Striae / strech mark
Strech mark(striae) adalah tanda–tanda parut berupa garis–garis merah jambu ataupun putih
yang melebar dengan pola yang tidak beraturan, terkadang disertai rasa gatal yang hebat.

(peregangan jaringan kulit melewati batas elastisitasnya).


Cara pencegahan strech mark/ striae

 Perbaiki elastisitas kulit dari dalam


 Jaga kelembaban kulit
 Jangan berjemur di bawah matahari
 Jangan menggaruk kulit yang gatal
 Jalani pola hidup sehat dengan pola makan seimbang
 Rutin berolahraga
 Jaga perasaan anda
Gatal pada ibu hamil
Penyebab
 Berikut adalah beberapa penyebab rasa gatal pada ibu hamil yang
biasanya bukan merupakan kondisi serius.
 Terjadi peningkatan suplai darah ke kulit.
 Melebarnya jaringan di bawah lapisan kulit seiring membesarnya
kandunganmu.
 Kulit kering.
 Terjadi perubahan hormon yang menimbulkan rasa tidak nyaman,
termasuk gatal pada tangan, telapak tangan, kaki, serta perut.
Iritasi kulit akibat infeksi jamur maupun gigitan tungau.
 Kondisi medis pada kulit yang umum terjadi, seperti eksim. Ketika
kamu hamil, datangnya eksim lebih sulit diperkirakan. Bahkan
kamu bisa mengalami eksim untuk pertama kalinya. Sementara
itu, bila sebelumnya kamu sudah pernah mengalami eksim,
kondisi tersebut bisa membaik atau justru memburuk pada masa-
masa kehamilan.
 Sebagian wanita dapat mengalami palmar erythema atau
memerahnya bagian telapak tangan yang kadang disertai rasa
gatal. Penyebab kondisi ini sendiri adalah meningkatnya kadar
hormon estrogen selama kehamilan.
Cara mengatasi gatal pada ibu hamil
 Hindari suhu panas. Termasuk jangan mandi dengan air panas,
terpapar sinar matahari terik secara langsung, maupun memakai baju
yang menjadikanmu gerah. Suhu panas dapat membuatmu lebih
rentan merasa gatal. Di samping itu, suhu yang terlalu panas juga
tidak baik untuk bayi.
 Hindari produk pembersih dengan kandungan parfum maupun
detergen yang kuatkarena bisa membuat kulitmu kering atau iritasi,
serta lebih mudah memunculkan rasa gatal. Sebaliknya, gunakan
sabun lembut yang bisa melembapkan kulit atau sabun dengan
kandungan pH seimbang.
 Usapkan losion calamine di area kulit yang gatal. Krim ini umumnya
aman digunakan oleh ibu hamil untuk mengurangi rasa gatal.
 Segarkan kembali kulitmu dengan krim pelembap yang tidak
mengandung pewangi atau parfum.
 Bila kamu mengalami eksim, konsultasikan kepada dokter tentang
krim ataupun salep yang aman untuk digunakan.
Leukorea / keputihan
Keputihan (fluor albus atau leukorea) adalah keluarnya cairan putih-kekuningan
yang berlebihan dari vagina.
Perawatan yang diperlukan :
 Menjaga organ intim tetap bersih dan segar sepanjang hari. Bisa dilakukan
dengan sering mengganti pakaian dalam dan menjaga agar daerah organ intim
tidak terlalu lembab.
 Menggunakan panty liner untuk menyerap cairan putih dari organ intim.
Lakukan jika ibu hamil nyaman jika tidak maka cukup menjaga kebersihan
organ intim saja.
 Jangan pernah menggunakan bahan-bahan pembersih termasuk cairan untuk
membersihkan organ intim. Cairan ini mengandung bahan kimia yang justru
bisa menyebabkan infeksi pada bagian organ intim.
 Jangan menggunakan tisu basah untuk membersihkan area vagina karena bisa
menyebabkan iritasi dan juga perubahan pH yang bisa menyebabkan infeksi
pada saluran kemih.
Pencegahan Leukorea
 Ibu hamil bisa mengatasi keputihan akibat perubahan hormon selama hamil
dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Makanan sehat ibu hamil bisa
memenuhi gizi ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan dan
mencegah mencegah infeksi penyebab keputihan baik itu dari jamur, ragi,
bakteri atau virus.
 Ibu hamil bisa mencoba untuk mengkonsumsi yogurt sepanjang kehamilan,
tapi harus jenis yogurt alami dan organik yang bisa mencegah obesitas pada
ibu hamil. Yogurt sangat baik untuk membantu melawan infeksi terutama
akibat bakteri.
 Ibu hamil harus selalu menjaga agar daerah intim tetap bersih dan kering. Ibu
hamil sebaiknya menggunakan pakaian dalam dari bahan katun yang
menyerap keringat sehingga daerah intim tidak lembab.
 Jangan menerapkan bahan cairan apapun saat hamil pada bagian intim. Ini
untuk mencegah agar tidak terkena infeksi akibat bahan kimia yang masuk ke
rahim lewat organ intim.
 Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan tisu basah untuk memberihkan bagian
intim. Lebih baik jika ibu menghindari cara ini untuk mencegah infeksi.
Kemerahan pada telapak tangan
Beberapa wanita hamil
mengalami tanda
kemerahan dan gatal-
gatal pada telapak
tangan dan telapak kaki
mereka dan kadang-
kadang juga disertai
gatal. Kondisi ini mungkin
disebabkan oleh
peningkatan kadar
hormon estrogen. Gejala
ini biasanya hilang
setelah melahirkan.
berikut adalah langkah-langkah sederhana yang mungkin cukup untuk
dapat mengatasinya:

 Hindari mandi air hangat. Mandi air hangat dapat membuat kulit Anda
kering dan membuat gatal-gatal lebih parah. Gunakan sabun yang
lembut tanpa pewangi (beberapa aroma wewangian dapat
menyebabkan iritasi) dan pastikan untuk membilas sabun dengan baik
dan menyeka dengan handuk bersih dan lembut.
 Pakai lebih banyak pelembab tanpa pewangi setelah Anda mandi.
 Cobalah menerapkan kompres dingin di daerah gatal.
 Hindari keluar rumah pada cuaca panas di siang hari, karena panas
dapat memperparah gatal.
 Kenakan pakaian katun halus yang longgar.

Jika Anda menderita ruam yang serius atau sangat gatal, langkah-langkah
diatas mungkin tidak akan cukup untuk memberikan pertolongan yang
memadai. Konsultasikan dengan dokter Anda.
Edema
Kaki bengkak saat hamil (edema tungkai) adalah
pembengkakan kedua tungkai akibat penumpukan cairan
berlebih di jaringan. Pembengkakan dapat menandakan
perubahan normal tubuh selama kehamilan atau adanya
penyakit tertentu.
Penyebab
 Kaki bengkak saat hamil dapat disebabkan oleh hal normal (fisiologis)
dan tidak normal (patologis). Pada saat hamil, secara normal terjadi
penumpukan mineral natrium yang bersifat menarik air, sehingga
terjadi penumpukan cairan di jaringan. Hal ini ditambah dengan
penekanan pembuluh darah besar di perut sebelah kanan (vena kava)
oleh rahim yang membesar, sehingga darah yang kembali
ke jantung berkurang dan menumpuk di tungkai bawah. Penekanan ini
terjadi saat ibu berbaring terletang atau miring ke kanan. Oleh karena
itu, ibu hamil trimester ketiga disarankan berbaring ke arah kiri.
 Pembengkakan yang tidak normal dapat disebabkan oleh
preeklampsia, selulitis, dan trombosis vena dalam. Preeklampsia
merupakan salah satu penyebab kaki bengkak pada kehamilan yang
diwaspadai, karena memberikan risiko tinggi kepada ibu dan bayi.
Faktor risiko menderita preeklampsia adalah penderita tekanan darah
tinggi yang kronis, usia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun,
riwayat keluarga preeklampsia, diabetes, kehamilan pertama,
kehamilan kembar, serta gangguan pembuluh darah.
Cara mengatasi
Pembengkakan normal dapat dikurangi dengan
berbaring ke arah kiri,meninggikan posisi kedua
tungkai saat berbaring,serta
menggunakan stocking kompres.Adanya gejala dan
tanda pembengkakan tidak normal memerlukan
pengobatan segera. Pengobatan tergantung pada
penyebabnya; preeklampsia memerlukan kontrol
tekanan darah dengan obat dan pengawasan.
Trombosis vena dalam memerlukan obat untuk
memecahkan sumbatan pada pembuluh darah dan
selulitis memerlukan antibiotik.
Manfaat dan tujuan personal hygiene
pada ibu hamil
Untuk mendapatkan ibu dan anak yang sehat, dengan jalan:
a. Mencegah penyakit/infeksi.
b. Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu
c. Mencegah komplikasi-komplikasi pada ibu hamil, waktu hamil, bersalin dan
nifas.
d. Peningkatan derajat kesehatan.
e. Pelihara kesehatan diri.
f. Perbaikan personal hygiene.
g. Meningkatkan kepercayaan diri.