Anda di halaman 1dari 71

IMUNISASI

MATERI Kuliah
Oleh
Dewi Nur Wakhidah, S.Si.T., M.H
Pendahuluan

Cakupan imunisasi dasar lengkap pada


2017 mencapai 92,04%, melebihi target
yang telah ditetapkan yakni 92% dan
imunisasi DPT-HB-Hib Baduta mencapai
63,7%, juga melebihi target 45%.

Sementara tahun 2018 terhitung Januari


hingga Maret imunisasi dasar lengkap
mencapai 13,9%, dan imunisasi DPT-HB-
Hib Baduta mencapai 10,8%.
Target cakupan imunisasi dasar lengkap
2018 sebesar 92,5% dan imunisasi DPT-
HB-Hib Baduta 70%.
Pengertian Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau
resisten

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan /


meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif
terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat
terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit
atau hanya mengalami sakit ringan.
 Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada
seseorang dan menghilangkan penyakit
tertentu pada sekelompok masyarakat
(populasi) atau bahkan menghilangkan
penyakit tertentu dari dunia.
 Menurunkan angka kesakitan, kematian dan
kecacatan akibat Penyakit yang Dapat Dicegah
Dengan Imunisasi (PD3I).
Pengertian

• Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme


yang sudah mati, masih hidup tapi
dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang
telah diolah, berupa toksin mikroorganisme
yang telah diolah menjadi toksoid, protein
rekombinan yang apabila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi
tertentu.
JENIS VAKSIN

1. Vaksin Live Attenuated


bakteri atau virus hidup yang dilemahkan
dengan cara pembiakan berulang-ulang
harus dpt berkembang biak  respon imun
respon imun = infeksi alamiah
bersifat labil, rusak oleh panas & cahaya
contoh: campak, mumps, rubela, polio
(virus)
BCG, demam tifoid oral (bakteri)
2. Vaksin Inactivated

bakteri, virus/ komponennya yg dibuat tidak aktif


dgn pemanasan atau bahan kimia
tidak dapat replikasi

contoh: difteri, tetanus (toksoid)


KLASIFIKASI VAKSIN

Penggolongan
Vaksin
Jenis Imunisasi
(Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi)

Ada banyak penyakit menular di Indonesia yang dapat dicegah dengan


imunisasi, yang disebut dengan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan
Imunisasi (PD3I).
Jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain
sebagai berikut.
Imunisasi Dasar Anak
Sasaran imunisasi
Cara pemberian bcg
Cara pemberian Hepatitis B / HB Uniject
(HbO)
VAKSIN
MR
• Penyimpanan Vaksin
Untuk menjaga kualitas vaksin tetap tinggi
sejak diterima sampai didistribusikan
ketingkat berikutnya, vaksin harus selalu
disimpan pada suhu yang telah ditetapkan
Gambar: Susunan vaksin lemari es buka atas
( Type RCW 42 EK )
Gambar : Susunan Vaksin di lemari es buka depan
( Front opening) dengan modifikasi.

 
Rak 1 : Vaksin Polio, Campak ,dan BCG
Rak II : Vaksin Hept.ADS (PID)/Hept B-vial,DPT
Rak III: DD.TT
Fungsi Cold Pack & Cool Pack sbg penahan suhu ketika terjadi
kerusakan pd lemari es dan agar suhu tetap stabil.
Thermometer : letakkan bersama vaksin pd rak ke 2 sbg
pengontrol suhu.Freeze watch/ freeze tag
Lakukan pencataan suhu 2 kali dlm sehari pd grafik suhu.
Suhu antara 2° C - 8° C, maka POSISI THERMOSTAT JANGAN
DIRUBAH.
Gambar : Menyusun vaksin dlm vaksin carrier

1.Masukkan 4 coool pack / air dingin 2.Vaksin letakkan ditengah2 cool


dlm plastik. Pack /air dingin dlm plastik
3.Tutup vaksin carrier. 4.Vaksin siap dibawa
K eterpaparan Vaksin Terhadap Panas

 VVM adalah alat pemantau paparan suhu panas.


 Fungsi VVM untuk memantau suhu vaksin selama dalam perjalanan
maupun dalam penyimpanan. VVM ditempelkan pada setiap vial
vaksin berupa bentuk lingkungan dengan bentuk segi empat pada
bagian dalamnya. Diameter VVM sekitar 0,7 cm (7 mm).
Pemakaian vaksin sisa
Vaksin sisa pada pelayanan statis (Puskesmas, Rumah Sakit, atau Praktik
Swasta) bisa digunakan pada pelayanan hari berikutnya. Tapi dengan syarat :
a. Disimpan pada suhu 2° s.d. 8 ° C;
b. VVM dalam kondisi A atau B;
c. Belum kadaluwarsa;
d. Tidak terendam air selama penyimpanan;
e. Belum melampaui masa pemakaian.
KUIS

ADA 6 PERTANYAAN
MASING2
PERTANYAAN
1 MENIT
1. Kapan imunisasi tidak
boleh diberikan?
2. Siapa saja yang perlu imunisasi?
3. Apakah imunisasi bisa diberikan bila
terlambat?
4. Apakah imunisasi harus diberikan
pada anak sehat ?
5. Apakah imunisasi harus diulang?
6. TIPS PERAWATAN SETELAH IMUNISASI?
KIPI ????

 KIPI merupakan kejadian medis


setelah imunisasi yang tak
diinginkan yang menyebabkan rawat
inap atau perpanjangan rawat inap,
kecacatan yang menetap atau
signifikan dan kematian, serta
menimbulkan keresahan di
masyarakat.
Penyebab Kejadian ikutan pasca-
imunisasi (KIPI)
 laporan KIPI oleh Vaccine Safety Comittee,
Institute of Medicine (IOM) United State of
America (USA), menyatakan bahwa sebagian
besar KIPI terjadi secara kebetulan saja
(koinsidensi). Kejadian yang memang akibat
imunisasi tersering adalah akibat kesalahan
prosedur dan teknik pelaksanaan
(programmatic errors)
Pemberian Paracetamol sesudah imunisasi
 Mengurangi ketidaknyamanan pasca
imunisasi. Dosis 15 mg/kgbb kepada
bayi/anak, 3-4 X/hr

Reaksi KIPI
 Reaksi lokal di tempat suntikan atau reaksi
umum selama 1-2 hari
 Lokal: kemerahan, gatal, nyeri kompres
hangat teraba benjolan kecil agak keras
beberapa minggu atau lebih tidak perlu
tindakan
BCG
• 2-6 mgg dapat timbul papulasemakin besar
 ulserasi selama 2-4 bln sembuh perlahan dgn
menimbulkan jaringan parut.

• Bila ulkus keluar cairan kompres antiseptik

• Bila cairan tambah banyak, koreng semakin besar


ditambah pembesaran kelenjar regional (aksila)
dibawa ke dokter
 Hepatitis B
jarang terjadi, demam yg agak tinggi
lokal seperti pada umumnya (sementara)

 DPT
demam tinggi, rewel
lokal seperti pada umumnya

 DT
lokal seperti pada umumnya
 Polio oral
sangat jarang terjadi reaksi KIPI

 Campak dan MMR


 lokal: rasa tidak nyaman
 5-12 hr setelah imunisasi dapat timbul :
demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus yg
berlangsung kurang dari 48 jam