Anda di halaman 1dari 29

SPEECH AUDIOMETRY, SPEECH IN NOISE

SHORT INCREMENT SENSITIVITY INDEX


(SISI) TEST, TONE DECAY TEST

LIDYA ALLODATU TURUPADANG

PEMBIMBING :
PROF. DR. . EKA SAVITRI, SP. THTKL (K), FICS
PENDAHULUAN

Berbagaiai pemeriksaan
Gangguan pendengaran masih
pendengaran: speech audiometry,
Mendengar dan memahami
menjadi permasalahan kesehatan. speech in noise test, tone decay
ucapan memiliki arti penting test, short increment sensitivity
WHO (2012) : 360 juta penduduk
dalam hidup kita. Dari masa index (sisi) test.
dunia mengalami ketulian, 50 %
tumbuh kembang sampai Sebagai alat menegakkan
di Asia Tenggara diagnosis dan untuk mengetahui
interaksi social saat dewasa.
bisa tidaknya menggunakan alat
( Indonesia urutan ke-4)
bantu dengar.
ANATOMI
TELINGA LUAR
TELINGA TENGAH

Anterior : Tuba eustachius


Posterior : aditus ad antrum
Lateral : Membran timpani
Medial : Promontorium, kanalis
semisirkularis, foramen ovale
Superior : Tegmen timpani
Inferior : Bulbus Vena Jugularis
TELINGA DALAM
FISIOLOGI
PENDENGARAN
SPEECH
AUDIOMETRY

Definisi Kegunaan Kekurangan

1. Untuk cross-check hasil dari


Merupakan prosedur pemeriksaan ambang PTA
yang menggunakan kata-kata untuk 2. Untuk menentukan tipe
menilai fungsi pendengaran. penurunan pendengaran.
Pada audiometri tutur dapat 3. Untuk menentukan derajat
memberikan informasi secara penurunan pendengaran.
langsung mengenai kemampuan 4. Membantu dalam menentukan
seseorang untuk memahami dan penggunakan ABD
mengerti kata atau ucapan. 5. Membantu mengindentifikasi
lokasi lesi
MATERI SPEECH AUDIOMETRY
Materi Format tertutup
Pilihan
Modified Rhyme Hearing Test (MRHT)
ganda diperkenalkan pada tahun 1968

California Consonant Test (CCT)

Nonsense Syllable Test (NST)


Gambar 16. Contoh satu item Modified Rhyme Hearing
Test (MRHT) dengan enam pilihan kata.

Gambar 17. Contoh empat item pada pemeriksaan California


Consonant Test
Materi pendekatan materi sesuai dengan percakapan
sehari-hari
kalimat
Synthetic Sentence Identification (SSI) test

Speech Persception in Noise (SPIN )

Connected Speech Test (CST).


menggunakan kartu atau objek gambar bisilabik
Materi
untuk Pengenalan kata dapat diuji menggunakan penunjuk gambar standar.

Anak
Phonetically Balanced Kindergarten test (PBK-50s), (b) Bamford-Koval-Bench Sentence
test (BKB), (c) Word Intelligibility by Picture Identification (WIPI) test, (d) Children’s
Perception of Speech (NU Chips), and (e) Pediatric Speech Intelligibility Test (PSI).

Respons terbuka PBK-50 tampaknya paling cocok untuk anak usia 6 hingga 9 tahun.
NILAI PERSEPSI TUTUR (NPT)

PEMERIKSAAN PENENTUAN
INSTRUKSI PENGENALAN NPT
(Pasien diberi (Pasien Dikenalkan
(pasien diberi
stimulus berupa kata (Mencari Nilai Inisiasi
penjelasan mengenai Dengan Daftar Kata-
bisilabik dari dengan Dan Nilai Estimasi
pemeriksaan) kata)
intensitas yang terus Ambang Dengar )
ditingkatkan)
• Langkah Menghitung NPT
Nilai yang dimaksud adalah intensitas minimum di mana 50% kata diulang dengan benar oleh pasien. Pada
pemeriksaan ini setiap kata yang benar bernilai 1 dB. Terdapat tambahan faktor koreksi sebesar 2 dB
untuk pemeriksaan dengan pengurangan 5 dB, dan 1 dB faktor koreksi untuk system pengurangan 2 dB.
NILAI DISKRIMINASI TUTUR (NPT)

Nilai ini adalah ukuran kemampuan pasien untuk memahami ucapan. Di sini, daftar kata-kata PB (suku
kata tunggal) dibunyikan melalui headphone ke telinga masing-masing pasien secara terpisah pada 30-40
dB di atas SRT-nya dan persentase kata-kata yang didengar dengan benar oleh pasien dicatat. Pada orang
normal dan mereka dengan gangguan pendengaran konduktif, skor tinggi 90-100% dapat diperoleh.

Gambar 22. Grafik NDT A. Pada orang Normal 100% pada 30 dB, B. Tuli Konduktif 100 % pada 70 db, C. Cochlear
SNHL, maksimal PB pada 70 dB dan menjadi kurva plateu, D. Roll Over Curve, maksimal PB pada 80 dB selanjutnya
nilai menurun jika intensitas dinaikkan
Gambar 23. Interpretasi hasil NDT8
• Melalui grafik pemeriksaan kita juga dapat menentukan nilai maksimal PB yang dicapai seseorang dan perhatikan
intensitas suara di mana maksimal PB tercapai. Ini adalah tes yang berguna secara klinis untuk mengatur volume alat
bantu dengar. Volume maksimum alat bantu dengar tidak boleh diatur di atas nilai maksimal PB.
• Fenomena Roll over dapat terlihat pada gangguan pendengaran retrocochlear. Dengan peningkatan intensitas bicara
di atas maksimal PB, nilai kata PB akan menurun dan bukan bertahan seperti plateu pada tipe cochlear dari
gangguan pendengaran sensorineural (Gambar 20 D).s

Gambar 24. Gambaran NDT orang normal dengan nilai 100%


dengan PBmax6
SPEECH IN NOISE

Keluhan yang sering dirasakan oleh pasien dengan penurunan


pendengaran pada usia dewasa dan tua adalah ketidakmampuan
untuk mengerti pembicaraan dengan latar belakang bising

Pada tahun1970, Carhart and Tillman menyarankan pemeriksaan


pendengaran untuk menilai kemampuan seseorang mendengarkan
dengan latar belakang bising.
• Para peneliti juga telah mengamati bahwa pasien dengan gangguan pendengaran
menunjukkan ketidakmampuan yang lebih besar dibandingkan dengan pasien
normal dalam hal mendengarkan suara dengan latar belakang bising.
Speaks and Jerger (1965) mengembangkan tes Synthetic Sentence Identification (SSI) untuk
meminimalkan efek isyarat kontekstual yang sering mudah dipahami bahkan dengan latar belakang
bising.

Dua tes yang paling umum adalah Hearing in Noise Test (HINT; Nilsson et al., 1994) dan tes Quick
Speech-in-Noise (QuickSIN) (Killion et al., 2004). Kedua tes bervariasi dalam jenis kalimat dan jenis
kebisingan yang digunakan
SHORT INCREMENT SENSITIVITY INDEX
(SISI) TEST

Perbedaan intensitas tekecil yang mampu dibedakan disebut difference limen for
intensity (DLI). Pada pasien dengan kerusakan koklea memiliki DLI yang lebih kecil
dibandingkan normal

Parameter yang digunakan adalah persentasi pasien dapat membedakan peningkatan


1dB yang diberikan pada telinga yang diperiksa

nada disajikan 20 dB di atas ambang dengar. Awalnya diberikan stimulus 5dB untuk
mengkondisikan pasien mengerti stimulus yang akan didengar. Kemudian, tes
dimulai dengan memberikan stimuls 1 dB , dipertahankan selama 0,2 detik dan
ditingkatkan 1 dB setiap 5 detik
Tes SISI dinilai dengan hanya menghitung berapa banyak peningkatan 1 dB dari 20
suara yang terdengar, dan menyatakan hasilnya dalam persen. Jika pasien dapat
membedakan sebanyak 70% peningkatan intensitas, hal ini mengindikasikan adanya
rekruitmen yang berhubungan dengan penurunan pendengaran koklear

Pada tuli konduktif, skor SISI jarang lebih dari 15%; 70-100% pada tuli koklea dan
nilai dibawah 30 % menandakan ketulian akibat lesi nervus vestibulokolearis.
TONE DECAY TEST

ADAPTASI KEBISINGAN
• Apabila sebuah bunyi diperdengarkan terus menerus akan terdengar
lebih kecil dibandingkan awal pertama kali terdengar.

AMBANG ADAPTASI / TONE DECAY


• keadaan dimana sama sekali tidak terdengar

NORMAL : ADAPTASI 60 DETIK


• Adaptasi merupakan suatu fenomena yang normal, tetapi adaptasi
yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya keadaan patologis..
MEMBERI PETUNJUK PEMERIKSAAN
• Petujuk sederhana
• Pasien diminta mengangkat tangan setiap baru mendengar bunyi dan dipertahankan jika
masih mendengar bunyi.
• Pasien diminta turun tangan jika sudah tidak dapat mendengar
• Dilarang bersuara atau menimbulkan suara selama pemeriksaan

PEMERIKSAAN
• pasien diberikan suara terus menerus 5dB diatas ambang dengarnya. Jika pasien tidak dapat
mendengar suara tersebut selama 60 detik, maka intensitas suara ditingkatkan 5 dB dan waktu
pemeriksaan diulang kembali
• Hal ini di lakukan seterusnya, sampai pasien dapat mendengar selama 60 detik. Decay atau
kelelahan diatas 25 dB tanda adanya lesi saraf atau disebut ketulian retrokoklea
REFLEX AKUSTIK DECAY

Refleks akustik decay menilai kontraksi muskulus stapedius yang


diberikan bunyi 10 dB diatas ambang reflex akustik selama 10 detik.

Jika tidak mampu mempertahankan kontraksi, yaitu penurunan setengah


amplitude dalam 5 menit pada frekuensi 1000 Hz dan terutama pada 500
Hz, maka dikatakan reflex akustik decay postif. Hal ini berarti terdapat
ketulian retrokoklea.