Anda di halaman 1dari 20

Naomi Berthi Yonindi

161810401066
Lidah buaya
Kingdom: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class: Monocotyledoneae
Ordo: Liliflorae
Famili: Liliaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe barbadensis Miller

Lokasi : Halmahera no 17
Deskripsi
• Lidah buaya merupakan Manfaat : alkalisasi tubuh,
tanaman sukulen berbentuk sistem imun tubuh,
roset dengan tinggi 30-60 mengeluarkan racun tubuh
cm dan diameter tajuk (detoksifikasi), mengurangi
mencapai 60 cm (McVicar, berat badan, kesehatan
1994). berwarna hijau, daun kardiovaskuler, sumber asam
berduri dan besar yang amino, melawan peradangan,
mengandung banyak gel. membantu system
• Batang tanaman pendek, pencernaan, sumber vitamin
• Daun yang bersap-sap dan mineral, membantu
melingkar. Panjang daun 40- penderita diabetes, kesehatan
90cm, lebar 6-13cm, dengan rambut dan kulit. Mengobati
ketebalan lebih kurang wasir, menyembuhkan luka,
2,5cm dipangkal daun, serta mengobati bisul, dan
bunga berbentuk lonceng. mencegah penuaan dini.
Syarat tumbuh, pemeliharaan dan budidaya
o Lidah buaya dapat tumbuh berbagai macam iklim
mulai dari keadaan suhu,pencahayaan,curah  Lidah buaya dapat dibudidayakan
hujan,dan lainnya.Dengan penyerapan air yang pada daerah yang padas dan bersuhu
efisien lidah buaya dapat tumbuh pada daerah kering dan juga dapat pula tumbuh
yang kekurangan air dan juga dapat tumbuh pada pada daerah bersuhu dingin.
tempat yang basah .  Lidah buaya memiliki keunggulan
o Pertumbuhan baik biasanya dengan suhu rata-rata mudah beradabtasi pada suatu
sekitar 28-32 derajat celcius.Tanah yang bagus daerah dan membuat banyak orang
untuk tanaman lidah buaya ialah tanah yang subur
melakukan budidaya lidah
dengan kaya akan mineral dan organik dengan
tambahan pupuk. buaya.terdapat beberapa jenis
o Ph tanah yang ideal sekitar 5 sampai 6 dan tanah
tanaman lidah buaya yang
tidak boleh terlalu asam.Ketinggian tempat dibudidayakan,
penanaman mulai dari dataran tinggi hingga
dataran rendah dengan curah hujan sedang
Adam hawa
Kingdom: Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Commelinales
Famili : Commelinaceae
Genus : Rhoeo
Spesies: Rhoeo discolor
Lokasi : rumah makan ijo sae
halmahera
Deskripsi
 Batang Kasar dan tidak bercabang, mengandung banyak air, tidak berbulu dan berwarna
coklat. Pada umumnya bisa mencapai ketinggian hingga 50 cm
 DaunTunggal dan memeluk batang. Panjang daun bisa mencapai 30 cm, dengan lebar 3-6
cm. Bentuk lonjong panjang berujung runcing. Pinggiran daun merata. Permukaan atas daun
berwarna hijau, sedang permukaan bawah daun berwarna merah keunguan.
 Bunga Majemuk, daun pelindung bunganya menyerupai kapal atau kerang, panjang 3-4 cm
berwarna ungu. Bunga kecil berwarna putih. Tangkai bunga pendek dan muncul di ketiak
daun.
 Buah Berbentuk kapsul dengan 2-3 ruang.
 Biji berkerut. Dan satu buah mengandung 2-3 biji.
 Manfaat daun adam hawa untuk mengobati batuk berdarah, bronkitis, disentri, dan anemia
(kurang darah),mengobati bengkak, luka, dan menghentikan pendarahan
Syarat tumbuh, pemeliharaan dan budidaya
• Tumbuh baik pada tanah yang berpasir dan berbatu koral,
• bunganya hanya mekar pada pagi hari yang muncul di antara helai
daunnya, dan seperti melengkapi warna daunnya, bunganya
berwarna pink keunguan.
• Perbanyakannya dapat melalui pemisahan anakan dan stek batang.
• Tanaman hias ini dapat tumbuh dengan optimal pada suhu antara
20-23C.
• Selain itu, tanaman ini juga memerlukan tingkat penyinaran yang
sedang dan kelembaban yang tinggi untuk pertumbuhannya.
Puring
Kingdom : Plantae
Devisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Codiaeum Juss
Spesies: Codiaeum variegatum
(L)
Lokasi : halamahera no 22
Deskripsi
Puring adalah tanaman penyerap polutan,digunakan sebagai tanaman
hias karena keindahan keragaman corak dan warnanya. Warna daun
bermacam-macam, seperti hijau, kuning, orange, merah, dan ungu dengan
corak daun bintik-bintik atau garis. Umumnya, semakin tua umur tanaman,
warna daun semakin menonjol, bahkan dalam satu tanaman memiliki dua atau
tiga warna.
Bentuk daun puring juga bervariasi, ada yang berbentuk huruf Z,
burung walet, ekor ayam, dasi, keriting spiral, dan anting-anting (Heri, 2008).
– Berdasarkan berbagai pemanfaatannya, yaitu sebagai tanaman penyerap
polutan tanaman hias, tanaman obat, penyerap/penangkap unsur fosfor,
simbol ketentraman dan kesejahteraan masyarakat.
Karakteristik
• Tanaman puring memiliki tinggi 90 cm - 3,5 m dengan naungan 90 cm – 1,8
m dan tekstur kasar.
• Susunan daun spiral dengan tipe daun bulat, bergelombang. Keindahan
tanaman ini terletak pada bentuk daunnya yang sangat variatif.
• Batang berkayu, berkambium, dan bercabang.
• Akar puring termasuk dalam akar serabut.
• Dalam satu tanaman memiliki bunga jantan dan betina (monoceous) dan
berukuran kecil dengan warna agak kekuningan. Bentuk buah membulat
dengan warna hijau atau coklat (Henny et al., 2007)
 Tanaman puring di Indonesia dapat tumbuh di dataran rendah ataupun di
dataran tinggi, dengan ketinggia mencapai 1.500 m dpl.
S  Untuk mendapatkan warna yang jelas dan cerah, puring menghendaki intensitas
cahaya yang penuh dan temperatur udara berkisar 200 C – 350 C.
YT  Kebutuhan air tidak terlalu banyak sehingga tanaman puring dapat tumbuh di
U daerah-daerah yang agak kering dengan kelembaban udara sekitar 30% - 60%.
AM • Tanaman puring sering dijuluki tanaman kuburan. Tanaman dapat tumbuh pada

RB berbagai jenis tanah, tidak memerlukan jenis tanah khusus.


• Puring tumbuh mulai tanah berat, lempung berpasir, hingga tanah ringan.
U Sebagai tanaman yang dibudidayakan, puring dapat ditanam dalam pot atau
AH langsung di kebun terbuka.
• Untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik diperlukan tanah yang
T mengandung bahan organik, subur dan gembur, tata udara dan tata airnya baik,
serta pH tanah berkisar 5 – 8.
Ekor kuda

Kingdom : Plantae
Devisi : Tracheophyta
Class : Polypodiopsida
Ordo : Equisetales
Famili : Equisetaceae
Genus : Equisetum
Spesies : Equisetum hymale

Lokasi : Halmahera no22


Deskripsi
E. hyemale merupakan spesies dari genus Equisetum yang termasuk dalam sub genera
Hippochaete (Hauke, 1962 ; Des Marais et al., 2003). Tanaman E. hyemale merupakan tanaman
perennial yang memiliki rhizoma tidak berumbi dengan batang yang berongga.
1. Tinggi tanaman berkisar antara 30 - 100 cm dengan bentuk batang bulat dan diameter 4-6
mm.
2. Letak daun mengelilingi buku batang dalam selubung, berwarna cokelat muda-krem
3. tidak menghasilkan biji, melainkan bereproduksi melalui pembentukan spora.
4. Batang E. hyemale umumnya mengandung konsentrasi silika yang tinggi dan sangat
bermanfaat untuk menjernihkan dan membersihkan permukaan air sehingga disebut
sebagai scouring. Silika tersebut berfungsi sebagai bahan penyusun batang sehingga
menjadi kokoh.
5. Sistem perakaran bawah tanah (rimpang) dapat mencapai kedalaman hingga 120 cm atau
lebih. Pertumbuhan rimpang menjalar atau tegak, berwarna cokelat kehitaman, warna
node dan akar coklat kekuningan dengan trikoma yang panjang.
Syarat tumbuh
• tumbuh di lingkungan yang basah seperti kolam
dangkal, daerah pinggiran sungai, atau daerah rawa
Penanaman Menggunakan Media Tanah
1. Sebelum penanaman dimulai maka terlebih dahulu pilih indukan atau tanaman bunga
bambu air yang terlihat subur dan sehat serta batangnya berwarna hijau dan terlihat segar
serta beraroma bagus.
2. Jika sudah memilih indukan, selanjutnya sediakan media tanam berupa pot dan juga tanah
yang di campur dengan pupuk kompos.
3. Gunakan media lumpur, karena bambu air sangat menyukai perairan dan habitat asalnya di
daerah perairan. Untuk lebih efisien, bisa gunakan media lumpur sawah.
4. Masukan media tanam yang berupa lumpur tersebut ke dalam polibag atau pot yang telah di
lengkapi dengan lubang-lubang kecil sebelumnya. Sesuaikan ukuran pot/polybag dengan
tanaman.
5. Setelah selesai, tancapkan beberapa batang bunga bambu air dengan jarak 3 cm.
6. Jangan lupa, lakukan pemberian air yang berkelanjutan agar tanaman bunga bambu air yang
di tanam di dalam media lumpur atau tanah ini tidak kekeringan.
Kembang brunei
Kingdom: Plantae
Devisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies : Euphorbia milii

Lokasi : Halmahera no 14
– Tumbuhan Euphorbia milii merupakan tumbuhan semak yang
eskripsi tumbuh menyemak dan tegak di atas tanah.
– Dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 40 –180 cm.
– Tipe perakaran adalah berakar tunggang
– Memiliki batang yang berwarna cokelat kehitaman, dimana
pada tanaman ini batang berbentuk bulat dengan duri yang
tersusun rapat di permukaanya.
– memiliki daun yang bertepi rata, berbentuk memanjang,
dengan bentuk daun melancip di ujung dan berwarna hijau
– Bunga termasuk ke dalam jenis bunga sejati yang sempurna
dengan organ seksual jantan dan betina yang lengkap.
Syarat Tumbuh,pemeliharaan dan budidaya
 Syarat hidup tanaman ini meliputi kebutuhan sinar matahari yang cukup,
suhu lingkungan antara 29-33 derajat Celcius. Selain itu kelembaban yang
dibutuhkan tidak terlalu tinggi.
 Meski relatif tergolong tanaman yang mempunyai daya tahan
kuat, euphorbia butuh perawatan yang baik agar tumbuh sehat dan semarak.
Kuncinya pada pemilihan media, penyiraman dan pemupukan yang tepat.
Medianya harus porous, yaitu berupa campuran serbuk kelapa, sekam bakar
dan pasir dengan perbandingan 4: 4: 2.
 Tanaman ini tidak menyukai air sehingga berikan seperlunya saja agar
media tidak kering kerontang. Terlalu banyak air dapat menyebabkan
tanaman ini tidak tumbuh baik. Pemupukan dapat menggunakan pupuk
NPK sebanyak 1 g/liter air seminggu sekali.
Daftar pustaka
Susi Sulistiana.2015.Tanaman Puring (Codiaeum Variegatum) sebagai
Pendegradasi Polutan Menuju Lingkungan Sehat. Jurnal Peran MST dalam
Mendukung Urban Lifestyle yang Berkualitas
Nova Anggela, Mukarlina dan Riza Linda.2017. Pertumbuhan Tunas Lidah
Buaya (Aloe barbadensis Mill.) Dengan Penambahan Naftalene Acetic Acid (NAA) dan
Benzyl Amino Purine (BAP) Secara In Vitro. Jurnal Protobiont (2017) Vol. 6 (3) : 136 –
141
Henny, R.j, L.S. Orbone & A.R. Chase. (2007). Classification for Kingdom
Plantae Down to Species Codiaeum variegatum (L.) Blume. Plants Database Natural
Resources Conservation Service, united States Departement of agriculture.