Anda di halaman 1dari 33

 KERAJAAN TURUNGANG ADALAH

KERAJAAN PERTAMA DI SINJAI ,SEKITAR


TAHUN 1400an
 DATA LONTARA MENGATAKAN:
 A.TO MANURUNG I TIDAK MENIKAH
(TANRIBARU)
 B.TO MANURUNG II BESSE PADANG
CILIBBO tidak MENIKAH DENGAN
KARAENG LANGNGE-LANGNGE hanya
secara kebetulan sang manurung
kencing ke selatan dan karaeng kencing
ke utara dan akhirnya mendapat
kenikmatan dan akhirnya sang manurung
hamil MELAHIRKAN BESSE MANURUNG
 LENYAP DI GOWA DENGAN MENELUSURI POSSI TANAE
DAN MUNCUL DI UJUNGNYA ATAU DI PABBETTU
 MASYARAKAT KOMPLAIN,MENGAPA ADA ORANG YANG
DISEMBAH PADAHAL DIA JUGA MANUSIA.DIA LALU
MENGHILANG LALU MUNCUL DI PATTONTONGANG,LALU
LENYAP,MUNCUL LAGI DI KORONG.DI KORONG DIA
MEMASAK AIR DAN TERTUMPAH.TUMPAHANNYA TEMBUS
DI WAE PELLAE
 KARAENG GOWA PERGI MENCARI ANAKNYA TAPI JUGA
TIDAK DITEMUKAN
 ANJINGNYA MENEMUKAN BAYANGAN TO MANURUNG DI
SEBUAH SUMUR DI TURUNGANG BAJI .KARAENG GOWA KE
TURUNGANG DAN MINTA ANAKNYA TURUN DAN MENJADI
RAJA DI TURUNGANG. TAPI TIDAK MAU
 DIBUJUK OLEH KAPALA EPPAE YAKNI ADEK
BULUTANA,BULULOHE,SERENG DAN MANGOPI
 MAU TURUN ASAL DIBUATKAN ISTANA DAN
MENYERAHKAN PISAU LIPATNYA DAN DIJADIKANALAT
MEMBANGUNKAN ISTANA
 1.Macowa Panynyu
 2.MacowaMoge
 3.Galarang Paru
 4.Galarang Sanang
 5.Macowa Colo
 6.MacowaKambilong
 7.Macowa Hama
 8.Macowa Rampang
 9.Macowa Toci
 10.Galla Borong
 1.ISLAM MASUK KE SINJAI SECaRA
RESMI TANGGAL 9 -12-1607 atau 1
RAMADHAN 1016 SAAT LA
PATEDDUNGI MASUK
ISLAM.SEBELUMNYA TELAH MEMELUK
ISLAM TAHUN 1606 yakni To Hokke
(Tondong) dan Latoa Suro( Lamatti) atas
ajakan Puang Bellek
 Di PITU LIMPOA, AGAMA islam pertama
dianut oleh Arung Turungang ,raja wanita
 Karena telah memeluk islam ,Raja Bone
La Temmassonge menikahi pula keluarga
Turungang
 La Temmassongek penganut aliran
Khalawatiyah, mengirim ulama To
Maeppe Daeng Situncuk ke Turungang
untuk menjaga akidah cucu-CUCUnya.
 To Maeppe Daeng Situncuk mendirikan
pendidikan islam di Bontosalama agar
dakwahnya dapat menjangkau wilayah
 Santrinya memanggil dia sesuai asalnya
seperti
 1.Sallatang Daeng ri Moncong ( Manipi
dan sekitarnya)
 2.Tallettuk Mangunjungi Daeng Paliheng
( dari sEbereang sungai Tangka)
 3.Petta lallo ( Turungang)
 4.Petta Salabettae( Korong)
 5.Petta Lebbak Songkok( Lempangang)
 6.Puatta Magguliling
 Perang Belanda,BONE dan Gowa, Sinjai ikut
Gowa berperang di Bantaeng , dipimpin
oleh Nyomparang Daeng Pabeta Arung
Manipi atas perintah Arung Turungang
 Agresi Militer Belanda ke II atau tahun
1825,Pitulimpoa dipimpin oleh La Pattaro
Daeng Pacidda ,bangsawan keturunan
Terasa dan Manimpahoi
 Agresi Militer Belanda III tahun 1859,Sinjai
jatuh dan kalah tgl 24 November 1859 .
 Tanggal 25 November 1859 ditunjuklah
pemerintahan sipil dan merangkap militer
 Kebijakan pertama Kapten Wiegen
adalah menghapus Turungang sebagai
kerajaan pembangkang
 Belanda ingin menguasai daerah subur
di Balasuka dan sekitarnya.
 Setelah Bone juga dikuasai, maka
Belanda membuat kontrak antara Bone
dan Belanda tgl13-2-1860 dengan
menjadikan PAO,SUKA DAN BALASUKA
termasuk Maningko sebagai
 Demi keamanan wilayah itu, maka pada
tanggal 24-12-1860 diserahkan kepada raja
Gowa ke 32 I Kumala Daeng Parani Karaeng
Lembang Parang sebagai pengawas
sekaligus berpisah dengan induknya di
Turungang sebagai pimpinan Pitu
Limpoe.Tapi Belanda yang licik,tidak saja
merampas Pao,Suka dan Balasuka,tapi turut
diambil semua wilayah di selatan
Katanorang,Borong Langik E dan Bonto Uhe
 Sedangkan Manipi,Terasa dan Manimpahoi
 Perampasan wilayah ini membuat marah
Arung Pao,Suka dan Balasuka,karena
tidak mau pisah dengan Turungang.Ada
konvensi diantara mereka yang
diungkapkan dengan Turungang toai ri
jajiang,Manipi toai ri
pangadakkang,Balasuka toai ri larik tana
 Pebruari 1862,Karaeng Balasuka
bersama dua Putranya Daeng Pasallu dan
DaengPapada dibantu oleh Karaeng
 Penyerangan ini membuat Belanda marah
termasuk Gowa sebagai pelindung dari
wilayah Gubernemen baru di Pao,Suka dan
Balasuka serta daerah lain
 Raja Gowa ke Balasuka menghukum
pemberontak.Arung Suka tewas dan
Belanda menangkap Karaeng Lombok I
Yuttek Deng Sialu dan putranya bernama
Baso Pasau Daeng Sulemang
 Dia dibuang ke Cianjur Jawa barat tanggal
12-8-1862 dengan SK Pembuangan nomer
43.
 Oktober 1864,tertangkap lagi Karaeng
Balasuka dan Daeng Pasallu dan dibuang
 Pada saat pengasingan,Baso Pasau Daeng
Suleman menikah dengan Nyi Mas Rumi
dan mempunyai seorang putra bernama
Daeng Kanduruang Ardiwinata yang lahir
tahun 1866
 Daeng Kanduruang adalah seorang
sastrawan Sunda dan penulis novel pertama
di Jawa Barat dengan novel berjudul Barung
Ka Nu Ngarora atau Racun Bagi Para Muda
tahun 1914 dan merupakan novel pertama
di Jawa Barat
 Dia juga diangkat menjadi ketua Redaksi
pada Commisie voor Volksleetur tahun
1911-1917 yang akhirnya menjadi Balai
 Tidak melarang pasukan Pitu Limpoa
berperang tahun 1825 yang dipimpin
oleh La Pattaro daeng Pacidda.
 Tidak bersuara saat penyerangan
JA.Bakkers di Manipi yang merupakan
bawahannya
 Menyembunyikan Arung Balasuka dan
Daeng PaseLlu saat serangan ke Manipi
 Pernah menyembunyikan Datu Halia dan
Basse Sanjata yang hendak dijadikan
 Basse Sanjata adalah bangsawan Linrung Bulobulo
yang merupakan anak dari Mariati Daeng Matajang
dan Makkatunreng Daeng Malompo putra Karaeng
Kajang.Juga memiliki hubungan darah dengan I
Mandacini La Pute Isinna ArunG Patimpeng
 Suami Basse Sanjata adalah Datu Halia cucu arung
Sumaling dan Lamallarangeng Datu Sailong.Buyut
kakek nenek Datu Halie juga adalah Besse Tonra anak
dari La Mappareppa To Sappewalie Matinroe ri
Sombaopu yang menikah dengan Gumittiri anak
Syekh Yusuf.
 Suami Besse Tonra sendiri adalah ulama besar
bernama Tuan Syekh Namrullah cucu nabi Muhammad.
 Secara silsilah keluarga antara Besse Sanjata dan Datu
Halia memiliki buyut yang sama yakni pada
perkawinan antara Tuan Majalla dengan I Mariati anak
Arung Gareccing, anak dari Besse Tonra dengan Tuan
 Turungang resmi dihapus pada tanggal
1-8-1862 dengan dilantiknya Besse
Rameng sebagai Arung Manipi ke 10
merangkap Turungan menggantikan
Karaeng Manipi ke 9 Magguliling Daeng
Sitonra.Besse Rameng,Karaeng Manipi
ke 10 berkuasa sampai 27 Oktober 1865
yang kemudian diganti oleh Makkunasse
Daeng Matteko mulai tgl 27Oktober
1865 sampai 22 Maret 1873.
 Jawabnya tidak
 Bulo-bulo sebagai Kerajaan terkuat di
Sinjai juga menjadi korban
 Pasca pemberontakan La Massalinri
Daeng Mallira di Cakkempong,yang
disusul dengan pembunuhan Regent
Bulo-bulo Abd Gani tgl 23-5-1871.Bulo-
bulo resmi dihapus
 Waktu penghapusannya adalah 1-2-1872
 Bedanya dengan Turungang adalah
NILUKLUKMI
 1938BELANDA MEMBENTUK AFDELING
BANTAENG DAN ONDERAFDELING SINJAI
 MANIPI MENJADI ADAT GEMEINSCHAFT
MEMBAWAHI 18 ADAT YAKNI (
KAYUTANANG,HULO,KALUARANG,KASUAR
ANG,LEMBANNA,PUSANTI,SOPPENG,BARA
MBANG ,NAGKAE/BONGKI-
BONGKI,BONTO,KAMPUNG
BARU,MAGALA,BIHULO,TERASA,KAMPALA,
BARU,KALIMBU,TAJURU) TURUNGAN
TERLUPAKAN SEBAGAI ADAT
BENTUKAN BELANDA
 Menggali Sejarah Turungeng Melalui
Lontara Milik Turungeng.
 Mencari Benda-Benda Regalia atau
Kalompoang Turungeng seperti Bate
Bolongia ri Turengeng.
 Menjaga Benda-Benda arkeologi seperti
Emba,Sumur adat,Batu palantikang,lumpang
batu DLL
 Menelusuri kejayaan Turungeng yang
tersisa yang berlokasi Laha-laha
Toa,Terasa,Ere Mantang dll.
 Mengumpulkan sisa-sisa penggalian atau
temuan benda-benda Turungeng dan
dibuatkan museum
SUMUR ADAT
Palungeng Batu (Lumpang Batu)
Emba (Batu Temu Gelang)