Anda di halaman 1dari 30

STATUS GIZI ANAK

Dr. Khainir Akbar, Sp. A


DATA ANTROPOMETRIK

 Berat Badan
 Tinggi Badan
 Lingkar Kepala
 Lingkar Lengan Atas
Hasil pengukuran di-plot ke kurva pertumbuhan untuk
menentukan status antropometrik pasien.
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/U
0-5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/U
0-5 TAHUN
INTERPRETASI BB/U WHO

< -3 SD : BB sangat kurang


 Di antara < -2 SD sampai -3 SD : BB kurang
 Di antara -2 SD sampai +2 SD : BB cukup
>+2 SD : mungkin ada masalah
pertumbuhan, lakukan penilaian berat badan menurut tinggi
badan
KURVA
PERTUMBUHAN
TB/U
0-5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
TB/U
0-5 TAHUN
INTERPRETASI TB/U WHO

Di <-3 SD : sangat pendek


<-2 SD sampai -3 SD : pendek
-2 SD sampai +3 SD : normal
> +3 SD : sangat tinggi
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/TB
0-5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/TB
0-5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/TB
0-5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BB/TB
0-5 TAHUN
INTERPRETASI BB/TB WHO

 Di < -3 SD : Gizi buruk


 Di antara <-2 SD sampai -3 SD : Gizi Kurang
 Di
antara -2 SD sampai +2 SD : Gizi baik/cukup. Untuk anak dengan
BB/TB >+1 SD dikategorikan beresiko gizi lebih, harus dilakukan
penghitungan BMI dan di plot ke kurva BMI
 Di
antara +2 SD sampai +3 SD : Gizi lebih, harus dilakukan
penghitungan BMI dan diplot ke kurva BMI WHO
 Di
> +3 SD : Obesitas, harus dilakukan
penghitungan BMI dan diplot ke kurva BMI WHO
KURVA
PERTUMBUHAN
CDC
> 5 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
CDC
> 5 TAHUN
INTERPRETASI CDC
 TB/U pada kurva :  BB/U
 >120% : BB lebih
 < -persentil 3 : pendek
 80-120% : BB baik
 Persentil 3-97 : normal
 60-80% : BB kurang
 Persentil > 97 : tinggi  < 60% : BB sangat kurang

 TB/U dibandingkan baku (%)  BB/TB

 90-110% : baik/normal  >120% : obesitas


 110-120% : overweight
 70-89% : tinggi kurang
 90-110% : normal
 < 70% : tinggi sangat kurang
 70-90% : gizi kurang
 < 70% : gizi buruk
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑘𝑔)
2
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟)
RUMUS BMI
KURVA
PERTUMBUHAN
BMI
0-2 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BMI
0-2 TAHUN
INTERPRETASI

 Terletak di < -3 SD : Gizi buruk


 Di antara < -2 SD sampai -3 SD : Gizi kurang
 Di antara -2 SD sampai 0 : Gizi baik/cukup
> +1 SD sampai +2 SD : Beresiko gizi lebih
 Di antara > +2 SD sampai +3 SD : Gizi lebih
 Terletak > +3 SD : Obesitas
KURVA
PERTUMBUHAN
BMI
>2 TAHUN
KURVA
PERTUMBUHAN
BMI
>2 TAHUN
INTERPRETASI

< Persentile 5 : Gizi kurang


 Persentile 5 - < persentile 85: Gizi baik
 Persentile 85 – persentile 94 : Gizi lebih
≥ persentile 95 : Obesitas
KURVA
LINGKAR
KEPALA
KURVA
LINGKAR
KEPALA
INTERPRETASI

<-2 SD : Mikrosefali atau kemungkinan


malnutrisi kronik pada masa intrauterine atau
masa bayi/anak dini
> 2 SD : Makrosefali
LINGKAR LENGAN ATAS

Pada anak berusia 1-5 tahun, Lingkar lengan atas saja


sudah dapat menunjukkan status gizi.
Interpretasi
< 11,5 cm : gizi buruk
 11,5 – 13,5 cm : gizi kurang
> 13,5 cm : gizi baik
Laki-laki :
Tinggi Badan Ayah (cm) + Tinggi Badan Ibu (cm) + 13
2

Perempuan :
Tinggi Badan Ayah (cm) + Tinggi Badan Ibu (cm) − 13
2

RUMUS PREDIKSI TINGGI AKHIR ANAK


SESUAI POTENSI GENETIK
CONTOH KASUS
1. Anak perempuan usia 14 tahun, dengan BB 78
kg, tinggi badan 154 cm. Tentukan status gizi
anak tersebut!
2. Bayi laki-laki usia 8 bulan, BB 6 kg, Panjang
badan 70 cm. Tentukan status gizi!
3. Anak perempuan usia 4 tahun, BB 15 kg, tinggi
badan 95 cm. Tentukan status gizi!
4. Anak laki-laki usia 7 tahun, 17 kg, tinggi badan
120 cm. Tentukan status gizi!
CONTOH KASUS
1. Anak laki-laki usia 10 tahun, BB 58 kg, tinggi badan
129. Status gizi?
2. Anak perempuan usia 9 tahun, BB 28 kg, tinggi
badan 127 cm. Status gizi?
3. Anak perempuan usia 6 tahun, BB 30 kg, tinggi
badan 117 cm. Berapa berat badan idealnya?
4. Seorang anak laki-laki memiliki ayah dengan tinggi
badan 177 cm dan ibu dengan tinggi badan 153
cm. berapa potensi genetik tinggi anak tersebut?
5. Seorang anak perempuan memiliki ayah dengan tinggi
badan 165 cm dan ibu dengan tinggi badan 151 cm.
berapa potensi genetik tinggi anak tersebut?