Anda di halaman 1dari 15

Analisis Identifikasi

Evaluasi Situasi Masalah

Pengawasan & Prioritas


Pengendalian Masalah
Problem
Solving Tujuan
Pemantauan Cycle

Pelaksanaan &
Alternatif
Penggerakkan
Pemecahan
Masalah
Rencana
Operasional Pengambilan
keputusan
Analisis situasi adalah langkah Dalam analisis situasi, data yang
pertama proses proses penyusunan
diperlukan untuk
perencanaan. Langkah ini dilakukan
menyusunperencanaan kesehatan
dengan menganalisis data atau
laporan yang dimiliki oleh organisasi
terdiri dari :
atau mengkaji laporan lembaga lain 1. Data Tentang Penyakit dan
yang datanya dibutuhkan, observasi, Kejadian sakit
dan wawancara. 2. Data Kependudukan
Analisis situasi merupakan langkah 3. Data Potensi Organisasi
awal perencanaan yang bertujuan Kesehatan
untuk mengidentifikasi masalah. 4. Data Sarana & Prasarana
5. Keadaan Lingkungan dan
Geografi.
Langkah analisi situasi bertujuan
mengumpulkan berbagai jenis data
atau fakta yang berkaitan dengan
masalah kesehatan masyarakat,
yang nantinya akan dijadikan dasar
penyusunan perencanaan.

http://bakuldata.blogspot.com/2011/01/problem-solving-cycle-bagian-i.html
Melalui analisis situasi akan dihasilkan berbagai
macam data. Data dianalisis lebih lanjut Menetapkan prioritas masalah dapat dilakukan
menggunakan pendekatan epidemiologi untuk dengan mengajukan beberapa pertanyaan kritis
dapat dijadikan informasi tentang distribusinya di sbb :
suatu daerah., berdasarkan kurun waktu tertentu.. 1. Apakah mslh tsb menimpa sbagian besar
penduduk?
Langkah-langkah identifikasi masalah : 2. Apakah masalah tsbt potensial sebagai
pnyebab kematian ?
1. Mengkaji berbagai masalah kesehatan yang
3. Apakah mslh tersebut mempengaruhi
berkembang di wilayah kerja puskesmas.
kesehatan ?
2. Mengkaji potensi puskesmas untuk mengatasi 4. Apakah masalah tsbt bersifat kronis
masalah. (endemik) ?
3. Mengkaji sejauh mana bantuan dari Dinkes 5. Apakah maslah tersebut menyebabkan
Provinsi maupun kota, dan RSUD yang dapat kepanikan masyarakat secara meluas ?
diperoleh.
Pertimbangan lain yang harus diperhatikan adalah
aspek fisibilitasnya (potensi dan kendala) di
lapangan

Sumber :
http://bakuldata.blogspot.com/2011/01/problem-
solving-cycle-bagian-i.html
Perumusan sebuah tujuan operasional program 3. Berbagai macam kegiatan alternatif dipilih untuk
kesehatan harus bersifat SMART : Spesific (jelas mencapai tujuan program.
sasarannya), Measurerable (dapat diukur 4. Mengkaji faktor-faktor penyebab masalah, serta
kemajuannya), Appropriate (sesuai dengan strategi dampak masalah yang telah atau mungkin terjadi
nasional, Realistic, dapat dilaksanakan sesuai dengn di masa depan.
fasilitas dan kapasitas organisasi yang tersedia, Time
Bound (sumber daya dapat dialokasikan dan kegiatan
dapat direncanakan untuk mencapai tujuan program,
dan target waktu yang telah ditetapkan.

Dalam menyusun tujuan, ada beberapa hal yang perlu


diperhatikan :
1. Tujuan program adalah hasil akhir dari sebuah
kegitan, oleh karena itu, tujuan program dipakai
untuk mengukur keberhasilan program
2. Tujuan harus sesuai dengn masalah, target
ditetapkan sesuai dengan kemampuan
organisasi.

http://musriadi.ohlog.com/makalah-problem-solving.oh38521.html
Setelah kita berhasil mendiagnosa masalah tersebut dengan
tepat dan benar, langkah berikutnya yang harus dilakukan d. Alternatif-alternatif yang diusulkan perlu
adalah membuat sejumlah alternatif pemecahan masalah. Pada mempertimbangkan konse-kuensi yang muncul
tahap ini, kita diharapkan dapat memi-lih hanya satu solusi, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
sebelum alternatif solusi-solusi yang ada diusulkan. Dengan e. Alternatif-alternatif yang ada saling melengkapi satu
memilih satu solusi masalah yang ditawarkan akan menjadikan dengan yang lain. Gagasan yang kurang menarik,
kualitas pemecahan masalah lebih efektif dan efesien. bisa menjadi gagasan yang menarik bila
dikombinasikan dengan gagasan-gagasan lainnya.
f. Alternatif yang diusulkan harus dapat
Ada beberapa karakteristik pembuatan allternatife pemecahan
menyelesaikan masalah yang telah didefenisikan
masalah yang harus diperhatikan, yakni :
dengan baik. Masalah lainnya yang muncul,
a. Semua alternatif yang ada sebaiknya diusulkan dan mungkin juga penting. Namun dapat diabaikan bila
dikemukakan terle-bih dahulu sebelum kemudian tidak secara langsung mempenga-ruhi pemecahan
dilakukan evaluasi. masalah utama yang sedang terjadi.

b. Alternatif-alternatif yang ada, diusulkan oleh semua orang


yang terlibat dalam penyelesaian masalah. Semakin
banyak orang yang mengusulkan alternatif, semakin bagus
pula untuk meningkatkan kualitas solusi dan penerimaan
kelompok.
c. Alternatif-alternatif yang diusulkan harus sejalan dengan
tujuan atau kebijakan organisasi. Kritik dapat menjadi
penghambat, baik terhadap proses organisasi maupun
proses pembuatan alternatif pemecahan masalah.

http://gp69.blogspot.com/2007/09/problem-
Pengambilan keputusan (decision making) yang
Sebelum menyusun Rencana Kerja Operasional
didefenisikan sebagai memilih solusi terbaik dari sejumlah
(RKO), kita harus mengkaji sarana dan dana
alternatif yang tersedia. Pengambilan keputusan yang
tidak tepat akan mempengaruhi kualitas hasil pemecahan
yang tersedia dan kebijaksanaan dinkes dan
masalah yang dilakukan. instansi yang terkait.

Pengambilan keputusan yang dilakukan tentunya dengan Menyusun RKO atau Plan Of action dapat
mempertimbangkan kemampuan atau potensi dari dilakukan dengan menentukan :
puskesmas, baik itu masalah, dana maupun sumber daya 1. Jenis kegiatan
manusia yang akan melaksanakan program tersebut, serta 2. Lokasi kegiatan
dukungan dari pemerintah daerah setempat guna
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 3. Sasaran
4. Penanggung jawab lapangan
5. Dana yang dibutuhkan
6. Waktu pelaksanaan.

Format ini dapat dibentuk dalam sebuah tabel


atau disusun dalam bentuk naratif.

Sumber : Muninjaya, A.A. Gde, Manaj.


Kesehatan, Edisi 2, 2004.
Keberhasilan suatu program sangat mempengaruhi
keberhasilan seorang pemimpin organisasi Monitoring atau pemantauan dilakukan pada
(puskesmas/Rs), serta menumbuhkan motivasi saat pelaksanaan program kesehatan.
kerja dari semua staf.
Oleh karena itu, pelaksanaan sebuah program Monitoring atau pemantauan dilakukan dengan
harud dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Pengamatan langsung (supervisi langsung turun
ke lapangan untuk memantau kegiatan staf pd
saat melaksanakan tugas2x.
Beberapa hal yg perlu diperhatikan dlm
pelaksanaan program :
1. Kembangkan mekenisme kerja sama yang
positif antara dinas-dinas sektoral di tingkat
kecamatan , dan desa.
2. Gali potensi masyarakat, dan kembangkan
kerja sama.
3. Kembangkan motivasi staf dan kader
kesehatan di daerah setempat.

http://gp69.blogspot.com/2007/09/problem-solving.html
Controlling atau pengawasan/pengendalian Evaluasi merupakan salah satu tahapan dalam
adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa pelaksanaan sebuah program kesehatan. Evaluasi yang
penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga dilakukan berupa penilaian terhadap program yang
telah dilaksanakan.
apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke
jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan
yang telah digariskan semula. Evaluasi yang dilakukan berupa :
1. ev. Terhadap input, yang dilaksanakan sebelum
Controlling (Pengendalian) Pengendalian adalah memulai suatu program. (apakah SD sdh sesuai
suatu proses untuk memastikan bahwa aktivitas standart & kbutuhan)
sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang 2. Evaluasi proses, dilaksanakan pada saat kegiatan
direncanakan dalam arti seorang manajer harus sedang berlangsung,(apakah mtode yg dipilih sdh
yakin tindakan yang dilakukan oleh anggota efektif, bgmna motifasi staf dll)
organisasi benar-benar menggerakkan organisasi 3. Evaluasi terhadap output, dilakukan setelah
kearah tujuan yang telah dirumuskan. pelaksanaan program, untuk mengetahui output,
Controlling atau pengawasan diperlukan agar effect dan outcome.
setiap kegiatan dalam perpustakaan dapat
berjalan sesuai rencana, efektif dan efisien. Tanpa
pengawasan dimubngkinkan kegiatan idak http://dedearip.blogspot.com/2011/01/materi-
berjalan seperti seharusnya bahkan mungkin saja problem-solving-kajian-tentang.html
terjadi kegagalan.
Jenis Kelamin Jumlah Persen

Perempuan 820 62 %

Laki-laki 500 38 %
PROGRAM KATARAK
Total 1320 100 %
Intervensi Katarak pada Usia Lanjut di desa
Abbanuange Kec. Lilirilau, Kab. Soppeng

Batas wilayah Daerah


1. Analisis Situasi
Langkah analisi situasi bertujuan Utara Desa Tetawatu
mengumpulkan berbagai jenis data atau Selatan Kab. Bonne
fakta yang berkaitan dengan masalah Barat Desa Palingseng
kesehatan masyarakat, yang nantinya
Timur Desa Parengring
akan dijadikan dasar penyusunan
perencanaan.
data yang diperlukan terdiri dari :
1. Data Tentang Penderita Katarak 2. Identifikasi masalah
Langkah-langkah identifikasi masalah :
2. Data Kependudukan (jumlah penduduk 1. Mengkaji berbagai masalah kesehatan ,
1320 jiwa, 112 KK) terlebih khusus masalah Katarak, sesuai
4. Data Sarana & Prasarana kesehatan (2 dengan program yang diajukan dari tingkat
kecamatan dalam rangka mengurangi jumlah
posyandu & 1 poskesdes)
penderita KATARAK
3. Mengkaji potensi puskesmas untuk mengatasi 4. Menetapkan Tujuan Umum.
masalah KATRAK . Dengan melihat masalah-masalah Katarak yang
4. Mengkaji sejauh mana bantuan dari Dinkes ada, maka DINKES membuat tujuan program
Provinsi maupun kota, dan RSUD yang dapat yaitu untuk memberikan pemeriksaan mata pada
diperoleh. semua warga yang usia lanjut guna mengetahui
siapa saja yang menderita katarak, kemdian
bagaimana mengatasi maslah katarak tersebut
3. Prioritas masalah
Menetapkan prioritas masalah dapat dilakukan dengan
5. Alternatif pemecahan Masalah
mengajukan beberapa pertanyaan kritis sbb :
Dari tujuan diatas, maka DINKES berembuk dalam
1. Apakah mslh Katarak memang menimpa sbagian
menentukan alternatif pemecahan masalah,
besar penduduk? Dalam hal ini, masalah Katarak
adapun alternatifnya yaitu :
pada penduduk yang Usia Lanjut
Melakukan penyuluhan mengenai
2. Apakah katarak dapat menyebabkan hipertensi ?
Pencegahan Kataraksei kepada masyarakat,
3. Apakah mslh Katarak tersebut mempengaruhi khususnya masyarakat yang usia lanjut
kesehatan ?
Dari pertanyaan yang diajukan dan melihat kembali
pandangan warga terhadap masalah Katrak, ternyata
80% penduduk yang Usia Lanjut menyatakan bahwa
masalah Katrak memang menjadi kendala besar yang
selama ini dihadapi.
6. Pengambilan Keputusan.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan memilih salah satu program alternatif pemecahan maslaah.
Maka puskesmas memutuskan untuk melaksanakan program intervensi formula pada balita.

7. Rencana operasional

Nama Tujuan Sasaran Target Lokasi Dana Waktu PJ


Kegiatan Pelaksanaan

Intervensi untuk Semua 10 warga Rumah Sudah Bulan Kepala


Katarak memberikan warga khususnya penduduk teralokasikan Agustus, 2 Puskes
pemeriksaan khususn usia lanjut minggu mas
mata pada semua ya usia berjalan.. Cakuri
warga yang usia lanjut di (tgl 15-28 ddi
lanjut guna desa Agustus 2011) Desa
mengetahui Abbanua Abban
siapa saja yang ng uange
menderita
katarak, kemdian
bagaimana
mengatasi
maslah katarak
tersebut
8. Pelaksanaan Kegiatan Tabel berat badan & umur balita dengan status
Penentuan 10 warga yang usia lanjut diambil dari gizi terbawah
data Kantor Desa terakhir tahun 2011, di desa
Abbanuange. Dari data tersebut petugas Kantor Nama Tekanan umur
Desa menghitung status warga yang di Darah
katagorikan usia lanjut. Setelah di ambil data, Taharuddin 130/70 52 thn
warga tersebut di kumpul dan masing-masing di
Fatima 120/60 49 thn
periksa untuk mengetahui tekana darahnya.
Setelah memriksa tekanan darah, warga mulai Jubaidah 90/70 45 thn
mengukuti pemeriksaan visus ( melihat jarak Fadlih 130/20 50 thn
objek dari 1 m hingga 6 m) dari hasil visus
Tamar 145/70 43 thn
pemeriksa dapat mengambil kesimpulan
terhadap warga yang di periksa. vikar 120/80 55 thn
Pada saat intervensi pun petugas juaga Saodah 110/70 50 thn
memberikan pengetahuan mengenai
Surti 130/60 46 thn
pencegahan katarak.
Kasan 120/80 4 4 thn

Rnasrah 110/60 42 thn

9. Monitoring & Controling


Monitoring dan controling yang dilakukan berupa
pengecehan katarak,, serta pengukuran tekana darah
warga yang usia lanjut sebanyak 4x selama 2 minggu
10. Evaluasi
Pada akhir kegiatan / program dilakukan Tabel hasil intervensi Katarak
evaluasi dengan kembali mengukur status
warga yang mengalami tekanan darah
tinggi tersebut, dengan menggunakan Nama Tekanan umur Tekanan
pengukuran yang sama (antropometri), dan Darah Darah
Setelah
hasil yang diperoleh cukup memuaskan Intervensi
karena setiap warga mengalami Taharuddi 130/70 52 thn 120/80
n
perubahan darah normal dalam waktu 2
Fatima 120/60 49 thn 120/70
minggu.
Jubaidah 90/70 45 thn 120/70

Fadlih 130/20 50 thn 110/80

Tamar 130/70 43 thn 120/80

vikar 120/80 55 thn 120/80

Saodah 110/70 50 thn 120/70

Surti 120/60 46 thn 120/70

Kasan 120/80 4 4 thn 120/80

Rnasrah 110/60 42 thn 110/70

Sumber : Data Puskesmas Ciakuriddi 2011