Anda di halaman 1dari 51

KINETIKA DAN

ORDE REAKSI
By : Tim Farmasi Fisik
Tujuan Perkuliahan

 Memahami dan mengetahui identifikasi


senyawa obat yang mengalami
penguraian
 Mengetahui proses penguraian dalam
beberapa tingkat/orde reaksi, serta
menentukan konstanta laju reaksi
 Mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi penguraian obat
Bahasan:
3

 Penguraian senyawa obat


 Laju & orde reaksi
 Pengaruh temperatur & faktor lain thadap laju reaksi
 Kinetika obat

Kata Kunci:
 Obat dpt terurai dlm bentuk padat maupun cairan
 Penguraian obat dpt diprediksi melalui struktur spesifik
senyawa kimia
 Penguraian dpt diminimalkan melalui optimasi
formula & penyimpanan yg tepat
Definisi Stabilitas

Kemampuan suatu produk bertahan dalam


batas yang ditetapkan sepanjang periode
penyimpanan dan penggunaan, tetap mempunyai
sifat dan karakteristik sama dengan yang
dimiliki pada saat dibuat.
Pendahuluan
 Parameter kestabilan obat : kadar obat
 Kadar obat berkurang karena adanya penguraian
 mengakibatkan berkurangnya potensi sehingga
obat dikatakan tdk stabil
 Tujuan uji stabilitas = memberikan bukti
bagaimana kualitas bahan atau produk obat
berubah seiring dengan waktu o/ pengaruh
berbagai faktor lingkungan (suhu, kelembaban,
cahaya) & untuk menentukan periode uji ulang
bahan obat atau masa guna produk obat dan
kondisi penyimpanan yg dianjurkan.
 Kinetika membahas tentang kecepatan dan
mekanisme reaksi penguraian dan penstabilan
produk obat
Kinetika

Study tentang laju reaksi, mekanisme


reaksi serta perubahan konsentrasi
reaksi (produk) sebagai fungsi dari
waktu.
Reaksi dapat berlangsung dengan waktu
yang sangat bervariasi, ada yang sangat
cepat (pembakaran) atau waktu yang
lama seperti penuaan, pembentukan batu
bara dan beberapa reaksi peluruhan
radio aktif
KECEPATAN REAKSI
Proses peruraian obat yang menyebabkan hilangnya
khasiat obat sangat erat hubungannya dengan proses laju. Laju
atau kecepatan suatu reaksi diberikan sebagai ± dC/dt. Artinya terjadi
penambahan (+) atau pengurangan (-) konsentrasi C dalam selang
waktu dt. Pada pembentukan etil asetat dari etil alkohol dan asam
asetat :
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

Kecepatan reaksi ke kanan dapat ditentukan dengan pengukuran


konsentrasi asam asetat atau etanol selama berlangsungnya reaksi,
dengan kecepatan reaksi ke kanan (Rf)
Rf = - d ( CH 3COOH )
dt =-
d ( C2 H 5OH )
dt
Kecepatan reaksi adalah :
1 d ( A)
Kecepatan = -
a dt

=- 1 d ( B)
b dt
= ……. k (A)a (B)b

k adalah konstanta kecepatan

Persamaan kecepatan umum dari reaksi :


A+B P

a b
- dA
dt
=- dB
dt
= k A∏B
Order reaksi
Berdasarkan hukum aksi massa, suatu garis lurus didapat bila
kecepatan reaksi diplot sebagai fungsi dari konsentrasi reaktan
dipangkatkan dengan bilangan tertentu

Reaksi orde-nol
Reaksi orde-nol terjadi bila reaktan berkurang dalam
suatu jarak waktu yang tetap terhadap waktu, tidak tergantung
kadar reaktan :

dx
dt = ko

Plot x terhadap t berupa garis lurus dengan angka arah (slope) = ko


(kadar/waktu)
Reaksi orde 1 (reaksi monomolekular)
Kecepatan tergantung kadar reaktan.

AP

dA
- dt = k1 A

Karena A = (a – x), maka dapat ditulis

dx
- dt = k1 (a – x )

t 2, 303
k1 log a
a x

Plot logaritma jumlah obat yang tertinggal terhadap waktu berupa


garis lurus dengan angka arah = - k 1 / 2,303
Menentukan orde reaksi
1. Metode substitusi
Data disubstitusikan pada rumus hasil integrasi. Bila harga k yang
diperoleh konstan, maka orde reaksi adalah orde rumus tersebut.

2. Metode grafik
Data diplotkan ke dalam bentuk grafik.
Bila kadar diplotkan terhadap t didapatkan garis lurus, reaksi
adalah orde-nol;

x
slope = k0

t
bila plot log (a-x) terhadap t menghasilkan garis lurus, reaksi adalah
orde pertama,

log(a-x) slope = - k1/2,303

bila plot 1/(a-x) terhadap t menghasilkan garis lurus reaksi adalah


orde kedua

1/(a-x) slope = k2

t
3. Metode waktu paruh

t½  a1-n  t ½ = P.a 1-n

P = proporsionalitas

Log t ½ = log P + (1-n) log a

atau
slope = 1  orde 0 log t ½
slope = 0  orde 1
slope = -1  orde 2
log a
Persamaan Laju dan komponennya
 Untuk reaksi umum:
aA + bB + ...  cC + dD + ...
 Persamaan lajunya berbentuk
Laju = k[A]m[B]n
 Konstanta proporsionalitas k disebut jg konstanta
laju & karakteristik untuk reaksi pd suhu tertentu
serta tdk berubah saat reaksi terjadi
 m dan n disebut orde reaksi didefinisikan
sejauhmana laju reaksi dipengaruhi oleh
konsentrasi masing2 reaktan
 Komponen persamaan laju: laju, orde reaksi dan
konstanta laju harus ditentukan berdasarkan
eksperimen bukan berdasarkan persamaan
stoikiometris yg seimbang
KINETIKA PENGURAIAN
Orde reaksi : konstanta laju
- fungsi konsentrasi reaktan stlh di
pangkatkan
- membentuk garis lurus
- orde tingkat nol, satu, dua
Konstanta laju spesifik : perubahan
konstanta laju spesifik berkaitan dgn
perubahan dlm kemiringan garis yg
diberikan oleh persamaan laju
ORDER REACTIONS
 Zero order reaction Ct = Co - kot
 First order reaction lnCt= ln Co - kt
 Second order reaction 1/Ct = 1/Co + kt
17
Kinetika orde tingkat nol
- dekomposisi pd laju konstan; tdk bergantung dr
konsentrasi reaktan
- persamaan : dC/dt = -k0; integrasi : Ct = C0 - k0 t
- tanda negatif ⇒terjadi penurunan konsentrasi
- hasil plot jumlah terurai terhadap waktu membentuk garis
lurus; slope (kemiringan garis) = -k0
- k = mol volume -1 waktu-1 (konsentrasi/waktu)
- waktu paruh (t1/2) = C0/2k0
- reaksi penguraian solid dan suspensi; kinetika orde nol
- waktu paruh kinetika orde 0 proporsional dgn C0,
memungkinkan u menentukan waktu yg dibutuhkan u seny
terurai sempurna 100%  membutuhkan 2xwaktu paruh u
t’degradasi sempurna
 Kinetika orde tingkat satu
- laju bergantung konsentrasi reaktan
- persamaan : dC/dt = -k1 (a-x)
- k1 = 2,303/t . log a/(a-x);
ln Ct = ln C0-kt; slope = k
log Ct = log C0 – (k/2,303)t; slope = -(k/2,303)
- hasil plot ln jml terurai t’hadap waktu membentuk garis
lurus; slope (kemiringan garis) = -k0
- k = waktu-1
- waktu paruh (t1/2) = 0,693/k
-waktu paruh & umur simpan konstan & tdk berkaitan
dgn konsentrasi awal, tdk bs menentukan waktu yg
dibutuhkan u t’degradasi sempurna 100% karena ln(C0/Ct)
merupakan nilai yg tdk tentu
 Orde “tampak” atau “semu” ⇒ situasi saat
salah 1 reaktan terdpt dlm jml yg sangat
berlebih / tdk mempengaruhi rx keseluruhan
& dpt dipertahankan konstan.
 Co:rx penguraian hidrolisis mengikuti kinetika
orde 2. Jml air yg ada biasanya melebihi jml
yg dibutuhkan untuk reaksi sehingga
konsentrasi air pd dasarnya konstan
disepanjang reaksi ⇒ rx orde k-2 berperilaku
seperti rx orde pertama & disebut rx ode
pertama tampak atau semu
20
 Kinetika orde tingkat dua
- laju bergantung pd konsentrasi 2 reaktan ; A dan B
- persamaan : dx/dt = k2 (a-x)(b-x); a dan b merupakan
konsentrasi inisial reaktan A dan B
- Jika A dan B dlm konsentrasi yg sama maka a = b
x/[a(a – x)] = kt; slope = k
k = (1/at) (x/(a – x))
t1/2 = 1/ak
- Jika A dan B tdk sama konsentrasinya, maka :
k = {2,303/[t(a – b)]}.log{[b(a – x)]/[a(b – x)]}
slope = 2,303 /[(a – b)k]
- k = volume waktu-1 mol-1
- waktu paruh bergantung pd konsentrasi inisial tiap reaktan ;
penurunan persamaan yg panjang
Contoh soal
 Sed cair aspirin mengandung 325mg/5ml atau 6,5 g/100 ml
kelarutan aspirin pd 25C adalah 0,33g/100ml, sed memiliki pH 6,0.
konstanta kecepatan orde pertama degradasi aspirin dlm sed adalah
4,5x10-6/detik. Jika produk dianggap tetap bagus sampai produk
terurai menjadi 90% dr konsentrasi semula, tentukanlah masa guna
t90sed tsb
 Jawab
 Ko= 4,5x10-6 detik x 0,33 g/100ml
 Ko= 1,5 x10-6 g/ 100ml detik-1
t90 = 0,10 [A]0 = 0,10 x 6,5 g /100 ml
ko 1,5 x10-6 g/ 100ml detik-1
= 4,3 x105 detik = 5 hari
 Suatu produk obat diketahui tdk efektif apabila sdh
terurai 23%, konsentrasi awal produk adalah 11,5
mg/mL. setelah 1 tahun, konsentrasiny menjadi 7,4
mg/mL. jk diasumsikan kinetika penguraian mengikuti
orde 1, tentukan umur simpan & waktu paruh produk
tsb!
 K= 2,303 . log 11,5 = 0,44mg/ tahun
1tahun 7,4
 t 1/2 = 0,693 = 1,575 tahun
0,44 mg/tahun
Menentukan orde reaksi ( lanjutan)
 Metode substitusi
- substitusi data hasil reaksi ke dlam btk
integral persamaan
- didapatkan laju reaksi (k) konstan
 Metode grafik
- data di plot dlm btk grafik
- hasil garis lurus; bergantung persamaan
 Metode waktu paruh
- persamaan data waktu paruh;
bergantung konstanta orde masing2 reaksi
Metode Grafik
 Plot data dlm bentuk grafik sesuai persamaan pd tiap orde
raksi
 Jika konsentrasi diplot thdp t & didapat garis lurus,
reaksi adalah orde nol
 Jika log Ct/ln Ct diplot thdp t & didapat garis lurus,
reaksi adalah orde satu
 Jika 1/Ct diplot thdp t didapat garis lurus, reaksi adalah
orde dua
 Linearitas hub antara kadar atau log kadar atau 1/kadar
dgn waktu dpt jg ditentukan dgn membuat persamaan
regresi sehingga diperoleh koefisien regresi (r). Harga r yg
lebih sama dengan ± 1, menunjukkan orde reaksi
dimaksud.
2. Metode Substitusi
 Data yang terkumpul dari hasil pengamatan jalannya
suatu reaksi disubstitusikan ke dalam bentuk integral
dari persamaan berbagai orde reaksi.
 Jika persamaan itu menghasilkan harga k yang
konstan dalam batas-batas variasi percobaan, maka
reaksi dianggap berjalan sesuai dengan orde tersebut
3. Metode Waktu Paruh
 Hub antara waktu paruh suatu reaksi dgn konsentrasi seluruh
reaktan sama adalah :
 t½ ~ 1 / (aⁿ-1) dimana a adalah konsentrasi awal & n
adalah orde reaksi
 Jika dua reaksi berjalan pd konsentrasi awal yg berbeda a1
dan a2, maka waktu paruh t½(1) dan t½(2) dihubungkan sbb
:
 n = { Log [t½(1) / t½(2)] / Log (a2/a1) } + 1
 Grafik waktu paruh didapatkan dgn memplot a terhadap t pd
dua konsentrasi awal yg berbeda atau dua konsentrasi selama
reaksi satu arah, & pembacaan waktu saat t½a1 dan t½a2.
Harga waktu paruh & konsentrasi awal kemudian disubstitusi
ke dalam persamaan diatas.
ORDE NOL Contoh Soal :
Laju penguraian 0,056 M zat x diketahui sbb :
Ct Waktu (jam) Kadar
tertinggal (M)
0,5 0,0552
t
2 0,0531
ORDE PERTAMA 3 0,0518
6 0,0502
Log Ct
8 0,0478
10 0,0431
12 0,0409
t
ORDE KEDUA Tentukan orde reaksinya berdasarkan metode grafik !
Jika dari soal di atas, kadar awal 0,056 M. Tentukan orde
reaksinya berdasarkan metode substitusi!
1/Ct
t
Jawaban
 Jawab : Gunakan persamaan regresi untuk orde nol dan orde satu.
Dengan menggunakan persamaan regresi, diperoleh untuk orde nol, r =
-0,9986 dan untuk orde 1, r = -0,9998. Karena r yang lebih mendekati -
1 adalah orde 1 maka reaksi di atas disimpulkan berjalan menurut orde
1
 Kadar awal 0,056 M
Uji orde nol : k =(Ao – At) / t
 t = 0,5 k = 0,0016
 t=2 k = 0,00145
 t=3 k = 0,0014
Uji orde satu : k =(2.303/t) log (Co/Ct)
 t = 0,5 k = 0,02878 = 0,03
 t=2 k = 0,02659 = 0,03
 t=3 k = 0,02599 = 0,03
Karena k pada orde satu konstan, maka disimpulkan reaksi
mengikuti orde satu
Reaksi kompleks
Reaksi simultan disebabkan satu / dua tahap
reaksi penguraian;
- Reaksi reversibel, merupakan proses orde pertama,
menggambarkan berkurangnya reaktan untuk
membentuk produk dan beberapa hasil produk
berubah kembali menjadi reaktan, menunjukkan
terjadinya kesetimbangan antara reaktan dan hasil
produk ⇒ konsentrasi reaktan dan hasil produk tidak
berubah tiap saat, co: isomerisasi tetrasiklin
- Reaksi paralel/reaksi samping, dekomposisi yg melibatkan
2/lebih tahapan rx, berkaitan dgn seny organik, merupakan
reaksi katalis asam-basa, co: degradasi prednisolon, degradasi
hidrokortison dlm air & propilen glikol

- Reaksi seri/berurutan, merupakan reaksi umum radioaktif


dimana isotop induk meluruh dgn proses orde pertama
menjadi isotop anaknya & demikian seterusnya, co:
penguraian glukosa, degradasi hidrokortison hemisuksinat pd
70C d rentang pH sempit
Faktor yang mempengaruhi
laju reaksi
 Pada kondisi tertentu masing-masing reaksi memiliki
karakteristik laju masing-masing yang ditentukan oleh
sifat kimia reaktan
Pada suhu kamar:
H2(g) + F2(g)  2HF(g) sangat cepat
3H2(g) + N2(g)  2NH3(g) sangat lambat
Faktor yang mempengaruhi laju
reaksi ( lanjutan…..)
 Konsentrasi: molekul-molekul harus bertumbukan
agar terjadi reaksi dalam konteks ini laju reaksi
proporsional dengan konsentrasi reaktan
 Suhu: jml tumbukan  dgn  suhu ⇒ kec rx dgn 
suhu, kec banyak rx  2-3xlipat/ 10C
 Faktor-faktor lain, sep : pH, pelarut (laju rx melambat
dalam pelarut yg lbh polar), ion strengh (laju rx dr
molekul netral tdk terpengaruh o/ kekuatan ionik dlm
lar encer), konstanta dielektrik ( konstanta dielektrik
pd senyawa yg memiliki ion2 bermuatan sama⇒laju
rx), katalis, cahaya
Pengaruh Temperatur
 Persamaan yang menyatakan hubungan ini
adalah persamaan Arrhenius

Keterangan :
Pengaruh Temperatur
 Bentuk lain persamaan Arrhenius:

Jika ln k diplot terhadap 1/T maka akan didapat garis lurus


dengan nilai tangensial –Ea/R
Energi Aktivasi
Energi yang dibutuhkan oleh suatu molekul untuk dapat
bereksi (kal/mol)
Tetapan gas (R) : 8,314 J/mol 0K atau 1,987 kal/mol 0K
Faktor frekuensi/konstanta (A)
Persamaan Arrhenius
k  Ae  Ea / RT
Ea  1 
ln k  ln A   
R T 
Ea  1 
ln k 2  ln A   
R  T2 
Ea  1 
ln k1  ln A   
R  T1 
k2 Ea  1 1 
ln    
k1 R  T2 T1 
Contoh soal
 Tentukan energi aktivasi dan faktor frekuensi A
(/jam) utk dekomposisi obat jika laju kinetika pd
suhu 120C(393K) adalah 1,276/jam, serta laju
kinetika pd suhu 140C(413K) adalah 5,024/jam.
 Jawab:
Log 5,024= Ea . 413-393
1,276 2,303 x1,987 413x393
Ea = 22,1 kkal/mol
pada suhu 120 = log (1,276/jam) = log A- 22100 kal .
1
2,303 x 1,987
37

Penguraian senyawa obat dpt terjadi melalui :


 Hidrolisa
-gol obat yg mengalami hidrolisis : senyawa ester, amida, laktam,
imida atau gugus karbamat
-sering disebut reaksi solvolisis, penguraian yg plng sering terjadi
-penguraian yg terjadi akibat adanya air & dikatalisis oleh ion
hidrogen (katalisis asam) & ion hidoksil (katalisis basa), reaksi
hidrolisis melibatkan penyerangan gugus nukleofil dr gugus yg tdk
stabil,
-laju degradasi seny ester t’gantung pd karakteristik R1 & R2 (jml
elektron)
PRINSIP REAKSI HIDROLISIS
Berkaitan dengan senyawa yang mempunyai
gugus asil
O
‫װ‬
R-C–X

Sifat kimiawi senyawa asil tergantung pada


gugus atau atom lain (X)
asam thiol ester imida
karboksilat

ester Senyawa-senyawa
klorida asam asil laktam

amida anhidrida asam lakton


Hidrolisis
O
C OH

O C CH3 + H2O

Aspirin

O
C OH
O

OH + CH3 C OH

Asam salisilat Asam acetat


Gugus amida terbentuk antara asam karboksilat dgn
amin, tidak mudah terhidrolisis dbandingkan dgn ester,
laju hidrolisisny t’gantung pd karakteristik R1,R2 & R3.
larutan dpt distabilkan melalui formulasi pd pH optimal
(exp : pilokarpin), menghilangkan pelarut air/menggunakan
pelarut campur (exp : dry syrup, eliksir), metode
kompleksasi (exp : epinefrin dan bilirubin), kekuatan ion
Salah satu contoh : hidrolisis aspirin menghasilkan asam
salisilat & asam asetat, merupakan reaksi orde pertama,
mudah terhidrolisa pd pH >10
42
 Oksidasi
-merupakan reaksi berantai karena adanya : perpindahan atom
elektropositif, senyawa radikal bebas, hilangnya elektron
secara reversibel
- Reduksi  penambahan elektron pd molekul
- Radikal bebas : molekul/atom yg mgd 1/lebih elektron tidak
berpasangan (exp : R, OH, & molekul oksigen O-O) yg
cenderung menarik elektron dari zat lain
- Dikatalisis oleh logam berat, cahaya dan panas
- Laju oksidasi seny organik t’gantung pd konsentrasi H+ atau
pH, pd pH rendah laju degradasi bbrapa seny organik 
- mekanisme dasar : autooksidasi dan reaksi oksidasi-reduksi
tanpa melibatkan oksigen (dpt diprediksi dgn menggunakan nilai
potensial oksidasi standar)
- reaksi autoksidasi: merupakan reaksi berantai yg tdd
inisiasi (tbntuk radikal bebas), propagasi (radikal bebas
berikatan dgn molekul oksigen⇒hidroperoksida) dan
terminasi (hidroperoksida pecah⇒seny aldehid, keton
dan as lemak rantai pendek⇒bau tengik)
- faktor yg mempengaruhi laju reaksi autoksidasi :
tingkat kejenuhan ikatan, suhu, logam berat, wujud zat yg
teroksidasi, oksigen
- co seny yg mengalami oksidasi :steroid,sterol, lemak
tidak jenuh, dll
- formulasi; penyimpanan, antioksidan, mengganti udara
dgn gas inert, pengaturan pH, pe+an seny sinergis (as
sitrat, EDTA), suhu
- Jenis antioksidan : antioksidan primer dan senyawa
pereduksi
Antioksidan primer mengganggu tahap
propagasi⇒radikal bebas yg tdk cukup aktif u
terjadinya reaksi berantai, digunakan u menstabilkan
senyawa yg mengalami autoksidasi
Senyawa pereduksi digunakan u mencegah reaksi
autoksidasi & oksidasi-reduksi biasa, bekerja dgn
cara teroksidasi terlebih dulu dr seny obat
Co antioksidan primer : vit e, propil galat, BHT, BHA
Co antioksidan seny pereduksi : vit c, na metabisulfit,
na tiosulfat
OKSIDASI

Inisiasi : X• + RH → R • + XH

Propagasi : R • + O2 → ROO •
ROO • + RH → ROOH + R •

Terminasi : ROO • + ROO • → produk stabil


ROO • + R • → produk stabil
R • + R • → produk stabil
 Photochemical/fotolisis
-penguraian akibat terpapar sinar radiasi elektromagnetik
- mekanisme penguraian : penguraian fotokimia primer
(molekul obat sendiri menyerap energi dr sumber radiasi,
dpt diketahui dr gugus kromofor yg ada di struktur molekul &
dr spektrum UV-Vis pd  rendah), penguraian fotokimia
sekunder/fotosensitizer (eksipien yg menyerap energi
kemudian ditransfer ke molekul obat⇒memicu terjadinya
penguraian obat)
conth.: hidrokortison, prednisolon, riboflavin, vit.C
-fotolisis seny obat dpt menyebabkan perubahan warna
- penyimpanan, pemilihan wadah
 Isomerisasi
-perubahan bentuk optical / geometrik;  aktifitas terapetik
- reaksi isomerisasi : rasemisasi (konversi 1 bentuk
enansiomer menjadi camp kesetimbangan 2 enansiomer),
epimerisasi (berubahnya konfigurasi substituen pd suatu atom
C asimetris), mutarotasi (perubahan spontan rotasi dr larutan
suatu obat yg baru dibuat, zat optis aktif)
conth.: adrenalin (epinefrin: rasemisasi dlm lar.asam),
tetrasiklin (epimerisasi), dll

 Polimerisasi
- pembentukan kompleks dr 2 / lebih yg m’bentuk
seny.kompleks
- conth.: amino-penisilin; Na.ampisilin dlm lar air
Pengujian stabilitas &
perhitungan umur simpan
 Persamaan arhenius digunakan sbg dasar penentuan umur
simpan dgn metode dipercepat melalui peningkatan
temperatur dgn energi aktivasi sekitar 10-30 kkal/mol
 Metode ini memberikan kondisi pembuatan yg sesuai selama
preformulasi
 Tahapan:
 Tentukan orde reaksi dgn membuat data stabilitas pd
beberapa suhu yg ditinggikan berdasarkan persamaan
masing2 orde reaksi hingga dipero/ grafik garis lurus
 Nilai konstanta laju (k) pd masing2 suhu dihitung
berdasarkan nilai gradien/slope masing2 grafik
 Buat grafik antara nilai ln k vs 1/suhu (dlm kelvin),
tentukan persamaan arhenius :
lnk = ln A – (Ea/R)(1/T)
 Nilai k dapat d interpolasikan dr grafik pd suhu
penyimpanan yg diinginkan
 Jk hany diinginkan u mendptkan nilai k kira2 pd suhu
tertentudpt diperkirakan melalui pengukuran pd 1
suhu tinggi saja (menggunakan Ea =
75Kj/mol)perhit kasar

ln (k2/k1)

 Umur simpan produk dihitung dr konstanta laju


berdasarkan orde reaksi penguraian
Uji stabilitas produk
Berdasarkan durasi terbagi 2 :
 uji stabilitas jangka pendek/dipercepat (accelerated test) :
dilakukan selama 6 bln dgn kondisi ekstrim (suhu 40±20C
dan Rh 75% ± 5%), interval pengujian dilakukan pd bln ke-
0, ke-3 &ke-6. Pengujian dirancang u/ kec degradasi
kimia/fisika dgn kondisi penyimpanan yg berlebihan.
 Pengujian jangka pendek dpt digunakan u/ menilai pengaruh
kimia u/ waktu yg lbh panjang pd kondisi yg tdk
dipercepat, dan mengevaluasi pengaruh penyimpangan
jangka pendek dr kondisi penyimpanan
 uji stabilitas jangka panjang (real time
study) : dilakukan sampai dgn waktu
kedaluwarsa produk seperti yg tertera pd
kemasan, pengujiannya dilakukan setiap 3
bln sekali pd thn pertama & setiap 6 bln
sekali pd thn ke-2, pd thn ke-3 &
seterusnya, pengujian dilakukan setahun
sekali. Sampel disimpan pd kondisi suhu 30
± 20C & Rh 75 ± 5% (klaim penyimpanan
pd suhu kamar) atau suhu 25 ± 20C & Rh

Anda mungkin juga menyukai