Anda di halaman 1dari 15

PRODUKTIVITAS

Peningkatan Produktivitas Merupakan Motor Penggerak


Kemajuan Ekonomi Dan Keuntungan Perusahaan.
Produktivitas Juga Penting Untuk Meningkatkan Upah
D a n P e n e r i m a a n P e r s e o r a n g a n . S u a t u N e g a r a Ya n g T i d a k
Dapat Meningkatkan Produktivitasnya Akan Segera
Mengalami Penurunan Dalam Standar Kehidupannya.

Produktivitas Didefinisikan Sebagai Hubungan Antara


Input Dan Output Suatu System Produksi. Hubungan Ini
Sering Lebih Umum Dinyatakan Sebagai Rasio Output
D i b a g i I n p u t . J i k a L e b i h B a n y a k O u t p u t Ya n g D i
H a s i l k a n D e n g a n I n p u t Ya n g S a m a , M a k a D i s e b u t
Te r j a d i P e n i n g k a t a n P r o d u k t i v i t a s . B e g i t u J u g a K a l a u
I n p u t Ya n g L e b i h R e n d a h D a p a t M e n g h a s i l k a n O u p u t
Ya n g Te t a p , M a k a P r o d u k t i v i t a s D i k a t a n M e n i n g k a t
P R O D U K T I V I TA S
𝐺𝑁𝑃
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 = N A S I O N A L DA N
𝑇𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 + 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
INDUSTRI
Selain itu kita juga mengenal dua rasio produktivitas parsial, yaitu
terhadap tenaga kerja dan terhadap modal : Produktivitas tingkat nasional
sering diukur sabagai rasio ouput
𝐺𝑁𝑃 dibagi input. Jumlah keseluruhan
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑇𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 =
𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑡𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 output diukur dengan Produk
𝐺𝑁𝑃
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 = Nasional Kotor (GNP), sedengkan
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
jumlah keseluruhan input dihitung
dengan tenaga kerja dan modal.
Rasio total produktivitas faktor meraupakan alat ukur yang terbaik jika
digunakan untuk menyatakan produktivitas nasional karena didalamnya
terkandung semua masukan yang digunakan.
Rasio parsial hanya mempertimbangkan satu masukan saja. Padahal
mungkin saja peningkatan GNP juga dikarenakan oleh meningkatnya
penanaman modal. Rasio produktivitas tenaga kerja sering dipakai karena
datanya dapat diperoleh secara mudah.
Pada tingkat industri, produktivitas dihitung dengan rumus rasio yang berbeda-beda untuk masing-masing
unit dalam organisasi industri.
Meskipun rasio produktivitas untuk masing-masing industri berbeda, tergantung jenis industri dan tujuan
pengukuran produktivitasnya, tetapi kita dapat menggarisbawahi rumusan produktivitas untuk industri
berdasarjan definisi produktivitas sebelumnya, yaitu :

ΣOutput ΣOutput
𝑃𝑠 = =
Σ𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡 ΣModal + ΣT. Kerja + ΣEnergi + ΣLain − lain
Ps adalah produktivitas sistem. Dalam perhitungan ini, baik output maupun input harus dikuantifikasikan.
Output
 Positif : Menghasilkan penerimaan
 Negatif : Menimbulkan pengeluaran

Input
 Merupakan biaya pengeluaran

Nilai dari Ps dapat dinaikkan dengan cara :


1. Kualitas unsur-unsur penyebut diperbaiki
2. Pengendalian input
Adanya penurunan produktivitas biasanya ditandai PENGUKURAN
dengan kurangnya inovasi, pencemaran lingkungan, dan P R O D U K T I V I TA S
peraturan-peraturan keamanan yang ketat.
Ada tiga prinsip yang harus diikuti
produktivitas yang meningkat akan banyak manfaatnya. dalam mengukur produktivitas
1. Meningkatnya produktivitas akan menciptakan pendapatan pada tingkat yang lebih rendah di
per kapita riil yang lebih besar. perusahaan.

2. Meningkatnya produktivitas juga cenderung memperkecil Pertama, manajer departemen


pengaruh inflasi. hendaknya diminta untuk
mengembangkan ukuran mereka
3. Dari sudut pandang manajemen, pertumbuhan produktivitas sendiri (ukuran penetapan rasio).
adalah suatu cara untuk meningkatkan keuntungan.
Kedua, semua pengukuran
produktivitas hendaknya dikaitkan
pada suatu kebiasaan hierarki.

Ketiga, rasio produktivitas


sebaiknya memasukkan semua
tanggung jawab kerja sampai pada
tingkat yang memungkinkan.
MODEL APC
Pusat produktivitas Amerika (The American Productivity Center – APC) mengemukakan ukuran
produktivitas sebagai berikut :
Hasil penjualan
𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 =
Biaya − biaya
Banyaknya output x harga per unit
=
Banyaknya input x biaya per unit
Banyaknya output 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎
= 𝑥
Banyaknya input 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎
= 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑥 (𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎)
Dari ukuran produktivitas yang dikemukakan APC tampak bahwa ada hubungan profitabilitas
dengan produktivitas dan faktor perbaikan harga. Rasio produktivitas memberikan suatu indikasi
penggunaan sumber-sumber dalam menghasilkan output perusahaan.
MODEL MUNDEL

Marvin E. Mundel (1978) mengemukakan dua bentuk • 𝐼𝑃 =


𝐴𝑂𝑀𝑃/𝑅𝐼𝑀𝑃
𝑥 100 =
𝐴𝑂𝑀𝐵/𝑅𝐼𝐵𝑃
pengukuran indeks produktivitas, yaitu : 𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝑝𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛
𝑥 100
𝐴𝑂𝑀𝑃/𝑅𝐼𝑀𝑃 𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝑝𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑑𝑎𝑠𝑎𝑟
𝐼𝑃 = 𝑥 100 𝐴𝑂𝑀𝑃/𝐴𝑂𝑀𝐵 𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
𝐴𝑂𝑀𝐵/𝑅𝐼𝐵𝑃 • 𝐼𝑃 = 𝑥 100 = 𝑥 100
𝐴𝑂𝑀𝑃/𝐴𝑂𝑀𝐵 𝑅𝐼𝑀𝑃/𝑅𝐼𝐵𝑃 𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡
𝐼𝑃 = 𝑥 100
𝑅𝐼𝑀𝑃/𝑅𝐼𝐵𝑃
Di mana : Model ini mensyaratkan bahwa perusahaan yang
IP = indeks produktivitas akan diukur produktivitasnya harus mempunyai
waktu-waktu standar untuk bekerja (operation time
AOMP = output agregat untuk periode yang standards).
diukur
Model mundel pada dasarnya dapat menggunakan
AOBP = output agregat untuk periode dasar satuan fisik dari input dan output atau satuan
RIMP = input-input untuk periode yang diukur monoter (nilai uang) dari input dan output.
RIBP = input-input untuk periode dasar
MODEL OMAX
Objectives Matrix (OMAX) adalah suatu Langkah-langkah yang dilakukan pada proses
system pengukuran produktivitas parsial OMAX adalah:
yang dikembangkan untuk memantau
produktivitas di tiap bagian perusahaan
dengan kriteria produktivitas yang sesuai
dengan keberadaan bagian tersebut
(objective).
Guna dari OMAX adalah :
1. Sebagai sarana pengukuran produktivitas
2. Sebagai alat memecahkan masalah
produktivitas
3. Alat pemantau pertumbuhan
produktivitas
BALANCE SCORECARD
Perusahaan-perusahaan yang inovatif menggunakan
balanced scorecard sebagai suatu system strategi
manajemen untuk mengelola strategi jangka
panjangnya. Mereka menggunakan balance scorecard
untuk menjalankan proses manajemen seperti :
1. Mengklarifikasikan dan menerjemahkan visi dan
strategi
2. Mengomunikasikan dan menghubungkan
sasaran strategi dan ukuran-ukurannya
3. Merencanakan, menetapkan target, dan
menyusun inisiatif strategi
4. Memperluas umpan balik dan pembelajaran
yang strategis
ASPEK KEUANGAN
Menurut Kaplan dan Norton (1996) penentuan tolak ukur keuangan diawali dengan penentuan
posisi strategi perusahaan pada daur hidup bisnis yang terbagi dalam 3 tahapan :
1. Tahap perkembangan (Growth), pada tahap ini perusahaan mengalami perkembangan pada
produk dan jasanya. Sasaran keuangan pada tahp ini menekankan pengukuran pada
persentase tingkat pertumbuhan pendapatan (revenue), dan tingkat pertumbuhan penjualan
(sales growth).
2. Tahap bertahan (Substain), merupakan suatu tahapan perusahaan ketika berupaya sekuat
tenaga untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimilikinya dan mengembangkannya bila
masih memungkinkan. Juga masih dilakukan investasi dan reinvestasi dengan
memasyarakatkan tingkat pengembalian terbaik.
3. Tahap panen (Harvest), tahap ini merupakan tahap kematangan. Pada tahap ini produk atau
jasa telah mencapai titik jenuh. Perusahaan tidak lagi melakukan investasi lebih jauh, hanya
memelihara dan memperbaiki fasilitas, tidak untuk melakukan ekspansi.
ASPEK PELANGGAN
Pada aspek pelanggan, manajer mengidentifikasi segmen pasar dimana perusahaan akan
berkompetisi dan mengukur kinerja unit bisnis dalam target. Ada dua kelompok pengukuran
dalam aspek ini, yaitu kelompok inti dan kelompok penunjang yang menggambarkan pemicu
kinerja .
agar dapat dilaksanakan oleh perusahaan dalam kegiatan sehari-hari, tolak ukur
kelompok penunjang ini dapat dicapai melalui pemberian nilai kepada target pelanggan yang bias
dilihat dari 3 atribut, yaitu :
1. product/service attributes, terdiri dari fungsionalitas, kualitas, harga, dan waktu.
2. Customer relationship, menyangkut perasaan pelanggan terhadap proses pembelian. Perasaan
pelanggan ini dapat dipengaruhi oleh tingkat responsibilitas dan komitmen perusahaan
terhadap pelanggan.
3. Image reputation, kesan reputasi perusahaan beserta produk-produknya di mata para
pelanggan dan masyarakat konsumen.
ASPEK PROSES BISNIS INTERNAL
Secara umum proses bisnis internal terdiri dari 3 tahapan utama yang dapat menciptakan nilai,
yaitu inovasi innovation), operasi (operation), dan pelayanan purna jual (postale service).
1. Proses inovasi, dalam proses ini perusahaan mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan dari
pelanggan di masa kini dan di masa yang akan datang, serta menciptakan produk dan jasa yang
dibutuhkan oleh para pelanggan tersebut.
2. Proses operasi, merupakan proses untuk membuat dan menyampaikan produk atau jasa yang
dibuat perusahaan saat ini. Aktivitas ini dapat dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu :
– Proses pembuatan produk atau jasa,
– Proses penyampaian produk atau jasa kepada pelanggan.
3. Proses pelayanan purna jual, proses ini merupakan jasa pelayanan kepada para pelanggan,
setelah menjual produk atau jasa telah dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan
bahwa perusahaan berupaya memberikan manfaat tambahan kepada para pelanggan yang
telah membeli produk-produknya dalam bentuk berbagai pelayanan setelah pelanggan
membeli produk perusahaan.
ASPEK PEMBELAJARAN DAN
PERTUMBUHAN
Proses pembelajaran dan pertumbuhan ini bersumber pada tiga aspek, yaitu orang, system dan
prosedur organisasi. Aspek keuangan, pelanggan dan proses bisnis internal mampu
mengungkapkan kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari orang, system, dan
prosedur dengan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan kinerja yang handal. Dengan demikian
dalam aspek ini ada tiga kelompok yang harus diperhatikan :
Kemampuan karyawan (employee capabilities)
Kemampuan system informasi(information system capabilities)
Motivasi, pemberdayaan, dan kesejajaran (Motivation, empowerment, and alignment).
PROGRAM PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
Beberapa langkah yang sebaiknya diikuti untuk memperoleh pengukuran, komitmen, dan umpan balik
dalam suatu program penyempurnaan produktivitas adalah sebagai berikut;
1. Kembangkan ukuran produktivitas pada semua tingkatorganisasi.
2. Tentukan sasaran peningkatan produktivitas sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Sasaran
produktivitas ini harus realistis dan tergantung waktu.
3. Kembangkan rencana-rencana untuk mencapai sasaran. Dalam hal ini manajer lini harus
memutuskan secara tepat bagaimana sasaran akan dicapai.
4. Terapkan rencana itu. Hal ini biasanya dilakukan melalui organisasi lini.
5. Ukurlah hasilnya. Langkah ini memerlukan sekumpulan data dan penilaian periodic terhadap
kemajuan pencapaian sasaran yang ditentukan pada langkah 2.
6. Penyempurnaan produktivitas adalah sasaran manajemen.
7. Insentif upah telah diperlihatkan mampu memperbaiki produktivitas jika ukuran produktivitas
dapat ditentukan, dan manajemen serta pekerja mendukung rencana insentif itu.