Anda di halaman 1dari 19

Aspal merupakan material yang diperoleh

dari residu hasil pengilangan minyak bumi


Pengujian Aspal
Pen AAS
AST SK.S

No Pemeriksaan Aspal SNI AASTHO ASTM


No guji TH PA
M NI
an O

M-
Uji T-
D- 08-
1 pene 49-
571 1989
trasi 68
-F

Uji
Titik
T- D-
lemb
2 53- 36-
ek
74 70

1 Cara Uji Berat Jenis Aspal Padat SNI 2441 : 2011


aspa

AASHTO T-49-68 ASTM D-5-71


l

Uji
titik
ny al M-
T- D-
a 08-
3 54- 113-

2 Pemeriksaan Titik Nyala dan Titik Bakar dengan SNI-06-2433-2011


dan 1989

AASTHO T48-74 ASTM D-92-52


74 69
titik -F
baka
r

Cleveland Open Cup 4


Uji
dakti
litas
T-
54-
74
D-
113-
69
M-
08-
1989
-F

Uji
kela

3 Cara Uji Kelarutan Aspal SNI 2438 : 2015 AASTHO T47-83 ASTM D 1754-83.1
ruta
n
T- D-
aspa
5 44- 165-
l
70 42
deng
an
CCL
4

Uji
bera
T- D-
t
6 228- 70-
jenis
68 72
aspa
l

4 Metode Pengujian Kadar Aspal Dan Campuran SNI 03-6894-2002


7
Uji
kehil
anga
n
bera
t
T-
47-
74
D-6-
69
0304
-76
AASTHO T-51-74
Beraspal Cara Sentrifius Uji
kele
kata
n
T-
agre
8 82-
gat
84
terh

5 Cara uji penetrasi aspal SNI 2432:2011


adap
aspa
l

Uji
T-
visk D-7- 0301
9 22-
osita 72 1-76

6 Cara Uji Penetrasi Bahan-Bahan Bitumen SNI 2456 : 2011


68
s

Uji
pem
uliha

7 Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan SNI 2434:2011
n
aspa
M-
l T-
21-
10 deng 70-
1995
an 90
-03
alat
peng
uap
puta
r

bola (ring and ball)


8 Cara Uji Daktilitas Aspal SNI 2432:2011
Uji
kehil
anga
n
bera
t SNI-
miny T- 06-
11 ak 79- 2440
dan 88 -
aspa 1991
l
deng
an
cara
A

9 Mix Design (Pemeriksaan Campuran Aspal dengan RSNI M-01-2003


Alat Marshall) 12
Uji
aspa
l
cair
deng
an
peng
uap
M-
81-
90
S-
03-
1995

cepa
t

10 Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi SNI 7729:2011


Uji

dengan alat saybolt furol


aspa
l
cair
M- S-
deng
13 82- 02-
an
75 1995
peng
uap
seda
ng

11 Cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada SNI 2439 : 2011


14
Uji
aspa
l
emul
si
katio
nik
M-
208-
87
S-
01-
1995

campuran agregat-aspal
12 Cara Uji Ketahanan Campuran Beraspal Panas SNI 6753 : 2008
Terhadap Kerusakan Akibat Perendaman.
Pengujian Aspal
Pen AAS
AST SK.S

No Pemeriksaan Aspal SNI AASTHO ASTM


No guji TH PA
M NI
an O

M-
Uji T-
D- 08-
1 pene 49-
571 1989
trasi 68
-F

Uji
Titik
T- D-
lemb
2 53- 36-
ek
74 70

13 Metode pengujian kuat tekan campuran beraspal SNI 03-6758-2002


aspa
l

Uji
titik
ny al M-
T- D-
a 08-
3 54- 113-

14 Metode pengujian pelekatan aspal emulsi terhadap SNI 03-6831-2002


dan 1989
74 69
titik -F
baka
r

agregat M - 50. 4
Uji
dakti
litas
T-
54-
74
D-
113-
69
M-
08-
1989
-F

Uji
kela

15 Metode pengujian rongga udara dalam campuran SNI 03-6754-2002


ruta
n
T- D-
aspa
5 44- 165-
l
70 42
deng
an
CCL
4

perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka 6


Uji
bera
t
jenis
aspa
T-
228-
68
D-
70-
72

yang dipadatkan
l

Uji
kehil
T-
anga D-6- 0304
7 47-
n 69 -76
74
bera
t

Uji
kele
kata
n
T-
agre
8 82-
gat
84
terh
adap
aspa
l

Uji
T-
visk D-7- 0301
9 22-
osita 72 1-76
68
s

Uji
pem
uliha
n
aspa
M-
l T-
21-
10 deng 70-
1995
an 90
-03
alat
peng
uap
puta
r

Uji
kehil
anga
n
bera
t SNI-
miny T- 06-
11 ak 79- 2440
dan 88 -
aspa 1991
l
deng
an
cara
A

Uji
aspa
l
cair
M- S-
deng
12 81- 03-
an
90 1995
peng
uap
cepa
t

Uji
aspa
l
cair
M- S-
deng
13 82- 02-
an
75 1995
peng
uap
seda
ng

Uji
aspa
l M- S-
14 emul 208- 01-
si 87 1995
katio
nik
Cara uji Daktalitas(SNI 2432:2011)
Vidio Uji Daktalitas
Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakar

titik nyala
temperatur terendah dimana uap benda uji dapat menyala (nyala biru singkat) apabila dilewatkan api
penguji. Temperatur titik nyala tersebut harus dikoreksi pada tekanan barometer udara 101,3 kPa (760
mm Hg)

titik bakar
temperatur terendah ketika uap benda uji terbakar selama minimum 5 detik apabila dilewatkan api
penguji. Temperatur titik bakar tersebut harus dikoreksi pada tekanan barometer udara 101,3 kPa (760
mm Hg)

Kegunaan
a) Titik nyala merupakan salah satu cara untuk menentukan kecenderungan aspal dapat menyala
akibat panas dan api, pada kondisi di laboratorium yang terkontrol, hasil tersebut dapat
digunakan sebagai informasi bahaya kebakaran yang sesungguhnya di lapangan.
b) Titik nyala digunakan sebagai informasi keselamatan pada pengiriman untuk bahan yang mudah
terbakar.
c) Titik nyala yang rendah memberikan petunjuk adanya bahan yang mudah menguap dan terbakar.

Peralatan
a) Alat cleveland open cup terdiri dari: cawan cleveland, pelat pemanas, nyala api penguji, pemanas
dan penyangga (lihat Gambar A.1). Nyala api penguji, sebagai sumber nyala penguji digunakan gas
alam cair (LPG). Suplai tekanan gas ke alat tidak boleh melebihi 3 kPa.
b) Termometer dengan rentang pengukuran – 6°C sampai dengan 400°C. c)
Barometer, untuk mengukur tekanan udara.
titik lembek
temperatur pada saat bola baja dengan berat tertentu, mendesak turun
lapisan aspal yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga
aspal menyentuh pelat dasar yang terletak di bawah cincin pada jarak
25,4 mm, sebagai akibat kecepatan pemanasan tertentu
Penggunaan

a) Aspal sebagai bahan viskoelastik tanpa penentuan titik lembek yang tepat, secara perlahan menjadi kurang
viskos dan encer bila temperatur meningkat. Untuk alasan ini, maka pengujian titik lembek harus diuji dengan cara uji
yang baku.

b) Titik lembek di dalam persyaratan aspal, untuk konsistensi dalam pengiriman atau suplai.
Titik lembek dapat sebagai indikasi kecenderungan aspal melunak akibat kenaikan
temperatur pada perkerasan jalan.

6 Peralatan

a) cincin; dua cincin yang terbuat dari bahan kuningan, bentuk dan dimensi cincin seperti terlihat pada gambar 1;
b) pelat persiapan benda uji; dengan permukaan halus terbuat dari bahan kuningan ukuran
± 50 mm x 75 mm;
c) bola; dua bola baja dengan diameter 9,5 mm, setiap bola mempunyai berat 3,5 g ± 0,05 g;

d) pengarah bola; dua pengarah bola terbuat dari bahan kuningan, untuk meletakkan bola di tengah cincin, satu untuk
setiap bola, bentuk dan dimensi. (lihat Gambar A2);
e) bejana perendam; gelas kimia tahan panas, mempunyai ukuran diameter dalam tidak kurang dari 85 mm dan
tinggi tidak kurang dari 120 mm dari dasar bejana yang mendapat pemanasan;

CATATAN 1. Gelas kimia (Griffin beaker) bentuk pendek kapasitas 800 mL, sesuai untuk persyaratan gelas tahan
panas.

f) dudukan benda uji yang terdiri dari; pemegang cincin dan peralatannya, terbuat dari bahan kuningan, digunakan untuk
meletakkan 2 cincin berisi lapisan aspal yang diletakkan pada posisi horizontal seperti pada Gambar A3, cara
meletakkan pemegang cincin dan peralatannya dapat dilihat pada Gambar A4. Jarak dari pelat dasar ke pemegang cincin
adalah 25 mm dan jarak dari pelat dasar ke dasar bejana perendam adalah 16 mm ± 3 mm;

g) termometer
UJI VISKOSITAS
Kegunaan
a) Standar ini digunakan untuk menentukan salah satu karakteristik aspal, sebagai
identifikasi dalam pengiriman.

b) Standar ini dapat juga menentukan temperatur pencampuran campuran beraspal


pada 170 cSt 20 cSt dan temperatur pemadatan campuran beraspal pada 280 cSt
20 cSt.
Peralatan

a) Viskometer saybolt furol dan penangas.


Seperti pada Gambar A.1, penangas eksternal dapat digunakan, dan bila
digunakan harus diletakkan pada jarak lebih dari 51 mm dari viskometer.
Penangas terbuat dari bahan aluminium dengan pengatur temperatur tetap dan
tanpa alat pengaduk.

b) Tabung viskometer.
Mempunyai ukuran panjang dari ujung lubang furol sampai dengan leher tabung
adalah 125 mm 1 mm, diameter dalam 29,7 mm 0,2 mm. Lubang furol
mempunyai diameter 4,3 mm 0,2 mm, seperti terlihat pada Gambar A.2.

c) Cincin pemindah.
Cincin pemindah seperti ditunjukkan pada Gambar A.3, dibuat dari bahan logam
tahan karat sama seperti bahan untuk viskometer.

d) Penutup tabung viskometer.


Terbuat dari logam, berbentuk silinder dengan penutup mempunyai diameter lebih
kurang 57 mm dan tinggi 7 mm (lihat Catatan 1). Satu lubang terletak di tengah
penutup,lubang berukuran sedikit lebih besar dari diameter termometer.
UJI VISKOSITAS
Uji Penetrasi
Kegunaan

Cara uji penetrasi ini dapat digunakan untuk mengukur konsistensi aspal. Nilai
penetrasi yang tinggi menunjukkan konsistensi aspal yang lebih lunak.
UJI PENETRASI
Ringkasan Spesifikasi Aspal
No Pengujian SNI
1 Daktalitas
2 Titik Nyala dan Titik Bakar
3 Titik Lembek
4 Viskositas
5 Kekentalan