Anda di halaman 1dari 15

SCHISTOSOMA

 Pada manusia ditemukan 3 spesies penting:


Schistosoma japonicum, Schistosoma
mansoni, dan Schistosoma haematobium.
MORFOLOGI DAN DAUR HIDUP
 Cacing dewasa jantan berwarna kelabu atau
putih kehitam-hitaman
 Badannya berbentuk gemuk bundar dan pada
kutikulumnya terdapat tonjolan halus sampai
kasar
 Cacing dewasa punya batil penghisap 
saluran cerna, dan lebih ke posterior terdapat
penghisap ventral  menempel pada
endothelium pembuluh darah.
 Pejantan punya suatu rongga ventral yg longgar,
kanalis ginekoporus, tertutup betinanya selama
berpasangan.
 Sistem alat cerna terdiri dari oesofagus yg
pendek terbuka kedalam intestinum yang
membagi dua dimuka penghisap ventral dan
menyatu kembali di belakang gonade sbg suatu
caecum usus belakang yang buntu.
 Usus menghitam yg berisi hematin yg berasal dari
darah yang tercerna.
I. SCHISTOSOMA JAPONICUM
 Hospesnya adalah manusia dan berbagai
macam binatang seperti anjing, kucing, rusa,
tikus sawah (rattus), sapi, babi rusa, dan lain-
lain.
 Cacing ini ditemukan di RRC, Jepang, Filipina,
Taiwan, Muangthai, Vietnam, Malaysia, dan
Indonesia.
 Di Indonesia hanya ditemukan di Sulawesi
Tengah yaitu daerah danau Lindu, dan Lembah
Napu.
MORFOLOGI DAN DAUR HIDUP

 Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,5


cm dan yang betina kira-kira 1,9 cm, hidupnya
di vena mesenterika superior. Telur ditemukan
di dinding usus halus dan juga di alat-alat
dalam seperti hati, paru, dan otak.
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS

 Kelainan yang ditemukan pada stadium I adalah


gatal-gatal (uritikaria
 Gejala intoksikasi disertai demam hepatomegali
dan eosinofilia tinggi.
 Pada stadium II ditemukan pula sindrom disentri.
 Pada stadium III atau stadium menahun
ditemukan sirosis hati dna splenomegali; biasanya
penderita menjadi lemah (emasiasi). Mungkin
terdapat gejala saraf, gejala paru dan lain-lain.
DIAGNOSA

 Diagnosis ditegakkan dengan menemukan


telur di dalam tinja atau jaringan biopsi hati
dan biopsi rektum.
 Reaksi serologi dapat dipakai untuk membantu
menegakkan diagnosis
II. SCHISTOMA MANSONI

 Hospes definitif adalah manusia dan kera


baboon di Afrika sebagai hospes reservoar
 Pada manusia cacing ini menyebabkan
skistosomiasis usus.
 Distribusi Geografik

Cacing ini ditemukan di Afrika, berbagai negara


Arab (Mesir), Amerika Selatan dan Tengah.
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS

 Kelainan dan gejala yang ditimbulkannya kira-


kira sama seperti pada S. Japonicum, akan
tetapi lebih ringan
III. SCHISTOSOMA HAEMATOBIUM

 Hospes definitif adalah manusia.


 Cacing ini menyebabkan skistosomiasis
kandung kemih. Baboon dan kera lain
dilaporkan sebagai hospes reservoar.
 Distribusi Geografik

Cacing ini ditemukan di Afrika, Spanyol, dan


berbagai negara Arab (Timur Tengah, Lembah
Nil); tidak ditemukan di Indonesia
MORFOLOGI DAN DAUR HIDUP

 Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,3


cm dan yang betina kira-kira 2,0 cm.
 Hidupnya di vena panggul kecil, terutama di
vena kandung kemih.
 Telur ditemukan di urin dan alat-alat dalam
lainnya, juga di alat kelamin dan rektum.
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS

 Kelamin terutama ditemukan pada dinding


kandung kemih.
 Gejala yang ditemukan adalah hematuria dan
disuria bila terjadi sistitis. Sindroma disentri
ditemukan bila terjadi kelainan di rekrum.