Anda di halaman 1dari 16

MENGHADIRKAN DIRI SECARA

TERAPEUTIK
DIMENSI RESPON dan TINDAKAN

Oleh :
1. Hayun
2. Kristian
3. wanda
Latar belakang
Perawat perlu menyadari bahwa semua tindakan
keperawatan dilaksanakan dalam bentuk
komunikasi (nonverbal/verbal). Oleh karena itu,
perawat mengetahui fungsi komunikasi dan sikap
serta keterampilan yang perlu dikembangkan
dalam komuikasi dengan klien.
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang
mendorong proses penyembuhan klien. Dalam
pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi
terapeutik adalah proses yang digunakan oleh
perawat memakai pendekatan yang direncanakan
secara sadar, bertujuan dan kegiatannya
dipusatkan pada klien.
Menghadirkan Diri secara Terapeutik
 Perawat tidak cukup mengetahui teknik komunikasi
dan isi komunikasi, tetapi yang sangat penting
adalah sikap dan penampilan komunikasi.
 Lima sikap atau cara untuk menghadirkan
diri secara fisik yang dapat memfasilitasi komunikasi
yang terapeutik, yaitu
1. Berhadapan. Artinya dari posisi ini adalah “Saya
siap untuk anda”.
2. Mempertahankan kontak mata. Kontak mata pada
level yang sama berartimenghargai klien dan
menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi..
3. Membungkuk ke arah klien. Posisi ini
menunjukkan keinginan untukmengatakan
atau mendengar sesuatu.
4. Mempertahankan sikap terbuka, tidak
melipat kaki atau tangan
menunjukkanketerbukaan untuk
berkomunikasi.
5. Tetap rileks. Tetap dapat mengontrol
keseimbangan antara ketegangan
danrelaksasi dalam memberi respon kepada
klien
Dimensi Respon
 Dimensi respon terdiri dari respon perawat yang ikhlas,
menghargai, simpati dan konkrit. Dimensi respon sangat
penting pada awal hubungan klien untuk membina
hubungan saling percaya dan komunikasi terbuka.
Respon ini terus dipertahankan sampai pada akhir
hubungan.
1. Keikhlasan
 Perawat menyatakan keikhlasan melalui keterbukaan,
kejujuran, ketulusan dan berperan aktif dalam hubungan
dengan klien
2. Menghargai
 Rasa menghargai dapat diwujudkan dengan duduk diam
bersama klien yang menangis, minta maaf atas hal yang
tidak disukai klien.
3. Empati
 Perawat memandang dalam pandangan klien,
merasakan melalui perasaan klien dan kemudian
mengidentifikasi masalah klien serta membantu
klien mengatasi masalah tersebut.
4. Konkrit
 Perawat menggunakan terminologi yang
spesifik, bukan abstrak. Fungsinya yaitu,
mempertahankan respon perawat terhadap
perasaan klien, memberikan penjelasan yang
akurat dan mendorong klien memikirkan masalah
yang spesifik.
Dimensi Tindakan
Dimensi tindakan terdiri dari konfrontasi,
kesegeraan, keterbukaan, emosional
katarsis, dan bermain peran (Stuart da
Sundeen, 1987 : 131)
1. Konfrontasi
 Konfrontasi adalah perasaan perawat
tentang perilaku klien yang tidak sesuai.
Konfrontasi berguna untuk meningkatkan
kesadaran klien akan kesesuaian
perasaan, sikap, kepercayaan, dan
perilaku.
Contoh Konfrontasi:
A: Kamu memintaku memberitahukan
lembar jawabanku padamu di ujian pagi
tadi.Jujur saya merasa terganggu,
konsentrasi saya buyar terhadap suara
dan sikapmu. Kamu tahu, perilakumu
tadi membahayakan kita berdua. Saya
lebih suka kamu belajar sebelum ujian
sehingga tidak merepotkan orang
lain.Dan saya yakin kamu bisa
melakukannya untuk ujian yang akan
datang.
2. Kesegaran
 Sensifisitas perawat terhadap perasaan klien dan
kesediaan untuk mengatasi perasaan daripada
mengacuhkannya (Stuart & Sundeen, 1995)

 Terjadi jika interaksi P-K difokuskan dan digunakan


untuk mempelajari fungsi Klien dalam hubungan
interpersonal yang lain

Contoh :
K : Saya tidak mau hadir di pertemuan itu, Saya sibuk
dan saya tidak merasa ada kegunaan dari
pertemuan itu.
P : Apakah anda berusaha mengatakan bahwa anda
merasa malu dan pertemuan tersebut tidak
menolong anda?
3. Membuka diri
 Membuat orang lain tahu tentang pikiran,
perasaan, dan pengalaman pribadi kita (Smith,
1992)
 Secara subyektif benar, pernyataan personal
tentang diri dan dengan maksud diungkapkan
pada orang lain (Stuart dan Sundeen, 1995)
 Rasional : pembukaan diri terapis meningkatkan
perasaan bagi klien untuk ikut membuka diri
 Cara membuka diri
1. Mendengar : bukan utk menjawab
2. Empati
3. Membuka diri
4. Mengecek
Kriteria membuka diri
Untuk menjadi model dan mendidik
Untuk memvalidasi realita
Untuk mendorong otonomi klien

Contoh membuka diri :


K : Ketika dia bilang bahwa dia tidak ingin bertemu saya
lagi, saya merasa ingin menamparnya dan memeluknya
pada saat yang sama. Tapi saya sadar masalahnya ada
pada saya, tidak ada orang yang mencintai dan perduli
pada saya
P : Ketika saya putus cinta dengan pacar saya dulu, saya
juga merasa marah, terluka sama seperti yang anda
ceritakan tadi (bahwa perasaan tersebut wajar)
Contoh :

K : Saya merasa takut sekali kemarin, ibu saya tiba-


tiba jatuh dan tidak bergerak sama sekali bahkan
ketika saya guncangkan badannya. Saya panik, saya
tidak mendengar suara nafasnya sama sekali. Saya
hanya bisa berteriak memanggil ayah saya. Namun
akhirnya ayah saya bisa mengguncang ibu saya
dengan keras, dan akhirnya dia berangsur angsur
sadar

P : Saya bisa membayangkan betapa takutnya anda


terhadap serangan stroke ibu anda.Terlebih ketika
anda bangunkan ibu tapi tidak berespon apapun.
Saya juga pernah merasakan hal yg sama ketika
ayah mertua saya tiba-tiba tidak sadarkan
diri.Saya panik dan berteriak sambil menangis.
Apakah kamu merasakan hal yang sama denganku ?
3. Emosional Katarsis
 Klien didorong utk membicarakan hal-hal yg sgt
mengganggunya utk mendapatkan efek yg
terapeutik (Stuart dan Sundeen, 1995)

 Sangat bergantung pada kepercayaan diri klien


dan trust klien thdp perawat

 Jika klien sulit mengekspresikan perasaannya,


perawat dapat membantunya dgn menceritakan
bgmn ia bersikap jika berada pd situasi klien
Contoh Emosional katarsis
P: Bagaimana perasaan kamu saat suamimu
memukul dan membentak?
K: Dia memang orang yg pemarah, mungkin salah
saya yang mau menikah dengannya
P: Sepertinya ibu membela tindakannya pd ibu.
Saya takjub dgn apa yg ibu rasakan saat itu.
K: Yah…begitu
P: Tahukah ibu, hal itu mungkin membuat saya
marah jika hal tsb menimpa saya
K: Sebenarnya saya juga marah, tapi mau
bagaimana lagi..Saya sudah lama muak dengan
semua ini..Andai dia tahu betapa tersiksanya
saya
4. Bermain Peran
 Kegiatan utk membangkitkan situasi dlm
upaya meningkatkan penghayatan klien dlm
hubungan manusia, & memperdalam
kemampuannya utk melihat situasi dr
sudut pandang lain dan membiarkan klien
mencoba situasi baru dlm lingkungan yg
aman (Stuart & Sundeen, 1995)

Anda mungkin juga menyukai