Anda di halaman 1dari 62

COAL HANDLING

Unloading Area
Pelabuhan/ Dermaga/ Jetty
• Merupakan tempat yang digunakan oleh kapal/
tongkang untuk berlabuh dan membongkar
batubara. Untuk keperluan kelancaran
pembongkaran batubara, pelabuhan bisa dilengkapi
dengan peralatan :
• Fix ataupun movable hopper, digunakan untuk
membongkar batubara dari kapal yang mempunyai sistem
bongkar sendiri (self unloading).
• Ship unloader, digunakan untuk membongkar batubara dari
kapal yang tidak mempunyai sistem bongkar sendiri.
Oil jetty
• Tempat pembongkaran minyak Light Fuel Oil
(LFO) dari tongkang yang sudah dilengkapi
dengan Facility Discharging Equipment (FDE).
Dermaga batubara yang dilengkapi Fix Hopper
Dermaga batubara yang dilengkapi
Ship Unloader dan Movable Hopper
Dermaga batubara khusus tongkang
Oil jetty yang dilengkapi FDE
Coal Stock Area
• Merupakan tempat penimbunan batubara
sementara yang dikirim dari unloading area
sebelum dilanjutkan ke power plant . Coal
stock area biasanya dilengkapi Stacker
Reclaimer, Telescopic Chute dan Under Ground
Hopper
Coal Bunker
• Merupakan tempat penyimpanan akhir
batubara yang ditampung dalam bunker (silo)
sebelum digunakan sebagai bahan bakar PLTU.
Pengisian batubara kedalam bunker bisa
menggunakan scrapper conveyor melalui sillo
gate ataupun menggunakan tripper car yang
bisa dioperasikan secara otomatis dari control
room dan lokal.
PERALATAN COAL HANDLING
(Peralatan Utama)
• Belt Conveyor (BC)
• Belt Feeder dan Apron Feeder
• Stacker / Reclaimer (ST/RE)
• Ship Unloader (SU)
• Telescopic Chute
• Juction House
• Shuttle/ Feed Adjuster (FA)
• Crusher
• Hopper
• Isolating Shuttle (IS) / Diverter Gate (DG)
• Tripper (TR) dan Scraper Conveyor (SC)
PERALATAN COAL HANDLING
(Peralatan Pendukung)
• Magnetic Separator (MS)
• Belt Weigher/Belt Scale (Timbangan)
• Sampling System (SS)
• Dust Collector (D/C)
• Dust Supression
• Coal Bunker
PERALATAN COAL HANDLING
(Peralatan Pengaman)
• Pull Cord / Pull Rope Switch
• Belt Sway / Belt Tracking/Miss Alignment
Switch
• Plugged Chute
• Speed Motion Detector
• Push Button Emergency Stop Local Box
• Tensioning unit control switches
• Anti Run Back (Meckanical Back Stop)
• Guards
• Fire Protection
Belt Conveyor (BC)
• Belt Conveyor di dalam coal handling system
merupakan peralatan yang sangat vital dan berfungsi
untuk menstransmisikan batubara dari unloading
area (Intake Hopper) sampai Coal Stock Area atau ke
Coal Bunker (power plant).
• Kontruksi dari belt ini berupa karet memanjang yang
tidak terputus dengan lebar 1400 mm sampai
1.800 mm digulungkan diantara 2 buah pulley yang
terletak pada ujung Belt Conveyor
Rangkaian Belt Conveyor
sederhana
Konstruksi Motor, fluid Coupling
dan Reducer
MOTOR GEAR BOX

FLUID COUPLING
Belt Scrapper
Rubber Skirt
Plough Scrapper
Tipe Belt Cleaner
Belt Feeder dan Apron Feeder
• Belt feeder dan Apron Feeder yang berfungsi untuk
mengalirkan batubara yang berasal dari suatu hopper
ke belt conveyor melalui chute untuk dikirim
ketempat yang dikehendaki. Belt Apron feeder ini
mempunyai kecepatan yang rendah dengan jarak
penghantaran yang relatif pendek. Kapasitas
maksimum belt feeder tergantung dari kapasitas belt
conveyor yang mengikutinya, dan kecepatannya
dapat diatur sesuai dengan aliran batubara yang
dibutuhkan
Konstruksi Belt/ Apron Feeder

Inlet Hopper

Outlet Chute
Stacker / Reclaimer (ST/RE)
• Peralatan ini digunakan untuk penimbunan (stacking) dan
pengerukan (reclaiming) batubara di stock area. Peralatan ini
terdiri dari suatu Bucket Wheel yang ditempatkan pada
ujung/akhir dari slewing dan lufting boom yang terpasang
pada suatu Reversible Boom Conveyor. Komponen-komponen
tersebut diatas dimuatkan pada suatu mobile Gantry yang
akan menggerakan secara parallel ke stock area dan mengisi
inner hopper. Mobile Gantry bergerak sepanjang jalur rel
yang dipasang di area penimbunan. Batubara yang dikeruk
kemudian diserahkan ke Belt Conveyor untuk dilakukan proses
conveying berikutnya menuju Power Plant.
Stacker Reclaimer
Ship Unloader (SU)
• Adalah suatu peralatan yang digunakan untuk
pembongkaran batubara dari kapal yang tidak
mempunyai peralatan bongkar sendiri (non
self Unloading) peralatan ini dilengkapi
dengan Grab (bucket) dengan kapasitas
bongkar 1750 ton/ jam masing-masing ship
unloader
Ship Unloader
Telescopic Chute

• Merupakan tempat pembongkaran batu bara


dalam keadaan darurat. Dilengkapi dengan
corong untuk mencegah debu batubara
berterbangan saat pembongkaran.
• Peralatan ini bisa naik secara otomatis jika
level batubara di bawahnya sudah mempunyai
jarak sesuai setting tertentu.
Juction House
• Pengaturan arah aliran tersebut dilakukan
disuatu bangunan yang memuat alat
pemindah arah aliran yang pengendaliannya
dapat dikendalikan dari Control Room Coal
handling (CHCR). Pengaturan dilakukan
dengan cara mengatur posisi dari Diverter
Gate/ Isolating Shutle yang terdapat pada
peralatan pemindah aliran. Bangunan ini
dikenal dengan nama Junction House
Telescopic Chute
Telescopic Chute
dan Juction House
Juction House

Juction House

pal
r Ka
v e yo
Con

Hopper

Conveyor sistem
Shuttle/ Feed Adjuster (FA)
• Shuttle/FA adalah alat yang berbentuk Hopper
Chute yang bisa dipindahkan pada dua posisi
pilihan, untuk diteruskan ke conveyor yang
berada di outlet chute sesuai dengan
kebutuhan operasional.
Crusher
Hopper
• Berada di sisi depan conveyor. Memiliki
bentuk yang lebih besar dan berfungsi untuk
menampung batubara dengan kuantitas relatif
banyak sebelum diarahkan ke conveyor.
Hopper dilengkapi dengan chute yang
memudahkan batubara untuk meluncur,
sehingga tidak menggumpal maupun terjadi
penyumbatan
Hopper
Isolating Shuttle (IS) / Diverter
Gate (DG)
• Adalah suatu peralatan untuk mindahkan
aliran batubara dari arah yang satu ke yang
lainnya. Diverter Gate ini mempunyai dua
posisi pada sisi pengeluaran, dan tidak boleh
dipindahkan pada saat ada aliran batubara
Diverter Gate
MOTOR

TUAS DAMPER
Tripper dan Scrapper
Conveyor

Chute Pengarah
Tripper (TR) dan Scraper Conveyor (SC)
• Tripper adalah suatu peralatan untuk
mengarahkan curahan batubara dari Plant
Distribute Hopper ke bunker melalui belt
conveyor.
• Scrapper conveyor adalah peralatan untuk
memasukkan batu bara ke dalam bunker
melalui sillo gate yang bisa dibuka secara
otomatis dari control room dan juga secara
lokal dengan sistem rantai ( T-Plate)
Magnetic Separator (MS)
• Magnetic separator berfungsi untuk
memisahkan logam besi dari batubara. Prinsip
kerja M/S ini berdasarkan induksi
elektromagnetik, logam besi yang terbawa
pada aliran batu bara akan ditarik oleh medan
elektromagnetik lalu menempel pada
conveyor M/S yang berputar dan akan jatuh
pada sisi penampungan
Belt Weigher/Belt Scale (Timbangan)

• Berfungsi untuk menimbang batu bara yang


akan disalurkan ke stock out area atau ke unit
dan untuk mengetahui flow rate yang
melewati conveyor tersebut. Pengukuran
berat dilakukan dengan cara menimbang laju
aliran batubara diatas belt conveyor
Sampling System (SS)
• Pengambilan sampel batubara dapat
dilakukan secara otomatis, sistem ini akan
mengambil secara periodik dari aliran
batubara dan diproses sedemikian rupa,
sehingga sampel-sampel dapat mewakili
keseluruhan batubara
Dust Collector (D/C)
• Berfungsi untuk mengumpulkan debu batubara
dengan sistem Vacum, secara garis besar peralatan
ini terdiri dari :
• Blower Penyedot Debu
• Bag Filter sebagai penyaring debu
• Screw Conveyor dengan Bucket elevating sebagai alat
transportasi debu
• Panel pengoperasian
• Debu yang tersedot akan dikembalikan ke belt
conveyor
Dust Collector
Dust Supression
• Berfungsi untuk menyemprot batubara yang
baru dibongkar dari kapal atau dikeruk dari
reclaimer untuk mengurangi debu yang
berterbangan, supaya tidak menimbulkan
polusi udara
Coal Bunker
• Adalah tempat penampungan batubara
terakhir sebelum digunakan untuk
pembakaran di Boiler.
Pull Cord / Pull Rope Switch
• Berfungsi untuk memberhentikan belt
conveyor/belt feder dengan cara menarik tali
yang dipasang sepanjang belt sisi kiri dan
kanan apabila ada gangguan atau kelainan
peralatan di local. Peralatan pengaman ini
dipakai juaga pada saat ada pekerjaan
perbaikan/pemeliharaan
Pull Cord Switch

Pull Cord Switch


Belt Sway / Belt Tracking/Miss
Alignment Switch

• Berfungsi untuk memberhentikan belt


conveyor/belt feeder apabila terjadi
unbalance/jogging (belt bergerak ke kiri atau
kanan tidak pada posisi tengah)
Belt Sway
Plugged Chute
• Berfungsi untuk memberhentikan conveyor
secara otomatis yang ada di belakang (di sisi
inlet) plugged chute apabila terjadi
penumpukan dioutlet chute (hopper)
Speed Motion Detector
• Berfungsi memberhentikan motor apabila
putaran conveyor tidak normal (slip, over
load), biasanya alat ini dipasang di Band Pulley
Push Button Emergency Stop Local Box

• Tombol switch untuk memberhentikan jika


ada gangguan atau kelainan dilokal, juga pada
saat dilakukan pemeliharaan/perbaikan. Alat
ini lokasinya di dekat motor penggerak
Local Control Panel

Emergency LPS
Tensioning unit control switches
• Dipasang dibawah take up pulley, bila terjadi belt putus atau juga karena
kedodoran belt mencapai maksimum, tuas limit switches tertekan dan
sistem conveyor berhenti atau stop
Anti Run Back (Meckanical Back Stop)

• Anti Run Back atau disebut juga Back stop


adalah pengaman conveyor dengan sistem
mekanik berfungsi untuk menahan agar tidak
terjadi putaran balik pada saat stop atau belt
conveyor trip diatas belt masih ada beban
batubara
Guards
• Pelindung yang biasanya dipasang disekitar
drive unit, bend, pulley, tail pulley dan pad
take up counter weight atau take up pulley.
• Gunanya untuk melindungi personil dari
kecelakaan akibat benda berputar dan barang
jatuh.
• Sewaktu diadakan pemeliharaan guard bisa
dilepas dan setelah pekerjaan selesai dipasang
kembali
Fire Protection
• Fire Protection adalah peralatan yang berfungsi
untuk mendeteksi dan mencegah terjadi
kebakaran. Fire Protection yang digunakan adalah
sistem hydrant dan sprinkler.
• Jenis sensor yang dipakai di area Coal handling
adalah :
 Smoke Detector.
 Heat detector.
 Sprinkler
PRINSIP PENGOPERASIAN COAL HANDLING

• Coal handling system adalah instalasi yang


menangani batubara untuk mencukupi
kebutuhan bahan bakar PLTU batubara.
Penanganan mulai dari pembongkaran
batubara dari kapal (dermaga), penimbunan
ke stock area maupun pengisian ke bunker
untuk kebutuhan unit agar selalu beroperasi
secera terus menerus serta mengutamakan
dampak lingkungan dan keselamatan kerja
Persiapan Pengoperasian Coal
Handling System
• Siapkan perlengkapan K3.
• Siapkan peralatan kerja.
• Siapkan Prosedur kerja, instruksi kerja dan
P&ID yang diperlukan.
• Siapkan logsheet
Prinsip Pengoperasian Coal
Handling System
• Periksa semua peralatan coal handling yang akan
dioperasikan dan yakinkan tidak ada indikasi
gangguan (sistem proteksi) yang kerja .
• Periksa Hopper dari tumpukan yang menempel
(ngeblok) dan benda asing agar tidak mengganggu
jalan operasi
• Periksa arah Diverter Gate
• Periksa Magnetic Separator
• Periksa Tripper dan kebersihan Screen
• Periksa Telescopic Chute
Prinsip Pengoperasian Coal
Handling System
• Periksa Belt Scale
• Periksa Oil semua Gear box berada diatas level minimum
• Periksa dan yakinkan bahwa tidak ada orang bekerja pada
peralatan yang akan dioperasikan
• Operasikan coal handling system sesuai prosedur (instruksi
kerja) yang ditetapkan berdasarkan pola start/ stop yang
diinginkan :
• Start/Stop automatic dari CHCR
• Start/Stop manual dari CHCR
• Start/Stop local dari LCP
TERIMAKASIH