Anda di halaman 1dari 118

BAHAN PEMICU 1

PENGINDERAAN
Ivan Buntara
405120049
Learning Objective 1
Menjelaskan anatomi, histologi, dan fisiologi kulit
Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6.
Jakarta: EGC; 2009.
HISTOLOGI KULIT
Epidermis

Dermis

Hipodermis / Subkutan
Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ,
editors. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 7th ed.
New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2008.
Histologi
Kulit
Epidermis Dermis
Tebal Maks 1.5 mm Maks. 3 mm
Lapisan Tipis Tebal
Asal Ektodrmal Mesodermal
Struktur Epitel berlapis gepeng + Jaringan ikat jarang &
tanduk padat
Unsur-Unsur lain Sel melanosit Pembuluh darah dan limfe
Sel Langerhans Folikel rambut
Sel Merkel Kelenjar Keringat
Sel Keratinosit Kelenjar Sebasea
Saraf

Kulit tebal Kulit tipis


Lokalisasi Telapak dan jari-jari Bagian tubuh lain
Foll. Rambut - ++
Kel. Keringat ++ +
Dermatoglifik + -
Epidermis Tebal, lengkap Tipis, tidak lengkap
Dermis Teratur Tidak teratur
EPIDERMIS
• Ketebalan < 1 mm
• Sel utama berdiferensiasi : keratinosit  keratin (protein fibrosa)
• Proses migrasi sel epiermis : 28 hari
• Melanosit  melanosoma  melanin
STRATA EPIDERMAL
STRATUM PENJELASAN
BASALIS epitel selapis torak, ada melanin dan sel merkel, terdapat
mitosis
SPINOSUM epitel kubis poligonal, permukaan sel terdapat prickle cell ada
melanin dan langerhans, terdapat mitosis
GRANULOSUM berlapis 2-5 lapis sel, gepeng, poligonal, sitoplasma ada granula
keratohialin (keratin lunak)
LUSIDUM sel-sel gepeng, eosinofilik, translusen, tak ada inti, sitoplasma
ada eleidin
KORNEUM bentuk pipih & bertanduk, ada keratin lunak, bagian tepi yang
mengelupas : Stratum Disjunctum
DERMIS
• Lapisan elastik dan fibrosa padat dengan
elemen seluler dan folikel rambut
• Pars papilare : bagian yang menonjol ke
epidermis (ujung serabut saraf & pembuluh
darah), jaringan penyambung jarang
• Pars retikulare : bagian yang menonjol ke arah
subkutan, jaringan penyambung padat, serat
kolagen padat
• Matriks/ dasar : cairan kental asam hialuronat
dan kondroitin sulfat, fibroblas
• Kolagen : dibentuk oleh fibroblas  ikatan :
hidroksipolin & hidroksisilin (kolagen muda
lentur  tua  kurang larut)
• Retikulin
• Elastin : bergelombang, amorf, mudah
mengembang & > elastis
• Specialized epidermal cell
• Melanosit memproduksi pigmen (melanin)
• Sel Langerhans adalah garis depan pertahanan dari sistem kekebalan tubuh di
kulit
• Specialized dermal cell
• Folikel rambut dengan M. erector pili yang melekat pada setiap folikel
• Sebaceous (kelenjar apokrin) : kelenjar berhubungan dengan folikel
• Lapisan ini juga mengandung kelenjar ekrin, tetapi tidak terkait dengan folikel
rambut
• Saraf mengirimkan sensasi rasa sakit, gatal, dan suhu
• Ada juga sel-sel saraf khusus yang disebut Meissner dan Vater-Pacini sel-sel
yang mengirimkan sensasi sentuhan dan tekanan
SUBKUTIS / HIPODERMIS
• Jaringan ikat longgar berisi sel lemak
• Sel lemak : sel bulat, besar dengan inti terdesak ke pinggir sitoplasma lemak  berkelompok 
lapisan (panikulus adiposa) : ujung saraf tepi, pembuluh darah & getah bening  dipisahkan :
trabekula yang fibrosa
• Vaskularisasi
• Pleksus superficial (dermis)  beranatomosis di papil dermis
• Pleksus profunda (subkutis)
Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 6th
ed. Illinois: Pearson Education Inc.; 2013.
EPIDERMIS
Beberapa tipe sel :
• Epidermal
• Melanosit
• Keratinosit
• Sel Langerhans
• Sel Granstein

Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 6th ed. Illinois: Pearson Education Inc.; 2013.
Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2009.
Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 6th
ed. Illinois: Pearson Education Inc.; 2013.
DERMIS
Terdapat :
• Pembuluh darah
• Ujung saraf sensoris
• Beberapa kelenjar eksokrin dan folikel rambut

Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 6th ed. Illinois: Pearson Education Inc.; 2013.
Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2009.
FUNGSI KULIT
• Barrier
• Proteksi dari patogen, UV
• Termoregulasi
• Sensasi
• Penyembuhan luka / regenerasi
• Tampilan fisik

Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ,
editors. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 7th ed.
New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2008.
Learning Objective 2
Menjelaskan efloresensi kulit (primer dan sekunder)
• Makula
• Papul
• Plak
• Urtika
Primer • Nodus
• Nodulus
• Vesikel
Efloresensi • Bula
• Pustul
• Kista
• Skuama
Sekunder • Krusta
• Erosi
• Ulkus
• Sikatriks
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Bulla

Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of


clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
• Ukuran
• Miliar : jarum pentul
• Lentikular :biji jagung
• Numular : uang logam 100 rupiah
• Plakat : > numular
• Susunan kelainan/ bentuk
• Liniar : garis lurus
• Sirsinar/ anular : lingkaran
• Arsinar : bulan sabit
• Polisiklik : awan
• Korimbiformis : induk ayam yang di kelilingi anak-anaknya
• Bentuk lesi
• Teratur
• Tidak teratur
• Penyebaran dan lokalisasi
• Sirkumskrip : berbatas tegas
• Difus : tidak berbatas tegas
• Generalisata : tersebar pada sebagian besar tubuh
• Regional : mengenai daerah terentu
• Universalis : mengenai 90-100% tubuh
• Soliter : 1 lesi
• Herpetiformis : vesikel berkelompok
• Konfluens : 2/> lesi yang menjadi 1
• Diskret : terpisah 1 dg yang lain
• Serpiginosa : proses yang menjalar ke 1 jurusan diikuti oleh
penyembuhan pada bagian yang ditinggalkan
• Irisformis : eritema berbentuk bulat lonjong dengan vesikel warna yang
lebih gelap di tengahnya
• Simetrik : mengenai kedua belah badan yang sama
• Bilateral : mengenai kedua belah badan
• Unilateral : mengenai sebelah badan
Learning Objective 3
Menjelaskan diagnosis banding penyakit kulit dengan efloresensi eritroskuamosa
(kandidiasis, dermatitis seboroik, psoriasis, MH, pytiriasis rosea, pytiriasis
versicolor, sifilis stadium II, tinea, eritrasma, erisipelas)
KANDIDIASIS
Definisi Penyakit yang disebabkan infeksi jamur Candida spp → kelainan kulit, kuku, membran
mukosa, traktus GI, atau sistemik
Epidemiologi • Semua usia
• Laki-laki maupun perempuan
• Transmisi → kontak langsung
Etiologi Candida spp (Candida albicans, Candida dubliniensis, Candida glabrata)
Faktor Predisposisi • Perubahan fisiologis → usia, kehamilan, haid
• Faktor mekanik → trauma (luka bakar, aberasi), oklusi lokal, kelembaban, maserasi,
kegemukan
• Faktor nutrisi → avitaminosis, defisiensi Fe, malnutrisi
• Penyakit sistemik → penyakit endokrin, sindrom Down, acrodermatitis enteropatik,
uremia, keganasan, imunodefisiensi
• Iatrogenik

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
KLASIFIKASI, TANDA, DAN GEJALA KLINIS
KANDIDIASIS
Kandidosis oral Oral thrush Pseudomembran putih coklat muda
kelabu menutup lidah, palatum molle,
pipi bagian dalam, permukaan rongga
mulut lain
Perleche / keilitis angular / keilosis kandidal Fisur pada sudut mulut. Mengalami
maserasi, erosi, basah, dan eritematoma
di dasar
Kandidosis kutis & Kandidosis intertriginosa • Di daerah lipatan kulit ketiak,
selaput lendir genital genitokrural, antara jari-jari, umbilikus,
lipatan kulit dinding perut
• Bercak berbatas tegas, bersisik, basah,
eritematosa
Kandidosis perianal • Maserasi
• Pruritus ani

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
KLASIFIKASI, TANDA, DAN GEJALA KLINIS
KANDIDIASIS
Vulvovaginitis • Penderita DM & perubahan hormonal
• Keluhan gatal daerah vulva
• Hiperemia labia minora, introitus
vagina, 1/3 distal vagina; bercak-
bercak putih kekuningan
• Berat → edema labia minora, ulkus-
ulkus dangkal
Balanitis / balanopostitis Erosi, pustula berdinding tipis
Diaper-rash (Candidal Diaper Dermatitis) Eritema cerah yang berasal dari daerah
perianal ke perineum dan lipat inguinal
Kandidosis kutis granulomatosa Papul kemerahan tertutup krusta tebal
warna kuning kecoklatan dan menempel
erat di basal

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
KLASIFIKASI, TANDA, DAN GEJALA KLINIS
KANDIDIASIS
Paronikia kandida dan onikomikosis • Kemerahan, pembengkakan tidak bernanah, nyeri
di daerah paronikia, reatraksi kutikula ke
proksimal
• Onikolisis → lekukan transversal warna coklat
• Distrofi total kuku dengan mirip onikomikosis
Kandidosis kongenital Vesikel / pustul, dasar eritematosa pada wajah, dada
yang meluas
Kandidosis mukokutan kronis Infeksi kandida superfisial di kulit, kuku, orofaring yang
kronis dan resisten
Reaksi Id (kandidid) Reaksi alergi terhadap jamur / antigen lain → vesikel
eritematosa yang bergerombol di lateral jari dan
telapak tangan

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
KANDIDIASIS
Diagnosis • Periksa langsung kerokan kulit / usapan mukokutan (+ larutan KOH 20%)
• Pewarnaan Gram
Keduanya → sel ragi, blastospora, hifa / hifa semu
• Biakan agar dekstrosa glukosa Sabouraud
Diagnosis banding • Kandidosis kutis lokalisata → eritrasma, dermatitis intertriginosa, dermatofitosis
(tinea)
• Kandidosis kuku → tinea unguium
• Kandidosis vulvovaginitis → trikomonas vaginalis, gonore akut
Tatalaksana • Hindari / hilangkan faktor predisposisi
• Topikal selaput lendir → larutan gentian violet, nistatin, kotrimazol (bila perlu dapat
diberikan ketokonazol / itrakonazol / flukonazol)
• Topikal kulit → mikonazol, klotrimazol, tiokonazol, bufonazol, isokonazol,
siklopiroksolamin, atau antimikotik lain spektrum luas
• Sistemik → flukonazol / itrakonazol
Prognosis Umumnya baik
Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
KANDIDIASIS
Diagnosis • Periksa langsung kerokan kulit / usapan mukokutan (+ larutan KOH 20%)
• Pewarnaan Gram
Keduanya → sel ragi, blastospora, hifa / hifa semu
• Biakan agar dekstrosa glukosa Sabouraud
Diagnosis banding • Kandidosis kutis lokalisata → eritrasma, dermatitis intertriginosa, dermatofitosis
(tinea)
• Kandidosis kuku → tinea unguium
• Kandidosis vulvovaginitis → trikomonas vaginalis, gonore akut
Tatalaksana • Hindari / hilangkan faktor predisposisi
• Topikal selaput lendir → larutan gentian violet, nistatin, kotrimazol (bila perlu dapat
diberikan ketokonazol / itrakonazol / flukonazol)
• Topikal kulit → mikonazol, klotrimazol, tiokonazol, bufonazol, isokonazol,
siklopiroksolamin, atau antimikotik lain spektrum luas
• Sistemik → flukonazol / itrakonazol
Prognosis Umumnya baik
Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
DERMATITIS SEBOROIK
Definisi Kelainan kulit papuloskuamosa kronis, berwarna
putih sampai coklat kehitaman
Epidemiologi • Prevalensi 3 – 5% pada populasi umum
• Kelompok remaja pubertas s/d usia 40 tahun
• Pada kelompok HIV angka kejadian >>
• Laki-laki > perempuan
• Sering ditemukan pada pasien HIV/AIDS,
transplantasi, malignansi, pankreatitis alkoholik
kronis, hepatitis C, parkinson
Etiopatogenesis ↑ lapisan sebum, respon imun terhadap Pityrosporum
/ Malassezia, degradasi sebum → iritasi → eczema

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
GAMBARAN KLINIS DERMATITIS SEBOROIK
• Lokasi yang sering → kulit kepala berambut, wajah (alis, lipatan
nasolabial), telinga, liang telinga, retroaurikular, atas – tengah dada
dan punggung, lipat gluteus, inguinal, genitalia, ketiak
• Skuama kuning berminyak, eksematosa ringan, kadang disertai
pruritus dan rasa menyengat
• Kadang-kadang : kemerahan perifolikuler → plak eritematosa
berkonfluensi, korona seboroika

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
DERMATITIS SEBOROIK
Diagnosis banding Psoriasis, dermatitis atopik dewasa, dermatitis
kontak iritan, dermatofitosis, rosasea
Tatalaksana 1. Sampo selenium sulfide, zinc pirithione,
ketokonazol, ter + solusio terbinafine 1%
2. Antimikotik : imidazole dan turunannya
3. Asam salisilat / sulfur
4. Simtomatik : kortikosteroid topikal,
imunosupresan topikal (takrolimus dan
pimekrolimus)
5. Metronidazol topikal, siklopiroksolamin, talkasitol,
benzoil peroksida, salep litium suksinat 5%
6. Tidak membaik → UVB / itrakonazol oral 21 hari
7. Tidak membaik dan lesi luas → prednison 30
mg/hari

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
PSORIASIS
Definisi Penyakit kulit kronis yang disebabkan proses
autoimun, ditandai dengan bercak eritema disertai
skuama yang tebal, berlapis-lapis, berwarna putih,
dan mengkilap. Penyakit ini sering kambuh
Etiologi • Autoimun
• Faktor genetik
Epidemiologi • Lebih banyak pada orang berkulit putih
• Pria > wanita
Faktor pencetus Stres psikis, infeksi, trauma, endokrin, gangguan
metabolik, obat, alkohol, rokok

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


KLASIFIKASI PSORIASIS
• Psoriasis vulgaris
• Psoriasis gutata
• Psoriasis inversa (psoriasis fleksural)
• Psoriasis eksudativa
• Psoriasis seboroik (seboriasis)
• Psoriasis pustulosa
• Psoriasis pustulosa palmoplantar (Barber)
• Psoriasis pustulosa generalisata akut (von Zumbusch)
• Eritroderma psoriatik
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
PSORIASIS
Gejala klinis • Bercak eritema dengan skuama tebal, berlapis-
lapis, berwarna putih, mengkilap
• Pruritus ringan
Pemeriksaan tambahan • Histopatologi : hiperkeratosis, parakeratosis,
akantosis
• Fenomena tetesan lilin → bila skuama digores
dengan pinggiran kaca objek → berwarna putih
• Fenomena Auspitz → bila skuama putih digores
dengan pinggiran kaca objek → titik-titik darah
• Fenomena Kobner → trauma pada kulit yang sehat
→ kelainan yang sama seperti psoriasis (kira-kira
setelah 3 minggu)
Diagnosis banding Dermatitis seboroik, sifilis, dermatofitosis
Prognosis Kronis, residif

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


TATALAKSANA PSORIASIS
Topikal Sistemik
LCD 2 – 5% Kortikosteroid (prednison 30 mg/hari, tappering off)
Asam salisilat 3 – 5% Sitostatik (metotreksat) 3x5 mg / minggu
Kortikosteroid Levodopa 2x250 mg – 3x500 mg
Ditranol (Antralin) 0,2 – 0,8% Psoriasis pustulosa → DDS 2x100 mg per hari
Analog vitamin D (Calcipotriol) Retinoid (etretinat dan asitresin) → 1 mg/kgBB/hari
Retinoid (Tozaroten) Siklosporin 6 mg/kgBB/hari
Emolien (Vaselin) Penyinaran UVA 4x seminggu

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


PARAPSORIASIS
• Penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya
• Umumnya berupa eritem dan skuama perlahan-kronik
Parapsoriasis Gutata KRONIK
•Dewasa muda pria
• Ruam : papul miliar serta lentikular, eritema dan skuama dapat
KLASIFIKASI
hemoragik / berfluorensi dan simetris  spontan  tanpa sikatrik
•Predileksi : badan , lengan atas, dan paha
AKUT / Parapsoriasis gutata akuta / mucha-Haberman
•Mirip varisela, ruam berupa vesikel, papulonekotik dan krusta
•Penyembuhan  sikatrik
•Sinonim : varioliformis akuta, pitiriasis likenoides et varioliformis
akuta / pitiriasis likinoides et varioloformis

Parapsoriasis Variegeta •Skuama dan eritem bergaris-garis seperti zebra


•Predileksi : badan, bahu, dan tungkai
Parapsoriasis en plaque •Pada wanita
•Bercak eritematosa, permukaan datar, lonjong/bulat sedikit
skuama, e=merah jambu, coklat, agak kuning  mikosis fungoides
•Predileksi : badan dan ekstremitas
PENATALAKSANAAN & PROGNOSIS
• Penatalaksanaan:
• Penyinaran dan kortikosteroid  umumnya membaik tapi bersifat sementara
dan rekuren
• Laporan : pengobatan dengan eritromisin dan tetrasikilin  baik :
menghambat kemotaksis neutrofil
• Prognosis:
• Kurang baik karena bersifat kronis dan residif sehingga sebagian menjadi
mikosis fungoides
LEPRA (HANSEN’S DISEASE)
• Definisi : penyakit granulomatosa kronik, menyerang kulit dan sistem
saraf tepi
• Epidemiologi :
• Terbanyak : usia muda dan produktif
• Pria > wanita
• Etiologi :
• Mycobacterium leprae (bakteri gram (+), basil tahan asam, alkohol)

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


KRITERIA DIAGNOSIS LEPRA
Satu atau lebih:
• Hipopigmentasi atau bercak kemerahan dengan kehilangan sensasi
• Penebalan saraf perifer disertai gangguan fungsinya
• BTA (+) pada apus kulit/biopsi

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


MANIFESTASI KLINIS LEPRA
• Lesi kulit: makula hipopigmentasi, plak, garis pinggir menonjol
• Neuropati: hipoestesia, sensory loss, penebalan saraf
• Mata: lagoftalmus, kornea kering, kurang berkedip
KLASIFIKASI LEPRA (WHO)
Tanda utama Pausibasilar (PB) Multibasilar (MB)
Bercak kusta Jumlah 1 – 5 Jumlah > 5
Penebalan saraf disertai gangguan 1 saraf > 1 saraf
fungsi saraf
Apusan BTA (-) BTA (+)

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


KLASIFIKASI LEPRA (RIDLEY JOPLING)
• TT : Tuberkuloid Polar (bentuk stabil)
• TI : Tuberkuloid Indefinite
• BT : Borderline Tuberculoid
• BB : Mid Borderline
• BL : Borderline Lepromatous
• LI : Lepromatosa Indefinite
• LL : Lepromatosa Polar (bentuk stabil)
PB : TT, BT, I
MB : LL, BL, BB

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
TATALAKSANA LEPRA MULTIBASILAR (MB)
• Minum di depan petugas :
• Rifampisin 600 mg/bulan
• DDS 100 mg/bulan
• Clofazimine 300 mg/bulan
• Minum di rumah :
• DDS 100 mg/hari
• Clofazimine 50 mg/hari
• Jangka waktu : 12 – 18 bulan

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


PITIRIASIS ROSEA
Definisi Erupsi kulit akut. Diawali lesi inisial dengan bentuk
eritema dan skuama halus → lesi-lesi yang lebih kecil
Epidemiologi Semua usia, terutama 15 – 40 tahun
Etiologi Belum diketahui. Diduga infeksi; berhubungan dengan
reaktivasi HHV-7 dan HHV-6

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
TANDA DAN GEJALA KLINIS PITIRIASIS ROSEA
• Umumnya asimtomatik. Beberapa pasien terdapat flu-like symptoms
dan gatal-gatal ringan
• Lesi I (herald patch)
• Umumnya terdapat di badan
• Soliter, bentuk oval dan anular, diameter kira-kira 3 cm
• Eritema dan skuama halus di pinggir
• Lesi berikutnya (4 – 10 hari) → lesi yang lebih kecil; sejajar costae
(menyerupai pohon cemara terbalik)

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
PITIRIASIS ROSEA
Diagnosis banding Tinea korporis, sifilis sekunder, dermatitis numularis,
psoriasis gutata, pityriasis lichenoides chronica,
dermatitis seboroik, erupsi obat alergik
Tatalaksana 1. Sedativa untuk gatal-gatal
2. Bedak asam salisilat yang dibubuhi mentol 1 – 2%
3. Bila terdapat flu-like symptoms → asiklovir
4. Lesi luas → UVB
Prognosis Sembuh spontan 3 – 8 minggu (baik). Jarang kambuh.
Beberapa kasus → menetap s/d 3 bulan, hipo /
hiperpigmentasi pasca inflamasi

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
PITIRIASIS VERSIKOLOR
Definisi Penyakit jamur superfisial kronis. Terlihat bercak
dengan skuama halus dan berwarna putih sampai
coklat kehitaman
Etiologi Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum ovale,
Malassezia furfur
Epidemiologi Dewasa muda. Menurun pada dekade ke-5 dan ke-6

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


PITIRIASIS VERSIKOLOR
Gejala klinis Bercak dengan berbagai warna (biasanya putih) →
tidak teratur s/d teratur, berbatas jelas s/d difus
Predileksi Ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, muka,
kulit kepala
Pemeriksaan tambahan • Lampu Wood → lesi kuning keemasan
• KOH 20% → hifa pendek, kelompok spora di luar →
“spaghetti and meatballs appearance”

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
PITIRIASIS VERSIKOLOR
Diagnosis banding Dermatitis seboroik, Morbus Hansen, pitiriasis alba,
vitiligo
Tatalaksana 1. Topikal → salisilat 3%; ketokonazol
2. Sistemik → derivat imidazole; ketokonazol
Prognosis Jika faktor pencetus ada → infeksi menetap

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
SIFILIS STADIUM II
Gambaran klinis Lesi kulit polimorfik, tidak gatal; lesi di mukosa.
Disertai pembesaran kelenjar getah bening
generalisata
Diagnosis banding Erupsi obat alergik, morbili, pitiriasis rosea, psoriasis,
dermatitis seboroik, kondiloma akuminata, alopesia
areata
Pemeriksaan tambahan • Mikroskop lapangan gelap
• Serologi sifilis : RPR, VDRL, TPHA

Panduan pelayanan medis dokter spesialis kulit dan kelamin.


Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Indonesia (PERDOSKI); 2011.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
TATALAKSANA NONFARMAKOLOGI SIFILIS
• Tatalaksana pasangan seksual
• Konseling → tentang penyakit, cara penularan, cara pencegahan,
pengobatan

Panduan pelayanan medis dokter spesialis kulit dan kelamin.


Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Indonesia (PERDOSKI); 2011.
DERMATOFITOSIS
• Penyakit yang disebabkan golongan jamur dermatofita → jaringan
berzat tanduk (stratum korneum epidermis, rambut, kuku)
• Jamur → 3 genus → Microsporum, Trichophyton, Epidemophyton

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
BEBERAPA BENTUK DERMATOFITOSIS
• Tinea kapitis
• Tinea barbe
• Tinea kruris
• Tinea pedis et manum
• Tinea unguium
• Tinea korporis
• Lainnya → tinea imbrikata, tinea favosa / favus, tinea fasialis, tinea
aksilaris, tinea sirsinata, tinea arkuata, tinea inkognito
Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
BEBERAPA BENTUK TINEA PEDIS
• Interdigitalis
• Antara jari IV dan V → fisura yang dilingkari sisik halus dan tipis
• Maserasi → kulit putih dan rapuh
• Moccasin foot
• Seluruh kaki (telapak, tepi, s/d punggung kaki) → kulit menebal dan bersisik;
eritema ringan terutama pada tepi lesi. Bagian tepi lesi dapat terlihat papul /
vesikel. Kronis dan sering resisten
• Subakut / inflamasi
• Mulai dari sela jari kaki → punggung / telapak kaki. Vesikel, vesiko-pustul,
kadang-kadang bula
Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
TINEA CAPITIS
• Tinea capitis adalah kelainan pada kulit dan rambut kepala yang
disebabkan oleh spesies dermatofita
• Kelainan ini dapat ditandai dengan lesi bersisik, kemerah-merahan,
alopesia dan kadang-kadang terjadi gambaran klinis yang lebih berat
 karion
Dalam klinik tinea capitis dapat dilihat sebagai 3 bentuk yang jelas (
RIPPON, 1970 dan CONANT dkk.,1971) :
1. Grey patch ringworm
2. Kerion
3. Black dot ringworm
Grey Patch Ringworm
• Merupakan tinea capitis yang biasanya disebabkan oleh genus Microsporum dan sering
ditemukan pada anak-anak
• Penyakit dimulai dengan papul merah yang kecil disekitar rambut  melebar  bercak
 pucat dan bersisik
• Keluhan adalah rasa gatal, warna rambut  abu-abu & tidak berkilat lagi serta mudah
patah & terlepas dari akarnya  mudah dicabut tanpa rasa nyeri
• Semua rambut didaerah tersebut mudah terserang jamur  terbentuk alopesia
setempat  Grey patch
• Pemeriksaan dengan lampu Wood dapat dilihat fluoresensi hijau kekuning-kuningan pada
rambut yang sakit melampaui batas-batas grey patch
• Pada kasus tanpa keluhan, pemeriksaan lampu Wood banyak membantu dalam diagnosis
• Tinea capitis yang disebabkan Microsporum audouini biasanya disertai tanda peradangan
ringan
Kerion
• Merupakan reaksi peradangan yang berat pada tinea capitis, berupa
pembengkakan yang menyerupai sarang lebah dengan sebukan sel radang yang
padat disekitarnya
• Bila penyebabnya :
• Microsporum canis dan Microsporum gypseum  pembentukan kerion ini lebih sering dilihat
• Bila penyebabnya Trichophyton tonsurans  agak kurang
• Bila penyebabnya Trichophyton violaceum  sedikit sekali
• Kelainan ini dapat menimbulkan jaringan parut dan berakibat alopesia yang
menetap, jaringan parut yang menonjol juga kadang dapat terbentuk
Black Dot Ringworm
• Disebabkan Tricophyton tonsurans & Trichophyton violaceum
• Pada permulaan penyakit, gambaran klinisnya menyerupai kelainan yang
disebabkan oleh genus Microsporum
• Rambut yang terkena infeksi patah tepat pada muara folikel dan yang tertinggal
adalah ujung rambut yang penuh spora  ujung rambut yang hitam di dalam
folikel rambut ini memberi gambaran khas yaitu Black dot
• Tinea capitis juga akan menunjukkan reaksi peradangan yang lebih berat, bila
disebabkan oleh Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton verrucosum
yang keduanya bersifat zoofilik
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Tinea Korporis Tinea Manus Tinea Unguium
(Onikomikosis,
dermatophytic onychomycosis,
• Suatu infeksi jamur pada kulit Secara klinis dikenal tiga bentuk : ringworm of the nail)
halus tanpa rambut (glabrous skin) Bentuk intertriginosa
di daerah leher, wajah, lengan dan  Infeksi jamur dermatofita
bokong  Tampak lesi bentuk maserasi,
deskuamasi dan erosi, berwama pada kuku
• Sering dijumpai pada orang putih dan basah di sela-sela jari.
dewasa  Sering mengenai orang
 Bila penyakit kronik terlihat fisura dewasa dan seiring
• Manifestasi klinis: (retak-retak) yang nyeri bila dengan tinea manus dan
• Berupa lesi anuler dengan tersentuh atau kena air sabun.
pedis
tepi polisiklis
Bentuk vesikuler akut
• Pada daerah tepi tampak  Kuku terlihat menjadi
vesikel-vesikel kecil dengan  Dijumpai vesikel dan bula di bawah rusak dan rapuh serta
skuama halus dan aktif dan kulit terutama pada telapak kaki
bagian tengah kemudian meluas.
warnanya menjadi suram,
dijumpai daerah
penyembuhan sentral Sering disertai infeksi sekunder, Permukaan menebal, di
• Rasa gatal bertambah pada keluhan penderita di sini berupa bawah kuku tampak
waktu berkeringat perasaan gatal dan sakit. detritus yang
Bentuk hiperkeratotik mengandung elemen-
• Bentuk lain ialah Tinea Imbrikata
elemen jamur
• Lesi berupa plakat, polisiklis  Tampak pengelupasan kulit terus-
atau bulat dengan susunan menerus disertai eritama dan  Bila infeksi ringan terlihat
skuama membentuk hiperkeratosis. Bila hiperkeratosis bercak-bercak putih dan
lingkaran konsentris tersusun hebat dapat timbul fisura yang
seperti atap genting dan kasar di permukaan kuku
dalam. Daerah yang paling sering
menghadap ke sentral dikenai adalah telapak tangan  Diagnosis Banding:
• Diagnosis Banding dan kaki.  Onikodistrofi oleh
• Pitiriasis rosea, psoriasis  Diagnosis Banding : Dermatitis kandidiasis,
vulgaris, pemfigus foliaseus kontak, pustulosis palmo plantaris, onikodistrofi oleh
dan eksema numuler
pioderma dan psoriasis pustulosa trauma dan psoriasis
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
TINEA KRURIS

• Merupakan dermatofitosis pada lipat paha, daerah perineum, dan sekitar anus
• Dapat bersifat akut atau menahun bahkan seumur hidup
• Lokasi : Lesi kulit dapat terbatas pada daerah genito-krural saja, atau meluas ke daerah sekitar
anus, daerah gluteus dan perut bagian bawah atau bagian tubuh lain
• Gejala :
• Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas
• Peradangan pada tepi lebih nyata daripada daerah tengahnya
• Efloresensi terdiri atas macam-macam bentuk yang primer dan sekunder (polimorfi)
• Bila menahun, dapat beruba bercak hitam disertai sedikit sisik
• Erosi dan keluarnya cairan biasanya akibat garukan
• Sering terjadi di Indonesia
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
ERITRASMA
Definisi Infeksi kulit superfisial, ditandai :
• Makula eritematosa s/d kecoklatan, batas tegas
(di daerah intertriginosa)
• Fisura dengan maserasi putih (di sela-sela jari)
Etiologi dan faktor risiko • Corynebacterium minutissimum (batang pendek
gram (+) dengan granula subterminal)
• Faktor risiko : iklim lembab dan hangat, higiene
buruk, hyperhidrosis, obesitas, DM, usia lanjut,
keadaan imunosupresi
Tanda dan gejala klinis • Lesi makula eritematosa s/d kecoklatan, berbatas
tegas, dengan skuama halus di atasnya
• Predileksi : intertriginosa (terutama aksila dan
genitokrural), sela jari kaki ke-4 dan ke-5
• Biasanya asimtomatik, kecuali daerah selangkangan

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
ERITRASMA
Pemeriksaan tambahan • Lampu Wood → fluoresensi warna merah coral
(e.c. porfirin)
• Pemeriksaan mikroskopik → pewarnaan gram
Tatalaksana • Bila eritrasma terlokalisir → sabun dan gel benzoil
peroksida 5%
• Topikal : klindamisin / eritromisin (solusio 2%) /
krim azol
• Lesi luas → eritromisin PO selama 1 minggu /
klaritromisin dosis tunggal
Prognosis Asimtomatik bertahun-tahun. Dapat juga terjadi
eksaserbasi periodik

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
ERISIPELAS
Definisi Infeksi akut yang disebabkan oleh Streptococcus sp.,
dengan gejala eritem berwarna merah cerah,
berbatas tegas, dengan gejala konstitusi
Etiologi Streptococcus B hemolyticus
Gejala klinis • Gejala konstitusi : demam, malaise
• Predileksi : tungkai bawah
• Kelainan kulit → eritema warna merah cerah, batas
tegas, pinggir meninggi dengan tanda-tanda radang
akut. Dapat disertai edema, vesikel, bula

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
ERISIPELAS
Diagnosis banding Selulitis
Tatalaksana • Nonfarmakologi → istirahat, elevasi tungkai bawah
dan kaki yang diserang sedikit lebih tinggi daripada
jantung
• Farmakologi → sistemik : antibiotik; topikal :
kompres terbuka dengan larutan antiseptik;
diuretik (bila terdapat edema)

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
ICHTHYOSIS VULGARIS DOMINAN
Definisi Kelainan berupa xerosis generalisata ringan, dengan
peninggian lesi terutama pada tungkai bawah.
Disertai gambaran telapak tangan dan kaki yang
hiperlinear, serta hiperkeratosis folikuler (keratosis
pilaris) pada lengan dan tungkai
Epidemiologi • Onset usia 3 – 12 bulan
• Terkait dengan atopi
Etiopatogenesis • Tidak diketahui
• Filagrin << / (-)
• Proliferasi epidermis yang normal, namun disertai
retensi keratin → penebalan stratum korneum

Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of


clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
TANDA DAN GEJALA KLINIS ICHTHYOSIS
VULGARIS DOMINAN
• Xerosis dengan peninggian lesi
• Keratosis pilaris → papul folikuler hiperkeratotik yang berukuran kecil,
berkelompok / tersebar, terutama pada permukaan ekstensor
ekstremitas. Pada anak-anak juga terlihat di dagu
• Aksentuasi palmoplantar (hiperlinear)

Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of


clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
ICHTHYOSIS VULGARIS DOMINAN
Pemeriksaan laboratorium • Gambaran patologi : hiperkeratosis kompakta;
lapisan granular <</(-); lapisan germinativum
mendatar
• Mikroskop elektron : granula keratohyalin yang
kecil, tidak berbentuk
Diagnosis banding Xerosis / Hiperkeratosis
Tatalaksana • Hidrasi stratum korneum
• Keratolitik → campuran propilen glikol-gliserin-
asam laktat; asam salisilat 6% dalam propilen glikol
dan alkohol; asam α-hidroksi, preparat
mengandung urea
• Retinoid sistemik → isotretinoin dan acitretin

Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of


clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
MORBILI
Definisi Infeksi virus yang sering terjadi pada anak-anak.
Ditandai dengan demam, coryza, cough,
conjungtivitis (3C), enantema patognomonik (bercak
Koplik), eksantema
Etiologi Measles virus
Epidemiologi • Negara berkembang → 45% kasus sebelum usia 9
tahun
• Dapat terjadi pada orang dewasa

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


MORBILI
• Masa inkubasi : 10 – 12 hari
• Gejala klinis :
1. Masa kataralis / prodromal → 3 – 5 hari
• Demam
• Radang mukosa
• 3C
• Bercak koplik

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


MORBILI
2. Masa erupsi (eksantema) → 2 – 4 hari
• Ruam makulopapular dari batas rambut di belakang telinga → menyebar ke
kepala, leher, ekstremitas
• Demam ↑
• 3C memberat
3. Masa konvalesens → 1 – 3 minggu
• Demam ↓
• 3C menghilang
• Ruam menghilang sesuai urutan sewaktu timbul
• Hiperpigmentasi → deskuamasi (hilang setelah 1 – 2 minggu)

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


MORBILI
Tatalaksana • Nonfarmakologi → asupan makanan yang
terjamin, menjaga kebersihan kulit
• Farmakologi → antipiretik, antitusif, dekongestan
• Pencegahan → imunisasi
Prognosis • Penyakit self limiting
• Pada anak dengan gizi buruk dapat menjadi berat

Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.


Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
IMPETIGO
Impetigo krustosa Impetigo bulosa
Etiologi Streptococcus B hemolyticus Staphylococcus aureus
Gejala klinis • Predileksi : wajah (sekitar • Predileksi : aksila, dada,
lubang hidung dan mulut) punggung
• Kelainan kulit : eritema dan • Sering bersama miliaria
vesikel yang cepat pecah → • Kelainan kulit : eritema, bula,
krusta tebal warna kuning. dan bula hipopion → pecah →
Dilepas → tampak erosi di koleret dengan dasar
bawah. Menyebar ke perifer dan eritematosa
sembuh di tengah
Diagnosis banding Ektima Jika sudah pecah → dermatofitosis
Tatalaksana Antibiotik topikal / sistemik Antibiotik topikal / sistemik

Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of
clinical dermatology. 6th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2009.
RESEP UNTUK DERMATITIS SEBOROIK
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ Shampo ketokonazol 2% 100 ml fl. I


S 2 x seminggu o.m.
--------------------------------------vv
R/ Cream ketokonazol 2% 10 g tube I
S.u.e 2 dd applic part dol m.et.v
--------------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
RESEP UNTUK PSORIASIS
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ Cream mometasone furoate 0,1% 1 g tube I


S.u.e 1 dd applic part dol m.et.v
----------------------------------------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
RESEP UNTUK MORBUS HANSEN TIPE MB
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ DDS tab 100 mg no. XXX


S 1 dd 1 a.c.
--------------------------------------vv
R/ Clofazimine tab 50 mg no. XXX
S 1 dd 1 d.c.
--------------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
RESEP UNTUK PITIRIASIS ROSEA
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ As. salisilat 3%
Menthol 2%
Talc q.s ad 100
S.u.e p.r.n. gatal
-------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
RESEP UNTUK PITIRIASIS VERSIKOLOR
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ As. salisilat 3%
Talc q.s ad 100
S.u.e
---------------------------------------------------vv
R/ Cream ketokonazol 2% 10 g tube I
S.u.e 2 dd applic part dol m.et.v
---------------------------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
RESEP UNTUK ERISIPELAS
dr. Ivan
Jl. Letjen. S. Parman No. 1, Jakarta 11440
DU 405120049
Telp. 021-123456
Jakarta, 10 Agustus 2015

R/ Amoxicillin tab 500 mg no. XV


S 3 dd 1 p.c.
---------------------------------------------vv
Pro : Tn. X
Umur : 46 tahun
DAFTAR PUSTAKA
• Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2009.
• Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 6th ed. Illinois:
Pearson Education Inc.; 2013.
• Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editors.
Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 7th ed. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.; 2008.
• Wolff K, Johnson RA. Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology.
6th ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.; 2009.
• Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.
Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015.
• Medical Mini Notes-Dermatovenereology edition.
• Panduan pelayanan medis dokter spesialis kulit dan kelamin. Jakarta:
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI); 2011.