Anda di halaman 1dari 20

SISTEM STARTER

Faiz Kurniawan 170513624


Indra Yudha Pratama 170513624003
Miftakul Robby 170513624074

September, 2019
Pokok Pembahasan
01 Motor Starter.

02 Fungsi Motor Starter

03 Komponen-komponen Motor Stater


Konvensional

04 Prinsip Kerja Motor Starter.

05 Cara Kerja Motor Starter Konvensional.


Motor Starter
Sistem Starter (Starting System) adalah sebuah rangkaian mekatronika

yang berfungsi memutar poros engkol menggunakan energi listrik saat

akan menyalakan mesin. Motor starter yang dipergunakan pada

automobile dilengkapi dengan magnetic switch yang memindahkan gigi

yang berputar (selanjutnya disebut gigi pinion) untuk berkaitan atau

lepas dari ring gear yang dipasangkan mengelilingi fly wheel (roda gila)

yang dibuat pada poros engkol.


Fungsi Motor Starter

Motor starter berfungsi untuk memutarkan fly wheel (poros engkol)

pertama kali sehingga mesin dapat hidup setelah itu terjadi siklus yang

akan menghasilkan tenaga.


Komponen Motor Starter (Konvensional)
Pada motor starter tipe konvensional ini bekerja tanpa adanya

pereduksian roda gigi karena motor starter tipe konvensional hanya

memiliki satu buah gear yaitu pinion gear saja. Tanpa adanya

pereduksian roda gigi maka moment putar yang dihasilkan pada motor

starter tipe ini kecil


Prinsip Kerja Motor
Starter
Prinsip Kerja Motor Starter

Motor starter bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi

mekanik. Proses ini memanfaatkan kaidah fleming left hand. Yang

berbunyi, "apabila terdapat arus listrik yang mengaliri konduktor,

sementara konduktor tersebut terletak di dalam medan magnet. Maka

konduktor tersebut akan terdorong sesuai garis gaya magnet yang

ditunjukkan dengan kaidah tangan kiri fleming".


Fleming left hand
Hubungan antara garis gaya magnet, arus listrik dan gaya dorong

ditunjukkan dalam tiga jari. Jari tengah menunjukkan arah arus, jari

telunjuk menunjukkan arah medan magnet, sedangkan jempol atau ibu

jari menunjukkan kemana arah gaya dorongan. Dari kaidah tersebut,

kemudian disusun sedemikian rupa agar arah berkebalikan sehingga

gaya yang dihasilkan juga berkebalikan. Karena diletakkan pada sebuah

poros menyebabkan gaya putar yang berkesinambungan.


Cara Kerja Motor Starter
Apabila Starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melaui
hold in coil, ke massa. melaui armature. Pada saat ini hold dan pull in coil
membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang
mengalir pada kedua kumparan tersebut sama. Seperti pada gambar di atas. Dari
kejadian ini Contact Plate akan bergerak ke arah menutup main Switch, sehingga
drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan
ring gear. untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut:

BATERAI -> TERMINAL50 -> HOLD IN COIL -> MASSA.


BATERAI -> TERMINAL50 -> PULL IN COIL -> FIELD COIL -> ARMATURE ->
MASSA
Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear, kontak plate akan mulai
menutup main switch, lihat gambar di atas, pada saat ini arus akan mengalir
sebagai berikut :

BATERAI -> TERMINAL50 -> HOLD IN COIL -> MASSA


BATERAI -> MAIN SWITCH -> TERMINALC -> FIELD COIL -> ARMATURE ->
MASSA
Seperti pada gambar diatas, di terminal C Ada arus, maka arus dari pull in coil
tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate di tahan oleh kemagnetan hold in coil
saja, Bersamaan dengan itu arus yang Besar akan mengalir

DARI BATERAI -> FIELD COIL -> ARMATURE -> MASSA

Akibatnya, starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang dapat
digunakan memutarkan ring gear. bilamana mesin sudah mulai hidup, ring gear
akan memutarkan Armature. melaui pinion. Untuk menghindari kerusakan pada
starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan
melindungi Armature dari putaran yang berlebihan.
Sesudah posisi starter switch di Off, dan main switch dalam keadaan belum
membuka (belum bebas dari kontak plate) maka aliran arusnya seperti berikut:

BATERAI -> TERMINAL30 -> MAIN SWITCH -> TERMINALC -> FIELD COIL ->
ARMATURE -> MASSA

Oleh karena starter switch OFF maka pull in coil dan hold in coil tidak mendapat
arus dari Terminal50 melainkan dari Terminal C. Sehingga aliran arusnya akan
menjadi

BATERAI -> TERMINAL30 -> MAIN SWITCH -> TERMINALC -> PULL IN COIL ->
HOLD IN COIL -> MASSA.