Anda di halaman 1dari 23

Case Study Geriatri

Ulkus DM dan Neuropati DM


Bangsal Dahlia 1

Oleh :
Nurul Kusumawardani, S. Farm., Apt

Program Studi Pasca Sarjana Farmasi Klinis, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Maret 2018
Identitas Pasien
Nama Ny. SKM

Tanggal 03/06/1950/ Usia: 67 th


lahir/umur
Alamat Barean, RT.02 RW.12, Sidoharjo,
Pacitan
Bangsal Dahlia 1

Jaminan Umum

BB, TB, IMT

Tgl MRS 26/03/2018


1 bulan sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh
luka pada tangan kiri, luka tidak kunjung sembuh, luka
cenderung melebar, telah diberikan antibiotik (7 hari)
Keluhan Masuk dan obat nyeri oleh dokter namun tidak kunjung
Rumah Sakit sembuh, luka semakin melebar, bernanah, dan nyeri.
Selain itu saat dilakukan pemeriksaan gula darah
hasilnya menunjukkan pasien mangalami hiperglikemia
446 mg/dL.
± 1 tahun, pasien sering mengeluh sering pusing,
sering haus, kencing lebih banyak pada malam hari,
Riwayat Penyakit sering merasa lapar, dan badan dikatakan lebih
kurus dibanding sebelumnya. Riwayat HT (+) tanpa
terapi dan Riwayat keluarga dengan DM (-).

1. Ulkus diabetikum wagner II dengan selulitis


dan abses antebrachii sinistra
Diagnosa 2. Hiperglikemia  DM Tipe II
3. Hipertensi stage 1
4. Neuropati DM
Continue...
Rekonsiliasi Tidak ada obat yang digunakan sebelumnya
Obat

N Nama Obat dan dosis Dilanjukan/Tidak di


o Pemberian Rawat Inap (Bangsal)
Pengobatan TIDAK ADA
yang diterima di
UGD
Hasil Pemeriksaan Fisik
No Keadaan Pasien 26/03 27/03 28/03
1 Luka ditangan pasien + +

2 Pus (nanah) + +

3 Nyeri syaraf (nyeri pada + ↓


tangan kiri yang luka)
4 Kesemutan + +

5 Demam - -
Hasil Pemeriksaan Tanda Vital
No Tanda Nilai Normal 26/03 27/03 28/03
Vital

1 TD < 140/90 mmHg 150/90 ↑ 150/80 ↑

2 RR 16-22x/menit 20 (N) 18 (N)

3 Nadi 60-100x/menit 88 (N) 88 (N)

4 Suhu 36 - 37,5ºC 36 (N) (N)

5 GCS CM (15) E4 M5 V5 15

6 Skala Nyeri ringan (). Nyeri sedang (), 3 3


nyeri nyeri berat ()

Pemeriksaan Gula Darah


No Gula darah Nilai Normal Target 26/03 27/03 28/03
Terapi
1 GDS < 200 mg/dL < 200 446 ↑  226

2 GDP < 140 mg/dL 110-140 175 ↑

3 HbA1C < 6,5-7 % < 6,5-7 %


Hasil Pemeriksaan Laboratorium
DARAH
Nilai normal 26/3 Intepretasi
LENGKAP

Eritrosit 4,6 – 6 . 10^6/µL 4,9 (N)

Hb 13-18 g/dL 11,29 ↓ Anemia

Hematokrit 40-54% 34,5 ↓

Leukosit 4,5-11,5.10^3/µL 13,18 ↑ Leukositosis


Trendline Therapy

1. Inj. Ampicillin-Sulbactam 1,5


gram/6jam
2. Telmisartan 1xsehari 40 mg PO
3. Humolog Mix 50/50 6-6-6 U
4. Inj. Mecobalamin 500 mcg

26
Daftar Terapi Pasien
Nama Obat dan Bentuk Rut Start-
No Dosis 26 27 28
Sediaan e Stop

1 Inj. Ampicillin-Sulbactam IV 1,5 gram/6 jam (18-24-06- 26/03 √ √


(Injeksi Viccillin-SX 1500 mg) 12 WIB)
(Jam 18-24-06-12)
2 Insulin Humolog Mix (Insulin SC 6-6-6 U 26/03-27 √
lispro dan lispro protamine)
50/50
Insulin Humolog Mix (Insulin SC 8-8-8 U 27/03 √
lispro dan lispro protamine)
50/50
3 Telmisartan 40 mg PO 40 mg/24 jam (08.00 26/03 √ √
WIB)
4 Inj. Mecobalamin IV 26/03 √
Assesment Therapy
1. Injeksi Ampicillin-Sulbactam (Injeksi Viccillin-SX 1500 mg) (26/03 –
Sekarang)
Dosis Terapi dan
Indikasi Farmakodinamik/Kinetik
Mekanisme Obt Rekomendasi DRP Rekoemdasi
Obat Obat
Literatur Dosis Obat

Infeksi Mengahambat sintesis  Pharmacodynamics :  Dosis pasien = BEERS - AB berapa


(ulkus dinding sel bakteri Time dependent killer 1,5 gram/6 jam IV START - lama ?
diabetikum dengan mengikat (Time > MIC) (Sumber:  Dosis rekomendasi STOP - Efektifitas
dengan satu atau lebih antimicrobe.org) Dosis untuk ?
selulitis penicillin binding  Distribusi = geriatri = dosis
dan abses proteins (PBPs), • Ampicillin, ikatan protein dewasa
antebrac mengakibatkan = 15-25%. Sulbactam, ikatan 1. Medscape : untuk
hii bakteri akan lisis. protein 38% skin & skin
sinistra) Penambahan Kesimpulan : Tidak ada structure infection
sulbaktam yang permasalahn di fase 1,5-3 gram IV/IM tiap 6
merupakan beta distribusi jam, tidak melebihi 12
lactamase inhibitor  Metabolisme = Liver. gram/hari.
akan memperluas Kesimpulan : Tidak ada 2. Lexicom : susceptible
spektrum dari permasalahn di fase infection IM/IV 1,5-3
ampicillin (cover metabolisme gram/6 jam (max 12
bakteri1.gram
Terapeutik  Ekskresi=
+ dan: monitoring Ampicillin
waktu pemberian AB, (90% gram/hari)
Kultur dan sensitifitas, tanda dan gejala infeksi, leukosit
negatif) (Lexicom, di urin dalam waktu 24
2. Toksisitas : Urinalisis, BUN, SCr, AST dan ALT, ruam kulit, Neutropenia dan leukopenia (Sumber:
2018). jam) dan sulbactam (75-
Monitoring antimicrobe.org) 85% di urin) (Medscape, 2018).
3. Efek samping obat : Diare (3%), nyeri pada bagian pemberian IV (3%), trombophlebitis (3%), dan ruam
(3%) (Medscape, 2018).
Hasil monitoring pasien 28/03 : ESO tidak terjadi pada pemberian injeksi ampicillin-sulbaktam
Guideline & Evidence Base Therapy
2. Insulin Humolog Mix 50/50 (26/03 – Sekarang)
Dosis Terapi dan
Indikasi Farmakodinamik/Kin Rekomendasi
Mekanisme Obt DRP Rekoemdasi
Obat etik Obat Literatur Dosis
Obat
BEERS =-
START = -
STOP = -

Monitoring Terapi
Pasien
Guideline & Evidence Base Therapy Use of 50/50 Premixed Insulin Analogs in Type 2
Diabetes: Systematic Review and Clinical
Recommendations

Kesimpulan dan hasil jurnal : Mix50 dapat memberikan kontrol glikemik yang lebih baik (Pengurangan HbA1c) dan, khususnya
pengurangan glukosa post-prandialpada pasien tertentu, seperti seperti yang memiliki diet karbohidrat tinggi dan pasien Asia.
Pemberian terapi Mix50 mungkin lebih cocok daripada terapi low-mix untuk pasien tertentu. Dokter harus mempertimbangkan
tidak hanya kemanjuran dan keamanan tetapi juga karakteristik dan preferensi pasien saat menyesuaikan perawatan insulin ke
individu dengan DM Tipe II.
3. Telmisartan 40 mg PO (26/03 – Sekarang)
Dosis Terapi
dan
Indikasi Farmakodinamik/Kinetik
Mekanisme Obt Rekomendasi DRP Rekomendasi
Obat Obat
Literatur
Dosis Obat
Mengont 
Telmisartan merupakan  Onset = 1-2 jam dengan  Dosis yang BEERS - Pada terapi
rol non-peptide AT1 durasi mencapai 24 jam diterima START - hipertensi
tekanan angiotensin II receptor (penggunaan dapat pasien = 40 STOP - dapat
darah, antagonist, yang akan diberikan 1xsehari) mg/24 jam digunakan
karena mengikat angiotensin II  Ikatan protein : > 99,5%  Dosis dengan satu
hipertensisehingga menghambat terutama dengan albumin rekomendasi obat, jika TD
dan vasokonstriksi dan dan alpha1-acid JNC 8 20-80 belum
diabetes aldosterone glycoprotein  Pada pasien mg/hari pada tercapai
dapat mensekresikan efek dari tidak terdapat pasien HT dapat
merusak angiotensin II (Lexicom, permasalahan pada fase dengan DM dititrasi
sistem 2018) distribusi obat non CKD hingga dosis
 Telmisartan
kardiovas secara  Metabolisme : Hepatic, maksimum,
kular struktural unique ARB menjadi metabolit inaktif TEPAT DOSIS dan
(Diabetesc[angiotensin II-type1  Tidak terjadi masalah kemudian
are, 2016).
receptor (AT1R) blocker] pada fase matabolisme tambahkan
dapat berfungsi sebagai  Ekskresi : Fases (97%) obat kedua
agonis peroxisome-prolif-  Kesimpulan : (JNC, 8)
erator activated
1. Monitoring Tidaktekanan
terjadi permasalahan
darah (Target TD pada pasien < 130/85 mmHg,
receptor gamma (PPARγ) Target TD terkait kondisi
American pasien yang
Diabetes Association, 2017  DM dan HT pasien
Monitoring Terapi
(Duan, 2008). mempengaruhi
usia > 65 farmakodinamik/kinetik
th < 140/90 mmHg JNC 8 < 140/90 mmHg, elektrolit, serum
 PPAR-gamma dibuat
Pasien kreatinin dan BUN (Lexicom, 2018)
terutama dalam sel-sel telmisartan
2. Monitoring efek saming obat : nyeri yang timbul diakibatkan oleh
lemak dan mempengaruhi
produksi sel-sel lemakadanya
dan penyempitan arteri di tangan dan kaki (7%), nyeri dada (≥1%),
Guideline & Evidence Base Therapy penggunaan
ARB (Pada kasus
ini telmisartan)
dapat diberikan
pada pasien
geriatri
dengan DM
tanpa CKD
untuk
mengontrol
tekanan darah.
Selain itu dapat
menjadil
alternaif lain
pemberian
diuretic
thiazid, ACEi,
atau CCB
4. Injeksi Mecobalamin (26/03)
Dosis Terapi dan
Indikasi Farmakodinamik/Kin Rekomendasi
Mekanisme Obt DRP Rekoemdasi
Obat etik Obat Literatur Dosis
Obat
BEERS
START
STOP

Monitoring Terapi
Pasien
Guideline & Evidence Base Therapy
5. ....
Dosis Terapi dan
Indikasi Farmakodinamik/Kin Rekomendasi
Mekanisme Obt DRP Rekoemdasi
Obat etik Obat Literatur Dosis
Obat
BEERS
START
STOP

Monitoring Terapi
Pasien
Guideline & Evidence Base Therapy
Kesimpulan Assesment Terapi Pasien
N Terapi Pasien Interaksi Obat Rekomendasi
o
1 Inj. Ampicillin-Sulbacta 1,5 Tidak ada
gram/6jam interaksi obat
2 Insulin Humolog Mix 50/50 (Lexicom, 2018)
(Medscape, 2018)
3 Telmisartan 40 mg PO
4 Inj. Mecobalamin
Daftar Pustaka
Dinsmoor, 2006, a Contributing Editor of Diabetes Self-Management,
https://www.diabetesselfmanagement.com/diabetes-resources/definitions/ppar-
agonists/

S. Z. Duan, M. G. Usher and R. M. Mortensen, “Perox- isome Proliferator-Activated Receptor-Gamma-


Mediated Effects in the Vasculature,” Circulation Research, Vol. 102, No. 3, 2008, pp. 283-294.
doi:10.1161/CIRCRESAHA.107.164384

http://www.antimicrobe.org/drugpopup/Amp-sulbactam.htm
Terimakasih Atas Perhatian dan
Partisipasinya
Dokter Penyakit Dalam
Apoteker Instalasi Farmasi dan Rawat Inap
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
Kamis, 29 Maret 2018

Program Studi Pasca Sarjana Farmasi Klinis, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Maret 2018