Anda di halaman 1dari 19

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK REFERAT

FAKULTAS KEDOKTERAN September 2019


UNIVERSITAS PATTIMURA

ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA NEONATUS

APRIANA R. LABOK
2012-83-054

Pembimbing:
dr. Robby Kalew, Sp.A

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran
Universitas Pattimura
Ambon
2019
PENDAHULUAN
 Kelompok rawan: Ibu hamil, ibu menyusui, bayi
baru lahir, anak balita dan anak sekolah
 Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun
2001 menunjukkan prevalensi ADB pada bayi 0-
6 bulan, bayi 6-12 bulan, dan anak balita
berturut-turut sebesar 61,3%, 64,8%, dan 48,1%.1
TINJAUAN PUSTAKA

 Zatbesi (Fe) merupakan salah satu mineral


penting yang sangat diperlukan tubuh :
 Hemoglobin,
 Mioglobin,
 Komponen dari enzim oksidase,
 Neural development
 Neurotransmitter
METABOLISME BESI
STATUS MATERNAL TERHADAP STATUS BESI
FETAL-NEONATAL

 Kebutuhan besi yg penting pada awal


kehamilan untuk perkembangan
neural Pembatasan besi maternal
def. besi embrionik, anemia postnatal,
STATUS BESI PADA NEONATAL
Perbedaan BCB BKK

Kandungan 65-90 <50 mg


besi mg/kgBB

Kemampuan 200 mg besi/ 4-5x


Absorbsi Besi tahun
Tinjauan mengenai zat Besi

PERBANDINGAN ASI DAN PASI

Absorbsi ASI 40 %, PASI 10 %


BATAS NORMAL HEMOGLOBIN
MENURUT WHO

Kelompok Umur Hemoglobin

Anak 6 bln s/d 6 tahun 11

Remaja 6 tahun s/d 14 12


tahun

Dewasa Laki-laki 13

Wanita 12

Wanita Hamil 11
Transfusi
feto-maternal

Kebutuhan
yg meningkat
Hemoglobinuria

ETIOLOGI

Perdarahan Idiopathic
pulmonary
hemosiderosis
Iatrogenic
blood loss
PATOFISIOLOGI
DAMPAK

Gangguan Gangguan Gangguan


Rentan
kognitif dan kemampuan tumbuh
infeksi tingkah laku kerja fisik, kembang,
MANIFESTASI KLINIS
• Sering asimptomatik pd neonatus

• Gejala utama: PUCAT terutama pada mukosa bibir dan faring,


telapak tangan dan dasar kuku, konjunctiva okular berwarna
kebiruan atau putih mutiara

• Gejala lain: letargi, anoreksia dan iritabel. Sering


terkena infeksi, gangguan tumbuh kembang

• Pada kasus yg > parah disertai sesak napas dan


lemahnya kerja jantung (agak membesar)
DIAGNOSIS

.
• kadar feritin serum dan
hemosiderin
• Pucat • besi serum (SI)
•Tanpa organomegali • kapasitas ikat besi (IBC)
•Tanpa perdarahan • Gambaran eritrosit
•Riwayat antenatal pd Ibu mikrositik, hipokromik,
•Takikardia poikilositosis
•Klinis pada bayi
•Ggn tumbuh kembang • MCH MCV MCHC
• lebar distribusi eritrosist
(RDW)
KRITERIA DIAGNOSIS, WHO

Saturasi
transferin (ST)
Kadar Fe serum <15% (N :20-
<50 ug/dl 50%)
Konsentrasi Hb (Normal :80-180
eritrosit rata- ug/dl)
Kadar Hb rata <31% (N :
kurang dari 32-35%)
normal sesuai
usia.
DIAGNOSIS DIFERENSIAL

An. Penyakit
kronik

Thalassemia

An. Sideroblastik
TATALAKSANA

Pemberian
preparat besi
peroral

Pemberian
preparat besi
parenteral

Transfusi darah
Anemia Defisiensi Besi

REKOMENDASI IDAI
PENCEGAHAN

PRIMER SEKUNDER
TERIMAKASIH