Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK 1

Nama : Anggelina Natalia D (PO.62.20.1.17.316)


Maulana Akbar (PO.62.20.1.17.335)
Risha Risna Dewi (PO.62.20.1.17.344)
Sindra (PO.62.20.1.17.346)

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA


DIV KEPERAWATAN REGULER IV
TAHUN 2018
PLASENTA PREVIA
PENGERTIAN
Plasenta previa adalah plasenta yang ada didepan jalan lahir (prae =
di depan ; vias = jalan).
Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada
segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh
pembukaan jalan lahir.
ETIOLOGI
Menurut Manuaba (2003), penyebab terjadinya plasenta previa
diantaranya adalah mencakup :
•Perdarahan (hemorrhaging).
•Usia lebih dari 35 tahun.
•Multiparitas.
•Pengobatan infertilitas.
•Multiple gestation.
•Erythroblastosis.
•Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya.
•Keguguran berulang.
•Status sosial ekonomi yang rendah.
•Jarak antar kehamilan yang pendek.
•Merokok.
TANDA DAN GEJALA
• Perdarahan tanpa nyeri.
• Perdarahan berulang.
• Warna perdarahan merah segar.
• Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah.
• Timbulnya perlahan-lahan.
• Waktu terjadinya saat hamil.
• His biasanya tidak ada.
• Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi.
• Denyut jantung janin ada.
• Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina.
• Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul.
• Presentasi mungkin abnormal
LANJUTAN...
Jadi Kejadian yang paling khas pada plasenta previa adalah pendarahan
tanpa nyeri biasanya baru terlihat setelah trimester kedua atau
sesudahnya. Namun, banyak peristiwa abortus mungkin terjadi akibat
lokasi abnormal plasenta yang sedang tumbuh.
PATOFISIOLOGI
Seluruh plasenta biasanya terletak pada segmen atau uterus. Kadang-
kadang bagian atau seluruh organ dapat melekat pada segmen bawah
uterus, dimana hal ini dapat diketahui sebagai plasenta previa. Karena
segmen bawah agak merentang selama kehamilan lanjut dan persalinan,
dalam usaha mencapai dilatasi serviks dan kelahiran anak, pemisahan
plasenta dari dinding uterus sampai tingkat tertentu tidak dapat
dihindarkan sehingga terjadi pendarahan.
Penatalaksaan Plasenta Previa

Konservatif bila :
• Kehamilan kurang 37 minggu.
• Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas
normal).
• Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh
perjalanan selama 15 menit).

Perawatan konservatif berupa :


• Istirahat.
• Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.
• Memberikan antibiotik bila ada indikasii.
• Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.
lanjutan...
Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan
perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien
dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Bila timbul perdarahan
segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.
a. Penanganan aktif bila :
• Umur Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan.
• kehamilan 37 minggu atau lebih.
• Anak mati
Penanganan aktif berupa :
• Persalinan per vaginam.
• Persalinan per abdominal.
Lanjutan...
Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi
(double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan
dalam didapatkan :
• Plasenta previa marginalis
• Plasenta previa letak rendah
• Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah
matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada
perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi
yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal
drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi
perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.
Lanjutan...
b. Penanganan (pasif)
•Tiap perdarahan triwulan III yang lebih dari show harus
segera dikirim ke Rumah sakit tanpa dilakukan suatu
manipulasi/UT.
•Apabila perdarahan sedikit, janin masih hidup, belum
inpartus, kehamilan belum cukup 37 minggu/berat badan
janin kurang dari 2.500 gram persalinan dapat ditunda
dengan istirahat, obat-obatan; spasmolitik,
progestin/progesterone, observasi teliti.
•Siapkan darah untuk transfusi darah, kehamilan
dipertahankan setua mungkin supaya tidak prematur
•Bila ada anemia; transfusi dan obat-obatan penambah darah.
Lanjutan...
Prosedur yang dapat dilakukan untuk melahirkan janin bisa digolongkan
ke dalam dua kategori, yaitu persalinan sesarea atau per vaginam. Logika
untuk melahirkan lewat bedah sesarea ada dua :

• Persalinan segera janin serta plasenta yang memungkinakan uterus


untuk berkontraksi sehingga perdarahan berhenti
• Persalinan searea akan meniadakan kemungkinan terjadinya laserasi
serviks yang merupakan komplikasi serius persalinan per vaginam pada
plasenta previa totalis serta parsial.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• USG (Ultrasonographi
• Sinar X
• Pemeriksaan Laboratorium
• Pengkajian Vaginal
• Isotop Scanning atau lokasi penempatan placenta.
Pengobatan Plasenta Previa
Perawatan di rumah sakit yang didapatkan:
•Transfusi darah
•Obat untuk mencegah persalinan dini
•Obat untuk membantu kehamilan berlanjut hingga 36 minggu
•Suntikan khusus, Rhogam, jika tipe darah Anda Rh-negatif

Pengobatan di rumah:
•Pelajari mengenai penyakit ini
•Jaga kesehatan kehamilan Anda
•Minta bantuan orang sekitar untuk pekerjaan rumah
Pencegahan Plasenta Previa

• Menghindari risiko yang ada.


• Wanita yang memiliki beberapa risiko plasenta previa
sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih
dahulu sebelum menjalani program kehamilan.
• Wanita yang pernah menjalani operasi uterus atau dinding
rahim juga wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum
menjalani program hamil. Ini merupakan langkah pencegahan
plasenta previa yang bisa dilakukan secara dini.
Terima Kasih