Anda di halaman 1dari 14

Terapi Okupasi

Occupational therapy
Profesi kesehatan yang membantu individu yang
mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan
menggunakan latihan/ aktifitas yang deprogram untuk
meningkatkan kemandirian individu pada area aktifitas
sehari-hari, produktifitas dan menggunakan waktu
luang ( World Federation of Occupational Therapy,
2010)
Okupasi terapi pada anak

Membantu anak untuk mandiri dengan cara


mengoptimalkan perkembangan anak, ketrampilan
motorik, sensorik, kognitif dan persepsi supaya berfungsi
dalam bersosialisasi dan aktifitas sehari-hari seperti
berpakaian, makan, gosok gigi, menulis dan bermain
OT melihat secara holistic membedakan anak-
anak yang mengalami keterlambatan atau
keterbatasan pada aspek perkembangan untuk
bisa tumbuh sehat dan melakukan rutinitas
pada setiap tugas perkembangannya yang lebih
bermakna

OT memberikan pelayanan dari semua umur


dari bayi sampai dengan remaja
OT focus untuk membantu anak untuk
meningkatkan kemampuan motorik,sensorik,
kognitif untuk mandiri pada semua aspek
kehidupan, memajukan dan mempertahankan
kesehatan, mencegah disabilitas dan
mengoptimalkan perkembangan
UNTUK SIAPA OKUPASI TERAPI
• Keterlambatan motorik kasar seperti tengkurap,
duduk,merangkak,jalan,lari, lompat,jongkok,main bola dll
• ketrampilan motorik halus seperti ketrampilan memegang
pensil, hasil tulisan tidak rata tebal tipisnya,dll
• hyperaktif atau hypoaktif
• tidak mampu menjaga proses berbahasa
• tidak mampu menjaga dan mengatur posisi saat belajar
• gangguan persepsi visual seperti tidak lengkap dalam
menyalin tulisan
• gangguan atensi dan konsentrasi
• menarik diri
• kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya
• keterlambatan dalam bermain
• tidak disiplin
Kondisi yang lain
 Autism
 Cerebral palsy
 Down syndrome
 Learning disabilities
 Intelectual disabilitas
 ADHD/ADD
 Dan gangguan perkembangan yang lain
Bagaimana okupasi
terapi bisa
membantu
Berlatih dengan permainan Membantu meningkatkan kemandirian dalam
yang menyenangkan aktifitas sehari-hari seperti makan,
((having fun ) minum,berpakaian,toileting dll

Pemeriksaan dan evaluasi Meningkatkan


lewat bermain dan belajar ketrampilan menulis
dengan membandingkan usia
yang sesuai Mengendalikan perilaku & atensi
dengan partisipasi dalam aktifitas
latihan ketrampilan fisik, fisik seperti sensori integrasi ( SI )
kognitif, sensorik untuk
melakukan tugas secara
mandiri Latihan keseimbangan, gerakan dan
koordinasi mata tangan untuk
Evaluasi psikologi, social dan meningkatkan ketrampilan bermain
lingkungan yang berdampak pada dan sosial
perkembangan anak
Okupasi terapi juga mengevaluasi alat
bantu seperti
 kursi roda
 Splint
 alat bantu lain untuk melakukan
aktifitas sehari-hari
 Setting lingkungan
Okupasi Terapis adalah seseorang yang
telah menyelesaikan pendidikan formal
okupasi terapi minimal Diploma 3 atau
Strata 1 dilembaga pendidikan yang diakui
oleh pemerintah yaitu
1. Fakultas Vokasi Universitas Indonesia
jurusan Okupasi Terapi
2. Politeknik Kesehatan Surakarta
jurusan Okupasi Terapi