Anda di halaman 1dari 42

I GEDE BENDESA SUBAWA, S.PD.,M.

KOM
1. Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus
harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2. Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi
dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial,
emosional, dan spritual peserta didik.
3. Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara
kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi
dasar.
6. Aktual dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman
belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan
ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang
terjadi.
7. Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman
peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan
tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi
(kognitif, afektif, psikomotor).
Mengingat Memahami Menerapkan
(C1) (C2) (C3)
1 2 3
Mengenali Menjelaskan Melaksanakan
Mengingat kembali Mengartikan Mengimplementasi
Membaca Menginterpretasikan kan
Menyebutkan Menceritakan Menggunakan
Melafalkan/melafazkan Menampilkan Mengonsepkan
Menuliskan Memberi contoh Menentukan
Menghafal Merangkum Memproseskan
Menyimpulkan
Membandingkan
Mengklasifikasikan
Menunjukkan
Menguraikan
Membedakan
Menganalisis Mengevaluasi Mencipta
(C4) (C5) (C6)

4 5 6

Mendiferensiasikan Mengecek Membangun


Mengorganisasikan Mengkritik Merencanakan
Mengatribusikan Membuktikan Memproduksi
Mendiagnosis Mempertahankan Mengkombinasikan
Memerinci Memvalidasi Merancang
Menelaah Mendukung Merekonstruksi
Mendeteksi Memproyeksikan Membuat
Mengaitkan Mencipta
Memecahkan Mengabstraksi
Menguraikan
mencipta
merefleksi
merancang
memenguraik
menilai mengasosiasi
an
menggunakan mengintegrasi
menentukanmembangun
kan
memprediksimelakukan membedakan
mengecek
mengidentifikmengklarifikamenyediakan
si menyeleksi
asi
menyebutkan menjelaskan merespon mencipta
mengevaluasi
mengenali
meringkas menganalisis
menerapkan
mendaftar

memahami

mengingat
Jenis dan Sub Jenis Pengetahuan Contoh

A.Pengetahuan Faktual
Unsur-unsur dasar yang harus diketahui oleh siswa untuk berkenalan dengan suatu
disiplin ilmu atau menyelesaikan masalah di dalamnya.

1. Pengetahuan tentang istilah  Kosakata teknis, simbol musik.


2. Pengetahuan tentang detail suatu  Sumber daya alam utama, sumber
hal dan unsur-unsur informasi yang dapat dipercaya.

B. Pengetahuan Konseptual
Hubungan antar unsur-unsur dasar dalam suatu susunan yang besar secara
fungsional
1. Pengetahuan tentang klasifikasi dan  Periode waktu geologi, bentuk-bentuk
kategori kepemilikan bisnis, teorema Phytagoras,
2. Pengetahuan tentang prinsip- teori evolusi, hukum Newton. Rumus
prinsip dan generalisasi struktut kalimat
3. Pengetahuan tentang teori, model,
dan struktur
C. Pengetahuan Prosedural
Bagaimana melakukan sesuatu, metode-metode dalam inkuiri, dan kriteria untuk
menggunakan skill, algoritma, teknik, dan metode

1. Pengetahuan tentang keahlian-  Keahlian untuk melukis dengan cat air


keahlian khusus dan algoritma
2. Pengetahuan tentang teknik dan  Kriteria yang digunakan untuk
metode khusus suatu bidang penentuan ketika menerapkan
3. Pengetahuan tentang kriteria untuk
penentuan ketika menggunakan prosedur yang melibatkan Hukum-
prosedur yang sesuai hukum Newton.
D.Pengetahuan Metakognitif
Pengetahuan kognitif secara umum sebagaimana kesadaran dan pengetahuan yang
dimiliki seseorang

1. Pengetahuan strategi  Pengetahuan membuat garis besar


2. Pengetahuan tentang tugas-tugas  Pengetahuan tentang tipe tes yang
kognitif, termasuk pengetahuan biasa digunaan oleh guru
kontekstual dan kondisional yang  Pengetahuan tentang tuntutan kognitif
sesuai dari tugas-tugas yang berbeda
MODEL PEMBELAJARAN

1.Model Cooperative Learning Jigsaw


2.Model Base Project Cooperative Learning
3.Model Problem Base Learning
4.Model Role Playing (simulation)
MODEL COOPERATIVE
1. siswa-siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri
atas empat sampai enam anggota dengan level dan latar
belakang yang bervariasi
2. siswa-siswa melakukan interaksi sosial satu sama lain
dalam bentuk diskusi, curah pendapat, dan sejenisnya
3. tiap-tiap individu memiliki tanggungjawab dan
sumbangannya bagi pencapaian tujuan belajar baik
tujuan individu maupun kelompok
4. guru lebih berperan sebagai fasilitator dan coacher
dalam proses pembelajaran
MODEL COOPERATIVE
1. Langkah Orientasi
2. Langkah Kerja Kelompok
3. Langkah Tes atau Kuis
4. Langkah Penghargaan Kelompok
MODEL COOPERATIVE LEARNING JIGSAW
1. Melakukan mambaca untuk menggali informasi.
2. Diskusi kelompok ahli.
3. Laporan kelompok
4. Kuis dilakukan mencakup semua topik permasalahan
yang dibicarakan tadi.
5. Perhitungan sekor kelompok dan menetukan
penghargaan kelompok.
MODEL PROBLEM BASE
LEARNING
MODEL BASE PROJECT COOPERATIVE
LEARNING
MODEL ROLE LEARNING