Anda di halaman 1dari 15

• Mengidentifikasi berbagai pengertian seni lukis.

• Mengelompokkan beberapa jenis lukisan


berdasarkan tema-tema tertentu.
• Mengidentifikasi berbagai aliran karya seni lukis.
• Mengidentifikasi berbagai macam alat dan bahan
berkarya seni lukis.
• Membuat sketsa lukisan dengan berbagai tema.
1. PENGERTIAN SENI LUKIS
Pada selembar kertas kosong dengan dilengkapi dengan alat tulis, pasti ada
keinginan untuk mencoret-coret kertas itu. Mungkin hanya berupa garis-garis
namun garis-garis tersebut akan menjadi sebuah bidang-bidang yang
bersinggungan.

Ekspresi atau coret-coretan itu bisa dikembangkan menjadi sebuah lukisan.


Agar lebih bermakna coretan itu perlu disempurnakan misalnya dengan,
imajinasi, emosi, kelenturan, dan intensitas tebal-tipisnya termasuk dalam hal
goresan warna-warni.
• Seni lukis adalah sebuah pemandangan dari menggambar, biasanya
memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri berdasarkan pada tema ( corak
atau gaya, teknik bahan dan lain-lain).
• Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan
datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu.
• Lukisan adalah suatu pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang
dua dimensional dengan menggunakan warna dan garis.
a) Tujuan Religius : Lukisan bisa dijadikan media mendekatkan diri
dengan Sang Pencipta sebagai pelindung, dan penjaga.
b) Tujuan Kritik Sosial : Kesenjangan sosial, peristiwa politik,
ketidakberdayaan, serta perilaku kehidupan lain yang terjadi
dalam masyarakat dapat dijadikan ide dalam berkarya seni lukis.
Kritik yang disampaikan berupa bentuk-bentuk kritik yang
bersinggungan dengan pemerintah, lembaga sosial, ataupun
lainnya.
c) Tujuan Ekspresi : Lukisan ini menampilkan ekspresi,
penggambaran emosi, hawa nafsu, serta bisikan yang mengelilingi
kehidupan manusia.
d) Tujuan Komersil : Tujuan penciptaan lebih mengutamakan aspek
komersil sehingga bentuk dan gaya lukisan cenderung mengikuti
selera pasar.
a) Representatif : Aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau
sesuai dengan keadaan alam nyata.
• Realisme : Aliran seni rupa yang memandang dunia ini apa adanya tanpa
mengurangi atau menambah objek.
• Romantik : Aliran seni rupa imajiner, yang menggambarkan suatu cerita atau
sesuatu yang dramatis.
• Ekspresionisme : Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan
keadaan jiwa/ekspresi pelukis yang spontan.
• Impresionisme : Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan
saat pertama kali melihat objek.
• Surealisme : Aliran seni rupa menggambarkan objek seperti di dalam mimpi
b) Nonrepresentatif : Aliran seni rupa yang menekankan pada unsur
struktur, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari unsur alam.
1. Manusia Dengan Dirinya Sendiri
Untuk mengungkapkan cita rasa keindahan, manusia mewujudkannya lewat media
ekspresi. Di dalam pengungkapannya tersebut, kadang seseorang menggunakan
potret dirinya sendiri sebagai objek lukisannya.
2. Manusia Dengan Manusia Lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan cita rasa keindahan
menggunakan objek orang yang ada di sekitarnya. Seperti, istrinya, anaknya, orang tua,
saudaranya, temannya, dll.
3. Manusia Dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan cita
rasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. Seperti pemandangan gunung, laut,
sungai, sawah, perkotaan, perkampungan, dll.
4. Manusia Dengan Alam Benda
Bentuk benda seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas bunga, sepatu, dan lemari memiliki
keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi
lukisannya.
5. Manusia Dengan Aktivitasnya
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin
mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya. Aktivitas manusia seperti kegiatan
menari, membajak sawah, berburu, jual beli di pasar, menggembala ternak, dan aktivitas
lainnya
6. Manusia Dengan Alam Khayal
Khayalan yang muncul di benak perupa kadang diwujudkan dalam suatu karya seni. Hasil karya
seni rupa seperti ini sering disebut dengan karya seni surealisme.
1. Pastel dan Krayon
Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, tetapi sifat dan bahannya berbeda.

- Crayon Oil Pastel terbuat dari pasta minyak yang dicampur dengan pewarna. Crayon jenis ini
memiliki sifat lembut, mudah bercampur (sangat baik pada proses mixing), akan tetapi sangat
mudah habis dan meninggalkan remahan (kotoran).
- Pastel (Oil Pastel) biasanya terbuat dari lilin (wax) dan minyak (oil). Pastel sering dihubungkan
dengan warna-warna yang lembut. Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin dengan tepung
warna sehingga terlihat lebih mengilap dan keras.
2. Cat (pewarna)
Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencerannya, yaitu :

a) Cat air (berbasis air)


Bahan utama cat air berupa pigmen halus atau serbuk warna (dye) yang dicampur dengan gum
arabic sebagai bahan baku, serta gliserin atau madu untuk menambah kekentalan dan daya
rekat pigmen warna ke permukaan bidang gambar.

b) Cat Minyak (berbasis minyak)


Cat minyak yaitu terbuat dari partikel-partikel pigmen warna yang disuspensi dengan media
minyak. Cat minyak ini memberi efek cerah serta memberikan tekstur yang sangat bagus.

c) Cat Akrilik
Cat akrilik adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam
tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat
dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat.
3. Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas/cat ke media lukis. Jenis kuas yang pipih
dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan cat minyak, sedangkan kuas dengan bulu
berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan cat air.

4. Pisau palet
Terbuat dari alumunium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat seperti layaknya kuas juga
untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis.

5. Palet
Palet adalah media yang digunakan untuk tempat mencampur cat. Untuk media seperti cat air,
palet yang dipakai adalah yang ada lengkungan tempat air, sedangkan bentuk palet cat minyak
berbentuk datar, ditambahkan lubang untuk pegangan.

6. Kanvas
Kanvas merupakan bahan media yang umum dipakai sebagai media dalam melukis, kanvas
menggunakan bahan linen atau bahan katun.
1. Lukisan Cat Air (Aquarel)
Teknik aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan, media
untuk bahan cat air adalah kertas.

2. Mozaik
Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni
pada media lukisan, sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang bisa digunakan untuk teknik
ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa juga batu yang berwarna-
warni.

3. Lukisan Kaca
Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya,
sehingga membentuk lukisan.

4. Lukisan Batik
Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi
permukaan kain dengan lilin atau malam batik.
1. Memunculkan Gagasan
- Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain.
- Melihat objek secara langsung, misalkan pasar, pantai, atau pegunungan.
- Melihat dari buku, majalah, internet, serta dokumen lain tentang lukisan.
- Mengunjungi museum atau kegitan seni lukis sekitar.

2. Membuat Sketsa
Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan.

3. Menentukan Media Berkaya


- Menggunakan kertas: karton, manila, padalarang, atau HVS
- Menggunakan tembok, dinding, papan, atau media lebar lainnya
- Menggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau di permukaan benda
- Menggunakan cat minyak, cat akrillik, cat tembok, krayon, atau pastel
4. Menentukan Teknik
- Teknik aquarel (warna transparan)
- Teknik plakat (warna tebal)
- Teknik goresan ekspretif dengan menggunakan jar, kuas, atau pisau palet - Teknik tebal
dan bertekstur (bertekstur warna)
- Teknik timbul (mozaik)

5. Mewarnai dan meyempurnakan lukisan


- Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya
(negatif)
- Menyempurnakan lukisan dengan kontur, pemyinaran, (spotlight), penegasan, dan
penentuan gelap terang
1. Annan Tri Baihaqi (4)
2. M. Hakim Nizami (18)
3. Nanda Vinolia (23)
4. Rivaldo Kurnia (29)
5. Tanaya Putri Utami(34)