Anda di halaman 1dari 30

The JORC Code 2012

Edition
GROUP 1:
DWIRETA RAMADANTI 1202044
FIRSTIANTO MAIRIZAL 1202045
RAHMAT HIDAYAT 1202048
HAURA PARANISHA 1202049
MONALISA 1202050
RIZKIEN PUTRA 1202052
YULIANDRA 1202051
WANDA FEBRIAN 1202054
SYAFRIL MAIDI 1202056
PENDAHULUAN
Kode JORC (Joint Ore Reserves Committee) adalah kode Australia untuk
melaporkan hasil eksplorasi, sumber daya mineral, dan cadangan bijih,
dan telah diterima sebagai standar untuk tujuan pelaporan professional.
JORC didirikan tahun 1971, lalu menerbitkan edisi pertama pada tahun
1989. Revisi dan pembaruan dilakukan di tahun 1992, 1996, 1999, dan
2004. Edisi 2012 menggantikan edisi sebelumnya.
Kode tersebut telah diadopsi oleh Institut Pertambangan dan
Metalurgi Australia dan Institut Geosains Australia yang terikat
sebagai anggota organisasi tersebut.
FUNGSI KODE JORC
 Menetapkan standar minimal dari pelaporan hasil eksplorasi, sumber daya
dan cadangan kepada publik.

 Menyediakan sebuah kode (dan petunjuk) penggolongan perkiraan tonase


menurut keyakinan geologi dan pertimbangan teknik atau ekonomi.

 Menjelaskan kualifikasi dan jenis pengalaman yang dibutuhkan untuk


menjadi Competent Person.

 Menyediakan daftar rangkuman kriteria utama yang dipertimbangkan ketika


menyediakan laporan hasil eksplorasi, sumber daya, dan cadangan.
Keuntungan Menggunakan JORC

 Tersedianya standar internasional yang telah diakui agar investor dan


lembaga keuangan yang potensial dan siap menilai kelayakan standard
sebuah perusahaan tambang serta kondisi sumberdaya dan cadangannya.

 Adanya pengertian dan penjelasan yang jelas agar manajemen


perusahaan mengerti tingkat keyakinan perkiraan sumberdaya dan
cadangan internalnya sehingga mereka dapat mengerti tingkat resiko
keuangan yang dihadapi dalam proyek mereka.
RUANG LINGKUP
 Prinsip-prinsip yang mengatur operasi dan penerapan JORC Code adalah
transparansi, materialitas dan kompetensi.

• Transparansi bahwa pembaca laporan umum mempunyai cukup


informasi, presentasi yang jelas dan tidak membingungkan
dalam memahami laporan dan salah.

• Materialitas artinya bahwa laporan publik berisi semua informasi yang relevan
sehingga investor dan penasihat profesional akan cukup mengerti, dan membuat
penilaian mengenai hasil eksplorasi, sumber daya Mineral atau cadangan bijih yang
dilaporkan. .

• Kompetensi berarti laporan umum yang dilaporkan adalah dari orang yang
berkompeten dan profesional.
 laporan umum ditujukan untuk investor atau calon investor
dan penasihat terhadap hasil eksplorasi, sumber daya
mineralisasi atau cadangan bijih. Laporan itu tidak terbatas
pada laporan triwulan dan tahunan perusahaan, siaran pers,
makalah teknis, post di situs dan presentasi publik.
 kode ini berlaku untuk semua mineral padat, termasuk
berlian, batu permata lainnya, mineral industri dan
batubara, yang pelaporan publik hasil eksplorasi, sumber
daya mineral dan cadangan bijih nya dibutuhkan oleh bursa
efek Australia dan Bursa Efek New Zealand.
KOMPETENSI DAN TANGGUNG JAWAB
Laporan publik mengenai target eksplorasi, hasil eksplorasi, sumber daya
mineral atau cadangan bijih adalah tanggung jawab perusahaan melalui dewan
direksi. Setiap laporan tersebut harus didasarkan pada informasi dan
dokumentasi pendukung yang disiapkan oleh orang yang kompeten.
'orang yang kompeten' adalah
 seorang profesional industri mineral
 anggota dari The Australasian Institute of Mining and Metallurgy, atau
dari Australasian geoscientists, atau organisasi profesional yang diakui oleh
JORC, sebagaimana tercantum dalam daftar yang tersedia di situs JORC dan
ASX.
 Memiliki pengalaman min. 5 tahun di bidang yang relevan dengan
mineralisasi atau tipe deposit yang dilaporkan
TERMINOLOGI PELAPORAN
LAPORAN UMUM
 Laporan harus menyertakan deskripsi mineralisasi.
 perusahaan harus mengungkapkan semua informasi yang relevan mengenai
hasil eksplorasi, sumber daya mineral atau cadangan .
 Perusahaan harus meninjau dan melaporkan sumber daya mineral dan
cadangan bijih per tahun.
PELAPORAN HASIL EKSPLORASI

Hasil eksplorasi meliputi data dan informasi yang dihasilkan oleh program eksplorasi
mineral yang mungkin berguna bagi investor tetapi tidak merupakan bagian yanng
menentukan bagi sumber daya mineral atau cadangan bijih. Laporan publik hasil
eksplorasi harus berisikan informasi yang cukup agar dapat dianggap dan diteima
sesuai standar penilaian mereka.
Laporan Hasil eksplorasi harus mencantumkan :
 Kepemilikan mineral dan lahan
 Eksplorasi yang telah dilakukan pihak lain
 Geologi : Tipe Deposit, Mineralisasi, kondisi geologi
 Informasi Lubang Bor : contohnya Easting-Northing, elevasi, kedalaman, dll
 Metode Pengumpulan Data :
 Hubungan antara lebar mineralisasi dan panjang pengeboran
 Gambar pendukung : Peta, Section
 Data eksplorasi lain yang dirasa perlu
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL
 'Sumber Daya Mineral' adalah keterdapatan konsentrasi
bahan padat yang punya nilai ekonomi dengan kuantitas
yang memadai untuk diekstraksi secara ekonomis.
 Lokasi, kuantitas, kelas (atau kualitas), kontinuitas dan
karakteristik geologi lainnya dari suatu Sumber Daya
Mineral diketahui, diperkirakan atau ditafsirkan dari bukti
geologi, termasuk sampling. Sumber Daya Mineral yang
dibagi, dalam rangka meningkatkan keyakinan geologi,
dalam Inferred(Tereka), Indicated(Terindikasi) dan
Measured (Terukur).
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL
 a. Sumberdaya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources)
Adalah bagian dari sumberdaya mineral yang tonase, kadar, dan
kandungan mineralnya dapat diperkirakan dengan tingkat keyakinan
yang rendah dari bukti geologi dan sampel yang terbatas jumlahnya,
sehingga belum bisa melihat kontinuitas dan kualitas bahan galian.
Tidak Bisa di konversi ke Cadangan. Dalam Pelaporan harus
mencantumkan
• Jarak sampling dan jumlahnya
• Jarak maksimum sumberdaya yang diekstrapolasi, dari titik sampel
• Persentase sumberdaya yang didapat dari ekstrapolasi
• Dasar penentuan jarak ekstrapolasi
• Diagram yang menggambarkan persentasi Sumber daya
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL

b. Sumberdaya Mineral Terindikasi (Indicated Mineral


Resources)
bagian dari sumberdaya mineral yang tonase, densitas,
bentuk, karakteristik, kadar, dan kandungan mineral dapat
diperkirakan dengan tingkat keyakinan yang wajar atau
sedang. Melalui pertimbangan Faktor Pengubah bisa
menjadi Cadangan Terkira (Probable Reserve). Bukti geologi
didapat dari eksplorasi detail. Informasi yang ada cukup
untuk mengasumsikan kemenerusan endapan.
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL

c. Sumberdaya Mineral Terukur (Measured Mineral


Resources)
Adalah bagian dari sumberdaya mineral yang tonase,
densitas, bentuk fisik, karakteristik, kadar, dan kandungan
mineralnya dapat diperkirakan dengan tingkat keyakinan
yang tinggi. Hal ini didasarkan pada eksplorasi rinci
,sampling,singkapan, parit, dan lubang bor. Lokasi berjarak
cukup dekat untuk mengkonfirmasi kontinuitas geologi dan
kadar.
Dapat dikonversi menjadi Probable Ore Reserve dan Proved
Ore Reserve. Tergantung Kepastian Faktor pengubah
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL
Pelaporannya harus mencantumkan :
 Integritas database : memastikan data benar dan tidak
error
 Kunjungan ke lokasi bahan galian yang dilaporkan
 Interpretasi Geologi : Keyakinan dalam interpretasi,
asumsi yang dipakai,
 Dimensi cadangan
 Metode Estimasi dan Pemodelan yang digunakan
 Moisture : Kondisi kelembaban, jika estimasi dilakukan
dengan kondisi basah atau kelembaban normal
 Parameter Cut off nya
PELAPORAN SUMBER DAYA(RESOURCE) MINERAL
 Faktor Penambangan : Metode penambangan yang
mungkin, dimensi minimal penambangan, dan dilusi
 Faktor metalurgi : Proses ekstraksi metalurgi yang
memungkinkan dan ekonomis
 Faktor Lingkungan : Perlakuan terhadap Sisa dan residu
penambangan, dan dampak yang mungkin akan timbul
 Density : Apakah dihitung atau diasumsikan? Metode yang
digunakan ?
 Klasifikasi Sumber daya
 Audit dan peninjauan hasil estimasi
PELAPORAN MENGENAI CADANGAN BIJIH
 Cadangan Bijih adalah bagian dari Sumberdaya
Mineral Terukur dan Terindikasi yang dapat
ditambang dan memiliki nilai ekonomi. Meliputi
diluting material dan kerugian yang mungkin
terjadi ketika material tersebut ditambang.
Ditetapkan saat pra studi kelayakan atau studi
kelayakan dengan mempertimbangkan Faktor
mengubah. Cadangan bijih diklasifikasikan
berdasarkan tingkat keyakinan menjadi cadangan
bijih mungkin ( probable ore reserves) dan
cadangan bijih terbukti (proved ore reserves)
 a. cadangan bijih mungkin ( probable ore reserves)
Adalah bagian ekonomis yang dapat ditambang dari
Sumberdaya Mineral Terindikasi (Indicated Ore Reserves). Atau
Sumber Daya Terukur. Tingkat keyakinan dalam Faktor
pengubahnya lebih rendah dari Cadangan bijih terbukti, tetapi
sudah cukup untuk dijadikan dasar keputusan pengembangan
deposit
b. cadangan bijih terbukti (proved ore reserves)
Adalah bagian ekonomis yang dapat ditambang dari
Sumberdaya Mineral Terukur (Measured Ore Reserves).Tingkat
keyakinan pada faktor pengubah tinggi dibandingkan Probable
Ore Reserves.
PELAPORAN MENGENAI CADANGAN BIJIH
Pelaporannya harus mencantumkan :
 Deskripsi Sumber daya yang dikonversi jadi cadangan
 Kunjungan lapangan
 Status Studi yang dilakukan untuk konversi
 Parameter Cut off : Parameter kualitas
 Faktor penambangan : Metode penambangan yang dipilih, dan
alasannya
 Faktor metalurgi : Proses metalurgi yang akan dilakukan dan
asumsinya
 Lingkungan : Dampak lingkungan dan penanganan sisa (waste).
PELAPORAN MENGENAI CADANGAN BIJIH
 Infrastruktur yang diperlukan
 Biaya : Estimasi Biaya produksi tambang
 Keuntungan: mempertimbangkan harga bahan galian
 Kondisi dan penerimaan pasar terhadap bahan galian
 Ekonomi : Perhitungan Net Present Value nya
 Sosial : Persetujuan dengan stakeholder setempat dan
lingkungan sosial
 Klasifikasi
 Hasil penilaian.
Studi Teknis
1) Scoping Study
yaitu urutan Studi teknis dan ekonomi mengenai kelayakan potensi Sumber
daya mineral. Dengan mempertimbangkan faktor pengubah dan akan dilanjutkan
dengan pre-feasibility study. Tidak bisa dijadikan basis estimasi Cadangan.
Umumnya didasarkan pada data proyek dan asumsi dari proyek lain dengan
deposit yang serupa
2) Pre study kelayakan
Study komperhensif mengenai beberapa opsi teknis dan ekonomis dari
proyek,dengan pertimbangan faktor pengubah. pada tahap ini ditentukan opsi
mana yang dipilih, seperti metode penambangannya, pengolahannya, dan
infrastruktur yang dibutuhkan, tetapi sifatnya belum final.
3) Study Kelayakan
Studi komperhensif terhadap opsi pengembangan yang telah dipilih di tahap
sebelumnya, dengan penilaian yang detail mempertimbangkan berbagai faktor
serta dengan analisis finansial yang detail. Hasil studi ini menjadi dasar
pengambilan keputusan selanjutnya
Pelaporan Mineral Sisa,Mineralisasi Derajat
Rendah, Stok, Dumps, dan Tailing

 Berlaku untuk melaporkan semua bahan mineralisasi berpotensi ekonomi yang


mencakup mineral pengisi, sisa, pilar, mineral kelas rendah, stok, pembuangan sampah
dan limbah tailing (sisa-sisa bahan) dimana ada prospek yang wajar untuk akhirnya
diolah secara ekonomi.
 Jika tidak ada prospek yang wajar untuk di tambang secara ekonomis,baik semua atau
sebagian dari mineral maka bahan galian ini tidak diklasifikasikan sebagai sumber daya
Mineral atau cadangan bijih.
Pelaporan sumber daya batubara dan
cadangan

 Secara umum pelaporan sumber daya dan cadangan batu bara sama dengan
pelaporan Sumber daya dan cadangan mineral lain.
 KARENA DAMPAKNYA TERHADAP PERMUKAAN DAN PENGGUNAAN LAHAN,
PEMERINTAH MEMBUTUHKAN ESTIMASI BATU BARA YANG TIDAK MASUK
DALAM PERTIMBANGAN EKONOMIS.
 Cadangan batu bara yang dapat dipasarkan adalah produk batu bara yang
telah diproses sehingga faktor tambang seperti dilusi telah dipertimbangkan,
hal ini harus dicantumkan dalam laporan. Informasi ini sangat dibutuhkan oleh
para investor
Melaporkan hasil eksplorasi ,sumber daya
dan cadangan intan
 Mengatur laporan umun dari eksplorasi, sumber daya dan cadangan berlian dan batu
permata lainnya. Secara umum sama dengan pelaporan mineral / bahan galian lain.
Cuma ada perbedaan istilah, dari grade menjai nilai rata-rata’
 Laporan yang disusun dari hasil sampling harus mencantumkan informasi detail seperti
lokasi pengambilan sampel, metode recovery dan nilai recoverynya. Jika tonasenya
dinilai tidak ekonomis, maka tonase tidak harus ditampilkan. Nilai cut off size harus
dicantumkan
 Distribusi ukuran dan harga berlian berperan penting dalam estimasi. Distribusi ukuran
biasanya didapat dari hasil pemboran berdiameter besar
 Nilai grade bergantung pada persentase berlian kecil dan berlian yang berukuran
ekonomis. Prosedur penilaian harus dijelaskan, beserta nilai cut off size nya
 Dalam pelaporan, harus ada pernyataan bahwa proses penilaian berlangsung secara
independen, dan dilakukan oleh orang yang ahli
Melaporkan hasil eksplorasi, sumber daya dan
cadangan BGI
 Pelaporan dilakukan sesuai dengan spesifikasi bahan galian yang
dilaporkan, jadi dapat berbeda pelaporannya antara bahan galian satu
dengan lainnya
 Secara umum, yang harus ada adalah spesifikasi, perkiraan pasar, dan nilai
serta pasar bahan galiannya.
 Untuk beberapa bahan galian, yang dilaporkan adalah produk yang bernilai
jual saja, tidak produk yang ditambang. Tetapi dalam pelaporan, kedua hal
diatas harus ditampilkan dengan jelas.
Pelaporan logam setara
melaporkan hasil eksplorasi, sumber daya Mineral atau cadangan bijih
polimetalik dalam harus menunjukkan rincian dari semua bahan faktor
berkontribusi terhadap nilai bahan galian dari setiap mineral di dalamnya.
Informasi minimal berikut harus ada dalam setiap laporan • nilai individu untuk
semua logam termasuk nilai secara keseluruhan
• Harga keseluruhan
• nilai recovery untuk semua logam di dalamnya. Dan yang mendasarinya.
• pernyataan yang jelas dari perusahaan bahwa bahan galian( semua logam di
dalamnya) layak jual (ekonomis), dan layak tambang, ditinjau dari berbagai
aspek seperti metalurgi,mineralogi, dll)
• formula perhitungan yang digunakan.
Umumnya mineral paling dominan dalam bijih menjadi dasar dan menentukan
hasil perhitungan. Apabila tidak menggunakan prinsip ini, harus punya alasan
yang jelas
Pelaporan di tempat penilitian
 Penilaian financial terhadap terhadap Sumber Daya In Situ melanggar prinsip dasar
JORC, yaitu Transparansi dan Materialitas, karena kurangnya informasi yang
didapat.
 Dalam penilaian kelayakan suatu proyek, harus mempertimbangkan modifying
factor untuk mendapatkan nilai ekonomi bahan galian tersebut
 Banyak deposit besar in situ atau in ground yang tidak pernah dikembangkan
karena NPV nya yang negatif, padahal semua modyfing factor telah terlewati.
Tabel 1 JORC
Bagian 1 teknik sampling dan data
( criteria dalam bagian ini diterapkan untuk semua bagian berikutnya )
KESIMPULAN

 Dalam mengelompokkan suatu sumberdaya mineral dan batubara, memang sudah


sepatutnya ada suatu dasar dalam mengklasifikasi sumberdaya tersebut. JORC
membuat klasifikasi berdasarkan tahapan eksplorasi, aspek geologis dan
ekonomis. JORC membagi klasifikasi sumberdaya inferred (tereka) indicated
(tertunjuk), dan measured (terhitung), serta Cadangan probable (terkira) dan
proven (terbukti). JORC adalah kode pengklasifikasian yang dibuat oleh Asosiasi
di Australia yang mengklasifikasikan tidak hanya untuk batubara, namun juga
mineral-mineral lainnya.