Anda di halaman 1dari 59

PATOFISIOLOGI NEOPLASMA dr.

I Gusti Ngurah Truly


Mahendra, MM
Etiologi adalah faktor-faktor
A. ETIOLOGI NEOPLASMA yang merupakan penyebab
tumor
1. NEOPLASMA JINAK
• Akibat dari suatu infitrasi sel-sel radang ke dalam daerah di
Radang. mana neoplasma muncul, yang terdiri dari: leukosit dan plasma.
Contoh: tubercoloma dan condiloma.

• Di sekitar benda asing yang berada dalam tubuh akan


Benda asing. mengalami pembungkusan oleh jaringan fibrosis dan terjadi
suatu granuloma (foreign body granuloma).

• Suatu ruangan yang berisi plasma oleh karena retensi dari


sekret yang diproduksi, misalnya terjadi sebagai akibat retensi
Cysta. dari kelenjar yang mengalami buntu pada salurannya. Contoh:
cystedermoid dan cystacebacium.
2. NEOPLASMA GANAS.

Etiologi untuk neoplasma ganas sampai saat ini belum jelas dan
hanya diketahui adanya faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi timbulnya suatu kanker yaitu sebagai berikut:
A. MUTASI SOMATIK ATAU PERUBAHAN GENETIK

Kelainan dalam gen timbul akibat perubahan mutasi, yang mungkin


diinduksi oleh zat karsinogenik, dan adanya faktor herediter.

Akibat mutasi mengakibatkan sintesis protein yang lebih aktif dan


digunakan lebih banyak untuk reproduksi sel daripada bekerja.
• Sebagai ilustrasi, kasus Leukemia lebih sering terjadi pada orang dengan trisomi,
khususnya trisomi 21;
• Retinoblastoma banyak terdapat pada orang dengan sindrom delesi-D (pada
sebagian kromosom 13).
B. BAHAN-BAHAN KARSINOGEN.
Substansi yang dapat menginduksi pertumbuhan neoplastik ada dua, yaitu golongan
karsinogen kimiawi dan fisis (karsinogen eksogen) dan hormon yang merupakan karsinogen
endogen.
Bahan-bahan kimiawi yang bersifat karsinogen tersebut antara lain, Polyetik aromatik
hydrocarbon, zat-zat warna amino azet, alflatoxin, asap motor, dan asap rokok.
• Bahan tersebut dapat mengakibatkan karsinoma pada bibir, lidah, rongga mulut,
kepala, leher, larings, paru, dan kandung kemih.
Obat-obatan yang bersifat karsinogenik adalah griseofulvin (anti jamur), metronidazol (anti
protozoa).
Bahan-bahan yang mengandung asbes, kadmium, kromium, dan nikel dapat mengakibatkan
karsinoma paru dan prostat.
Karsinogen fisis meliputi plastik, radiasi yang dapat mengakibatkan karsinoma payudara,
tiroid, serta leukemia, dan sinar ultraviolet yang dapat mengakibatkan karsinoma kulit.
C. VIRUS.

Virus dapat mengakibatkan neoplasma ganas pada manusia.


• Mereka disebut virus onkogenik.
Dua virus onkogenik adalah virus DNA dan virus RNA, di mana
keganasan virus RNA dapat mengakibatkan leukemia, dan kanker
payudara.
Selanjutnya ada bither virus, epstainbar virus dapat mengakibatkan
limfoma burkit, dan kanker nasofaring.
D. RADIASI

Misalnya: sinar rontgen/sinar radio aktif lainnya dapat


menimbulkan kanker ganas bila pemakaian yang sering.

Sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan


carcinoma kulit.
E. IRITASI KRONIS.

Merupakan suatu keadaan yang dapat mengubah sifat


sel normal menjadi ganas atau mengubah suatu sel tumor
menjadi tumor ganas.
F. HORMON
Karsinogen yang berasal dari hormon bekerja dengan
mempengaruhi fisiologi jaringan sedemikian rupa sehingga
mudah dipengaruhi oleh karsinogen yang sebenarnya.
• Sebagai contoh, estrogen dapat menimbulkan adenokarsinoma mammae
dan serviks uteri.
• Androgen yang berasal dari testis atau kelenjar adrenal dapat menimbulkan
karsinoma prostat.

Hormon menyebabkan terjadinya kanker pada tubuh setelah


adanya karsionogen lain yang bekerja sebagai promotor.
G. KO-KARSINOGEN

Termasuk ko-karsinogen adalah diet, umur, keturunan,


rangsangan menahun, dan trauma.
B. PATOGENESIS/PATOFISIOLOGI
NEOPLASMA
Pada umumnya neoplasma atau dikenal juga sebagai
kanker mulai timbul dari satu atau beberapa sel
normal dari tubuh, dan jarang timbul bersama di
beberapa tempat (multicenter).

Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang sangat cepat,


akhirnya timbul gerombolan sel yang tumbuh semakin
cepat dan disebut tumor primer.
Pertumbuhan neoplasma pada dasarnya
dibagi menjadi beberapa fase,
1. FASE INISIASI

Fase Inisiasi, yaitu fase di mana terjadi perubahan sel


normal tubuh menjadi sel yang peka terinisiasi.
2. FASE INDUKSI

Fase Induksi, yaitu fase di mana sel tubuh yang sudah


peka akan diubah oleh karsinogen menjadi sel kanker.

Fase inisiasi dan induksi tidak dapat diperkirakan


waktunya, dapat cepat atau berlangsung puluhan tahun.
3. FASE IN-SITU

Fase In-situ, yaitu fase di mana sel kanker tumbuh terus


menerus tetapi masih pada tempatnya, belum menembus
membran basalis intra epiteal, intra lobuler.

Fase ini lamanya sangat bervariasi, dapat selamanya


berada pada fase ini atau berubah menjadi fase invasif,
umumnya berlangsung sampai 5 tahun.
4. FASE INVASIF

Fase Invasif, yaitu sel kanker telah keluar dari membran


basalis dan menginfiltrasi jaringan sekitarnya.

Fase ini berlangsung lebih cepat, umumnya kurang dari


lima tahun.
5. FASE DISSEMINASI

Fase Disseminasi, yaitu fase di mana sel kanker sudah


tumbuh jauh di luar organ asalnya.

Fase ini berlangsung sangat cepat, umumnya 1-5 tahun.


Kanker yang membesar secara expansive masuk ke dalam organ,
lalu mengadakan infiltrat, yang terlokalisasi pada tempat di mana
ia tumbuh, dan belum menembus basal membran disebut fase invasi
(Ca insitu), dan bila sudah menembus disebut fase infitrat.

Kanker dapat tumbuh di mana saja dalam tubuh, tetapi yang


terbanyak, kanker tumbuh pada: serviks uteri, mammae,
nasopharings, kulit, hepar, ovarium, kelenjar tyroid, dan paru-paru.
Kanker kulit dan mukosa pada umumnya mulai dengan nodus atau
erosi.

Pada umumnya kanker tumbuh ke segala arah dan berupa tumor


yang besar, terutama pada tumor yang ganas lalu tumbuh
expansive, infiltrat ke segala arah sehingga mengadakan
perlengketan dengan organ sekitarnya.
Bila tumbuh pada organ-organ yang letaknya subcutan
misalnya mamae, atau tyroid, akan berupa tumor yang
tumbuh infiltrasi dan invasif, sehingga dapat
menimbulkan kerusakan-kerusakan jaringan yang
membahayakan seperti necrosis, perlengketan,
perdarahan, dan gangguan fusngsi tubuh serta
striktura.
C. PENYEBARAN (METASTASIS)
NEOPLASMA
Metastasis adalah
kemampuan neoplasma
maligna untuk
menyebar jauh.
• invasi,
• pemisahan sel,
Ada lima tahap dalam • diseminasi,
proses metastasis, yaitu: • penetapan awal, dan
• proliferasi
1. INVASI

Untuk menginvasi sel normal di Untuk menginfiltrasi rongga


dekatnya, sel-sel maligna tubuh atau pembuluh darah, sel-
tumbuh ke luar dari lokasi asal sel maligna harus menembus
ke area sekitarnya. membran sel dasar.
2. PEMISAHAN SEL

Setelah menginvasi jaringan di


dekatnya, rongga tubuh, dan Sel-sel tumor kurang memiliki
pembuluh darah, sel-sel sifat perlekatan normal dan
maligna memisahkan diri dari dapat dengan mudah terlepas
neoplasma primer dan ke dalam jaringan sekitar,
menembus pembuluh limfatik darah, dan limfe.
atau pembuluh darah.
3. DISEMINASI
Rute paling sering di mana sel maligna mencapai sisi paling jauh dari
neoplasma primer adalah melalui pembuluh darah dan limfatik.

Sel maligna bergerak dari pembuluh limfatik ke pembuluh darah dan


sebaliknya.

Neoplasma maligna yang cuma beberapa gram dapat menyebarkan


beberapa juta sel ke dalam sirkulasi setiap hari.
Untuk bertahan hidup dalam sistem sirkulasi dan untuk mempengaruhi
penetapan awal pada endotelium, sel-sel maligna menjalani berbagai
interaksi seluler yang melibatkan imunitas dan perlekatan.
4. PENETAPAN AWAL DAN PROLIFERASI
Setelah terperangkap dalam pembuluh darah kecil arteri atau vena, sel-sel
maligna menembus ke dalam ruang interstisial melalui pembuluh darah untuk
terus tumbuh.

Ruang bebas sel pada lapisan endotel kapiler dimasuki oleh sel-sel maligna,
melibatkan perubahan perlekatan seluler dan retraksi sel-sel endotel.

Setelah sel-sel maligna memasuki ruang insterstisial, kapiler-kapiler baru


(angiogenesis) akan tumbuh dan menciptakan suplai darah di mana sel
maligna mendapatkan nutrisi dan memungkinkan produk sisanya dibuang.
Pembentukan dan proliferasi sel-sel ini juga bergantung pada
imunologis dan sifat membran sel luar.

Sel maligna ini menyesuaikan lingkungannya untuk pertumbuhan


selanjutnya.
5. CARA METASTASE

Cara metastase dapat melalui aliran kelenjar lymphe dan disebut dengan
lymphogen, atau metastase melalui darah yang berasal dari tumor primer dan
metastase regional yang disebut dengan haematogen.

Pada stadium awal, metastasis tidak menimbulkan gejala sama sekali, semakin
ganas suatu kanker, semakin jelas gejalanya, antara lain batuk, napas pendek
(metastase pada paru), sakit pada abdomen, ikterus (metastase pada hati),
hilang kesadaran atau koma (manifestasi pada otak), nyeri pada tulang
(metastase ke tulang).
Perkembangan dan Penyebaran Tumor
D. MANIFESTASI KLINIS NEOPLASMA
Saat
neoplasma
Pada tahap Massa awal maligna
awal secara Sesuai dengan bertumbuh dan
perkembangan, sederhana peningkatan bermetastasis,
neoplasma tidak cukup ukuran tumor, neoplasma ini
benigna dan besar untuk terjadi mempengaruhi
maligna adalah mempengaruhi perubahan fungsi tempat
asimtomatik fungsi tubuh lokal dan yang jauh dan
(tanpa ada manapun. fungsi. mengganggu
gejala). keseimbangan
biokimia, dan
nutrisi tubuh.
1. MANIFESTASI LOKAL

Sifat dan perkembangan simtomatologi lokal bergantung pada lokasi neoplasma dan ukuran serta
kemampuannya memenuhi ruangan yang dikenainya.

Misalnya neoplasma dalam rongga abdomen dapat tumbuh cukup besar tanpa memberi gejala, tetapi
neoplasma di atap tengkorak, biarpun baru sebesar kacang, sudah dapat memberi gejala nyata.

Massa tumor primer atau metastasis membesar dan menekan jaringan sekitar maupun pendarahannya.

Gejala yang timbul dapat mengakibatkan gangguan fungsi, pendarahan, dan respon imun.
Gangguan fungsi bergantung pada organ terkait.

Karsinoma paru yang menyumbat bronkus dapat berakibat atelektasis,


pembentukan abses, dan bronkiektasis.
• Individu yang mengalami ini akan batuk, dengan tanda-tanda infeksi.

Karsinoma kolon dapat menghambat defekasi.

• Jika sumbatan tidak sempurna, maka dapat timbul konstipasi, dan kolik.

Gangguan pendarahan menghambat oksigenasi dan pasokan nutrien, berakibat


iskemia dan nekrosis.
2. MANIFESTASI SISTEMIK

Neoplasma mempunyai efek sistemik seperti juga lokal.

Gejala sistemik mungkin indikasi pertama bahwa seseorang


menderita neoplasma atau dapat menyertai penyakit
metastasis yang lebih lanjut.
• Gejala meliputi mual dan anoreksia, berat badan turun, letih, lesu, anemia,
dan infeksi.
E. STADIUM NEOPLASMA
Neoplasma dapat digolongkan berdasarkan stadium perkembanngannya.

Stadium itu adalah usaha menjelaskan seberapa jauh penyakit ini telah
berkembang pada saat itu.

Manfaat pentahapan ini adalah untuk menunjukkan pengobatan, menilai


harapan hidup pasien, menentukan jenis pengobatan, dan memudahkan
pertukaran informasi antar pusat pengobatan.
1.

• kanker belum menunjukkan


adanya kelainan pada
Stadium pre pemeriksaan klinik dan belum
klinik: memberikan keluhan
2.

• kanker telah memberikan


keluhan, terbagi menjadi
Stadium stadium-stadium sebagai
klinik: berikut:
A.

• di mana kanker tersebut belum


lama tumbuhnya, jadi masih
Stadium dini kecil, terbatas pada organ, dan
(early metastase belum terjadi.
stage),
B.

• letak kanker masih terbatas pada


organ yang ditumbuhi; belum
menimbulkan kerusakan yang berarti
Stadium dalam organ dan belum
lokal/stadium I: mengadakan metastase yang jauh.
Stadium I metastasis, tahap sel tumor terlepas dari tumor primer, dan menembus
dinding pembuluh darah serta limfe
C.
• merupakan suatu stadium di mana
terjadi kerusakan yang hebat dari
organ asalnya atau sudah
mengadakan infiltrasi ke jaringan
Stadium lanjut sekitarnya dan terjadi metastase ke
(advanced stage): daerah regional.
D.

•tumor pada stadium


Stadium sangat
ini metastasenya
lanjut (far
advanced stage):
sudah sangat jauh.
Metastasis limfogen dari karsinoma sel skumosa pada kelenjar limfe servikal.
klasifikasi
neoplasma T (tumor atau N (limfonodus M (metastasis
lesi primer dan regional dan
berdasarkan luasnya), keadaannya), jauh).
TNM:
KLASIFIKASI TNM
Tahap TNM Keterangan
Tahap 1 T1N0M0 Massa terbatas pada organ
Lesi operable, resectable
Kemungkinan hidup 70-90%
Tahap 2 T2N1M0 Massa telah menyebar ke jaringan sekitar dan limfonodus regional
Lesi operable, resectable
Kemungkinan hidup 45-55%
Tahap 3 T3N2M0 Massa luas, melekat pada dasarnya
Penyebaran ke limfonodus dan tulang
Lesi operable, resectable
Kemungkinan hidup 15-25%
Tahap 4 T4N3M1 Tanda metastasis jauh
Lesi inoperable
Kemungkinan hidup 0-5%
TNM pada Neoplasma
KLASIFIKASI STADIUM TUMOR :
Grade GX: grade tumor tidak dapat diidentifikasi

Grade GI: sel terdiferensiasi baik

Grade GII: sel cukup terdiferensiasi

Grade GIII: sel terdiferensiasi buruk

Grade GIV: sel tidak terdiferensiasi

Fremgen dan Frucht (2005)


Tempat metastasis kanker umumnya ke tulang dan otak
yang memiliki kecenderungan lebih besar sebagai
tempat metastasis jika dibandingkan dengan organ
tubuh lain seperti limfa, ginjal, dan hati.

Metastasis hematogen, cenderung metastasis ke paru,


hati, dan otak.
E. GEJALA KLINIK NEOPLASMA
PATOKAN GEJALA KLINIS KANKER:
Perdarahan atau keluarnya darah/lendir yang tidak wajar dari tubuh.

Gangguan menelan atau gangguan alat pencernaan.

Tumor pada tempat lain pada tubuh.

Obstipasi atau perubahan kebiasaan BAK/BAB.

Koreng atau borok yang tidak sembuh-sembuh.

Nada suara berubah/serak atau batuk yang tidak sembuh-sembuh.

Amerikan Cancer Society


RINGKASAN
1. Etiologi neoplasma jinak meliputi:
a. radang, akibat dari suatu infitrasi sel-sel radang ke dalam organ tubuh;
b. benda asing, benda asing yang sering berada dalam tubuh akan mengalami pembungkusan
oleh jaringan fibrosis dan terjadi suatu granuloma; dan
c. Cysta, adalah suatu ruangan yang berisi plasma oleh karena retensi dari sekret yang
diproduksi.
2. Etiologi neoplasma ganas meliputi:
a. mutasi somatik atau perubahan genetik, mutasi mengakibatkan sintesis protein yang lebih aktif dan
digunakan lebih banyak untuk reproduksi sel daripada bekerja;
b. bahan-bahan karsinogen, terdiri atas karsinogen kimiawi dan fisis (karsinogen eksogen) dan hormon
yang merupakan karsinogen endogen;
c. virus, dapat mengakibatkan neoplasma ganas pada manusia (virus onkogenik);
d. radiasi, sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan carcinoma kulit;
e. iritasi kronis, keadaan yang dapat mengubah sifat sel normal menjadi ganas atau mengubah suatu
sel tumor menjadi tumor ganas;
f. hormon, bekerja dengan mempengaruhi fisiologi jaringan sedemikian rupa sehingga mudah
dipengaruhi oleh karsinogen yang sebenarnya;
g. ko-karsinogen, termasuk diet, umur, keturunan, rangsangan menahun, dan trauma; dan
h. pertumbuhan neoplasma terdiri atas beberapa fase, yaitu fase Inisiasi, fase Induksi, fase Insitu, fase
Invasif, dan fase Disseminasi.
3. Kanker yang membesar secara expansive masuk ke dalam organ. Lalu
mengadakan infiltrat, yang terlokalisasi pada tempat di mana ia tumbuh dan
belum menembus basal membran disebut fase invasi (Ca insitu), dan bila sudah
menembus disebut fase infitrat.
4. Kanker dapat tumbuh dimana-mana dalam tubuh, tetapi terbanyak pada: serviks
uteri, mammae, nasopharings, kulit dan hepar, ovarium, kelenjar tyroid dan paru-
paru. Kanker kulit dan mukosa pada umumnya mulai dengan nodus atau erosi.
Pada umumnya kanker tumbuh ke segala arah dan berupa tumor yang besar,
terutama pada tumor yang ganas lalu tumbuh expansive, infiltrat ke segala arah
sehingga mengadakan perlengketan dengan organ sekitarnya.
5. Metastasis dari neoplasma dapat berupa invasi, pemisahan sel, diseminasi,
penetapan awal dan proliferasi.
6. Cara metastase dapat melalui aliran kelenjar lymphe disebut dengan lymphogen,
atau metastase melalui darah yang berasal dari tumor primer dan metastase
regional yang disebut dengan haematogen.
LATIHAN
1. Sebutkan macam-macam penyebab terjadinya neoplasma
2. Sebutkan macam-macam bahan karsinogenik yang kita temui sehari-hari
3. Sebutkan dan jelaskan proses terjadinya neoplasma
4. Sebutkan proses terjadinya metastase, dan sebutkan organ yang umumnya
dijadikan metastase
5. Sebutkan dan jelaskan macam-macam stadium dari neoplasma