Anda di halaman 1dari 53

Nematoda Usus

 Manusia merupakan hospes beberapa


nematoda usus.
 Spesies yang ditularkan melalui tanah dan
disebut “ Soil Transmitted Helminths”.
 Hospes terpenting bagi manusia yang
termasuk STH adalah : Ascaris lumbricoides,
Trichiuris trichiura, Necator americanus,
Ancylostoma duodenale, Srongiloides
stercoralis.
 Nematoda usus lainnya adalah Oxyuris
vermicularis dan Trichinella spiralis.
 Manusia merupakan satu-satunya hospes
Ascaris lumbricoides
 Cacing jantan berukuran 10-30 cm,diameter
2-4mm, betina 22-35 cm.
 Stadium dewasa hidup di rongga usus muda.
 Cacing betina bertelur 100.000-200.000
butir sehari (telur yang dibuahi dan tidak).
 Telur yang dibuahi besarnya 60 x 45 mikron,
yang tidak 90 x 40 mikron.
 Telur yang dibuahi menjadi bentuk infektif
dalam waktu kurang lebih 3 minggu
 Di Indonesia prevalensi ascariasis tinggi,
terutama pada anak-anak yang sering kontak
dengan tanah.
 Kurangnya pemakaian jamban shg
menimbulkan pencemaran tanah oleh tinja
a.l. di halaman rumah, di bawah pohon.

 Pencegahan : Penertiban pembuangan tinja.


 Necator americanus dan ancylostoma duodenale
 Hospes : manusia, menyebakan necatoriasis dan
ancilostomiasis.
 Distribusi geografi : seluruh daerah katulistiwa,
dan ditempat spt pertambangan dan perkebunan.
 Di Indonesia 90% N. Americanus 10% A.
Duodenale.
 N.americanus lebuh banyak di daerah tropis,
afrika dan amerika.
 A. duodenale lebih banyak di amerika selatan.
Morfologi
Cacing dewasa :
 Mempunyai ukuran : jantan8-11mm x 0,45
mm dan betina 10-13x 0,60mm.
 Bentuk seperti huruf C atau , (koma)
 Buccal cavuty ; terdapat 2 pasang gigi, gigi
sebelah dalam lebih kecil dari luar.
 Betina : memiliki terminal spine
 Jantan memiliki bursa kopulatrik
 Rhabditiform Larva
 Mempunyai ukuran 250 x 17mikron
 Makanan : sisa-sisa organik
 Buccal cavity panjang
 Genital primordium
 Mulut terbuka
 Mulut tertutup
 Merupakan bentuk infektif
 Dari mulut keluar enzim.
 Mempunyai ukuran 0,5 -0,7 mm.
 Ancilostoma duodenale mempunyai ukuran
56-60 x 36-40 mikron, Necator americanus
64-76 x 36-40mm.
 Berbentuk bulat lonjong
 Kulit relatif tipis
 Ditanah tidak tahan kekeringan.
 Insiden tinggi ditemukan di
Indonesia,terutama pedesaankhususnya
perkebunan.
 Tanah gembur (pasir, humus) baik untuk
pertumbuhan.
 Kebiasaan buang tinja di tanah dan
pemakaian tinja sebagai pupuk penting
dalam penyebaran penyakit.

 PENCEGAHAN : pakai sandal,melarang BAB di


tempat terbuka (tanah).
MORFOLOGI
Bentuk dewasa:
 Mempunyai ukuran : jantan 5x9 mmx 0,30.
Betina 9-11 x 0,35mm.
 Bentuk : lengkungan kepala berlawanan dengan
lengkungan tubuh seperti S.
 Buccal cavity ; terdapat 2 pasang alat pemotong
 Betimna tidak terdapat terminal spine.
 Bursa kopulatrik pada jantan.
Catatan : bentuk telur, daur hidup, epidemiologi
sama dg. A.duodenale.
 Atau disebut cacing kremi, manusia
merupakan satu-satunya natural host dan
penyakitnya disebut enterobiasis.
 Penyakit ini kosmopolit tetapilebih banyak di
daerah dingin dan agak kurang didaerah
tropis.
Cacing Dewasa
 Ukuran jantan : 2-5mm x 0,1-0,2mm, betina
8-13 mm x 0,3-0,5mm.
 Mulut simple 3 bibir yang mengelilinginya.
 Ujung anterior dan posterior runcing
 Pada ujung posterior jantan: Melingkar
tajam ke ventral
 Pada betina ujung posteriornya berbentuk
sebagi ekor, lurus dan runcing.
 Bentuk asimetris,salah satu sisi datar.
 Ukuran 50-60 mikron x 20-32 mikron.
 Kulit terdiri dari 2lapisan, yaitu lapisan
albuminous bersifat mechanical protection,
lapisan dalam berupa membran yang berupa
lemak berfungsi sebagai chemical protection.
 Didalam telur selalu terdapat bentuk
larvanya.
 Dalam keadaan lembab telur dapat hidup
sampai 13 hari.
 Kejadian tinggi di negara-negara barat
terutama USA.
 Merupakan penyakit keluarga.
 Paling sering diserang anak-anak berusia 5-
14 tahun.
 Pada daerah tropis kejadian lebih sedikit oleh
karena cukup sinar matahari.
 Mutlak pada kebersihan perorangan karena
penyakit ini mudah menular.
TANDA-TANDA UMUM
 Pipih dorsoventral, bersegmen-segmen
 Ukuran bervariasi mm s.d beberapa meter
 Stadium dewasa didalam usus
manusia/hewan
 Tubuh : kepala, leher dan badan (strobila)
 Kepala : alat hisap, kadang-kadang kait
 Strobila : beberapa segmen (imatur, matur
dan gravid)
 Jenis kelamin tidak terpisah (hermaphrodit)
 Tidak mempunyai rongga tubuh
 Tidak mempunyai saluran cerna
 Mempunyai sistim reproduksi sempurna
 Mempunyai sistim syaraf
 Mempunyai sistim ekskresi sederhana
 FOOD BORNE DISEASE

DAERAH PENYEBARAN
 Daerah peternakan sapi
 Makan daging sapi yang tidak dimasak
dengan baik.
 Keadaan lingkungan yang jelek.
DEWASA
 Panjang 5-10 meter
 Pipih
 Bersegmen seperti pita
 Tidak mencemari lingkungan
 Hidup dalam hospes
 Mencemari lingkungan
 Tahan terhadap faktor luar (suhu, zat kimia,
sinar matahari, kelembaban) sampai 1-2
bulan.
 Cystisercus bovis / cacing gelembung
 Tidak mencemari lingkungan
 Terdapat dalam jaringan otot sapi (hospes
antara)
 Hospes definitif : manusia
 Hospes antara : sapi
 Habitat : usus halus
 Bentuk infektif: larva /cystisercosis bovis
 Cara inveksi : makan daging sapi yang tidak
dimasak degan baik
 Bentuk dewasa melekatkan diri pada mucosa
usus hospes sehingga terjadi malnutrisi dan
diarhea.
 Memeriksa tinja manusia menemukan bentuk
telur , proglotid grafid

PENGOBATAN
 Niclosamid, prazikuantel
 Ditemukan pada negara yang penduduknya
banyak makan daging kerbau atau sapi
 Cara makan penduduk (matang, setengah
matang, mentah)
 Cara memelihara ternak
 Mengobati sumber infeksi
 Memperbaiki lingkungan
 Memasak daging sebelum dimakan sehingga
warnanya berubah.
 Pemeriksaan daging sapi akan adanya
systisercosis
 Pendinginan daging sapi
.
 Peternakan babi
 Keadaan lingkungan jelek
 Makan daging babi yang tidak dimasak
dengan baik,
DEWASA
 Pipih seperti pita,
 Panjang 2-3 m
 Tidak mencemari longkungan
 Di dalam hospes

LARVA
 Terdapat dalam jaringan otot hospes antara
 Tidak mencemari lingkungan
 Bentuk bulat
 Dinding tebal
 Mencemari lingkungan (tanah, sayuran,
buah-buahan,
 Tahan terhadap pengaruh luar (suhu, zat
kimia, sinar matahari, kelembaban)
 Dapat hidup 1-2 bulan.
 Hospes definitif : manusia
 Hospes antara : babi
 Habitat : usus halus
 Bentuk infektif : larva menyebabkan taeniasis,
 Telur menyebabkan cyctisercosis
 Cara infeksi : makan daging babi yang
mengandung larva tanpa dimasak dengan
baik.
 DEWASA : mengkaitkan diri pada mukosa
usus
 LARVA : mengkista pada jaringan otot
 Diagnosa penderita : memeriksa telur,
proglotid grafid.
 Diagnosa lingkungan : memeriksa tanah,
sayuran, buah-buahan, telur
 Memeriksa daging babi : larva

PENGOBATAN
 Niclosamid, prazikuantel
 Kebiasaan hidup penduduk dipengaruhi
tradisi kebudayaan dan agama, cara
menyantap daging
 Cara ternak babi sebaiknya dengan kandang
yang bersih
 Mengobati sumber infeksi
 Memperbaiki lingkungan
 Memasak daging babi sebelum dipakai.
BAHAN DAN ALAT YANG DIPERLUKAN

 Jarum biopsi/pisau yang tajam


 Gelas benda yang bersih dan kering
 Karet pengikat
 Gelas jar
 Kapsula dalam jaringan otot diambil dengan
jarum biopsi
 Kapsula ditekan diantara kedua gelas benda
 Kedua gelas benda diikat kuat-kuat, agar
kapsula tampak jernih
 Dimasukkan kedalam jar, didiamkan selama
½ sampai 1 jam
 Disiapkan di bawah mikroskop dengan
perbesaran lemah, bila ditemukan larva
dengan perbesaran kuat
 BAHAN DAN ALAT
 Artificial digestive fluid (cairan cerna):
 Pepsine
 HCl : 7 ml
 Air suling : 1000 ml
 Penggiling daging/blender/tissue grinder
 Erlenmeyer, incubator, corong baeman, gelas
benda, gelas penutup
 Sentrifuge, pipet, magnetik stirer
 Jaringan otot daging dengan blender
 Masukkan dalam erlenmeyer, ditambahkan
20 bagian cairan cerna
 Dicampur sampai rata dengan magnetic stirer
dimasukkan kedalam incubatur 37C selama
12-24 jam.
 Ditambahkan air hangat sehingga 3 kali
volume semula
 Tuangkan campuran tersebut ke dalam
corong Baerman dan didiamkan 1-2 jam
 Larva akan turun menuju kebawah corong
baerman
 Cairan dibagian bawah corong baerman
diambil dengan pipet, diteteskan pada gelas
obyek, ditutup dengan gelas penutup dan
diperiksa di bawah mikroskop dengan
perbesaran lemah untuk melihat ada tidaknya
larva.
 Jika tidak ditemukan larva, seluruh cairan
yang terdapat di bagian bawah corong
baerman dipusingkan, dan endapan diperiksa
terhadap danya larva.
 Buah/sayuran dicuci dengan air /NaOH 0,2%.
 Air cucian disentrifugasi 1500 rpm selama 5
menit
 Bagian supernatan dibuang
 Endapan diambil dengan pipet, diteteskan
pada gelas obyek
 Lugol/ eosin/ garam fisiologis diteteskan
pada sampel yang telah berada di gelas
obyek
 Sampel diperiksa dengan mikroskop cahaya,
perbesaran lensa obyektif 40x
 Sampel tanah 2 gr dimasukkan ke dalam
tabung sentrifuge
 Disentrifugasi 2000 rpm/3 menit
 Cairan supernatan dibuang
 Diulang beberapa kali sampai cairan
supernatan jernih
 Endapan dilarutkan dalam magnesium sulfat
jenuh
 Larutan magnesium sulfat jenuh ditambahkan
sampai kepermukaan tabung
 Gelas obyek diletakkan pada permukaan
tabung, kemudian diwarnai dengan lugol/
eosin
 Diperiksa dengan mikroskop