Anda di halaman 1dari 13

Definisi

Apakah
Diabetes itu ??

Serangkaian gangguan metabolik


yang kompleks dan kronis, ditandai
dengan intoleransi glukosa
simpatomimetik.semua penderita
diabetes akhirnya menunjukkan
kelainan sekresi insulin dan
komplikasi penyakit.seperti kelainan
vaskular dan neurologis
Klasifikasi Diabetes Mellitus Berdasarkan Etiologinya

1. Diabetes Mellitus Tipe 1: 4. Diabetes Mellitus Tipe Lain


Destruksi sel β umumnya -Defek genetik fungsi sel β
menjurus ke arah defisiensi insulin -Penyakit pankreas
absolut -Autoimun
A. Melalui proses imunologik
(Otoimunologik)
B. Idiopatik
Diabetes Mellitus Tipe 2 5. Gangguan Toleransi Glukosa
2. Bervariasi, mulai yang A. IFG (Impaired Fasting Glucose) =
predominan resistensi insulin GPT (Glukosa Puasa Terganggu)
disertai defisiensi insulin relatif B. IGT (Impaired Glucose Tolerance) =
TGT (Toleransi Glukosa terganggu)
sampai yang predominan
gangguan sekresi insulin bersama
resistensi insulin
3. Diabetes Mellitus Gestasional
Diabetes mellitus yang muncul
pada masa kehamilan, umumnya
bersifat
sementara, tetapi merupakan
faktor risiko untuk DM Tipe 2
pulau Langerhans kelenjar pankreas
• terdapat beberapa tipe sel, yaitu sel
β, sel α dan sel δ. Sel-sel β
memproduksi insulin, sel-sel α
memproduksi glukagon, sedangkan
sel-sel δ memproduksi hormon
somatostatin

FUNGSI INSULIN :
Berikatan dengan reseptor pada
sel / jaringan untuk membuka
jalan bagi masuknya glukosa
darah ke dalam sel untuk
dirubah menjadi tenaga.

INSULIN === PERANTARA


Kriteria penegakan diagnosis
diabetes secara umum

Glukosa Plasma Glukosa Plasma


Puasa 2 jam setelah makan

Normal <100 mg/dL <140 mg/dL

Pra Diabetes
IFG 100 – 125 mg/dL ––

IGT –– 140 – 199 mg/dL

diabetes > 126 mg/dL > 200 mg/dL


Perbedaan dm TIPE 1 DAN DM
TIPE 2
Mula muncul Umumnya masa kanakkanak Pada usia tua,
dan remaja, umumnya
walaupun ada juga pada > 40 tahun
masa dewasa < 40 tahun
Keadaan klinis Berat Ringan
saat
diagnosis
Kadar insulin Rendah, tak ada Cukup tinggi, normal
darah
Berat badan Biasanya kurus Gemuk atau normal
Pengelolaan yang Terapi insulin, diet, Diet, olahraga,
disarankan olahraga hipoglikemik oral
Terapi insulin
Indikasi :
Pada pasien yang mengalami kerusakan sel β pankreas (DM
tipe 1).Pada pasien DM tipe 2 yang kadar glukosanya tidak bisa
dipertahankan dengan Obat Antidiabetik Oral.

Kontraindikasi/alergi terhadap Antidiabetik oral


Cara pemberian insulin
Penyuntikan i.m
1. INSULIN …
1.3. MEKANISME KERJA
• Tempat kerja insulin ialah pd permukaan luar membran sel.
• Beberapa peneliti mendptkan bhw adenilsiklase dihambat,
sedangkan enzim fosfodiesterase dirangsang.
• Insulin bekerja sebaliknya yaitu ke arah sintesis glikogen.
• Insulin mendefosforilasi enzim tertentu dg akibat terjadinya
penghambatan glikogenolisis dan lipolisis.
• Insulin meningkatkan ambilan K+ ke dlm sel, efek serupa
terjadi pd Mg++ dan diduga ion tsb bertindak sbg second
messenger yg memperantarai kerja insulin.
Tipe insulin
Jenis Mula kerja Puncak Masa kerja
1. Insulin masa kerja Sediaan (jam) (jam) (jam)
singkat (Short- Insulin
acting/Insulin), disebut Masa kerja 0,5 1-4 6-8
Singkat(Sh
juga insulin reguler. ortacting/
Insulin),
disebut
2. Insulin masa kerja sedang juga
(Intermediate-acting) insulin
reguler

Masa kerja 1-2 6-12 18-24


3. Insulin masa kerja sedang sedang
dengan mula kerja cepat Masa kerja 0-5 4-15 18-24
sedang
mula kerja
4. Insulin masa kerja cepat
panjang (Long-acting
Masa kerja 4-5 14-20 24-36
insulin) panjang
1. INSULIN …
1.8. EFEKSAMPING
REAKSI ALERGI.
• Reaksi ini dpt terjadi secara sistemik atau lokal. Reaksi lokal
terjadi 10 x lebih sering daripd reaksi sistemik terutama pd
penggunaan sediaan yg kurang murni.
• LIPODISTROFI. Beberapa penderita mengalami lipodistrofi
(atrofi atau hipertropi). pd lipoatropi terjadi lekukan di
bawah kulit tempat suntikan akibat atrofi jaringan lemak.
Hal ini diduga disebabkan oleh reaksi imun dan lebih sering
terjadi pd wanita muda dg sediaan insulin yg kurang murni.
• GANGGUAN PENGLIHATAN. pd diabetes yg tdk terkontrol,
kehilangan daya akomodasi ringan dihubungkan dg
kelainan lensa.
3. Pengobatan DM …
INSULIN
Pengobatan Penderita utk pertama kali.
• Insulin kerja sedang, dipilih utk penderita yg cenderung menderita ketoasidosis.
Bila tdk ada komplikasi, dosis awal 10-20 unit diberikan 30-60 menit sebelum
makan pagi. Tergantung dari respons yg didpt, dosis boleh ditambahkan 2-10 unit
per hari sampal dicapai dosis optimal.
• Cara lain ialah pemberian 5-10 unit insulin kerja cepat 15-30 menit sebelum makan
dan dosis disesuaikan menurut petunjuk pemeriksaan urin.
• Bila pengendalian gula darah dg insulin kerja cepat telah tercapai, pengobatan dpt
diganti dg insulin kerja sedang sebanyak dua pertiga dosis total semula. Cara kedua
ini memerlukan waktu lebih lama utk mencapai efek optimal tetapi pengendalian
penderita yg cenderung mendpt ketoasidosis lebih mungkin dilaksanakan.
• Apabila gejala hipoglikemia timbul sebelum makan malam tetapi urin sebelum
makan siang masih jelas positif maka ditambahkan 4-10 unit insulin kerja cepat
sebelum makan pagi dan dosis insulin kerja lama dikurangi. Glukosuria sebelum
makan malam dpt diatasi dg penambahan dosis insulin kerja sedang sebelum
makan pagi, sedang glukosuria di pagi hari dg mengurangi kalori makan malam dan
bila perlu penambahan insulin kerja sedang sebelum makan malam.
Inhibitor α- glukosidase

 Mekanisme kerja: bekerja dengan cara menghambat enzim alfa


glukosidase dimukosa duodenum sehingga penguraian
dipolisakarida menjadi monosakarida dihambat.
 Indikasi: sebagai tambahan pada terapi sulfonilurea atau biguanida
pada diabetes melitus yang tidak dapat dikendalikan dengan obat
tersebut.obat-obat inhibitor alpha-glukosidase dapat diberikan
sebagai obat tunggal atau kombinasi dengan obat diabetes lainnya.
 Efek samping: kembung, terasa banyak gas, banyak kentut, bahkan
diare. Keluhan ini biasanya timbul pada awal pemakaian obat yang
kemudian berangsur kurang.
 Kontra indikasi:Obstruksi usus, parsial ataupun keseluruhan, Radang
atau luka/borok pada kolon, Penyakit usus kronis lainnya atau
penyakit-penyakit lain yang akan bertambah parah jika terjadi
pembentukan gas berlebihan di saluran pencernaan
Regimen dosis
1. Acarbose
Bentuk Sediaan : Tablet 25 mg, 50 mg, dan 100 mg
Dosis : Obat ini umumnya diberikan dengan dosis awal 50 mg dan dinaikkan
secara bertahap sampai 150-600 mg/hari. Dianjurkan untuk mengkonsumsinya bersama segelas
penuh air pada suap pertama sarapan/makan.

• Interaksi dengan obat lain :


• Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik.
• Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat
menurunkan kebutuhan insulin dan OHO.
• Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO.
• Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan,
misalnya tremor.
• Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik .
• Resin penukar ion: kolestiramin meningkatkan efek hipoglikemik acarbose.
• Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa
• Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik
• Obat-obat yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, seperti obat-obat diuretika (misalnya
hidroklortiazida, klorotiazida, klortalidon, indapamid, dan lain-lain), senyawa steroid (misalnya
prednisone, metilprednisolon, estrogen), senyawa-senyawa fenotiazin (misalnya klorpromazin,
proklorperazin, prometazin), hormone-hormon tiroid, fenitoin, calcium channel blocker (misalnya
verapamil, diltiazem, nifedipin)