Anda di halaman 1dari 18

STARTER EXPERIMENT APPROACH (SEA)

UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN


PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN
FISIKA BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII
SMP NEGERI 6 SINGOSARI

Oleh :

WILFRIDA ANGELINA CHERLY MIIN WITI


150401070090
2015C
LATAR BELAKANG
POINT SATU POINT TIGA
Berdasarkan hasil observasi ditemukan Untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi
bahwa banyak siswa kurang aktif dilihat
belajar Fisika diperlukan cara-cara tertentu.
dari proses belajar fisika. Sebagian
peserta didik tidak mengerjakan tugas Salah satu model yang dapat digunakan
rumah (PR) atau bentuk penugasan adalah menerapkan model pembelajaran
lainnya yang diberikan oleh guru serta yang tepat. Salah satu model pembelajaran
bersikap pasif dalam mengikuti kegiatan yang dapat digunakan untuk mengatasi
praktikum saat di laboratorium. masalah tersebut adalah Starter Experiment
Approach (SEA) (Budiningsih, 2005).
POINT DUA
POINT EMPAT
prestasi belajar fisika kelas VIII SMP
Negeri 6 Singosari masih tergolong Pembelajaran Fisika dengan SEA dapat
rendah dilihat dari perolehan nilai rata- membantu memperjelas penyamapaian
rata dikelas 53,82 dan Kriteria materi pelajaran, sehingga Fisika lebih
Kentutasan Minimum (KKM) yang mudah diterima peserta didik. Melalui
ditetapkan sekolah untuk pelajaran fisika model pembelajaran ini, peserta didik lebih
adalah 70. Dilihat dari kentutasan banyak dilibatkan dalam proses
belajar, siswa yang mencapai
pembelajaran, karena diarahkan untuk
kentutasan belajar 4 siswa atau (10%)
dari 38 siswa (100%). melakukan pengamatan dan percobaan
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dengan Starter Experiment Approach (SEA)
untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi mata pelajaran Fisika bagi peserta didik kelas
VIII SMP Negeri 6 Singosari?
2. Apakah pembelajaran dengan Starter Experiment Approach (SEA) dapat meningkatkan
keaktifan belajar pada mata pelajaran Fisika bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6
Singosari?
3. Apakah pembelajaran dengan Starter Experiment Approach (SEA) dapat meningkatkan
prestasi belajar pada mata pelajaran Fisika bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6
Singosari?
Menurut pandangan kontruktivisme yang
dikutip Budiningsih (2005:58) belajar
merupakan suatu proses pembentukan
pengetahuan. Pembentukan ini harus
dilakukan oleh pembelajar. Ia harus aktif

Pembelajaran melakukan kegiatan, aktif


menyusun konsep dan memberi makna
berpikir,

tentang hal-hal yang dipelajari. Secara

Fisika umum belajar dapat diartikan sebagai


proses perubahan tingkah laku, akibat
interaksi individu dengan lingkungannya.
Seseorang dikatakan telah belajar, jika
dapat melakukan sesuatu yang tidak
dapat dilakukan sebelumnya.
Model Starter Experiment Approach (SEA)
merupakan pembelajaran yang berangkat

Pembelajaran dari pengamatan dan biasanya mencakup


berbagai strategi pembelajaran sehingga
lebih memungkinkan peserta didik

Starter mengembangkan kemampuannya untuk


memahami konsep dan prinsip Fisika
(Memes, 2000: 21). Dengan

Experiment mengembangkan keterampilan-


keterampilan memproseskan perolehan,
peserta didik akan mampu menemukan

Approach dan mengembangkan fakta dan konsep


serta menumbuhkan sikap dan nilai yang
dituntut

(SEA)
LANGKAH-LANGKAH
STARTER EXPERIMENT
APPROACH (SEA)
Tahap I : Pengamatan

Tahap II : Rumusan Masalah

Tahap III : Dugaa Sementara

Tahap IV : Percobaan Pengujian

Tahap V : Penyusunan Konsep

Tahap Vi : Menarik Kesimpulan

Tahap VII : Penerapa Konsep


K E L E B I H A N D A N K E K U R A N G A N M O D E L
P E M B E L A J A R A N TA P P S

KELEBIHAN • KEKURANGAN
• Dapat menarik minat peserta didik untuk • Membutuhkan waktu yang banyak
mempelajari Fisika apalagi jika sebagian peserta didik
• Meningkatkan aktivitas dan kreatifitas tidak tertantang dengan model
peserta didik pembelajaran ini. Disinilah peran
• Membiasakan peserta didik berpikir dan guru sebagai motivator dituntut,
bertindak secara ilmiah sehingga peserta didik lebih giat
• Memperlihatkan adanya keterkaitan Fisika untuk belajar.
dengan lingkungan • Kurang cocok dijalankan untuk
• Menjadikan Fisika sebagai pelajaran yang konsep Fisika yang baku atau jarang
disenangi dan dinantikan peserta didik, ditemukan di lingkungan, seperti
tidak lagi sebagai pelajaran yang atom.
menakutkan

150401070071 – RIZKA AULIA WARDHANI 11


m e n u r u t S l a m e n to ( 2 0 1 0 : 4 5 ) , ke a k ti f a n m e r u p a ka n
bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran,
y a i t u k e m a m p u a n m e n g g a l i , m e n g k o n fi r m a s i h a l y a n g
b e l u m d i ke ta h u i . D e n g a n b e r ti n d a k a k t i f , p e s e r t a
didik berarti telah belajar dengan melalui proses atau
tahap pemikiran.
P R E S TA S I B E L A J A R

menurut Daryanto (2007:34), menjelaskan


bahwa prestasi belajar dapat diartikan
sebagai kemampuan yang dimiliki peserta
didik setelah melalui kegiatan belajar.
Prestasi belajar ditandai dengan perubahan
yang mengakibatkan manusia berubah
dalam sikap dan tingkah lakunya.
P R E S TA S I B E L A J A R
Proses belajar yang dimaksud dilihat pada aspek kognitif Bloom
dalam Ibrahim dan Syaudih (1991:150) yang meliputi 6 aspek,
yaitu:
• Mengingat (C1)
• Memahami (C2)
• Mengaplikasikan (C3)
• Menganalisis (C4)
• Mengevaluasi (C5)
• Mencipta (C6)
Menambah pengetahuan dan pengalaman
dalam mengadakan penelitian tindakan
kelas, sebagai bekal untuk mempersiapkan
pengajaran dalam mendidik peserta didik
dikemudian hari

• BAGI
peserta didik, dapat melatih focus,
konsentrasi belajar peserta didik, melatih PENELITI
menjadi tutor sebaya, dan peserta didik akan
mendapatkan pengalaman baru dengan
model pembelajaran yang tidak biasa
digunakan.

• BAGI SISWA
diharapkan dapat menyumbangkan suatu
bahan masukan khususnya mata pelajaran
Fisika yang bermanfaat bagi guru dalam
memperbaiki kinerjanya KEGUNAAN
BAGI GURU
PENELITIAN
P E N D E K ATA N D A N J E N I S P E N E L I T I A N

Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan


Kelas (PTK), karena dengan diadakannya PTK, dapat
memperbaiki proses aktivitas dan prestasi hasil
pembelajarn dikelas. Pendekatan kualitatif yang
menampilkan segala sesuatu dari apa yang diteliti apa
adanya, artinya tanpa adanya perlakuan khusus terhadap
objek penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terjadi secara
alami terhadap semua yang dilakukan oleh peserta didik.
K E H A D I R A N P E N E L I T I

Dalam penelitian kualitatif, kehadiran peneliti mutlak


diperlukan karena pengumpulan data dilakukan dalam
situasi sesungguhnya oleh peneliti. Pada PTK ini, peneliti
bertindak sebagai pengamat penuh yang berarti
berperan sebagai perencana pengajaran, pengumpul
data, penganalisis, penafsir data dan pelapor hasil
penelitian. Selama melaksanakan penelitian, guru Fisika
bertindak sebagai pelaksana pembelajaran dan peneliti
bertindak sebagai pengamat.
• Tempat dan Waktu
Penelitian • Subjek Penelitian

TEMPAT : SMP Negeri 6 Subjek dalam penelitian ini


Singosari adalah peserta didik kelas VIII
WAKTU : Penelitian akan di SMP Negeri 6 Singosari tahun
laksanakan selama semester pelajaran 2019/2020 yang
genap berjumlah 38 siswa.
D ATA D A N S U M B E R D ATA
• Data penelitian ini terdiri dari

• Data utama

Data utama meliputi keaktifan peserta didik dan prestasi belajar peserta didik melalui tes tertulis yaitu post-test dan
melalui proses tanya jawab dan diskusi.

• Data Pendukung

Beberapa pendukung meliputi hasil wawancara dengan guru Fisika SMP Negeri 6 Singosari, hasil observasi langkah-
langkah pembelajaran model (Starter Experiment Approach) SEA, dan dokumentasi

• Sumber data

• Peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6 Singosari selaku subjek penelitian.

• Guru mata pelajaran Fisika kelas VIII SMP Negeri 6 Singosari

• Dokumentasi
Instrumen Perlakuan Instrumen Pegumpulan Data
• Rencana Pelaksanaan • Lembar Observasi
Pembelajaran (RPP) Pelaksanaan Pembelajaran
• Instrumen Keaktifan
• Lembar Kerja Siswa (LKS)
• Tes Prestasi Belajar
• Skenario pembelajaran
• Catatan lapangan
• Soal post-test

150401070071 – RIZKA AULIA WARDHANI 16


• Teknik Pengambilan
Sampel • Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik sampling  Obsevasi


yang digunakan dalam  Tes Tulis
penelitian ini adalah
teknik sampling
purposive yaitu memilih
subjek bukan didasarkan
atas strata, random, atau
daerah

150401070071 – RIZKA AULIA WARDHANI 17


Teknik Pengumpulan Data Analisa Data
• Wawancara • Mereduksi Data
• Dokumentasi • Menyajikan Data
• Observasi • Penarikan Kesimpulan
• Tes

150401070071 – RIZKA AULIA WARDHANI 18