Anda di halaman 1dari 13

KARSINOMA SEL SQUAMA PADA

TULANG TEMPORAL: CASE


SERIES
Pendahuluan
• Tumor ganas di tulang temporal sangat jarang terjadi. Dari tumor
yang sangat jarang ini, kanker sel squamous adalah yang paling
umum.
• Tumor ganas ini hanya terjadi pada 1-5 / 1.000.000 penduduk.
• Manifestasi klinis yang paling sering terdapat pada pasien adalah
otorea yang berulang, nyeri pada telinga, rasa penuh pada telinga,
sekret berdarah, vertigo dan kelumpuhan saraf wajah.
• Prognosis untuk pasien dengan penyakit ini tetap buruk meskipun ada
kemajuan dalam teknik bedah dan radiotherapeutik.
Kasus 1
Pasien laki-laki usia 25 tahun, datang ke RSUP H. Adam malik medan dengan keluhan benjolan pada depan dan
belakang telinga kanan yang dirasakan sangat cepat membesar dalam 4 bulan. Nyeri telinga dijumpai, pusing
berputar dijumpai, wajah tampah tidak simetris. Riwayat telinga berair yang berulang sejak kecil dijumpai.
Awalnya pasien hanya mengeluhkan merah dan bengkak pada belakang telinga kanan. Bengkak tersebut
dirasakan semakin membesar yang kemudian disertai dengan keluarnya sekret bercampur darah dari liang
telinga. Bengkak kemudian timbul pada depan telinga kanan. Bengkak pada depan dan belakang telinga kanan
tersebut mengeluarkan nanah dan darah. Dari keterangan keluarga, setahun sebelum timbul benjolan pasien
mengalami kecelakaan lalu lintas dan kepala pasien terbentur ke aspal.

Dari pemeriksaan telinga kanan pada regio preaurikular: massa (+) permukaan tidak rata, immobile dengan
ukuran 8x6x5, ulkus (+), pus (+), darah(+).
Aurikula dalam batas normal.
Liang telinga massa (+) yang memenuhi liang telinga, pus(+), darah (+).
Regio mastoid: massa (+), permukaan tidak rata, immobile dengan ukuran 10x8x6cm, ulkus (+), darah (+).
Wajah : House-Brackman V. Dilakukan biopsy pada pasien dan hasil histopatologinya adalah keratinizing
squamous cell carcinoma.
Kemudian pasien dikemoterapi dengan full dose cysplatin + 5FU.
Kasus 2
Pasien laki-laki usia 49 tahun datang dengan keluhan benjolan pada telinga
kanan sejak 1 bulan lalu. Nyeri telinga dijumpai, rasa penuh pada telinga
dijumpai, keluar cairan bercampur darah dari liang telinga dijumpai, sulit
untuk mendengar dijumpai. Riwayat telinga berarir yang berulang sejak kecil
dijumpai. Pemeriksaan otoskopi pada liang telinga kanan dijumpai massa
memenuhi liang telinga dan yang mudah berdarah. Dari CT Scan temporal
potongan axial terlihat perselubungan disertai destruksi hampir seluruh
penumatisasi mastoid dan kavum timpani kanan kearah lateral dan juga
temporalis kanan dengan sebagian arteri karotis interna dan sinus sigmoid
yang langsung berbatasan dengan lesi. Tampak jaringan lunak daerah
retroaurikular kanan dengan gambaran udara didalamnya. Tulang tulang
pendengaran kanan tidak tampak. Kanalis akustikus eksterna kanan
terselubung. Dilakukan biopsy pada pasien dan hasil histopatologinya adalah
keratinizing squamous cell carcinoma. Pasien diterapi dengan kemoterapi
Ifosfamide + paclitaxel + cisplatin.
Kasus 3
Pasien laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan benjolan pada belakang telinga
kiri sejak 1 bulan ini. Nyeri telinga dijumpai, Keluar cairan yang disertai darah
dijumpai, sakit kepala dijumpai, penurunan pendengaran dijumpai. Pasien
mengeluhkan wajahnya miring ke kanan dan makanan terasa hambar. Riwayat
telinga berair berulang sejak kecil dijumpai. Dari otoskopi, pada liang telinga kiri
dijumpai massa yang memenuhi liang telinga kiri dan mudah berdarah, sekret
bercampur darah (+). Regio retroaurikular tampak massa, konsistensi keras,
permukaan tidak rata, immobile, nyeri tekan (-), ukuran 5x5x3. Wajah: House-
brackman IV. Dari CT Scan temporal potongan axial tampak massa kanalis eksterna
kiri, susp ca kanalis eksterna, DD kolesteatoma dengan destruksi mastoid kiri, os
temporalis kiri, os zygomatikum, os sphenoid, os occipital serta kavum timpani kiri
dan infiltrasi ke intracranial pada fossa posterior serta temporalis kiri. Dilakukan
biopsy pada massa liang telinga kiri. Hasil histopatologinya adalah keratinizing
squamous cell carcinoma. Pasien direncanakan diterapi dengan kemoterapi full dose
cysplatin + 5FU.
Kasus 4
Pasien laki-laki usia 63 tahun datang dengan keluhan pada telinga kiri ada
daging tumbuh yang mudah berdarah apabila disentuh dirasakan sejak 3
bulan ini. Nyeri telinga kiri dijumpai. Berdarah dari telinga kiri dijumpai. 1
tahun lalu pasien mengalami trauma pada daerah rahang kiri. Dari otoskopi
pada liang telinga kiri massa (+) mudah berdarah yang memenuhi liang
telinga kiri. Dari CT scan temporal potongan axial tampak mastoid kiri terisi
perselubungan dan tampak destruksi pada os mastoid kiri sampai auditory
ossikel kiri. Canalis akustikus interna dan eksterna kiri terisi perselubungan.
Mandibularis kiri tampak destruksi dengan dislokasi condyles mandibularis
kiri kearah anterior. Dilakukan biopsy pada massa liang telinga, Hasil
histopatologinya adalah keratinizing squamous cell carcinoma. Pasien
diterapi dengan kemoterapi full dose cysplatin + 5FU.
Diskusi
4 pasien diatas semuanya merupakan laki – laki dengan usia 25, 49, 55 dan 63 tahun.

Keluhan utama pada semua pasien diatas adalah :


Otalgia
Bloody otorrhea
Massa pada daerah telinga.
•Hal yang sama disebutkan oleh beberapa peneliti yang menyebutkan otalgia dan bloody otorrhea adalah keluhan utama yg dijumpai pada pasien keganasan tulang temporal.
Gillespie dkk menyebutkan bloody otorrhea (73%) dan otalgia (53%).

Riwayat otitis media supuratif kronis dijumpai pada 3 pasien diatas, hal ini diduga terdapat kaitan infeksi kronis dengan faktor risiko
kegananasan.

Kelumpuhan pada saraf wajah dikeluhkan pada 2 pasien diatas, beberapa sumber mengungkapkan bahwa hal ini diduga memperburuk
prognosis.
Hasil histopatologi pada semua pasien kami keratinizing squamous cell
carcinoma.
• Gidley, dkk yang meneliti 157 pasien keganansan tulang temporal, jenis histopatologi terbanyak
adalah squamous cell carcinoma 38,9%, basal cell carcinoma 14% dan adenoid cystic carcinoma
7,6%.

Sampai saat ini, belum ada klasifikasi staging untuk menentukan stadium
dan terapi pada pasien keganasan pada tulang temporal. Namun ada
sistem staging yang sering digunakan yaitu The University of Pittsburg
staging system. Ini merupakan TMN staging yang sudah dimodifikasi pada
2000 dan 2002 yang status T dilihat dari CT Scan Temporal.
Modifikasi Stadium pada 2000 & 2002 menurut
Pittsburg University
Berdasarkan staging system ini, semua
pasien kami adalah stadium 4.

Bacciu, dkk., pada 45 penderita


keganasan tulang temporal, 42,2%
terdiagnosis dengan stadium 4.
Protokol terapi bedasarkan stadium tumor menurut Belgium Consensus
Conference of March 2002
KESIMPULAN
Tindakan operasi yang diikuti radioterapi terbukti menunjukkan hasil
yang lebih baik dan meningkatkan survival rate. Namun pada stadium
lanjut, tindakan operatif di kontraindikasikan karena morbiditas dan
mortalitas yang tinggi. Oleh sebab itu, pada stadium 4 diberikan terapi
paliatif yang pada case series ini kami memilih kemoterapi kombinasi
dengan cisplatin dan 5FU.