Anda di halaman 1dari 48

Disampaikan pada Diklat Sertifikasi Hakim Ekonomi Syari’ah

04 November 2017

Dr. Ahmad Mujahidin, SH., M.H.


Peneliti dan Pengajar Pada Badan Litbang Diklat Kumdil MA-RI
1.

2.

3
PERAN NEGARA DALAM MENGELOLA ZAKAT ERA
RASULULLAH
A Syariat zakat diturunkan kepada Rasulullah saw pada
tahun kedua hijriyah.
B Pada masa itu, Rasulullah saw turun tangan dan
mengangkat beberapa sahabat sebagai amil zakat yang
bertugas
• menarik zakat dari para wajib zakat (muzaki),
• mendatanya di Baitul Maal,
• dan menyalurkannya kepada orang-orang yang berhak
menerima zakat (mustahik).
PERAN NEGARA DALAM MENGELOLA ZAKAT
ERA SAHABAT
• Khalifah Mu’awiyah ra., mengelola zakat dan
dipergunakan oleh negara melalui Baitul Maal
• Umar bin Abdul Aziz, di mana pada masa ini, ijtihad
zakat atas penghasilan ditetapkan oleh khalifah dan
bersifat wajib
• pengelolaan zakat sepenuhnya dilaksanakan oleh
waliyul amr, yaitu pemerintah yang memiliki
kekuasaan untuk menarik zakat dari tangan para
muzaki.
PERAN NEGARA DALAM
MENGELOLA ZAKAT DI INDONESIA
• Zakat sebagai alat pengumpulan logistik perlawanan
Kolonialisme Belanda. Sehingga Belanda melarang
melalui kebijakannya Bijblad Nomor 1892 tahun 1866
dan Bijblad 6200 tahun 1905 melarang petugas
keagamaan, pegawai pemerintah dari kepala desa
sampai bupati, termasuk priayi pribumi ikut serta
dalam pengumpulan zakat.
• masyarakat Aceh telah menggunakan sebagian dana
zakat untuk membiayai perang dengan Belanda4,
sebagaimana Belanda membiayai perangnya dengan
sebagian dana pajak.
• pengumpulan zakat di Aceh sudah dimulai pada masa
Kerajaan Aceh, yakni pada masa Sultan Alaudin Riayat
Syah (1539-1567).
MODEL PENGELOLAAN ZAKAT OLEH NEGARA
• Model pertama, pengelolaan zakat diakui oleh negara yang
diakomodasi dalam peraturan perundang-undangan dan bersifat
wajib kepada penduduk muslim di negara ter-sebut (Era Rasul)
• Kedua, pengelolaan zakat diakui oleh negara yang diatur dalam
undang-undang, namun tidak bersifat wajib kepada penduduk muslim
(Arab Saudi dan Sudan)
• Ketiga, pengelolaan zakat tidak diatur dalam tata perundang-
undangan dan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
ZAKAT DAN PENGELOLAAN EKONOMI NASIONAL
Permasalahan Indonesia:
1.Kesenjangan sosial yang tinggi, Rasio Gini 0,397 (BPS, 2016)
2.Kemiskinan yang tinggi mencapai 10,86% (BPS, 2016)
3.IPM Indonesia menengah-rendah (0,684) dengan peringkat 110 dari 188 (UNDP, 2015)
4.Indonesia sebagai Wilayah Rawan Bencana.

• Agenda Pemerintah dalam APBN:


Alokasi 5% Kesehatan; 20% Pendidikan;
Intervensi kesenjangan dengan perluasan Pembesaran transfer dana ke daerah &
penguatan DAK;
Penguatan program intervensi sosial: Program Keluarga Harapan, Program Indonesia
Sehat, Program Indonesia Pintar, dan kebijakan jaminan sosial lainnya.
Ekonomi Syariah & Keuangan Inklusif:
• Dalam Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia, zakat merupakan
pilar pembangunan ekonomi sebagai religious-financial sector;
• Hanya 49% penduduk yang telah mengakses institusi keuangan formal, karena
penghasilan dan edukasi yang rendah, tingginya biaya administrasi, dan hal teknis
lain yang sulit.

Peran Zakat:
• Memoderasi kesenjangan sosial;
• Membangkitkan ekonomi kerakyatan;
• Mendorong munculnya model terobosan dalam pengentasan kemiskinan;
• Mengembangkan sumber pendanaan pembangunan kesejahteraan umat di luar
APBN
• Lembaga pemerintah yg dibentuk dgn peraturan
perundang-undangan tertentu
• Bersifat mandiri
LNS • Menjalankan tugas & fungsi spesifik pemerintah,

LEMBAGA •

Beranggotakan pemerintah dan masyarakat,
dibiayai oleh negara

PEMERINTAH SEKKAB LPP


DIBAWAH RRI/TVRI

PRESIDEN dibawah dan


bertanggungjawab
PRESIDEN
Lembaga yang memadukan
pengaturan model swasta
dan negara
(REGULATORY kepada presiden
(Perpres No.82/2010)

AGENCY) KEMENTERIAN LPNK


dibawah Presiden dan
membantu tugas bertanggungjawab
Presiden (UU kepada Presiden
No.39/2008) melalui Menteri Ps. 25
LEMBAGA
PEMERINTAH

Kedudukan
BAZNAS MANDIRI
BAZNAS
LEMBAGA
NON
STRUKTURAL

Sebagai
LNS BERTANGGUNG
JAWAB KEPADA
Pasal 5 Ayat 3, PRESIDEN + Melalui
Menteri?
UU 23/2011
Peran BAZNAS
Sesuai UU No 23/2011, BAZNAS memiliki sejumlah
peran strategis pengelolaan zakat nasional yaitu
melakukan:
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Pengendalian
4. Pelaporan dan penanggungjawab
Hukum Pengelolaan
Zakat
Azas Pelaksanaan (Manajemen) Zakat

Muzakki Amil/petugas Mustahiq

Doa (Qs
9:103)

Zakat Ada petugas/lembaga amil

Bersifat otoritatif disamping karitatif

15
Manfaat Melalui Lembaga

Lembaga /petugas : BAZ dan LAZ (UU 38/99


Tentang Pengelolaan Zakat)

Manfaat :
1. Kepastian muzakki membayar zakat
2. Menghilangkan rasa rendah diri mustahiq
3. Efisiensi dan efektivitas (pengumpulan dan
penyaluran)
4. Syiar Islam
17
Persyaratan Lembaga Zakat
1. Amanah
2. Terbuka
3. Profesional (memiliki waktu yang cukup)
4. Mengerti masalah zakat
5. Memiliki data Muzakki-Mustahiq
6. Memiliki program kerja
7. Memiliki badan hukum
8. Bersedia diaudit secara terbuka

18
NEGARA DAN PENGELOLAAN ZAKAT
Hukum Zakat
Terminologi Zakat
Secara bahasa (etimologi), zakat berarti:
• Suci
• Tumbuh • HARTA
• Berkembang • JIWA
• Berkah
• PERILAKU
• Beres
QS. 30:39, QS. 9:103, QS. 18:81

21
Syarat dan Macam-macam Zakat

Syarat
a. Muslim.
b. Berakal.
c. Balig.
d. Memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nisab.

Macam-Macam
a. Zakat nafs (jiwa), disebut juga zakat fitrah.
b. Zakat mâl (harta).full owner, produktif, jumlah nisab, melebihi pokok, haul
Macam macam zakat
a. zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya; nisab emas logam mulia 85 gram,
perak 595 gram, 2,5%
b. zakat uang dan surat berharga lainnya; 85 gram
c. zakat perniagaan; 85 gram
d. zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan; 653 Kg gabah 10% dan 5%
e. zakat peternakan dan perikanan; digembalakan (jika kandang masuk
perniagaan). Perikanan 85 gram
f. zakat pertambangan; 85 gram
g. zakat perindustrian; produksi 85 gram, jasa 653 kg gabar
h. zakat pendapatan dan jasa; dan 653 kg gabah atau 524 kg beras
i. zakat rikaz. 20% dari temuan
Ps. 3 PMA 2014
Makna dan Hakikat Zakat
Di dalam Al-Qur’an dan sunnah terdapat pula beberapa kata yang
sering digunakan untuk Zakat :
• Shadaqah (QS. 9:60, QS. 9:103)
• Infaq (QS. 9:34)
• Hak (QS. 6:141)
• Nafkah: (QS 9:104)
• Pemaaf (QS 7:199)

24
Makna dan Hakikat Zakat

• Shadaqah berasal dari kata ‫( صدق‬benar), orang


yang bershadaqah adalah orang yang benar
imannya  .}‫ان {الحديث‬ ٌ ‫صدَقَةُ بُ ْر َه‬
َّ ‫ال‬
• Infaq mempunyai arti mengeluarkan harta untuk
suatu kebaikan yang diperintahkan Allah SWT di
luar zakat (QS. 2:195).
• Hak mempunyai makna zakat/shadaqah
merupakan hak para Mustahik, sekaligus hak dari
harta itu sendiri.
25
Makna dan Hakikat Zakat

Secara terminologis
• Zakat mempunyai arti mengeluarkan sebagian harta
dengan persyaratan tertentu untuk diberikan kepada
kelompok tertentu (mustahiq) dengan persyaratan
tertentu pula
• Infaq dan shadaqah mempunyai makna
mengeluarkan harta untuk kepentingan-kepentingan
yang diperintahkan Allah SWT di luar zakat.
Shadaqah kadangkala dipergunakan untuk sesuatu
yang bersifat non materi
26
FUNGSI ZAKAT

Ibadah Mahdlah : Dimensi Sosial


Rukun Islam Ekonomi

Bentuk ketaatan Instrumen


pada aturan Allah Pengentasan
dan perwujudan Kemiskinan dan
keimanan pada Allah Pertumbuhan
Ekonomi Berkeadilan
Maqashid
Zakat

Keimanan
Sosial Ekonomi
Personal

Memper-
Peningkatan Member- kuat struktur Sumber
kualitas kahkan harta sosial dan dana bagi
Meminima-
iman, dan jiwa, solidaritas pemba-
lisir kesenja-
dibersih-kan meningkat- masyarakat, ngunan
ngan
dari berbagai kan etos mencipta- ekonomi dan
pendapa-tan
penyakit kerja, kan pemberda-
masyarakat
ruhiyah, dll orientasi keamanan yaan
mencari rizki dan masyarakat
halal, dll ketentera-
man
28
MUSTAHIK

1. Fakir adalah mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu
memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2. Miskin adalah mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan dasar untuk hidup.
3. Amil adalah mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf adalah mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk
menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
5. Hamba sahaya adalah budak yang ingin memerdekakan dirinya
6. Gharimin adalah mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup
untuk memenuhinya.
7. Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb).
8. Ibnus Sabil adalah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan
Harta Obyek Zakat

Tafsili (terurai) Ijmali (Global)


• Emas-perak Qs 9:34-35 • Harta (Qs 9:103)
• Hasil pertanian Qs 6:141 • Hasil usaha yang
• Peternakan (al-hadits) baik/halal (Qs 2:267)
• Perdagangan (al-hadits) • Beberapa hadits Nabi
• Hasil temuan/rikaz (al-hadits)

Fatwa Ulama : Mu’tamar Internasional I tentang zakat di


Kuwait (30 April 1984 M), antara lain: profrsi, perusahaan
dan kegiatan usaha lainnya.
30
Zakat, infaq dan shadaqah

Urgensi dan Hikmah sama

Beda antara Zakat Vs •Tidak ada nishab (Qs 3:134)


Infaq dan Shadaqah •Tidak ada prosentase
•Penerima luas (Qs 2:215)

31
Urgensi dan Hikmah ZIS
1. Sebagai perwujudan dari keimanan kepada Allah
SWT dan keyakinan akan kebenaran ajaran-Nya.
(QS. 9:5, QS. 9:11)
2. Perwujudan syukur nikmat, terutama nikmat
benda. (QS. 93:11, QS. 14:7)
3. Meminimalisir sifat kikir, materialistik, egoistik
dan hanya mementingkan diri sendiri. Sifat bakhil
adalah sifat yang tercela yang akan menjauhkan
manusia dari rahmat Allah SWT. (QS. 4:37).

32
Dalam sebuah hadits shahih lainnya,
Rasulullah Saw. bersabda:

‫ضا ُك ْم‬ َّ ‫صنُ ْوا أ َ ْم َوالَ ُك ْم ِّب‬


َ ‫الز َكو ِّة َودَ ُاو ْوا َم ْر‬ ِّ ‫َح‬
‫عا ُِ {رواه الخطيب‬ َُّ ‫صدَقَ ِّة َوأ َ ِّعدُّ ْوا ِّل ْلبََالَ ِِّ الد‬
َّ ‫ِّبال‬
.}‫عن ابن مسعود‬
“Rasulullah Saw. bersabda: “Bersihkanlah hartamu dengan
zakat, dan obatilah sakit kalian dengan bershadaqah, dan tolaklah
olehmu bencana-bencana itu dengan do’a". (HR. Khatib dari
Ibnu Mas’ud).

33
‫‪Urgensi dan Hikmah ZIS‬‬
‫‪4. Membersihkan, mensucikan dan membuat‬‬
‫‪ketenangan jiwa Muzakki (orang yang berzakat).‬‬
‫‪Perhatikan Q.S. 70 : 19-25.‬‬

‫ص ْو ُم ْوا‬ ‫س ُك ْم َو ُ‬ ‫صلُّ ْوا خم َ‬ ‫قال رسول هللا ‪ : s‬اِّتَّقُ ْوا هللاَ َو َ‬


‫ط ِّيبَة ِّب َها أ َ ْنفُس ُك ْم َوأ َ ِّط ْيعُ ْوا‬
‫ش ْهر ُك ْم َوأَدُّ ْوا زَ َكاة َ أ َ ْم َوالَ ُك ْم َ‬
‫َ‬
‫ذَا أَمر ُك ْم ت َ ْد ُخلُ ْوا َجنَّةَ َربَّ ُك ْم{رواه الحاكم عن ابى‬
‫أمامة}‪.‬‬
‫‪34‬‬
Urgensi dan Hikmah ZIS
5. Harta yang dikeluarkan zakat dan infaq/
shadaqahnya akan berkembang dan memberikan
keberkahan kepada pemiliknya. Pintu rizki akan
selalu dibuka oleh Allah SWT. (Q.S. 2 : 261, Q.S. 30
: 39, Q.S. 35 : 29-30).
،‫ التواضع اليز يد العبد إال رفعة‬: s ‫قال رسول هللا‬
‫فتواضعوا يرفعكم هللا تعالى والعفو اليز يد العبد إال‬
‫عزا فاعفوا يعزكم هللا تعالى والصدقة التز يد المال‬
‫إال كثرة فتصدقوا يرحمكم هللا {رواه ابن ابى‬
.}‫الدنيا‬ 35
Urgensi dan Hikmah ZIS
6. Zakat, Infaq/Shadaqah merupakan perwujudan
kecintaan dan kasih sayang kepada sesama ummat
manusia. Kecintaan Muzakki akan menghilangkan
rasa dengki dan iri hati dari kalangan Mustahik.

‫ الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار‬: s ‫قال رسول هللا‬


‫الحطب والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماِ النار‬
‫{رواه ابن‬.‫والصَالة نور المؤمن والصيام جنةٌ من النار‬
.}‫ماجه‬ 36
Urgensi dan Hikmah ZIS

7. Zakat, Infaq/Shadaqah, merupakan salah satu sumber


dana pembangunan sarana dan prasarana yang harus
dimiliki ummat Islam, seperti sarana pendidikan,
kesehatan, institusi ekonomi, dan sebagainya (Q.S. 9 :
71).
8. Untuk memasyarakatkan etika bisnis yang benar, sebab
zakat bukanlah membersihkan harta yang kotor,
melainkan membersihkan harta yang didapat dengan
cara yang bersih dan benar, dari harta orang lain (Q.S. 51
: 19).

37
Urgensi dan Hikmah ZIS
9. Dari sisi pembangunan kesejahteraan ummat, zakat merupakan
salah satu instrumen pemerataan pendapatan, dengan zakat
yang dikelola dengan baik, dimungkinkan membangun
pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan pendapatan,
economic with equity (Q.S. 59 : 7).
10.Ajaran zakat, infaq/shadaqah sesungguhnya mendorong kaum
muslimin untuk memiliki etos kerja dan usaha yang tinggi,
sehingga memiliki harta kekayaan yang disamping dapat
memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya juga bisa
memberi kepada orang yang berhak menerimanya.

38
Zakat Profesi
1. Hasil profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaries, dll) merupakan
sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa salaf (generasi
terdahulu).
2. bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan
perniagaan.
3. zakat pada hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang mampu
untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantara mereka (sesuai dengan
ketentuan syara’).
4. Adapun istilah ulama salaf bagi pendapatan rutin atau gaji yang didapatkan seseorang
biasa adalah a’thoyat. Sedangkan untuk profesi biasanya disebut dengan al-maalul
musthafaad.

39
Dasar Zakat Profesi

Beberapa riwayat menjelaskan hal tersebut, diantaranya adalah riwayat


dari Ibnu Mas’ud, Mu’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz yang menjelaskan
bahwa beliau mengambil zakat dari a’thoyat, jawaiz (hadiah) dab al-
madholim (barang ghasab yang dikembalikan). Abu Ubaid
meriwayatkan, “Adalah Umar bin Abdul Aziz memberi upah kepada
pekerjaannya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan al-
madholim (barang ghasab yang dikembalikan) diambil zakatnya, dan
beliau juga mengambil zakat dari a’thoyat (gaji rutin) yang diberikan
kepada yang menerimanya”.

40
Zakat Profesi

• Nishab Analogi zakat pertanian Qiyas


• Prosentase Analogi zakat emas Syabah

• Nishab  5 ausaq  524 kg beras  dikeluarkan


setiap panen/hasil  QS. 6:141
• Contoh : Gaji setiap bulan  zakat 2 ½ %

41
Beberapa alasan Kewajiban Zakat Profesi,
antara lain:
1. Ayat-ayat Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan
semua jenis harta dikeluarkan zakatnya
2. Berbagai pendapat para ulama terdahulu maupun
sekarang, meskipun dengan menggunakan istilah yang
berbeda. Sebagian dengan menggunakan istilah yang
bersifat umum yaitu al-amwaal, sementara sebagian lagi
secara khusus memberikan istilah dengan istilah al-
mustafad seperti teradapat dalam fiqh zakat dan al-fiqh
al-Islamy wa ‘Adillatuhu.

42
Beberapa alasan Kewajiban Zakat Profesi,
antara lain:
3. Dari sudut keadilan – yang merupakan ciri utama ajaran Islam –
penetapan kewajiban zakat pada setiapa harta yang dimiliki akan
terasa sangat jelas, dibandingkan dengan hanya menetapkan
kewajiban zakat pada komoditas-komoditas tertentu saja yang
konvensional. Petani yang saat ini kondisinya secara umum kurang
beruntung, tetapi harus berzakat, apabila hasil pertaniannya telah
mencapaia nishab. Karena itu sangat adil pula, apabila zakat inipun
bersifat wajib pada penghasilan yang didapatkan para dokter, para
ahli hukum, konsultan dalam berbagai bidang, para dosen, para
pegawai dan karyawan yang memiliki gaji tinggi, dan profesi lainnya.

43
Beberapa alasan Kewajiban Zakat Profesi,
antara lain:
4. Sejalan dengan perkembangan kehidupan ummat manusia, khususnya
dalam bidang ekonomi, kegiatan penghasilan melalui keahlian dan
profesi ini akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan akan
menjadi kegiatan ekonomi yang utama, seperti terjadi di negara-negara
industri sekarang ini. Penetapan kewajiban zakat kepadanya,
menunjukkan betapa hukum Islam sangat aspiratif dan responsif
terhadap perkembangan zaman. Afif Abdul Fatah Thabari menyatakan
bahwa aturan dalam Islam itu bukan saja sekedar berdasarkan pada
keadilan bagi seluruh ummat manusia, akan tetapi sejalan dengan
kemaslahatan dan kebutuhan hidup manusia, sepanjang zaman dan
keadaan, walaupun zaman itu bebeda dan berkembang dari waktu ke
waktu.

44
Zakat Perusahaan
• Adapun yang menjadi landasan hukum kewajiban
zakat pada perusahaan adalah nash-nash yang bersifat
umum  QS. 2:267, QS. 9:103. Juga merujuk pada
hadits riwayat imam Bukhari (hadits ke-1448 dan
dikemukakan kembali dalam hadits ke-1450 dan 1451)
dari Muhammad bin Abdillah al-Anshari dari
bapaknya, ia berkata bahwa Abu Bakar r.a. telah
menulis sebuah surat yang berisikan kewajiban yang
diperintahkan Rasulullah Saw.

45
Hadits Rasulullah Saw.

‫ان‬
ِّ َ ‫ع‬‫ج‬َ ‫ا‬‫ر‬َ َ ‫ت‬َ ‫ي‬ ‫ا‬‫م‬ ‫ه‬
ُ َّ ‫ن‬
َ ِّ ِّ ‫إ‬َ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫ي‬
ْ َ
‫ط‬ ‫ي‬
ْ ‫ل‬
ِّ ‫خ‬َ ‫ن‬ ْ َ ‫َو َما َك‬
‫ان ِّم‬
.‫س ِّويَّ ِّة‬َّ ‫بَ ْينَ ُه َما ِّبال‬
"..... Dan harta yang disatukan dari dua orang
yang berkongsi, maka dikembalikan kepada
keduanya secara sama".

46
Zakat Perusahaan

• Landasan hukum : Qs 2:267, Qs 9:103, Hadits dalam


Shahih Bukhari no 1448, 1450 dan 1451
• UU No 38 tahun 1999, tentang pengelolaan zakat,
bab IV pasal 11 ayat (2) bagian (b) dikemukakan
bahwa diantara obyek zakat yang wajib dikeluarkan
zakatnya adalah perdagangan dan perusahaan.

47
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, keberadaan perusahaan sebagai wadah
usaha menjadi badan hukum (recht person).

Muktamar Internasional Pertama tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H)


menyatakan bahwa kewajiban zakat sangat terkait dengan perusahaan,
dengan catatan antara lain adanya kesepakatan sebelumnya antara para
pemegang saham, agar terjadi keridhaan dan keikhlasan ketika
mengeluarkannya.

Kesepakatan tersebut seyogyanya dituangkan dalam aturan perusahaan,


sehingga sifatnya menjadi mengikat.

Perusahaan, menurut hasil muktamar tersebut termasuk ke dalam syakhsan


i'tibaran (badan hukum yang dianggap orang) atau syakhsiyyah hukmiyyah
menurut Mustafa Ahmad Zarqa.
48