Anda di halaman 1dari 96

Tumbuh Kembang

dan
Pediatri Sosial
Dr. Hj Eva Chundrayetti SpA(K)

Bagian IKA RS.Dr.M.Djamil / FK Unand


Padang

1
Pediatri = Ilmu Penyakit Anak
1960 = Ilmu Kesehatan Anak

 Mencakup semua aspek tentang


kesehatan anak:
konsepsi
pranatal
lahir
bayi
remaja
• Sehat seutuhnya
fisik mental sosial
2
TUJUAN ILMU KESEHATAN ANAK
Membentuk seorang anak
Seutuhnya / sempurna
Kualitas dan potensi

Dengan jalan perawatan kontinu


Terhadap tumbuh kembang anak

Sejak pembuahan Tercapai fungsi optimal

3
MASALAH UTAMA KESEHATAN ANAK

 Masalah keshatan anak dinegara maju


 Masalah keshatan anak dinegara
berkembang

Masalah kesehatan di indonesia


Infeksi : diare, ISPA
Infeksi parasit : malaria, cacingan
Kurang gizi : KEP, def vit A, def Fe, gondok endemik

4
MASALAH KESEHATAN ANAK
DIDUNIA BERKEMBANG

LINGKUNGAN KURANG INFEKSI MENINGKAT

PENDIDIKAN KURANG GIZI KURANG

KELUARGA BESAR AKB TINGGI

ANGKA KELAHIRAN TINGGI

5
Neonatal mortality : Indonesia

 IMR : 45,7 PER 1000 Live births


 Neonatal mortality contributes to 47% of IMR

Causes of neonatal mortality : Indonesia

Asfiksia
Infection ( sepsis and respiratory infection )
hypotermia
6
TEORI BLOOM

PERILAKU

GENETIK DERAJAT LINGKUNGAN


KESHATAN

PELAYANAN
KESEHATAN
7
PJPT II

SDM
BERKUALITAS

REMAJA
BERKUALITAS

ANAK
BERKUALITAS

TUMBUH
KEMBANG
SEMPURNA

8
ANAK

 U U No 23 TAHUN 2002

 Adalah seseorang yang belum berusia


18 (delapan belas ) tahun termasuk
anak yang masih dalam kandungan

9
CIRI
CIRI KHAS
KHAS ANAK
ANAK

ANAK
BUKAN
DEWASA KECIL

10
CIRI KHAS ANAK

Proses bertambahnya ukuran / dimensi tubuh


TUMBUH Akibat bertambahnya sel-sel dan
Bertambah besarnya sel tersebut

Proses pematangan / maturasi fungsi organ


KEMBANG Tubuh, berkembangnya kemampuan,
Intelegensi serta perilaku anak

11
TUMBUH
 Pertumbuhan dalam jumlah dan besar
 Bertambah besar organ, otot dan tulang
 Bertambah ukuran BB, TB, lingkaran kepala, lingkar
dada
 Pemantauan dengan grafik kurva normal

Meningkatnya fungsi sel tubuh


Maturasi organ dan sistim
KEMBANG Keterampilan
Kemampuan afektif
kreaktivitas

12
CIRI KHAS ANAK

TUMBUH
TUMBUH BERKEMBANG
KEMBANG

•Bertambahnya •Bertambahnya
• Anak dapat tumbuh kembang
ukuran, jumah sel, kemampuan
jaringan interseluler melalui tahapan yang sesuai struktur & fungsi
tubuh yang lebih
•Bertambah ukuran Stimulasi ,Deteksi,Intervensi kompleks
fisik, struktur tubuh Dini •KUALITATIF 13
•KUANTITATIF
ILMU TUMBUH KEMBANG
 Mempelajari berbagai hal yang berhubungan
dengan segala upaya untuk menjaga dan
mengoptimalkan tumbuh kembang anak
baik fisik,mental dan sosial

 Menegakkan diagnosis dini setiap kelainan


tumbuh kembang dan kemungkinan
penanganan yang efektif, serta mencari
penyebab dan mencegah keadaan tsb
14
TUJUAN
 Umum : meningkatkan kualitas manusia
yang optimal, baik sebagai sumber daya
insani maupun sebagai penikmat hasil
pembangunan

 Khusus:
1. Mengetahui proses/tahapan pertumbuhan dan perkembangan
anak mulai konsepsi sampai dewasa
2. Deteksi dini kelainan yang terjadi pada proses tumbang
3. Mengatasi problematik tumbang yang terjadi dan melakukan
rehabilitasi thd kelainan yang bersifat menetap / sementara

15
 TUMBUH KEMBANG
– Berlangsung sejak konsepsi sampi akhir
remaja

FAKTOR PENENTU TUMBUH KEMBANG


• Genetik
• Lingkungan
terutama pada periode:
pranatal
natal
pasca natal
16
PRENATAL
ORANG
TUA NATAL

DEWASA
MUDA NEONATUS
GENETIK
LINGKUNGAN

REMAJA BAYI

ANAK PRA
SEKOLAH SEKOLAH

17
PENGARUH GIZI TERHADAP TUMBUH
KEMBANG

Wanita
Dewasa muda
Nutrisi buruk
kerdil
Selama kehamilan
Pertumbuhan janin terganggu
Penurunan potensi intelektual

BBLR

Infeksi perinatal
Nutrisi buruk

18
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TUMBUH
KEMBANG ANAK
BIOLOGI FISIK

MASYARAKAT

KELUARGA

INDIVIDU

SOSIAL BUDAYA EKONOMI & POLITIK

19
INPUT Perawatan terus menerus
berkesinambungan
OUTCOME
Konsepsi Sempurna
Kualitas &
optimal potensi

ASUH ASIH ASAH

LINGKUNGAN

MIRO ; IBU
ASI MINI ; KELUARGA
MESO ; SEKOLAH / ORGANISASI
MAKRO ; EKSEKUTIF

20
DIAGRAM KERANGKA KONSEPTUAL
PROSES TUMBUH KEMBANG ANAK
LINGKUNGAN

IBU KELUARGA SARANA KEBIJAKAN


• Pendidikan • Nenek/Kakek PENDIDIKAN PEMERINTAH
• Gizi • Ayah “DEPKES”
• KB • Saudara SARANA
PELAYANAN ORGANISASI
KESEHATAN PROFESI
NUTRISI SUASANA “IDAI”
• ASI SARANA
• PASI RUMAH
• MPASI IBADAH ORG. NASIO-
NAL/INTER

MIKRO MINI MESO MAKRO

KEBUTUHAN DASAR ANAK


ASUH ASIH ASAH

PRENATAL  NEONATUS  BAYI  BALITA  ANAK  REMAJA


TUMBUH - KEMBANG

FAKTOR RISIKO

SI-300404
21

Ismael S,1991
KEBUTUHAN DASAR ANAK

1. FISIK BIOMEDIK ASUH

2. KASIH SAYANG ASIH


3. STIMULASI DINI ASAH

22
FISIK BIOMEDIK (ASUH)
PANGAN / GIZI / NUTRISI
Perawatan kesehatan dasar
imunisasi, ASI, penimbangan, pengobtan, KMS
Pemukiman
Hygiene sanitasi
Sandang
Kesegaran jasmani, rekreasi
dsb

23
KASIH SAYANG ( ASIH )

 Diperlukan pada tahun-tahun pertama


kehidupan
 Hubungan yang erat, mesra antara ibu
adalh syrata mutlak
 EMOTIONAL SECURITY (rasa aman )

 Jika kuranga : sindroma deprisiasi


maternal
24
Stimulasi dini ( asah )
 Cikal bakal proses belajar
 Pendidikan & pelatihan
 Perkembangan mental psikososial
– Kecerdasan
– Keterampilan
– Kemandirian
– Kreaktifitas
– Kepribadian
– Moral & etika
25
CIRI-CIRI TUMBANG

 KONTINU
 PERCEPATAN & PERLAMBATAN
 POLA PERKEMBANGAN SAMA
 BERHUBUNGAN DG MATURASI SISTIM
SUSUNAN SARAF

26
CIRI-CIRI TUMBUH KEMBANG

 RESPON INDIVIDU : KHAS


 ARAH : SEFALOKAUDAL
 REFLEKS PRIMITIF HILANG
SEBELUM GERAKAN VOLUNTER +

27
ANAMNESIS TUMBUH
KEMBANG
 PRANATAL & PERINATAL
 PREMATUR Umur Kronologis
 LINGKUNGAN
 PENYAKIT

 KECEPATAN TUMBUH Milestone


 POLA PERKEMBANGAN
 DALAM KELUARGA
28
PEMANTAUAN
TUMBUH KEMBANG ANAK
TAHAP - TAHAP
Ante natal
Bayi baru lahir – 27 hari
Bayi – 1 tahun
Balita – 5 tahun
Prasekolah
Sekolah dini
Pubertas
remaja

29
TAHAP TUMBUH KEMBANG

PRANATAL
EMBRIO
BAYI
FETUS
NEONATAL DINI
NEONATAL LANJUT
PASCA NEONATAL

PRASEKOLAH
SEKOLAH
PRA REMAJA
REMAJA DINI
REMAJA LANJUT
30
JENIS PEMANTAUAN

 Ksehatan umum
– Penglihatan
– Pendengaran
 Fisik antropometrik
 Motorik kasar, bahasa, emosi, intelegensi
 Stimulasi dini (BKB)
 Jenis makanan / cara peberian
 Imunisasi / jenis
31
DEVIASI TUMBUH KEMBANG

 DAPAT MENYEBABKAN :
– Morbiditas
– Kecacatan
– Kematian
 Sosek & lingkungan yang kurang baik:
– Risiko pada kehamilan
– Risiko pada persalinan
– BBLR
– Morbiditas perinatal meningkat
32
PERTUMBUHAN FISIK

INTRA UTERIN

BERAT BADAN
SETELAH LAHIR TINGGI BADAN
KEPALA
GIGI
JARINGAN
LEMAK
ORGAN TUBUH

33
Pranatal /Janin:

 pembelahan sel yang cepat, sangat


rentan terhdap pengaruh luar
 Makanan yg bergizi,hindari
penyakit,hindari stres
 Ada ganguan  kelainan kongenital

34
7 minggu pertama
janin belum bergerak

Denyut jantung ( + )

Usia 8 minggu janin


sudah berbentuk
manusia

BB 1 gr - PB 2,5 cm 35
Akhir Trimester ke 3
(36 mg) penambahan
ukuran meliputi subku
tan dan massa otot shg
janin dapat hidup
diluar

Aktivitas janin responsif


terhadap emosi ibu
36
37
PERUBAHAN PROPORSI TUBUH

38
DECREASING PROPORTIONS
At birth, the head represents one-quarter of the neonate’s. 39
By adulthood, the head is only one-eighth the size of the body
Otak
 Otak  Belum lengkap saat lahir.
 Waktu lahir berat otak bayi  ¼ otak dws
(jumlah sel mencapai 2/3 sel otak dws)

Lahir berat pada saat di lahirkan :350 gr


1,5 th : 1 kg
Dewasa : 1,5 kg

 Tersusun oleh sel syaraf( neuron) dihubungkan  sinaps.


Sinaps membentuk jalur kecil menciptakan semacam
kabel yang saling berhubungan di dalam otak.

40
Jumlah dan pengaturan hubungan 
mulai dari kemampuan belajar, berjalan,
mengenal huruf, hingga bersosialisasi.

Setelah lahir , perkembangan otak berlanjut 

bertambah di antara neuron.

 Pada usia 10 thn anak mempunyai100- 500 triliun


sinaps sama dengan dewasa
41
Human
Brain
at Birth 6 Years Old 14 Years Old

42
● 3 tahun pertama 
pembentukan
jaringan otak yang
dominan

● 3-10 tahun proses


seimbang

● > 10 tahun 
pruning sel-sel
otak, sinap dan
dendrit yang tidak
diperlukan 
network yang
ramping dan
efisien pada usia
dewasa 43
44
Perkembangan Anak

normal abnormal

Motorik, bahasa,
Sosial, visual-fine motor,
milestones kognitif, perilaku
45
BALITA MASA PENTING, PEKA, KRITIS

“WINDOW OF OPPORTUNITY”

PLASTISITAS
SISI POSITIF SISI NEGATIF
OTAK

LEBIH TERBUKA UNTUK LEBIH PEKA


BELAJAR DAN MENGHADAPI
MEMPERKAYA LINGKUNGAN
PENGALAMAN YANG BURUK
Gizi yang baik
Stimulasi yang memadai
Mengeliminasi faktor-faktor lingkungan yang dapat
mengganggu tumbuh kembang anak
Deteksi dini terhadap penyimpangan tumbuh 46

kembang
PERKEMBANGAN ANAK BALITA

R
 PERSONAL SOCIAL
TE
E  FINE MOTOR ADAPTIVE
R AM
PA  LANGUAGE
 GROSS MOTOR

47
MENURUT BKB
 TINGKAH LAKU SOSIAL
 MENOLONG DIRI SENDIRI
 INTELEKTUAL
 GERAKAN MOTOR HALUS

 KOMUNIKASI PASIF
 KOMUNIKASI AKTIF
 GERAKAN MOTORIK KASAR
48
MILESTON POKOK

 4 - 6 MG TERSENYUM, BERSUARA

 12-16 MG TEGAKAN KEPALA,


TENGKURAP
MENOLEH ARAH SUARA
MEMEGANG BENDA

 20 MG MERAIH BENDA

 26 MG PINDAHKAN BENDA
DUDUK DG BANTUAN TANGAN
MAKAN BISKUIT 49
MILESTON POKOK

 9 -10 BLN MENUNJUK


MEMEGANG DG JARI
MERANGKAK
BERSUARA ; daa….da….

 13 BLN JALAN
KATA-KATA TUNGGAL
50
0-4bl 0-4 bl 6 bl
18 bl

Berbaring
Senyum
Ciluk ba..
Bermain dgn kubus
51
PENILIAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK

 ANTROPOMETRIK
 GEJALA / TANDA FISIK
 LABORATORIUM
Hb, Protein, Hormon
 RADIOLOGIS
Bon Aged

52
ANTROPOMETRI

 BERAT BADANANTROPOMETRIK :
 TINGGI BADAN
 LINGKARAN KEPALA
 LINGKRAN LENGAN ATAS
 LIPATAN KULIT

53
REFERENCE STANDAR

 POLA TUMBUH KEMBANG NORMAL


– MEAN DAN SD
– PERENTIL
– PERSENTASI

 ANTROPOMETRI GIZI
– BOSTON / HARVARD
– TANNER
– NCHS
– PENELITIAN

54
INTERPRETASI

 CORAK / POLA PERTUMBUHAN


 PROSES PERTUMBUHAN
 HASIL PERTUMBUHAN PADA SUATU
WAKTU
 STATUS GIZI

55
CARA KLASIFIKASI

 BB/ UMUR
 TB / UMUR

 BB / TB

 LLA

56
KMS

 PELOPOR : DAVID MORLEY


 4 PATOKAN PERKEMBANGAN
DUDUK
BERJALAN
SEPATAH KATA
BERBAHASA
 GARIS ATAS : P50 LAKI-LAKI
 GARIS BAWAH : P3 WANITA
57
KMS
 YANG DIGUNAKAN SEKARANG

– BAKU HARVARD , P50 = 100%


– DIANJURKAN : NCHS ( CILOTO, 1991 )

58
PENILAIN PERKEMBANGAN ANAK

TUJUAN :

 KETAHUI KELAINAN
 KETAHUI MASALAH
 KETAHUI KAPAN PERLU RUJUK

59
TAHAP-TAHAP PENILAIAN

 ANAMNESIS
 SKRINING GANGGUAN
PERKEMBANGAN
 EVALUASI LINGKUNGAN
 EVALUASI PENGLIHATAN &
PENDENGARAN

60
 EVALUASI BICARA DAN BAHASA
 PEMERIKSAAN FISIK
 PEMERIKSAAN NEUROLOGI
 PENYAKIT METABOLIK
 INTEGRASI

61
TES PERKEMBANGAN
IQ ( INTELEGENSI INDIVIDUAL )

 STANDFORD-BINET
 LIPS ( Leiter International Performance
Scale)
 WISC ( The Wechhsler Intelegence Scale
for Children )
 WPPSI ( Wechsler Preschool and Primary
Scale of Intelegence )
 McCARTHY Scales of children’s abilities
62
TES PRESTASI

 GORT-R ( Gray oral reading test –


revised)
 WRAT(Wide range achievement test )
 Peabody Individual Achievment test

63
TES PSIKOMOTOR
 TES PSIKOMOTORIK
 BRAZELTON
 UZGIRIS-HUNT
 GESELL & CATELL
 BAYLEY
 DDST
 YALE REVISED DEVELOPMENT TEST
 MUNCHEN
 GEOMETRIC
 BENDER – GESTALT VISUAL MOTOR
 DRAW – A- MAN TEST
 PICTURE – VOCABULARY
 AMMONS QUICK TEST
64
TES PROYEKSI
 SYMONDS PICTURE STORY
 MACHOVER
 ANIMAL CHOICE
 THE THREE WISHES
 CHILDREN’S APPERCEPTION
 THE RORSCHACH
 TES PERILAKU ADAPTIF
VINELAND ADAPTIVE
 F. KARTU KEMBANG ANAK ( KKA )
65
 TES INTELEGENSI

Standford Binet
TERTUA
2 TAHUN S/D DEWASA
UNSUR-UNSUR VERBAL
HASIL : NILAI IQ & UMUR MENTAL
ANAK BUTA : HAYES BINET &
PERKINS-BINET
66
 SKALA INTELEGENSI Wechsler

– SUB TES = 11
– SKALA VERBAL & PERFORMANCE
– INFORMAI KESULITAN BELAJAR &
– RETARDASI MENTAL

67
SKALA PERKEMBANAGN Gesell
 TENTUKAN TAHAP KEMATANGAN &
KELENGKAPAN KEGIATAN
 TERBIT 1925
 UMUR 4 MINGGU S/D 6 TAHUN

 TINJAU DIAGNOSTIK, PROGNOSIS, TERAPI


 4 KELOMPOK PERILAKU UTAMA:
MOTORIK ADAPTIF
BAHASA SOSIAL
68
 Koefisien PERKEMBANGAN :

UMUR MATURITAS
KP= ----------------------------- X 100
UMUR KRONOLOGIS

69
SKALA Bayley

 8 MINGGU S/D 30 BULAN


 TENTUKAN KEMAMPUAN MENTAL &
MOTORIK
 3 BAGIAN :
MENTAL : INDEKS P MENTAL
MOTORIK : I P PSIKOMOTOR
PERILAKU : TABEL
70
TES PERKEMBANGAN MENURUT Denver
( DENVER DEVELOPMENTAL SCREENING
TEST / DDST )

 SKRINING KELAINAN PERKEMBANGAN


 EFEKTIF, IDENTIFIKASI 85-100%
 FRANKENBURG REVISI, + BAHASA

71
DENVER II

 125 TUGAS
 KELOMPOK :
PERSONAL SOSIAL
FINE MOTOR ADAPTIVE
LANGUAGE
GROSS MOTOR
72
 ALAT :
PERAGA
FORMULIR DDST
BUKU PETUNJUK

 PROESDUR ;
PERIODIK
DICURIGAI

73
PENILAIAN :

 LULUS ( PASSED = P )
 GAGAL ( FAIL = F )
 No OPPORTUNITY ( No )

74
HASIL PENILAIAN

 ABNORMAL JIKA:
F  2 Pada  2 Sektor
F  2 Pada  1 Sektor + F 1 Sektor,
P Pada Usia ( - )

 MERAGUKAN JIKA :
F  2 Pada 1 Sektor
F  1 Pada 1 Sektor P dalam usia (-)

 TAK DAPAT DINILAI


 NORMAL
75
TES PERKEMBANGAN LAIN YANG PENTING

 MUNCHEN TAHUN PERTAMA


 TES GEOMETRIK
 TES MOTOR VISUAL : GESTALT
 TES GAMBAR ORANG
 TES ADAPTASI SOSIAL

76
 SKALA ADAPTASI SOSIAL Vineland

– SHG = SELF HELP GENERAL


– SHE = SELF HELP EATING
– SHD = S H DRESSING
– SD = SELF DIRECTION
– OCCUPATION (O)
– COMMUNICATION ( C )
– Locomotion ( L )
– Sosialization ( s )
77
PERANGKAP
INTERPRETASI
PERKEMBANGAN ANAK

 PERKEMBANGAN MOTORIK
 PENAMPILAN SUPERFISIAL
 PERKEMBANGAN BAHASA
 PENDENGARAN

78
DETEKSI PERTUMBUHAN

DETEKSI DINI PENYIMPANGAN


PERTUMBUHAN INTERVENSI
DINI
2 KOMPONEN PENTING
UKURAN ANTROPOMETRI
KURVA PERTUMBUHAN/BAKU
PATOKAN
79
DETEKSI PENYIMPANGAN
PERTUMBUHAN
UKURAN BAKU
ANTROPOMETRIK PATOKAN
Berat badan Boston/Harvard
Panjang/Tinggi badan Tanner
Lingkaran kepala Penelitian di Indonesia
Lingkaran lengan atas NCHS 1977
Tebal lipatan kulit CDC 2000
Baku WHO
80
81
82
IMUNISASI

 UPAYA PENCEGAHAN PRIMER


 CARA KEKEBALAN THD ANTIGEN,
 BILA TERPAJAN TIDAK SAKIT
 TUJUAN :
CEGAH PENYAKIT PD SESEORANG
HILANGKAN PENYAKIT PD POPULASI

83
KEBERHASILAN DITENTUKAN

 STATUS IMUN PEJAMU


 GENETIK PEJAMU
 KUALITAS / KUANTITAS VAKSIN

84
VAKSIN

 PERSYARATAN:
AKTIVASI APC INTERLEUKIN
AKTIVASI SEL B & T MEMORI
AKTIVASI SET TC VARIASI RESPON IMUN
ANTIGEN PERSISTEN

 VAKSIN VIRUS HIDUP : 4 Syarat (+)

85
JENIS VAKSIN

 LIVE ATENUATED
 INAKTIVATED :
POLISAKARIDA
REKOMBINAN

86
PROGRAM PEGEMBANGAN
IMUNISASI ( PPI )

 SESUAI KOMITMEN INTERNASIONAL


( UCI AKHIR TAHUN 1990 )

 TUJUAN AKHIR :
ERAPO ( ERADIKASI POLIO )
ETN ( ELIMINASI TETANUS NEONATORUM )
REDUKSI CAMPAK
TAHUN 2000
87
TUJUAN ANTARA

 UCI 80-80-80
 PENCAPAIAN IMUNISASI PPI
MENCAPAI 80% PADA TINGKAT
NASIONAL, PROP, KAB.

88
VAKSIN PPI

BCG HEPATITIS B

DPT CAMPAK

POLIOMIELITIS

89
BCG

 VIRUS HIDUP M BOVIS


 DIBERIKAN < 2 BULAN
 PROTEKSI SETELAH 8 – 12 MINGGU
 KIPI : ULKUS, LIMFADENITIS, BCG IT IS

 K. IND : MT > 5MM, INFEKSI, GIZI BURUK


HAMIL, PERNAH SAKIT TB LUAS
 JIKA KONTAK + , INH PROPILAK
90
DPT

 Terdiri dari : toksoid difteri, fraksi sel


pertusis, dan toksoid tetanus
 Jadwal 3 kali, mulai umur 2 bulan
 KIPI : merah, bengkak, nyeri, demam,
gelisah
 Kontra Indikasi : anafilaksis,
ensepalopati sebelumnya
91
POLIO

 OPV ( Oral Polio Vaksin ):adalah Polio


hidup
 Jadwal 4 kali: sejak lahir, dosis 2 tetes
 Bartahan dalam tinja sampai 6 minggu
 IPV ( Inactive Poliomtelitis Vaccine ):
adalah Polio tidak aktif diberikan
melalui suntikan
 Jadwal 3 kali, jarak 2 bulan
92
KIPI

 1 kasus Polio / 2,5 juta dosis OPV


 Pusing, Diare ringan, sakit otot
 Kontra Indikasi : Demam, Diare

93
CAMPAK

 Ada 2 jenis : Dilemahkan, Dimatikan


 Jadwal diberikan umur 9 bulan
 KIPI : Demam mulai hari 5-6, ruam
 Kontra Indikasi : Demam tinggi,
Allergi, Imunokompromise

94
HEPATITIS B
 Imunisasi pasif : IG / ISG (imunoglobulin /
Serumimun globulin, atau Hepatitis B
Immune Globulin )
 Indikasi : Paparan langsung dengan HbsAg,
paparan perinatal dan diberikan < 48 jam
 Imunisasi Aktif : HbsAg tak infeksius, 3 jenis
vaksin: Plasma, Rekombinan, Polipeptida
 Jadwal 3 kali: I-II jarak 1-2 bulan, III jarak
6 bulan dari I
 KIPI: Nyeri, bengkak, panas ( jarang)
95
VAKSIN NON PPI

 MMR
 Hib
 Varisella
 Demam Tifoid
 Hepatitis A
 Influenza
 Pneumokokus
96