Anda di halaman 1dari 19

Dasar-dasar Telekomunikasi

Sinyal Analog

 Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang
yang kontinyu, yang membawa informasi dengan
mengubah karakteristik gelombangnya.
 Sinyal analog adalah sinyal yang memanfaatkan
gelombang elektromagnetik. Proses pengiriman suara,
misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melalui
gelombang elektromagnetik ini.
 Pengertian lain, sinyal analog merupakan bentuk dari
komunikasi elektronik berupa proses pengiriman
informasi pada gelombang elektromagnetik, dan bersifat
variabel serta berkelanjutan.
Analog to Digital Converter (ADC)


 Sinyal analog memliki angka desimal(0-9)
 Sinyal Analog: Sinyal data dalam bentuk gelombang kontinyu,
yang memiliki parameter amplitudo dan frekuensi.
 Satu komplit gelombang dimulai dari voltase nol kemudian
menuju voltase tertinggi dan turun hingga voltase terendah dan
kembali ke voltase nol.
Sinyal Analog

Kecepatan dari gelombang ini disebut dengan hertz (Hz) yang
diukur dalam satuan detik. Misalnya dalam satu detik,
gelombang dikirimkan sebanyak 10, maka disebut dengan 10
Hz.
Contohnya sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio
yang dikirimkan secara berkesinambungan. Sistem transmisi
menggunakan sinyal ini agak lambat dan mudah terjadi
error/noise dibandingkan dengan data dalam bentuk digital.
Sinyal Analog

Pada sistem analog, terdapat amplifier di sepanjang jalur
transmisi. Setiap amplifier menghasilkan penguatan (gain),
baik menguatkan sinyal pesan maupun noise tambahan yang
menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut.
Fungsi repeater selain menguatkan sinyal, juga
membersihkan sinyal tersebut dari noise.
Sinyal Analog

Ciri ciri Sinyal Analog :
1. Transmisi efektif terjadi pada frekuensi tinggi
2. Memungkinkan frequency division multiplexing
Sinyal Analog

Beberapa keunggulan dari sistem analog adalah :
1. Pemrosesan Sinyal dari Alam secara alamiah, sinyal yang
dihasilkan alam itu adalah berbentuk analog. misalnya
sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb walaupun
kemudian bisa diproses dalam domain digital, sehingga
banyak alat yang mempunyai bagian ADC dan DAC
2. Komunikasi digital untuk mengirim sinyal melalui kabel
yang panjang biasanya juga harus diubah dulu menjadi
sinyal analog.
3. Penerima nir-kabel sinyal yang diambil/diterima oleh
antenna penerima RF adalah analog (few milli volt, high
noise)
Sinyal Analog
1.

Penerima optis mengirim data kecepatan tinggi melalui jalur
fiber optic yang panjang data harus diubah menjadi bentuk
cahaya (light) analog perlu perancangan rangkaian kecepatan
tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang analog. (saat ini
kecepatan receiver 10-40Gb/s)
2. Sensor video camera diubah menjadi arus mengunakan larik
fotodioda sistem ultrasonik menggunakan sensor akustik untuk
menghasilkan tegangan yang proporsional dengan amplitudo
accelerometer mengaktifkan kantong udara ketika kendaraan
menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan diukur sebagai
akselerasi itu adalah kerjaan analog
3. Mikroprosesor & Memory walaupun sesungguhnya digital,
tapi pada kecepatan tinggi (high speed digital design),
perilakunya mirip analog dilihat sebagai sinyal analog.
Sinyal Digital


Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat
mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan
bilangan 0 dan 1 sehingga tidak mudah terpengaruh
oleh noise, proses informasinya pun mudah, cepat
dan akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital
hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang
relatif dekat.
 Sinyal tersebut disebut sebuah bit.
Sinyal Digital
Ciri-ciri Sinyal Digital :

1. Mampu mengirikan informasi dengan kecepatan cahaya
yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan
kecepatan tinggi.
2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi
tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu
sendiri.
3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi
ke dalam berbagai bentuk.
4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat
besar dan mengirimnya secara interaktif
Sinyal Digital

Beberapa keunggulan dari sistem digital adalah :
1. Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan
(reability) lebih baik, pemakaian ruangan yang lebih kecil dan
konsumsi daya yang lebih rendah
2. Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak
tergantung pada jarak
3. Teknologi digital lebih bergantung pada noise
4. Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin
berkembang
5. Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan
baru
6. Teknologi digital menyediakan kapasitas tranmisi yang besar
7. Teknologi digital menawarkan fleksebilitas
Sinyal Digital

Pengubahan Sinyal Analog ke Digital
Dalam pengiriman sinyal melalui media transmisi, sinyal
analog mudah terkena gangguan/noise, sehingga di sisi
penerima sinyal tersebut terdegradasi. Sementara untuk
sinyal digital, selama gangguan tidak melebih batasan
yang diterima, sinyal masih diterima/dikenali dalam
kualitas yang sama dengan pengiriman. Dengan alasan ini,
keluar ide pemakaian bersama sinyal analog dan digital,
yaitu selama diuser berbentuk analog dan selama di media
transmisi berbentuk digital.
Sinyal Digital

Pengubahan sinyal dilakukan dengan pembagian sinyal
analog (continue) menjadi sinyal biner (berbentuk bit 1
dan 0) untuk selanjutnya ditransmisikan pada media
transmisi. Proses yang harus dilalui dalam metode
pengubahan sinyal ini melalui beberapa tahapan, yaitu :
sampling, quntizing, coding, dan multiplexing.
Pembahasan lebih lengkap tentang pengubahan sinyal ini
terdapat di materi PCM (Pulse Code Modulation).
Sinyal Analog & Digital

Perbedaan sinyal analog dengan sinyal digital
Transmisi Sinyal Analog & Digital

Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous
dan discrete yang dalam komunikasi data dipakai dalam tiga
konteks :
 data, didefinisikan sebagai entity yang mengandung
sesuatu arti
 signaling (pen-sinyal-an), adalah tindakan penyebaran
sinyal melalui suatu medium yang sesuai.
 transmisi, adalah komunikasi dari data dengan
penyebaran dan pemrosesan sinyal
Transmisi Sinyal Analog & Digital

 Transmisi analog adalah suatu upaya mentransmisi sinyal
analog tanpa memperhatikan muatannya; sinyal-sinyalnya
dapat mewakili data analog atau data digital. Untuk jarak
yang jauh dipakai amplifier yang akan menambah
kekuatan sinyal sehingga menghasilkan distorsi yang
terbatas.
 Transmisi digital, berhubungan dengan muatan dari
sinyal. Untuk mencapai jarak yang jauh dipakai repeater
yang menghasilkan sinyal sebagai '1' atau '0' sehingga
tidak terjadi distorsi.
Transmisi Sinyal Analog & Digital

Alasan-alasan digunakannya teknik pen-sinyal-an digital :
 Teknologi digital : adanya teknologi LSI dan VLSI
menyebabkan penurunan biaya dan ukuran circuit digital.
 Keutuhan data : terjamin karena penggunaan repeater
dibandingkan amplifier sehingga transmisi jarak jauh tidak
menimbulkan banyak error.
 Penggunaan kapasitas : agar efektif digunakan teknik
multiplexing dimana lebih mudah dan murah dengan
teknik digital daripada teknik analog.
Transmisi Sinyal Analog & Digital

 Keamanan dan privasi : teknik encryption dapat
diaplikasikan ke data digital dan ke analog yang sudah
mengalami digitalisasi.
 Integrasi : karena semua sinyal (data analog dan digital)
diperlakukan secara digital maka mempunyai bentuk yang
sama, dengan demikian secara ekonomis dapat
diintegrasikan dengan suara (voice), video dan data digital.
Transmisi Sinyal Analog & Digital

Analog Digital
1. Rentan terhadap Noise 1. Tahan terhadap Noise
2. Signal yang diterima diproses 2. Proses regenerasi dilakukan
dengan diulang dan bagi signal yang diterima.
diamplifikasi. 3. Bebas cross talk
3. Mudah terjadi crosstalk 4. Bentuk signal diskrit
4. Bentuk sinyal kontinyu. (discrete)
5. Kualitas signal diukur dalam 5. Kualitas signal diukur dalam
satuan S/N (Signal To Noise BER (Bit Error Rate)
Ratio)