Anda di halaman 1dari 78

MANAJEMEN

DATA dan INFORMASI

PELATIHAN MANAJEMEN PUSKESMAS ( Angk IV )


Batam, 2 November 2016
Tentang saya
dr. Sinondang Diana Tobing M.Kes

Banda Aceh, 29 Desember 1961

FK-USU (1980), FKM-USU (2003)

Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten,

Widyaiswara

0819862168 / 081360931949

dr.dianatobing@gmail.com

MOTTO : Bersyukurlah Selalu


TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu


melakukan manajemen data
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

1. Menjelaskan konsep
manajemen data
2. Menjelaskan pengelolaan data
SIP
3. Menjelaskan instrumen dan DO
4. Melakukan analisis dan
pemanfaatan data
Pengertian Data

DATA = KUMPULAN FAKTA (bentuk jamak)


DATUM = BENTUK TUNGGAL DARI DATA
Pengertian Data
FAKTA:
SEGALA SESUATU YANG TERTANGKAP
INDRA MANUSIA
• Segala sesuatu yang ada di sekeliling kita
• Segala sesuatu yang dilakukan
• Segala sesuatu yang dipertunjukkan
Kumpulan
• Segala sesuatu yang dibicarakan
• Segala sesuatu yang dipikirkan Fakta

Disebut DATA
Pengertian Data

1. Data adalah kumpulan informasi yang


diperoleh dari suatu pengamatan  DATA
PENELITIAN

2. Data adalah sesuatu yang belum mempunyai


arti bagi penerimanya dan masih memerlukan
adanya suatu pengolahan, bila sudah diolah
maka data menjadi informasi.
Jenis Data
(berdasarkan tingkat pengukurannya)

1. DATA KUALITATIF (data yang bukan berupa


angka)

2. DATA KUANTITATIF (data berupa angka)


Prinsip Umum Manajemen Data di Puskesmas

LOGIC
AL
CHECK

DISEMINASI
ANALISIS
PENGUMPULAN PENGOLAHAN INFORMASI
DATA DATA
DATA (HASIL)
P
Editing M
K
Coding D PERENCANAAN
Entry R

Cleaning KEBIJAKAN

ADVOKASI
MONEV

PROFIL KES
SPM
Sistem Informasi Puskesmas
PUSKESMAS
Puskesmas : fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya
(Permenkes Nomor. 75 Tahun 2014)

• Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk


mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
TUGAS terwujudnya kecamatan sehat.

• Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat


tingkat pertama di wilayah kerjanya;
• Penyelenggaraan upaya kesehatan
FUNGSI perseorangan tingkat pertama di wilayah
kerjanya;
• Sebagai wahana pendidikan
PMK 75/2014 Pasal 43
Kewajiban Penyelenggaraan Sistem Informasi di Puskesmas
(1) Setiap Puskesmas wajib melakukan kegiatan sistem informasi Puskesmas.
(2) Sistem Informasi Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diselenggarakan secara eletronik atau nonelektronik.

Unsur Sistem Informasi Puskesmas Pencatatan dan Pelaporan


Ayat (3) Pasal 43 PMK 75/2014 Puskesmas dan
Jaringannya

Survei Lapangan
Sistem Informasi
Puskesmas
Laporan Lintas Sektor
Terkait

Laporan Jejaring Fasyankes


di Wilayah Kerjanya
Penyelenggaraan SIP
Setiap Puskesmas wajib menyelenggarakan Sistem Informasi
Puskesmas, paling sedikit mencakup: * sesuai PMK 75/2014 pasal 43
• pencatatan dan pelaporan kegiatan Puskesmas dan
jaringannya;
• survei lapangan;
• pelaporan lintas sektor terkait; dan
• pelaporan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah
kerjanya.
Data yang dihasilkan wajib dilakukan pembersihan, validasi, dan
pengelompokan data sesuai dengan kebutuhan untuk
mendukung manajemen Puskesmas.
RPMK SIP Permenkes 46 /2016

Lampiran I
Batang Tubuh
Pencatatan

Lampiran III
Lampiran II
Pemanfaatan
Pelaporan
Data
Sekilas Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan
tentang Sistem Informasi Puskesmas (SIP)
RPMK tentang SIP terdiri dari 8 bab, 38 pasal, dan 3
lampiran, yaitu :
•Bab I KETENTUAN UMUM (2 pasal)
•Bab II PENYELENGGARAAN (24 pasal)
•Bab III PENGORGANISASIAN DAN SUMBER DAYA
MANUSIA (4 pasal)
•Bab IV SARANA DAN PRASARANA (1 pasal)
•Bab V PENDANAAN (1 pasal)
•Bab VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN (2 pasal)
•Bab VII KETENTUAN PERALIHAN (1 pasal)
•Bab VIII KETENTUAN PENUTUP (3 pasal)
Tujuan Pengaturan SIP
Pengaturan Sistem Informasi Puskesmas bertujuan
untuk:
• mewujudkan penyelenggaraan Sistem Informasi
Puskesmas yang terintegrasi;
• menjamin ketersediaan data dan informasi yang
berkualitas, berkesinambungan, dan mudah diakses;
• meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya melalui penguatan manajemen
Puskesmas.
Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas dan
Jaringannya
Pencatatan
Setiap pelaksana kegiatan Puskesmas dan jaringannya wajib melakukan pencatatan kegiatan dan
hasil kegiatan yang dilaksanakan, yang meliputi pencatatan :

1. DATA DASAR 2. DATA PROGRAM

UKM ESENSIAL (UKME) UKM PENGEMBANGAN


A. identitas
Puskesmas;
(UKMP) UKP
B. wilayah kerja 1. Promosi Kesehatan
Puskesmas; 2. Kesehatan Lingkungan 1. Data UKS
C. sumber daya 3. Kesehatan Ibu, Anak, KB dan Gizi 2. Data Kesehatan Gigi
Puskesmas; dan 4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Masyarakat
3. Data Kesehatan Olah
D. sasaran • Data PTM • Data rabies Pelayanan
Raga
program • Data Surveilans, • Data TB Puskesmas
4. Data Kesehatan Kerja
SKDR dan KLB • Data Kusta
• Data Malaria • Data Frambusia
• Data DBD • Data Diare
• Data Kecacingan • Data Imunisasi

136 FORMULIR
Pencatatan (2)
• Pencatatan menggunakan instrumen yang meliputi:
– Kartu; (RPMK SIP Psl 5 ayat 2)

– formulir; dan/atau
– register.
• Kepala Dinas Kesehatan Provinsi /Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan
penambahan muatan data dalam instrumen
pencatatan sesuai dengan kebutuhan program pada
masing-masing daerah.
Pelaporan
 Setiap Puskesmas wajib melaporkan kegiatan dan
hasil kegiatan yang dilaksanakan kepada Kepala Dinas
Kesehatan kabupaten/kota yang disusun berdasarkan
pencatatan kegiatan dan hasil kegiatan di Puskesmas
dan jaringannya.

 Laporan disusun oleh setiap pelaksana atas


koordinasi Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
 Dilakukan secara berjenjang sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangan-undangan
Pelaporan
19 FORMULIR

1. DATA DASAR 2. DATA PROGRAM

UKM
UKM ESENSIAL (UKME)
Pencatatan sama PENGEMBANGAN
dengan pelaporan (UKMP)
1. Promosi Kesehatan
2. Kesehatan Lingkungan
3. Kesehatan Ibu, Anak, KB dan Gizi 1. Data UKS
UKP &
4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2. Data Kesehatan pelayanan
• Data PTM
Gigi Masyarakat Puskesmas
3. Data Kesehatan
• Data Surveilans, SKDR dan KLB
Olah Raga
• Data penyakit menular
• Data imunisasi

Rutin setiap
tahun

Rutin dan Non Rutin


Laporan Rutin Data Program
• Laporan mingguan terdiri atas laporan mingguan penyakit potensi
wabah.
• Laporan bulanan terdiri atas:
– laporan bulanan data upaya kesehatan masyarakat esensial;
– laporan bulanan data upaya kesehatan masyarakat
pengembangan; dan
– laporan bulanan data upaya kesehatan perseorangan.
• Laporan tahunan terdiri atas laporan tahunan kegiatan program.
Laporan Non Rutin Data Program
• Laporan KLB; dan
• Laporan Khusus (surveilans sentinel & kebutuhan tertentu)
Penyampaian Laporan
Pelaporan disampaikan secara teratur sesuai dengan
jadwal penyampaian laporan:
• laporan mingguan disampaikan paling lambat setiap
hari Selasa pada minggu berikutnya;
• laporan bulanan disampaikan paling lambat setiap
tanggal 5 pada bulan berikutnya;
• laporan tahunan disampaikan paling lambat setiap
tanggal 5 pada bulan pertama tahun berikutnya;
SIP
No Data Pencatatan Pelaporan
I Data dasar
Puskesmas, SDM, Peralatan 1 formulir 1 formulir
II Data Program
1. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial (UKME)
a. Promosi Kesehatan 10 formulir 1 formulir
b. Kesehatan Lingkungan 21 formulir 1 formulir
c. Pelayanan Gizi KIA KB 12 formulir 1 formulir
d. Pencegahan dan pengendalian 3 formulir 1 formulir
PTM
e. Keperawatan Kesehatan 13 formulir 1 formulir
Masyarakat
f. Surveilans Sentinel dan SKDR 3 formulir 2 formulir
SIP menyesuaikan kebutuhan Program (2)
No Data Pencatatan Pelaporan
g. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
1) Malaria 4 formulir
2) DBD 6 formulir
3) Kecacingan 2 formulir
4) Rabies 1 formulir
5) Hepatitis 2 formulir
1 formulir
6) TB Paru 8 formulir
7) Kusta 6 formulir
8) Frambusia 3 formulir
9) Diare 1 formulir
10) HIV/AIDS Masuk form pelayanan umum
11) Penyakit Kelamin Masuk form pelayanan umum
12) Imunisasi 2 formulir 1 formulir
SIP menyesuaikan kebutuhan Program (3)
No Data Pencatatan Pelaporan
2. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan (UKMP)
a. Upaya Kes Sekolah (UKS) 2 formulir 1 formulir
b. Kesehatan Jiwa Inst pada Promosi Kesehatan

c. Kes Gigi Masyarakat 1 formulir 1 formulir


d. Kes Trad & Komplementer Inst pada Promosi Kesehatan
e. Kesehatan Olah raga 3 formulir 1 formulir
f. Kesehatan Kerja 2 formulir
g. Kesehatan Indera Masuk register rawat jalan dan Masuk pelaporan
rujukan pelayanan
h. Kesehatan Lanjut Usia Masuk register rawat jalan dan Puskesmas
rujukan
3. Upaya Kes Perorangan
(UKP) tdd Kunj Puskesmas, 23 Formulir 6 formulir
Pely Umum,Kes gigi mulut,
R Inap, UGD, kefarmasian,
kematian, laboratorium, dll
Umpan Balik Laporan
• Dinas Kesehatan kabupaten/kota wajib
membuat dan menginformasikan umpan Puskesmas
balik terhadap pelaporan data Puskesmas harus
dan jaringannya. menyampaikan
• Umpan balik disampaikan paling lambat laporan
tanggal 20 pada bulan diterimanya laporan. perbaikan
• Umpan balik laporan Puskesmas berupa paling lambat
surat pemberitahuan yang memuat tanggal 5 pada
keterangan bulan
– absensi laporan; berikutnya
– kelengkapan isi laporan; setelah laporan
– ketepatan waktu penyampaian laporan; disampaikan
– hasil validasi isi laporan; dan/atau
– rekomendasi perbaikan laporan dalam hal
ditemukan kesalahan atau ketidaklengkapan
pelaporan.
Survey lapangan
Survei Lapangan

• Dalam rangka pemenuhan kebutuhan data dalam


manajemen Puskesmas diselenggarakan survei
lapangan berupa pemantauan atas program yang
diselenggarakan oleh Puskesmas.

• Hasil survei lapangan dilaporkan kepada dinas


kesehatan kabupaten/kota
Pelaporan lintas sektor
Pelaporan Lintas Sektor

• Dalam rangka pemenuhan kebutuhan data


dalam manajemen Puskesmas, dilakukan
pengumpulan data yang bersumber dari lintas
sektor terkait.
• Data dari lintas sektor terkait berupa data
demografi, data terkait program Puskesmas, dan
data lainnya sesuai kebutuhan.
• Data tersebut dikelola dalam pelaporan yang
terintegrasi dengan pelaporan puskesmas
dengan mencantumkan sumber data.
Pelaporan Jejaring Puskesmas
Pelaporan Jejaring Puskesmas
• Fasilitas Pelayanan Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
wajib menyampaikan laporan data kegiatan dan hasil
kegiatan pelayanan kesehatan kepada Puskesmas
setempat.
• Data kegiatan dan hasil kegiatan pelayanan kesehatan
paling sedikit terdiri atas:
– data kelahiran;
– data kematian;
– data kesakitan dan masalah kesehatan lainnya; dan
– data kunjungan pelayanan.
• Data kesakitan dan masalah kesehatan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan oleh
kepala dinas kesehatan kabupaten/kota

• Data dikelola dalam pelaporan yang terintegrasi dengan


pelaporan puskesmas dengan mencantumkan sumber data
Penyimpanan

• Dokumen pencatatan dan pelaporan


Puskesmas disimpan pada tempat yang aman
• Dokumen pencatatan pelayanan kesehatan
individu dan keluarga dihimpun dalam bentuk
berkas keluarga dan disusun berdasarkan
nomor kepala keluarga menurut
desa/kelurahan
• Dinas kesehatan kabupaten/kota wajib
menyimpan laporan Puskesmas dalam
pangkalan data
KEAMANAN DAN KERAHASIAAN

• Setiap pemangku kepentingan Sistem Informasi


Puskesmas harus menjamin keamanan dan
kerahasiaan informasi
• Data dan Informasi Kesehatan dapat bersifat terbuka
dan tertutup.
• Dalam hal data bersifat tertutup dapat diakses oleh
masyarakat dengan izin, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, dan
Kementerian.
Pengorganisasian dan SDM
• Puskesmas harus dilengkapi dengan sumber daya
manusia yang mengelola sistem informasi Puskesmas
 tim pengelola SIP yang terdiri dari:
– Koordinator (Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas)
– Pengelola sistem (pelaksana urusan sistem informasi
Puskesmas.
– Pelaksana pencatatan dan pelaporan (pelaksana kegiatan
program Puskesmas)
• SDM memiliki kompetensi paling sedikit di bidang
statistik, komputer, dan epidemiologi.
Sarana dan Prasarana
• Sistem informasi Puskesmas dapat dilaksanakan secara
elektronik atau secara non elektronik
• Sarana dan prasarana yang harus dilengkapi mencakup
instrumen pencatatan dan pelaporan, aplikasi sistem
informasi Puskesmas, komputer dan perangkat pendukungnya
seperti jaringan internet, jaringan lokal (LAN), dan server
• Instrumen pencatatan dan pelaporan mencakup:
– Kartu;
– Register;
– Formulir;
– Pedoman; dan
– Standar prosedur pelaksanaan.
Pendanaan
• Pendanaan Sistem Informasi Puskesmas bersumber
dari:
– anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
– anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
– sumber lain yang sah dan tidak mengikat
• Pendanaan mencakup:
– pendanaan pembangunan sistem informasi Puskesmas
– pendanaan operasional penyelenggaraan sistem informasi
Puskesmas
– pendanaan pemeliharaan dan pengembangan
SANKSI
• Dalam melakukan pembinaan dan pengawasan,
Menteri, Kepala dinas kesehatan provinsi, dan kepala
dinas kesehatan kabupaten/kota dapat memberikan
sanksi administratif sesuai kewenangan masing-
masing
• Sanksi administratif dapat berupa:
– teguran lisan;
– teguran tertulis;
– publikasi; dan /atau
– pemberhentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan
Kelebihan SIP
• Kelebihan dari segi legal aspek berdasarkan pada
Peraturan Menteri Kesehatan tentang SIP
• Mekanisme pelaporan jelas dan ada penguatan unit
pengelola SIP
• Data set SIP merupakanstandar bagi pencatatan dan
pelaporan yang berbasis tugas dan fungsi Puskesmas
• Menyesuaikan dengan kebutuhan program dan
Puskesmas  menjadi satu-satunya pelaporan di
Puskesmas
Analisis dan Pemanfaatan
data
KONSEP UKURAN STATISTIK
KONSEP UKURAN STATISTIK
• Frekuensi
• Proporsi
• Rasio
• Rate (Insidens, Prevalens, Attack)
FREKUENSI:
# Ukuran frekuensi menggambarkan karakteristik kejadian suatu penyakit atau
masalah di dalam populasi.
# Ukuran frekuensi mengukur kejadian penyakit, cacat, ataupun kematian pada
populasi.

PROPORSI :
• Disebut pula sebagai distribusi proporsional, yaitu persentase (proporsi) di
antara jumlah keseluruhan peristiwa/kejadian dari suatu seri data yang
muncul dalam suatu kategori seri data termaksud.

Rumus:
Proporsi = x/y * k
x = jumlah kejadian atau penderita dan lain-lain, yang timbul dalam suatu kategori atau subgrup tertentu dari suatu
kelompok yang lebih besar.

y = jumlah keseluruhan dari kejadian atau penduduk dan lain-lain muncul pada semua kategori dari suatu seri data
tertentu.

k = selalu sama dengan 100.


RASIO:
• Rasio adalah suatu ukuran frekuensi relatif terjadinya suatu peristiwa/kejadian
dibandingkan dengan frekuensi peristiwa/kejadian yang lain (perbandingan
antara suatu nilai dengan nilai yang lain).

• Rasio dapat juga menunjukkan tingkat hubungan atau keterkaitan antara suatu
variabel lainnya dan menunjukkan sesuatu arti tertentu.

Rumus:
Rasio =x/y * k

x = jumlah kejadian, orang, dan lain-lain yang memiliki satu atau lebih ciri-ciri tertentu
y = jumlah kejadian, orang yang memiliki satu atau lebih ciri-ciri tertentu, namun ciri tersebut
berbeda dengan ciri-ciri kelompok X
k=1
RATE:
• Rate adalah suatu ukuran frekuensi suatu peristiwa/kejadian pada suatu
populasi tertentu, baik pada suatu saat maupun selama periode waktu tertentu.

Rumus:
Rate = x/y * k

x = jumlah orang di dalam suatu kelompok masyarakat tertentu (berdasarkan waktu, tempat, dan orang)
yang mengalami suatu kejadian (kasus) selama periode tertentu.

y = jumlah orang dalam suatu kelompok masyarakat tertentu selama jangka waktu yang sama dengan
munculnya kasus. Biasanya populasi ini diambil dari jumlah populasi pada pertengahan jangka waktu tertentu.

k = suatu angka konstanta yang biasanya dibuat sehingga rate yang terkecil yang dapat dipakai dalam
perhitungan paling kurang satu desimal (4,2/1000 bukan 0,42/1000)
Contoh ANGKA INSIDEN :

Jumlah penderita baru campak umur <15 tahun yang berobat ke Puskesmas A
tahun 2014 adalah 20 penderita.Jumlah penduduk berumur <15 pada wilayah
Puskesmas A adalah 1200 orang.

Maka incidence rate (angka insiden) di wilayah Puskesmas A pada tahun 2014
adalah:

= (20 penderita baru campak berobat umur <15 tahun)/(1200 penduduk


berumur <15 tahun) x 1000

= 17 penderita per 1000 penduduk < 15 tahun


ANGKA PREVALENS:

Jumlah penderita HIV pada penduduk dewasa umur >15 tahun di Kabupaten A
sampai bulan Desember 2013 adalah 20 penderita. Selama tahun 2014 ada
penambahan 3 kasus baru HIV pada penduduk dewasa umur >15 tahun. Jumlah
penduduk berumur > 15 di Kabupaten A adalah 1200 orang.

Maka prevalence rate (angka prevalensi) HIV di Kabupaten A pada tahun 2014
adalah:

= (20 penderita lama HIV + 4 penderita baru HIV umur >15 tahun)/(1200 penduduk
berumur >15 tahun) x 1000
= 20 penderita per 1000 penduduk > 15 tahun

Sedangkan incidence rate HIV di Kabupaten A pada tahun 2014 adalah:

= (4 penderita baru HIIV umur > 15 tahun)/(1200 penduduk berumur > 15 tahun) x
1000

= 3 penderita per 1000 penduduk >15 tahun


ANGKA KEFATALAN:

Jumlah penderita HIV pada penduduk dewasa umur >15 tahun di Kabupaten A
sampai bulan Desember 2013 adalah 20 penderita. Selama tahun 2014 ada
penambahan 4 kasus baru HIV pada penduduk dewasa umur >15 tahun. Jumlah
penduduk berumur >15 di Kabupaten A adalah 1200 orang.Selama tahun 2014 ada 4
penderita HIV yang meninggal.

Maka case fatality rate HIV di Kabupaten A pada tahun 2014 adalah:

= (4 penderita HIV umur>15 tahun yang meninggal)/(24 total penderita HIV


berumur>15 tahun) x 100%

= 17 kematian per 100 penderita HIV

ANGKA SERANGAN:

Selama tiga bulan terjadi wabah kolera di desa Warna Sari, Kecamatan Belimbing. Dari
3800 penghuni desa tersebut, 162 diantaranya terserang kolera.

Insiden kumulatif (angka serangan)=162/3800 = 0.043 = 4.3%


MENJAGA KUALITAS DATA (Rutin)
BRAINWARE
(PENGUKUR)

DATA YANG
BAGUS

HARDWARE SOFTWARE
(ALAT) (METODE)
Prinsip Umum Menjaga Kualitas Data
LO
GIC
AL

CH
EC
K

PENGOLAHAN INFORMASI
PULTA ANALISIS DATA (HASIL)
DATA

Editing P
Koding M
K
Entry D
Cleaning R PERENCANAAN

ADVOKASI

MONEV

PROFIL – SPM
(Logical Check Analysis) Jumlah Bayi dan Jumlah Immunisasi, 2013

Jumlah Jlh bayi usia Imm dasar logical


PROVINSI Jumlah bayi KN1 KN lengkap BCG HB0 DPT/HB1
Bulin 6-11 bln lengkap analisis

98.934 103.971 108.836 95.582 91.685 89.678 81.863 89.918 81.797


ACEH
266.644 283.624 237.762 240.673 193.479 278.768 241.652 283.854
SUMUT 238.497
95.180 102.664 102.654 93.748 89.602 95.865 84.759 95.318 87.684
SUMBAR
127.525 131.002 142.322 118.932 114.696 128.439 102.690 129.714
RIAU 114.936
69.208 72.383 74.498 64.142 62.722 70.907 63.115 72.628 62.329
JAMBI
156.943 174.935 174.920 164.664 161.338 160.835 142.164 162.931
SUMSEL 139.369
32.259 34.620 38.939 31.466 30.290 36.518 30.635 36.177 32.623
BENGKULU
160.579 168.996 159.072 156.155 150.521 158.337 136.765 158.809
LAMPUNG 150.665
tidak
26.038 27.698 28.080 27.245 26.167 171.592 137.588 167.537 155.860
BABEL logis
tidak
43.268 58.281 51.445 55.024 50.193 892.326 824.937 704.226 745.684
KEPRI logis
tidak
141.304 150.408 174.263 148.895 141.841 571.370 547.634 571.009 556.612
DKI JKT logis
tidak
911.708 949.392 1.011.320 884.680 850.592 47.934 47.315 35.396 43.722
JABAR logis
Teknik analisis sederhana

1. Analisis Deskriptif Menurut Waktu, Orang dan


Tempat
2. Analisis Deskriptif Komparatif
3. Analisis Deskriptif Hubungan Antar Program
Metode Analisis Data di Puskesmas

Analisis Deskriptif, yaitu teknik analisis data dengan


cara mendeskripsikan atau menggambarkan data
yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa ada
tujuan membuat kesimpulan untuk generalisasi.
Analisis Deskriptif Menurut Waktu

Analisis menurut waktu dimanfaatkan untuk


meramalkan kejadian pada masa yang akan datang,
baik kecenderungan peningkatan atau
kecenderungan penurunan suatu kejadian.
Contoh Grafik Analisis Deskriptif Menurut
Waktu
Analisis Deskriptif Menurut Orang

Analisis menurut kelompok (jenis kelamin, umur, jenis


pekerjaan, tingkat pendidikan) dapat dimanfaatkan
untuk melihat perbandingan kejadian pada masing-
masing kelompok, sehingga dapat diketahui
kelompok mana yang lebih berisiko kesehatan.
Contoh Grafik Analisis Deskriptif Menurut
Orang
Analisis Deskriptif Menurut Tempat

• Analisis menurut tempat (area geografis, wilayah


menurut batas administrasi) dapat dimanfaatkan
untuk melihat perbandingan kejadian pada masing-
masing jenis tempat, sehingga dapat diketahui
wilayah mana yang lebih berisiko kesehatan.
Contoh Grafik Analisis Deskriptif Menurut
Tempat
Analisis Deskriptif Komparatif

• Dimanfaatkan untuk membandingkan hasil kegiatan


program dengan target yang telah ditentukan
sebelumnya, atau membandingkan data dari
sumberdata yang berbeda.
Contoh:
• Membandingkan cakupan imunisasi dengan target
imunisasi
• Membandingkan data rutin dengan data survei.
Analisis Deskriptif Hubungan Antar Program

Analisis hubungan antar program adalah analisis yang


menjelaskan hubungan/keterkaitan variabel antar
program yang secara logika memiliki hubungan
misalnya cakupan K1, K4, PN, dan KN
Contoh Grafik Analisis Deskriptif Hubungan
Antar Program
TEKNIK DAN METODE TERKAIT
PROSES PEMANFAATAN DATA
LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
A. Teknik Identifikasi Masalah
Adanya kesenjangan antara harapan/tujuan yang ingin dicapai dengan
kenyataan yang sesungguhnya sehingga menimbulkan rasa tidak puas dan
merasa bertanggung jawab untuk menanggulanginya
No Program Target Pencapaian Kesenjangan
1 Program wajib
Promosi kesehatan
Rumah tangga sehat 40 20 -20
2 Kesehatan lingkungan
3 Dst..
Contoh Pohon Masalah Kematian Bayi
Tabulasi Bantu Untuk Menentukan Prioritas Tindak Lanjut
No Penyebab Masalah Skor Bobot Skor Skor SKOR
(besaran masalah) Masalah Kemudaha Ketersediaan TOTAL
(1-5) n Intervensi Sumber
(1-5) Daya (1-5)

Makna Skoring Tabulasi Bantu Untuk Penentuan Prioritas

Aspek Skor 1 2 3 4 5
Bobot Semakin tinggi skor menunjukkan bobot penyebab masalah yang
Masalah lebih besar
(5=sangat penting, 4=penting, 3=cukup penting, 2=kurang penting,
1=tidak penting)
Kemudahan Semakin tinggi skor menunjukkan semakin mudah (metode)
Intervensi intervensinya
(5=sangat mudah, 4=mudah, 3=cukup mudah, 2=tidak mudah,
1=sangat tidak mudah)
Ketersediaa Semakin tinggi skor menunjukkan sumber daya tersedia untuk
n Sumber dialokasi
Daya (5=sangat memadai, 4=memadai, 3=cukup memadai, 2=kurang
memadai, 1=tidak memadai)
3. Teknik Penyajian Data dan Informasi

Penyajian dikelompokkan dalam 3 (tiga) variabel:

1. Penyajian menurut variabel tempat


Penyajian ini dapat dibuat menurut desa, kecamatan, Puskesmas,
posyandu, dll.
2. Penyajian menurut variabel waktu
Penyajian data/informasi dibuat menurut waktu yang dapat
disajikan dalam mingguan, bulanan, dan tahunan.
3. Penyajian menurut variabel orang
Dalam penyajian data menurut variabel orang dapat
dikelompokkan lagi menjadi kelompok umur, jenis kelamin,
maupun pekerjaannya.
1. Tabel
2. Grafik

a. Grafik batang/balok (bar chart)


Tujuan grafik ini adalah:
Melihat kecenderungan data/pengamatan menurut waktu (di
mana sumbu X berisi data waktu dan sumbu Y menunjukkan
frekuensi nilai dari variabel data).
Membandingkan beberapa pengamatan data menurut tempat dan
jenis atau kategori tertentu.
b. Grafik lingkaran (pie chart)
Bentuk penyajian ini adalah penyajian data yang menggambarkan distribusi dari
suatu data (nominal atau ordinal). Biasanya grafik lingkaran penyajiannya
berbentuk persentase. Satu lingkaran menggambarkan proporsi 100% yang
terbagi menjadi komponen-komponennya
c. Grafik Garis
Bentuk penyajian ini untuk melihat kecenderungan dari waktu ke waktu
dalam suatu pengamatan
d. Grafik gambar (pictogram)
Bentuk penyajian ini digunakan untuk menggambarkan suatu visualisasi data
bagi masyarakat yang tidak biasa membaca data. Biasanya gambar yang
digunakan adalah simbol-simbol atau gambar-gambar tertentu yang masing-
masing simbol menggambarkan jumlah tertentu.

e. Grafik pencar (scatter diagram)


Grafik ini dipakai untuk menyajikan hubungan (korelasi) antara dua variabel
yang saling berkaitan.
3. Peta, Area Stratifikasi dan Tematik

Penyajian dalam bentuk peta biasanya meyajikan gambaran sebaran


(frekuensi) tingkatan (stratifikasi) suatu kasus menurut lokasi secara spasial
(keruangan) untuk melihat pola sebaran kasus yang dikaitkan dengan pola
keruangan secara sederhana.
Jangan biarkan
pembelajaran anda menuju
pada pengetahuan saja.
Biarkan ia menuju pada
tindakan
TERIMAKASIH