Anda di halaman 1dari 16

HIV AIDS

Oleh
Ns. Elfina Natalia., S.Kep., M.Kep

SAK 1
Latar Belakang
Penyakit HIV/AIDS di negara berkembang sangat sulit
untuk dikontrol penyebarannya, dan merampas kekayaan
setiap negara karena sumber daya produktifnya
menderita. Di dunia diperkiraan setiap tahunnya 1,6
juta orang (2,7%) meninggal dan 2,3 juta
orang yang terjangkit (WHO, 2014)
Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan RI
menyatakan terdapat 150. 829 kasus HIV,
55.799 kasus AIDS dan 9.796 meninggal.
Memerlukan perawatan yang komprehensif Klien stress,
takut dan menolak akan keadaan sakitnya, tidak berani
Dampak menceritakan sakitnya baik kepada orang terdekat atau
keluarganya dan merasa terasing
2
Peran perawat

Membantu klien tersebut dapat hidup


lebih lama, hidup lebih sehat dan tidak
menularkan kepada orang lain yang
sehat
HIV AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah
virus sitopatik dari family retrovirus yang bersifat
menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga
dapat menyebabkan AIDS (Lewis, 2011 &
Kumagai, 2013).

AIDS (Acquired immune deficiency syndrome )


kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan
oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi
oleh virus HIV yang termasuk family retroviridae.
AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
(Sudoyo, 2014).
Anatomi Virus HIV
Etiologi dan Transmisi
Transeksual Horizontal Vertikal

Transmisi
.
HIV

Mp.files-Dokkep
7
Tanda dan gejala
Derajat berat infeksi HIV dapat ditentukan sesuai
Klasifikasi klinis dan CD4 orang dewasa menurut CDC
(Centers for Desease Control and Prevention) dan
ketentuan WHO melalui stadium klinis pada orang dewasa
:

Klasifikasi Ketentuan
CDC WHO

SAK 8
Di Indonesia diagnosis AIDS untuk keperluan
surveilans epidemiologi dibuat bila menunjukkan
tes HIV positif dan sekurang-kurangnya
didapatkan dua gejala mayor dan satu gejala
minor.

SAK 9
Gejala Karekteristik
Mayor Berat badan menurun lebih dari
10% dalam 1 bulan
Diare kroniks yang berlangsung
lebih dari 1 bulan
Demam berkepanjangan lebih dari
1 bulan
Penurunan kesadaran dan
ganggguan neurologis
Ensefalopati HIV
Minor Batuk menetap lebih dari 1 bulan
Dermatitis generalisata
Herpes zoster multisegmental
berulang
Kandidiasis orofaringeal
Herpes simpleks kroniks progresif
Limfadenopati generalisata
Infeksi jamur berulang pada alat
kelamin wanita
Retinitis oleh virus sitomegalo
SAK 10
Penatalaksanaan Umum
 Pengobatan Anti Retroviral, terapi dukungan,
dukungan nutrisi.
Pedoman Nasional pemberian terapi ARV tahun 2011
Target Populasi Stadium Klinis Jumlah sel CD4 Rekomendasi
3
ODHA dewasa Stadium klinis 1 >350 sel/mm Belum mulai
dan 2 terapi. Monitor
gejala klinis dan
jumlah sel CD 4
setiap 6-12 bulan
3
<350 sel/mm Mulai terapi
Stadium klinis 3 Berapapun Mulai terapi
dan 4 jumlah sel CD4
Pasien dengan Apapun Stadium Berapapun Mulai terapi
ko-infeksi TB klinis jumlah sel CD4
Pasien dengan Apapun Stadium Berapapun Mulai terapi
ko-infeksi klinis jumlah sel CD4
Hepatitis B
kronik aktif
Ibu hamil Apapun Stadium Berapun jumlah Mulai terapi
klinis sel CD4
SAK 11
Pengkajian Menurut smeltzer, 2012 :
 Faktor resiko yang potensial
 Status nutrisi
 Kulit dan membrane mukosa diinspeksi
 Status respiratorius
 Status neurologis
 Status cairan dan elektrolit
 Tingkat pengetahuan pasien

SAK
Penatalaksanaan
Keperawatan
NOC :
 Kepatenan jalan napas
 Pencegahan aspirasi
 Ventilasi
 Eliminasi fekal yang efektif
 Terhidrasi dengan baik
 tingkat energi yang adekuat
 pengendalian penularan penyakit menular
seksual
 status imunitas dalam batas normal

SAK
LANJT...
NIC :
 Manajemen jalan napas
 Suction pada jalan naps.
 Bantuan ventilasi
 Manajemen defekasi dan cairan
 Manajemen medikasi
 Terapi dan konseling nutrisi.
 Interpretasi data laboratorium.
 Pemantauan nutrisi.
 Manajemen penyakit menular.
 Pengendalian dan perlindungan infeksi.
Discarge Planning
 Jelaskan proses perjalanan dari penyakit dari awal hingga
proses penularan hingga komplikasi oportunistik yang bisa
terjadi.
 Jelaskan pentingnya pengobatan yang diberikan terkait
dengan cara kerja obat, jenis dan efek samping dari
pengobatan, serta mengapa obat harus diminum secara
teratur.
 Informasi tentang pentingnya nutrisi yang baik dan olahraga.
 Informasi tentang konselor atau organisasi yang bisa
membantu bila klien membutuhkan bantuan.
 Informasi tentang kapan klien harus kembali ke rumah sakit
untuk kontrol.
 Strategi yang bisa dilakukan bila klien pulang
SAK 16