Anda di halaman 1dari 20

METODE LENDIR SERVIKS DAN

SIMPTOTERMAL
METODE LENDIR SERVIKS
Metode Lendir Serviks atau lebih dikenal sebagai Metode
Ovulasi Billings/MOB atau metode dua hari mukosa
serviks dan metode Simtomtermal adalah yang paling
efektif. Cara yang kurang efektif misalnya Sistem
Kalender atau pantang berkala dan Metode Suhu Basal
yang sudah tidak diajarkan lagi oleh pengajar KBA. Hal
ini disebabkan oleh kegagalan yang cukup tinggi (>20%)
dan waktu pantang yang lebih lama. Di Indonesia
dengan surat dari BKKBN Pusat kepada BKKBN Provinsi
dengan SK 6668/K.S. 002/E2/90. Tanggal 28
Desember 1990, Metode Ovulasi Billings (MOB) sudah
diterima sebagai salah satu Metode KB (Mandiri).
Metode Simptothermal merupakan metode
keluarga berencana alamiah yang
mengidentifikasi masa subur dari sirkulasi
menstruasi wanita.
Metode simtothermal mengkombinasikan
suhu basal tubuh dan mukosa serviks.
Metode simptothermal akan akurat
memprediksikan hari aman pada wanita.
MANFAAT ADA 2 JENIS :

 Manfaat kontrasepsi : sebagai alat kotrasepsi


atau menghindari kehamilan dengan tidak
melakukan hubungan seksual ketika
berpotensi masa subur.
 Manfaat konsepsi : sebagai konsepsi atau
menginginkan kehamilan dengan melakukan
hubungan seksual ketika berpotensi subur.
EFEKTIFITAS

Angka kegagalan dari penggunaan metode


simpthotermal adalah 10 – 20 wanita akan
hamil dari 100 pasangan setiap tahunnya. Hal
ini disebabkan kesalahan dalam belajar, saran
atau tidak ada kerjasama pasangan. Namun
studi lain juga menyatakan angka kegagalan
3% dengan pengawasan ketat.
HAL YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS

 Pencatatan dilakukan secara konsisten dan


akurat
 Tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.

 Kerjasama dengan pasangan.


HAL YANG MEMPENGARUHI TIDAK EFEKTIF :

 Wanita yang mempunyai bayi.


 Wanita yang mempunyai penyakit

 Pasca perjalanan

 Konsumsi alkohol
GRAFIK KESUBURAN
GRAFIK KESUBURAN TIDAK SESUAI DIGUNAKAN
PADA WANITA :
 Wanita yang memiliki psg seksual lebih dari
satu.
 Tidak ada komitmen dgn pasangan

 Wanita yg tdk dapat mengamati hari subur

 Wanita yg mempunyai resiko kesehatan.

 Wanita yg mengkonsumsi obat2an


KEUNTUNGAN

 Tidak ada efek fisik


 Aman

 Ekonomis

 Meningkatkan hubungan kerjasama antar


pasangan.
 Dapat langsung dihentikan
LENDIR SERVIKS

Metode lendir serviks atau lebih dikenal sebagai


metode ovulasi billings adalah metode
kontrasepsi yang menggunakan lendir serviks
dengan memantau masa subur.
Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen
dan progesteron ikut berperan dalam
reproduksi. Pada tiap siklus haiddi produksi 2
macam lendir serviks oleh sel2 serviks, yaitu :
1. Lendir tipe – E ( Estrogen )

2. Lendir type – G ( gestagenik )


1. Lendir Tipe-E (Estrogenik)
a. Di produksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase
ovulasi.
b. Sifat-sifat:
 Banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas
rendah.
 Spinnbarkeit (elastisitas) besar. Spinnbarkeit :
sampai seberapa jauh lendir dapat diregangkan
sebelum putus.
 Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis
(fernlike patterns, ferning, arborization).
c. Spermatozoa dapat “menembus” lendir ini.
2. Lendir Type-G (Gestagenik)
a. Diproduksi pada fase awal pra-ovulasi dan
setelah ovulasi.
b. Sifat-sifat
- Kental
- Viskositas tinggi
- Keruh (opaque).
c. Dibuat karena peningkatan kadar progesterone.
d. Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini.
(Depkes, 2004)
C. CIRI-CIRI LENDIR SERVIKS PADA BERBAGAI
FASE DARI SIKLUS HAID (30 HARI)
a. Fase 1 :
- Haid
- Hari 1-5
- Lendir dapat ada atau tidak, dan “tertutup” oleh darah haid.
- Perasaan wanita : basah dan licin (lubrikatif).
b. Fase 2 :
- Pasca haid
- Hari 6-10
- Tidak ada lendir atau hanya sedikit sekali
- Perasaan wanita : kering.
c. Fase 3 :
- Awal pra-ovulasi.
- Hari 11-13
- Lendir keruh, kuning atau putih, dan liat.
- Perasaan wanita : liat dan / atau lembab.
d. Fase 4 :
- Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi.
- Hari 14-17.
- Lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan.
- Dengan konsistensi seperti putih telur.
- Hari terakhir dari fase ini dikenal sebagai “gejala-puncak” (peak symptom).
- Perasaan wanita : lubrikatif dan atau basah.
e. Fase 5 :
- Pasca-ovulasi.
- Hari 18-21.
- Lendir sedikit, keruh, dan liat.
- Perasaan wanita : liat / atau lembab.
f. Fase 6 :
- Akhir pasca-ovulasi atau segera pra-haid.
- Hari 27-30.
- Lendir jernih dan seperti air.
- Perasaan wanita : liat dan / atau lembab dan/atau basah.
D. Teknik Metode Lendir Serviks
Abstinens dimulai pada hari pertama diketahui
adanya lendir setelah haid dan berlanjut
sampai dengan hari ke-empat setelah gejala
puncak (peak symptom).
E. Penyulit-penyulit Metode Lendir Serviks
a. Keadaan fisiologis : sekresi vagina karena
rangsangan seksual.
b. Keadaan patologis : infeksi vagina, serviks,
penyakit-penyakit, pemakaian obat-obat.
c. Keadaan psikologis : stress (fisik dan
emosional).
F. Efektivitas Metode Lendir Serviks
a. Angka kegagalan : 0,4-39.7 kehamilan pada 100
wanita pertahun.
b. b. Disamping abstinens pada saat yang diperlukan,
masih ada 3 sebab lain terjadinya kegagalan /
kehamilan :
- Pengeluaran lendir mulainya terlambat.
- Gejala puncak (peak symptom) timbul terlalu
awal/dini.
- Lendir tidak dirasakan oleh si wanita atau
dinilai/interpretasi salah. (Hartanto, Hanafi,1994).
G. Yang Dapat Menggunakan Metode Lendir Serviks
Untuk Kontrasepsi
• Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur
maupun tidak teratur, tidak haid baik karena menyusui maupun
pramenopause.
• Semua perempuan dengan paritas berapa pun termasuk nulipara.
• Perempuan kurus atau gemuk.
• Perempuan yang merokok.
• Perempaun dengan alasan kesehatan tertentu a.1. hipertensi
sedang, varises, dismenorea, sakit kepala sedang atau hebat,
mioma uteri, endometritis, kista ovarii, anemia defisiensi besi,
hepatitis virus, malaria, trombosis vena dalam, atau emboli paru.
• Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidak
menggunakan metode lain.
• Perempuan yang tidak dapat menggunakan metode lain.
• Pasangan yang ingin pantang senggama lebih dari seminggu pada
setiap siklus haid.