Anda di halaman 1dari 11

Anata Amalia Amran (B04150091)

Nisa Nurul Fitria (B04150092)


Vania Agustina (B04150093)
Anndini Eka Pratiwi (B04150095)
Yunita Amanda M. (B04150096)

ABSORPSI
2

- Absorpsi adalah suatu proses


PENDAHULUAN masuknya bioaktif kedalam sistem
sirkulasi darah menuju target organ.
- Proses penyerapan ke dalam organ
tertentu.
- Penyerapan zat/molekul yang
memasuki tubuh melalui mata, kulit,
perut, usus, atau paru-paru
- Dipengaruhi solubility
- Suasana alkalis disaluran cerna akan
mengurangi kelarutan beberapa
obat bersifat basa dalam cairan
saluran cerna, dengan akibat
mengurangi absorpsinya.
3

Faktor yang mempengaruhi


kecepatan absorbsi:
▫ Sifat fisik & kimia
▫ Bentuk
▫ Formulasi
▫ Komposisi makanan
▫ Kecepatan pengosongan lambung
▫ Sirkulasi tempat absorbsi
▫ Konsentrasi
▫ pH lambung
▫ Luas permukaan

Mempelajari pengaruh pH terhadap


Tujuan banyaknya obat yang diabsorpsi di
lambung
4
Bahan
Tikus
Asam salisilat dalam
suasana asam
suasana basa
Alat
 Kertas saring
FeCl3
 Corong Larutan NaCl fisiologis
 Stopcock Standar asam salisilat
 Spoit
 Alat bedah
minor
1
Anastesi IP 2
Telentangkan pada papan Cukur bulu
Urethane (dosis
fiksasi & ikat keempat kakinya abdomen & buka
1.25 g/kg bb)
linea alba

4 3
Lubangi usus halus 1 cm dibawah Keluarkan lambung, bagian esofagus
duodenum, masukkan Stopcock & ikat kemudian ikat dengan benang

5
Ikat dibawah Bilas menggunakan Masukkan asam salisilat dalam
tempat pipa NaCl Fis hingga suasana asam/basa (4 cc)
dimasukkan bersih & kosongkan 7
6

Diperoleh Homogenkan, ambil


konsentrasi 1,5 cc, saring
standart (t0)
Cairan diambil lg 8
& lakukan
prosedur 8-9 1 jam Bandingkan dgn
9 warna standar Filtrat+
9 FeCl3(1:5)

5
Tabel 1.
Hasil absorpsi asam salisilat dalam keadaan asam pada lambung tikus

Ct0=20
Ct1=10

6
Tabel 2.
Hasil absorpsi asam salisilat dalam keadaan basa pada lambung tikus

% Absorpsi Ct0-Ct1
Kelompok
Ct0
VI 80

VII 28

VIII 80

IX 71.45

Total 259.45
Rata-rata 64.8625

7

• Sifat asam salisilat jika diberikan penambahan zat kimia
yang bersifat basa maka proses homogenisasi akan
lama.
• Larutan tersebut tidak mudah larut dalam lemak
sehingga sulit untuk diabsorpsi.
• Asam asetil salisilat diabsorbsi secara difusi pasif dalam
bentuk molekul tak terionkan melewati membran
gastrointestinal dan dipengaruhi oleh pH larutan.
• Suasana asam di dalam lambung menyebabkan
sebagian besar dari asam salisilat terdapat dalam bentuk
non ionisasi sehingga memudahkan absorpsi.

8 8

• Data pada tabel memiliki % absorbsi yang berbeda-
beda?
• Faktor biologis dari hewan coba yang digunakan seperti
• variasi pH saluran cerna
• sekresi cairan lambung
• gerakan & luas permukaan saluran cerna
• waktu pengosongan lambung
• serta banyaknya pembuluh darah pada tempat absorbsi
yang berbeda-beda pada setiap hewan coba yang
digunakan
(Restina, 2015).

9
Kesimpulan.
Absorbsi pada asam salisilat dalam asam lebih besar dibandingkan absorbsi asam
salisilat dalam basa. Obat bersifat asam lemah hanya sedikit sekali terurai menjadi ion
dalam lambung yang asam, sehingga absorbsinya baik dan sebaliknya. Faktor biologis
dari hewan coba yang digunakan mempengaruhi % absorpsi.

10
Terimakasih.