Anda di halaman 1dari 22

ELIMINASI OBAT

Rezqi Handayni, M.P.H., Apt


METABOLISME OBAT
 Pengubahan obat yang sedemikian rupa hingga
mudah diekskresi ginjal,dalam hal ini
menjadikannya lebih hidrofil.
 Pada umumnya obat dimetabolisme oleh enzim
mikrosom di retikulum endoplasma sel hati. Pada
proses metabolisme molekul obat dapat berubah
sifat antara lain menjadi lebih polar. Metabolit
yang lebih polar ini menjadi tidak larut dalam
lemak sehingga mudah diekskresi melalui ginjal.
 Metabolit obat dapat lebih aktif dari obat asal
(bioaktivasi), tidak atau berkurang aktif
(detoksifikasi atau bio-inaktivasi) atau sama
aktifitasnya.
 Obat yang telah diserap oleh usus ke dalam
sirkulasi, akan diangkut melalui sistem pembuluh
porta (vena portae), yang merupakan suplai darah
utama dari daerah lambung-usus ke hati.

 Dengan pemberian sublingual, transkutan,


parenteral atau rektal, sistem porta ini dan hati
dapat dihindari
 Dalam hati, dan sebelumnya juga di saluran lambung-
usus, seluruh atau sebagian obat mengalami perubahan
kimiawi secara enzimatis dan pada umumnya, hasil
perubahannnya (metabolit) menjadi tidak atau kurang
aktif lagi. Proses ini juga disebut proses detoksifikasi
atau bioinaktivasi (first pass effect).
 Ada juga obat yang khasiat farmakologinya justru
diperkuat (bio-aktivasi). Oleh karena itu, reaksi
metabolisme di hati dan beberapa organ lain, lebih
tepat disebut: biotransformasi.
 Contoh obat yang menjadi lebih aktif oleh
biotransformasi:
- kortison dan prednison: kortisol dan prednisolon
- fenasetin dan klorahidrat: parasetamol dan
trikloretanol.

•Metabolit dgn aktivitas yang sama


- klorpromazin, efedrin dan banyak senyawa
benzodiazepin
Reaksi transformasi
 Yaitu perombakan didalam hati terutama dilakukan
oleh enzim-enzim mikrosomal.

 Enzim mikrosomal adalah salah satu elemen dari


protoplasma sel dengan bentuk granul halus,
terdapat di dalam mikrosom sel hati.
Sitokrom P450

 adalah monooksigenase, yang setelah mengaktifkan


oksigen molekuker (O2), memindahkan 1 atom
oksigen ke substrat, dan 1 atom lagi direduksi
menjadi air

•dinamakan demikian krn menyerap cahaya maksimal


pada panjang gelombang 450 nm.

•Enzim ini dapat diinduksi oleh zat2x asing tertentu


(induktor enzim), shg akan terbentuk lebih bannyak
oleh zat2x asing ini.
2 reaksi dalam proses
metabolisme obat
First pass effect
 1.Reaksi perombakan -  - reduksi: mis. Kloralhidrat
oksidasi : alkohol, direduksi menjadi
aldehid, asam dan zat trikloretanol, vit C menjadi
hidrat arang dioksidasi dehidroaskorbat .
menjadi CO2 dan air.  - hidrolisa: molekul obat
Sistem enzim oksidatif mengikat suatu molekul air
terpenting di dalam hati dan pecah menjadi dua
adlah cytochrom P 450, bagian mis. Penyabunan
yang bertanggung jawab ester oleh esterase, gula
thd banyaknya reaksi oleh karbohidrase, dan
perombakan oksidatif. asam karboamida oleh
amidase
Second pass effect
 molekul obat bergabung dengan suatu molekul yang
terdapat didalam tubuh, sambil mengeluarkan air,
misal:
 - asetilasi: asam cuka mengikat gugus amino yg tak
dapat dioksidasi
 - sulfatasi: asam sulfat mengikat gugus OH fenolik
menjadi ester.
 -glukuronidasi: asam glukuronat membentuk
glukuronida dgn cara mengikat gugus OH.
 - metilasi; molekul obat bergabung dengan gugus
CH3, misal nikotinamid dan adrenalin menjadi derivat
metilnya
Faktor yang mempengaruhi kecepatan
biotransformasi obat:
 1.Konsentrasi  2. Fungsi hati
 Kecepatan biotransformasi  pada gangguan fungsi
akan bertambah bila hati, metabolisme dapat
konsentrasi obat meningkat. berlangsung lebih cepat
 Hal ini berlaku sampai titik atau lebih lambat, shg
dimana konsentrasi menjadi efek obat akan lebih
demikian tinggi hingga lemah atau lebih kuat.
seluruh molekul enzim yg
melakukan pengubahan
ditempati terus menerus oleh
molekul obat, shg tercapai
kecepatan biotransformasi
yang konstan.
 4. Manula
 3. Usia
 mengalami kemunduran pada
 pada bayi yang baru banyak proses fisiologisa a.l.:
dilahirkan, semua enzim hati fungsi ginjal, enzim2x hati
belum terbentuk lengkap, berkurang, yg dpt
sehingga reaksi menyebabkan terhambatnya
metabolismenya lebih lambat. biotransformasi, yg sering
Untuk menghindarkan berefek keracunan
overdose, obat perlu
diturunkan dosisnya.
Sebaliknya ada obat2xan
yang metabolismenya pd
anak2x berlangsung llebih
cepat, spt obat antiepilepsi
fenitoin, fenobarbital,
karbamazepin
 5. Faktor genetis: ada  6. Penggunaan obat lain
orang yg tidak memiliki
 banyak obat yang
faktor genetis tertentu,
bersifat lipofil dapat
mis. Enzim untuk asetilasi
menstimulir pembentukan
sulfadiazin, akibatnya
dan aktivasi enzim hati.
perombakan obat ini
Hal ini disebut induksi
menjadi lambat.
enzim, dan yang
menghambat enzim
disebut inhibitor enzim
EKSKRESI
 Ekskresi suatu obat dan metabolitnya:
menyebabkan penurunan konsentrasi bahan
berkhasiat dalam tubuh.
•Ekskresi dapat terjadi bergantung pada:
sifat fisikokimia: bobot molekul, harga pKa,
kelarutan, tekanan uap.
 Eksresi dapat berlangsung melalui:
- kulit: bersamaan dgn keringat, mis; paraldehid,
bromida
- asi: obat & metabolitnya dpt dieksresikan mll asi dan
dpt membahayakan pd bayi (keracunan), misal; obat
tidur, nikotin, penicilin, kloramfenikol, INH, ergotamin
- ginjal (dengan urin)
- empedu dan usus (feses)
- paru-paru (dengan udara ekspirasi)
Eliminasi melalui ginjal
 Ginjal merupakan organ eksresi terpenting.
 Kebanyakan obat dikeluarkan melalui air seni, dan
lazimnya tiap obat dieksresi berupa metabolitnya,
dan hanya sebagian kecil dalam keadaan asli.
 Zat2x dalam keadaan ion yg mudah larut di air seni,
dieksresi dgn mudah.
 Zat lipofil dan yg tak terionisasi, lebih lambat
eksresinya, maka untuk meningkatkan sifat
hidrofilnya, maka pada biotransformasi dimasukkan
gugus –OH dan atau –COOH ke dalam molekulnya.
 Kecepatan dan besarnya eksresi melaui ginjal
ditentukan oleh:
- filtrasi glomerulus
- reabsorpsi tubulus
- sekresi tubulus
Eksresi melalui empedu dan usus
 Yang dieksresi melaui empedu, terutama
senyawa2x yang mempunyai bobot molekul > 500
dan juga senyawa yang diperoleh melalui
metabolisme. Sedangkan senyawa dgn BM <500,
dieksresikan baik dalam urin.
 Penetrasi ke dalam kapiler empedu dr suatu sel hati
terjadi baik melalui difusi ataupun transpor aktif.
 Dalam usus, konjugat yang dieksresi melalui
empedu, sebagian akan diuraikan lagi dan
sebagian besar akan direabsorpsi seperti halnya
bahan2x yg larut dalam lemak yg dieksresi dg
empedu. Dg cara ini bahan2x ini berhasil kembali
kembali ke dalam hati melaui vena porta. Baru
setelah pembentukan metabolit yang larut dalam
air yg dapat melewati ginjal, senyawa ini benar2x
dieksresi.
 Eksresi obat yg benar2x melalui usus jarang terjadi
(masuknya dari darah ke dalam lumen usus), tapi hal
ini dapat ditunjukkan pada hewan percobaan untuk
basa amonium kuarterner, asam lemah serta
glikosida jantung. Hanya beberapa logam berat yang
dieliminasi dgn cara ini.

 Walaupun demikian, jika kadang 2x dalam feses


dapat ditunjukkan jumlah bahan obat yg besar, maka
ini hampir selalu disebabkan oleh absorpsi yang
kurang sempurna atau eksresi yang melalui empedu
tanpa reabsorpsi.
Eksresi melalui paru-paru
 Yang dieksresukan melalui paru2x adalh yg
berupa gas (senyawa2x yang menguap), misalnya;
alkohol, paraldehida dan anestetika (kloroform,
halotan, siklopropan).
 Prosesnya: difusi murni
 Eksresi dapat ditingkatkan melalui kenaikan volume
pernafasan serta volume jantung per satuan waktu
dan dengan demikian terjadi kenaikan pasokan
darah ke paru2x.