Anda di halaman 1dari 76

PENGUMPULAN DATA,

INSTRUMEN PENGUMULAN
DATA, DAN PENYAJIAN DATA

Oleh:
Luh Yenny Armayanti
PENGUMPULAN DATA
Prinsip yang harus dipenuhi:
1.Mengumpulkan data selengkap-lengkapnya (bukan
sebanyak-banyaknya)
2.Mempertimbangkan ketepatan data: jenis data, kegunaan
data, waktu pengumpulan data, relevansi data
3.Kebenaran data
Metode dan Instrumen
Pengumpulan Data
• Metode Pengumpulan Data: teknik atau
cara yang digunakan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data
• Instrumen: alat bantu yang digunakan
peneliti dalam kegiatan pengumpulan data
agar menjadi lebih mudah dan sistematis
Metode dan Instrumen
Pengumpulan Data
TEKNIK/METODE
PENGUMPULAN DATA
1. Teknik observasi
2. Teknik komunikasi (Wawancara,
Angket/kuesioner)
3. Teknik pengukuran (Tes)
4. Teknik sosiometris
5. Teknik dokumenter
TEKNIK OBSERVASI

• Observasi diartikan sebagai pengamatan


dan pencatatan secara sistematis
terhadap gejala yang tampak pada objek
penelitian (margono, 1997: 158).
• Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan
terhadap objek di tempat
terjadi/berlangsungnya peristiwa
BERDASARKAN JENISNYA
OBSERVASI DIBAGI MENJADI:

1. Observasi langsung: observasi yang


dilakukan di mana observer berada
bersama objek yang diselidiki
2. Observasi tidak langsung: observasi yang
dilakukan tidak pada saat
berlangsungnya suatu peristiwa yang
akan diteliti, misalnya dilakukan melalui
film, rangkaian slide,/foto
KETERBATASAN
OBSERVASI
1. Tergantung pada kemampuan pengamatan & mengingat
2. Kelemahan dalam pencatatan
3. Banyak kejadian/keadaan objek yang sulit diobservasi terutama
yang menyangkut kehidupan pribadi yang sangat rahasia
4. Sering ditemui observee yang bertingkah laku baik karena tau
diobservasi
5. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi
lingkungan tertentu sehingga kalau terjadi gangguan
KELEBIHAN OBSERVASI
1. Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan
observasi sehingga hasilnya akurat, sulit dibantah
2. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya
dengan observasi, misal karena responden terlalu
sibuk
3. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dicatat
secara serempak pula dengan memperbanyak
observer
4. Banyak kejadian yang dipandang kecil & tidak dapat
SASARAN
OBSERVASI
1. Pelaku (aktor)
2. Tempat
3. Kegiatan
4. Benda/alat
5. Waktu
6. Peristiwa
7. Tujuan
8. Perasaan
TEKNIK KOMUNIKASI

1.Teknik komunikasi langsung


(interview/wawancara)
2.Teknik komunikasi tidak langsung
(angket/kuesioner)
Wawancara/Interview

• Suatu proses interaksi dan komunikasi verbal


dengan tujuan untuk mendapatkan informasi
penting yang diinginkan
• Merupakan alat pengumpul informasi dengan
cara mengajukan pertanyaan secara lisan dan
dijawab secara lisan pula melalui kontak
langsung dengan tatap muka
JENIS WAWANCARA
1. Wawancara terstruktur: pertanyaan & alternatif
jawaban telah ditetapkan lebih dulu, jawaban
lebih mudah dikelompokkan & dianalisis
2. Wawancara tak berstruktur: bersifat informal,
luwes, disesuaikan dengan subjek & suasana.
ANGKET/KUESIONER

Kuesioner: alat pengumpul informasi


dengan cara menyampaikan sejumlah
pertanyaan tertulis untuk dijawab secara
tertulis oleh responden.
KLASIFIKASI KUESIONER
1. Kuesioner berstruktur/tertutup: berupa pertanyaan
disertai alternatif jawaban
2. Kuesioner tidak berstruktur/terbuka: jawaban bebas
menurut pendapat responden
3. Kuesioner kombinasi berstruktur & tak berstruktur:
memberi alternatif jawaban tapi memberi kebebasan
responden untuk menjawab lebih lanjut
4. Kuesioner semi terbuka: kuesioner yang memberi
kebebasan kemungkinan menjawab selain dari alternatif
jawaban yang sudah tersedia
TES
Seperangkat rangsangan (stimulus) yang
diberikan kepada seseorang dengan
maksud untuk mendapat jawaban yang
dapat dijadikan dasar penetapan skor
angka
JENIS TES
• Tes lisan
• tes tertulis (esai, objektif-benar salah, pilihan
ganda, menjodohkan, melengkapi, jawaban
singkat)
ALAT UKUR TES

• Prosedur sistematik di mana individual


yang dites direpresentasikan ke dalam
angka
• Tes dapat berupa:
1.Tes psikologi
2.Tes prestasi
3.Tes intelegensi
TEKNIK DOKUMENTER

• Cara mengumpulkan data melalui


peninggalan tertulis seperti arsip,
termasuk juga buku tentang teori,
pendapat, dalil, hukum.
• Merupakan alat pengumpul data utama
pada penelitian kualitatif karena
pembuktian hipoteisnya diajukan secara
logis dan rasional melalui pendapat dan
teori
INSTRUMEN PENELITIAN

• adalah suatu alat yang digunakan


mengukur fenomena-fenomena
alam maupun sosial yang diamati.
Secara spesifik fenomena disebut
variabel.
MACAM INSTRUMEN
PENELITIAN
• Tes
• Angket/kuesioner
• Pedoman wawancara
• Lembar observasi
• Catatan anekdot: untuk mencatat gejala-gejala
khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian
• Catatan berkala
• Daftar cek (check list)
• Skala nilai (rating scale)
Kegunaan Instrumen Penelitian
• Sebagai alat pencatat informasi yang
disampaikan oleh responden
• Sebagai alat untuk mengorganisasi proses
wawancara
Penyusunan Instrumen
Penelitian
Pertimbangkan:
1.Apakah menggunakan tipe pertanyaan terbuka atau
tertutup
2.Jangan langsung pada masalah inti
3.Disusun dengan bahasa nasional atau setempat
4.Jika menggunakan pertanyaan tertutup, hendaknya
setiap pertanyaan diberi kode guna memudahkan
pengolahan informasi
5.Anda bukan introgator, tetapi pihak yang membutuhkan
informasi
Langkah-langkah menyusun
daftar pertanyaan
• Penentuan informasi yang dibutuhkan
• Penentuan proses pengumpulan data
• Penyusunan instrument penelitian
• Pengujian instrument penelitian
Syarat-syarat Instrumen Penelitian

Akurasi (accuracy)

Presisi (precision)

Kepekaan (sensitivity)
Garis Besar Langkah Penyusunan
Instrumen Penelitian
• Menentukan tujuan penelitian
• Menyusun sub variabel
• Membuat kisi-kisi instrument
• Menulis butir-butir instrument
• Uji validitas dan reliabilitas
• Uji Coba
• Perbaikan
• Finalisasi
Cara-Cara Pembuatan Butir-
Butir Instrumen
• Tipe pilihan ganda
• Tipe benar salah
• Tipe pasangan
• Tipe esai
• Skala likert
• Skala Gutman
Penulisan Butir Kuesioner
• Mulai dengan pengantar yang isinya berupa
permohonan mengisi kuesioner sambil menjelaskan
maksud dan tujuannya.
• Jelaskan petunjuk atau cara mengisinya supaya tidak
salah. Kalau perlu, berikan contoh pengisiannya.
• Mulai dengan pertanyaan untuk mengungkapkan
identitas responden. Dalam identitas ini sebaiknya tidak
diminta mengisi nama. Identitas cukup menggungkapkan
jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan,
pengalaman, dan lain-lain yang ada kaitannya dengan
tujuan kuesioner
Penulisan Butir Kuesioner
• Isi pertanyaan sebaiknya dibuat beberapa kategori atau
bagian sesuai dengan variabel yang diungkapkan,
sehingga mudah mengolahnya
• Rumusan pertanyaan dibuat singkat, tetapi jelas
sehingga tidak membingungkan dan menimbulkan salah
penafsiran.
• Hubungan antara pertanyaan yang satu dengan
pertanyaan lainnya harus dijaga sehingga tampak
keterkaitan logikanya dalam satu rangkaian yang
sistematis. Hindari penggolongan pertanyaan terhadap
indikator atau persoalan yang sama.
Penulisan Butir Kuesioner
• Usahakan agar jawaban, yakni kalimat atau rumusannya
tidak lebih panjang daripada pertanyaan.
• Kuesioner yang terlalu banyak atau terlalu panjang akan
melelahkan dan membosankan responden sehingga
pengisiannya tidak objektif lagi.
• Ada baiknya kuesioner diakhiri dengan tanda tangan si
pengisi untuk menjamin keabsahan jawabannya.
• Untuk melihat validitas jawaban kuesioner, ada baiknya
kuesioner diberikan kepada beberapa responden secara
acak dan dilakukan wawancara dengan pertanyaan yang
identik dengan isi kuesioner yang telah diisinya.
Penyajian Data

• Menyajikan data mentah untuk


pengambilan keputusan
• Data mentah diambil dari populasi atau
sampel
• Diperoleh dengan cara :
– Wawancara
– Pengamatan
– Surat menyurat
– Kusioner
PROSEDUR PENGGUNAAN TABEL &
GRAFIK
Data
Data Kualitatif Data Kuantitatif

Metode Metode Metode Metode


Tabel Grafik Tabel Grafik

 Grafik  Distr. Frekuensi  Plot Titik


 Distr. Frekuensi Batang  Distr. Frek. Relatif  Histogram
 Distr. Frek.  Grafik  Distr. Frek. Kum.  Ogive
Relatif Lingkaran  Distr. Frek. Relatif Kum.  Diagram
 % Distr. Frek.  Diagram Batang-Daun Scatter
 Tabulasi silang  Tabulasi silang

32
Penyajian Bentuk Tulisan
• Penyajian yang paling sederhana sehingga sangat
terbatas kemampuan penyajiannya.
• Tidak banyak deskripsi statistic yang dapat diberikan
sehingga tidak mampu memberikan gambaran yang
tepat mengenai perbandingan antar situasi dan
perkembangan kesehatan
• Misal :
‘Sejumlah 90 % penderita penyakit Y di kota X adalah
anak usia sekolah dasar yang tinggal di daerah nelayan’
‘ Tiga diantara tujuh peserta penyuluhan kesehatan
tentang penanggulangan DB adalah kader kesehatan’
Penyajian Bentuk Tabel
Tabel : kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-
kategori. Misalnya berat badan menurut jenis kelamin, jumlah
pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang
dan daerah penjualan, dll.
Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
1.Tabel satu arah (one way table),
2.Tabel dua arah (two way table),
3.Tabel tiga arah (Three way table).
Beberapa hal yg harus diperhatikan dlm penyajian data dalam bentuk
tabel, antara lain :
a. Tetapkan judul dari tabel (grafik) dgn singkat & jelas shg yg
membaca dpt dgn mudah menginterpretasikan
(menggambarkan) tujuan dr penyajian data tsb.
b. Cantumkan sumber data scr benar dgn maksud agar para
pembaca dpt meyakini keabsahan data yg dsajikan.
34
Penyajian Data dengan Tabel
Bagian-bagian dari Tabel :
1. Judul Tabel : memuat nomor tabel dan judul tabel, dibuat singkat dan jelas.
Hendaknya mencakup apa yang disajikan, dimana kejadiannya, dan kapan
terjadinya
2. Judul Kolom : memuat keterangan (termasuk unit), dibuat ringkas, jika ada
penjumlahan data dalam baris dimuat pada kolom terakhir. Bila jumlah kolom
banyak dapt diberi nomor. Ditambahkan unit ukuran (Rp, cm, %, dll)
3. Nomor Tabel
4. Badan Tabel : memuat data. Data dapat dikelompok-kelompokkan. Penjumlahan
data dlm kolom dimuat pd baris paling bawah
5. Kaki Tabel : keterangan-keterangan tambahan, sumber data yaitu keterangan
dari mana data itu dikutip atau diambil.
6. Keterangan dibawah (foot note) : dapat disertakan untuk memberi penjelasan
mengenai judul, kepala kolom, atau angka-angka dalam tabel, jika diperlukan. 35
Contoh penyusunan tabel :

Tabel 1. Tingkat Pendidikan Penduduk Kelurahan Kampung


Enam Tahun 2008
Judul Tabel
No Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentasi (%)
Judul Kolom
1 Belum sekolah, tidak sekolah dan 697 14,65
/tidak tamat SD
2 SD 1.252 26,30

3 SLTP 889 18,68 Badan Tabel


4 SLTA 1.557 32,72

5 Perguruan Tinggi 364 7,65

JUMLAH 4.759 100

Sumber Data : Monografi Kelurahan Kampung Enam Tahun 2008 Kaki Tabel

36
Tabel Satu Arah (one way table)

Yaitu tabel yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu
karakteristik saja. Misalnya data Produksi kedelai menurut jenis
varietas yang ditanam
Tabel 1. Produksi Kedelai (Ton/ha) berdasarkan varietas
Varietas Kedelai Produksi (ton/ha)
Wilis 120
Sindoro 125
Slamet 140
Galunggung 145
Orba 155
Total 685
Sumber : Data Primer, 2009
37
Tabel dua arah (two way table)

Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan dua hal atau dua


karakteristik yang berbeda. Misalnya data Produksi kedelai
menurut jenis varietas dan daerah panen.
Tabel 2. Produksi Kedelai (Ton/ha) berdasarkan varietas dan daerah
Varietas Kedelai Mamburungan Karang Harapan Total
Wilis 125 130 255
Sindoro 150 135 285
Slamet 163 140 303
Galunggung 170 155 325
Orba 175 174 349
Total 783 734 1517

Sumber : Data Primer, 2009

38
Tabel tiga arah (three way table)
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik
yang berbeda. Misalnya data hasil pengamatan produksi kedelai
(ton/ha) menurut jenis varietas, daerah panen, dan jenis tanah.
Tabel 3. Produksi Kedelai (Ton/ha) berdasarkan varietas, daerah panen dan
jenis tanah
Varietas Mamburungan Kr. Harapan Total
Kedelai Liat Pasir Liat Pasir
Wilis 67 65 70 68 270
Sindoro 68 69 72 69 278
Slamet 70 72 72 70 284
Galunggung 71 74 74 72 291
Orba 73 75 73 73 294
Total 349 355 361 352 1417

Sumber : Data Primer

39
Master Tabel (table induk).

Tabel yang berisikan semua hasil pengumpulan data yang


masih dalam bentuk data mentah . Biasanya disajikan
dalam lampiran suatu laporan
Tabel 1. Distribusi karakteristik responden berdasarkan hasil penelitian

41
Text Table (tabel rincian)
a.Distribusi frekuensi
b.Distribusi frekuensi relative
c.Distribusi frekuensi kumulatif
d.Tabel silang (cross tabulation)
Tabel Distribusi Frekuensi
• Distribusi frekuensi
– Pengelompokan data ke dalam beberapa
kategori yang menunjukan banyaknya data
dalam setiap kategori dan setiap data tidak
dapat dimasukan ke dalam dua atau lebih
kategori
• Tujuan
– Data menjadi informatif dan mudah dipahami
Langkah – langkah
Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi

• Mengurutkan data
• Membuat ketegori atau kelas data
• Melakukan penturusan atau tabulasi,
memasukan nilai ke dalam interval kelas
Langkah Pertama
• Mengurutkan data : dari yang terkecil ke
yang terbesar atau sebaliknya
• Tujuan :
– Untuk memudahkan dalam melakukan
pernghitungan pada langkah ketiga
Langkah Pertama

Data diurut
dari terkecil
ke terbesar
Setelah diurutkan
Langkah Kedua
• Tentukan Range
R=nilai terbesar-nilai terkecil
R =93-30
=63
Langkah 3
• Tentukan Banyak Kelas
Jumlah kategori (k) = 1 + 3,3 Log n
• (k) = 1 + 3,3 Log n
(k) = 1 + 3,3 (100)
(k) = 7,7
(k) = 8
Langkah 4

• Tentukan interval kelas


I=R/K
I=63/8=8,375=8
Langkah 5
• Hitung banyaknya observasi yang
termasuk ke dalam setiap kelas
Distribusi Frekuensi Relatif
• Frekuensi setiap kelas dibandingkan
dengan frekuensi total
• Tujuan ; Untuk memudahkan membaca
data secara tepat dan tidak kehilangan
makna dari kandungan data
Contoh
Frekuensi Kumulatif
• Didasarkan pada jumlah dari masing-
masing frekuensi kelas terhadap nilai tepi
kelasnya
• Frekuensi kumulatif terdiri dari ;
– Frekuensi kumulatif kurang dari
– Frekuensi kumulatif lebih dari
Contoh Frekuensi Kumulatif
Tabel Silang
Tabel yang melibatkan dua variable yang disilangkan. Pada
tabel silang, variabel pertama (dependen variabel)
diletakkan pada stub dan variabel lain diletakkan pada box
head
Status Gizi Kejadian Diare Jumlah

Diare Tidak Diare

n % n % n %

Baik 3 6 9 18 12 12

Kurang 18 36 25 50 43 43

Buruk 29 58 16 32 45 45

Jumlah 50 100 50 100 100 100


Grafik
• Grafik dapat digunakan sebagai laporan
• Mengapa menggunakan grafik ?
– Manusia pada umunya tertarik dengan
gambar dan sesuatu yang ditampilkan delam
bentuk visual akan lebih mudah diingat dari
pada dalam bentuk angka
• Grafik dapat digunakan sebagi kesimpulan
tanpa kehilangan makna
Grafik Histogram
• Histogram merupakan diagram balok yang
menyajikan data kontinu atau data ukur
• Histogram menghubungkan antara tepi kelas interval
dengan pada sumbu horizontal (X) dan frekuensi
setiap kelas pada sumbu vertikal (Y)
Histogram
Grafik Polygon

• Menggunakan garis yang mengubungkan titik – titik


yang merupakan koordinat antara nilai tengah kelas
dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut.
digunakan untuk data kontinu
Polygon
Kurva Ogif

• Merupkan diagram garis yang menunjukan


kombinasi antara interval kelas dengan
frekuensi kumulatif dan data kontinu
Contoh Kurva Ogif
Diagram Garis
Untuk menggambarkan data diskrit atau data
hitung atau data dengan skala nomunal yang
menggambarkan perubahan daru waktu ke
waktu atau perubahan dari satu tempat ke
tempat lain.
Deteksi outbreaks dysentery dengan memonitor
incidence kasus diare berdarah

Grafik 1.1. Trend penderita diare berdarah di Kabupaten Y


Tahun 2007-2008
120
Cases
100

80

60

40

20

0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr

2007 2008
65
Diagram Batang (Bar Diagram)
Digunakan untuk menyajikan data diskrit atau data dengan skala nominal
maupun ordinal.
Diagram Batang

• Memperlihatkan perbandingan atau proporsi secara


menyeluruh.
• Membandingkan antar kelompok/variabel berdasarkan
porsentase keseluruhan.
Diagram Batang
Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran (pie chart) adalah suatu bentuk relative dari setiap interval
kelasnya. Tabel yang digunakan untuk membuat diagram lingkaran adalah
table distribusi frekuensi
Pie diagram

Source: Michigan Department of


Community Health, Bureau of
Epidemiology, HIV/AIDS Surveillance
Section; reported cases as of July 1,70
2006
DIAGRAM SCATTER
• Diagram scatter (scatter diagram) merupakan
metode presentasi secara grafis untuk
menggambarkan hubungan antara dua
variabel kuantitatif.
– Salah satu variabel digambarkan pada sumbu
horisontal dan variabel lainnya digambarkan pada
sumbu vertikal.

• Pola yang ditunjukkan oleh titik-titik yang ada


menggambarkan hubungan yang terjadi antar
variabel.
71
POLA HUBUNGAN PADA
DIAGRAM SCATTER
y y y

x x
x

Hubungan Positif Hubungan Negatif Tidak ada hubungan


Jika X naik, maka Jika X naik, maka antara X dan Y
Y juga naik dan Y akan turun dan
jika X turun, maka jika X turun, maka
Y juga turun Y akan naik

72
Pictogram
Penyajian data statistika dalam bentuk gambar-gambar. Setiap gambar
mewakili data dengan bentuk dan ukuran secara proporsional, yang
menunjukkan nilai dari masing-masing data.
Mapgram
Penyajian dalam bentuk peta dimaksudkan
untuk memberikan gambaran situasi lokasi suatu
daerah secara singkat, jelas dan lengkap.
simbol-symbol objek yang ditampilkan pada peta
tergantung kemauan pembuat dan informasi
yang ingin disajikan.
mapping

75
Soal

19 40 38 31 42
23 16 26 30 41
18 27 33 31 27
43 56 45 41 26
30 17 50 62 19
20 27 22 37 42
37 26 28 51 63
42 27 38 42 16
30 37 31 25 18
26 28 39 42 55