Anda di halaman 1dari 19

DEMENSIA VASKULAR

dr. Martiana Helena


DEMENSIA VASKULAR

■ Vaskular demensia terjadi baik oleh penyempitan atau


penyumbatan pembuluh darah lengkap di otak. hasil
penyumbatan ini di dalam otak yang kekurangan oksigen dan
nutrisi. Vaskular demensia sering hasil dari stroke kecil yang
terjadi selama jangka waktu.
PATOFISIOLOGI

Demensia multi infark merupakan akibat dari


infark multipel dan bilateral. Terdapat riwayat satu
atau beberapa kali serangan stroke dengan gejala
fokal seperti hemiparesis/hemiplegi, afasia,
hemianopsia. Pseudobulbar palsy sering disertai
disartria, gangguan berjalan, refleks Babinski dan inkontinensia.
CT scan otak menunjukkan hipodensitas bilateral
disertai atrofi kortikal, kadang-kadang disertai dilatasi ventrikel.
EPIDEMIOLOGI

■ Tingkat prevalensi demensia vaskular 1,5% di negara-negara


Barat.
■ Di Jepang, demensia vaskular menyumbang 50% dari semua
demensia yang terjadi pada orang tua dari 65 tahun.
■ Tingkat prevalensi demensia adalah 9 kali lebih tinggi pada
pasien yang telah mengalami stroke
FAKTOR RISIKO

■ Usia
■ Hipertensi,
■ Diabetes melitus
■ Aterosklerosis
■ Penyakit jantung,
■ Penyakit arteri perifer
■ Plak pada arteri karotis interna
■ Alkohol
■ Merokok
■ Ras dan pendidikan rendah.
DIAGNOSIS

Dianostik DSM – IV menggunakan kriteria:


■ Adanya defisit kognitif multipleks yang dicirikan oleh
gangguan memori dan satu atau lebih dari gangguan kognitif
■ Defisit kognitif pda kriteria yang menyebabkan gangguan
fungsi sosial dan okupasional yang jelas.
■ Tanda dan gejala neurologik fokal (refleks fisiologik
meningkat, refleks patologik positif, paralisis pseudobulbar,
gangguan langkah, kelumpuhan anggota gerak)
DIAGNOSIS BANDING

■ Demensia akibat trauma kepala


■ Demensia Akibat Penyakit HIV
■ Depresi
■ Penyakit Parkinson Demensia
PEMERIKSAAN PENUNJANG

■ Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendapatkan data


yang dapat memberi nilai tambah dalam bidang pencegahan,
diagnosis, terapi, prognosis dan rehabilitasi.
PENCITRAAN

■ Dengan adanya fasilitas pemeriksaan CT scan otak atau MRI


dapat dipastikan adanya perdarahan atau infark (tunggal
atau multipel), besar serta lokasinya.
LABORATORIUM

Digunakan untuk menentukan penyebab atau faktor risiko yang


mengakibatkan timbulnya stroke dan demensia.
■ Pemeriksaan darah tepi
■ Laju endap
■ Darah (LED)
■ Kadar glukosa
■ glycosylated Hb,
LAIN-LAIN

■ Foto Rontgen
■ EKG
■ Ekokardiografi
■ Pemeriksaan Doppler,
PENATALAKSANAAN

Demensia vaskuler adalah akibat stroke sehingga penting di


pikirkan pencegahan : “secondary stroke attack”.
■Obat-obat
– Galatamin 2 x 4 mg  2 x 8 mg
– Rivastigmin 2 x 3 mg  2 x 6 mg
– Donepezil 1 x 5 mg  1 x 10 mg
– Pentoxifilin 3 x 400 mg
– Piracetam 3 x 800 mg – 1200 mg
– Ginkogiloba 2 x 40 mg – 60 mg
– Vit V 2 x 100 unit
Diet

■ Dalam studi Rotterdam, peningkatan risiko demensia


vaskular dikaitkan dengan asupan lemak total.
■ Rendahnya tingkat folat, vitamin B-6, dan vitamin B-12 yang
terkait dengan kadar homosistein meningkat, faktor risiko
stroke.
Pencegahan
■ Memodifikasi faktor risiko vaskular (misalnya, hipertensi, diabetes mellitus,
merokok, hyperhomocystinemia)
■ faktor makanan (misalnya, hiperkolesterolemia)
Perawatan Rawat Inap

■ Perilaku yang lebih mengganggu seperti agitasi, agresi,


mengembara, gangguan tidur, dan perilaku seksual yang
tidak pantas.
Perawatan Rawat Jalan

■ Kontrol setiap 4-6 bulan dianjurkan untuk menilai kondisi


umum pasien dan kognitif dan gejala non-kognitif.
PROGNOSIS

■ Menurut beberapa penelitian, demensia vaskular harapan


hidup lebih pendek sekitar 50%, pada orang dengan
pendidikan yang rendah.