Anda di halaman 1dari 25

Integrated Participatory Development and Management

Irrigation Program

Status Kemajuan Pengelolaan Lingkungan,Gender


dan
Pengadaan Barang/Jasa

Disampaikan di :
Bali 23-25 Juli 2019

Sekretariat NPMU - IPDMIP


DIREKTORAT PENGEMBANGAN JARINGAN SUMBER DAYA AIR
DIREKORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
OUTLINE
1. Pentapisan Lingkungan Program IPDMIP
 Ketentuan Screening/Pentapisan
 Progres Screening/Pentapisan

2. Pengarus Utamaan / Gender Program IPDMIP


 Permasalahan
 Rencana Aksi
 Kegiatan Kunci
 Progres PUG Program IPDMIP

3. Pengadaan Barang / Jasa Program IPDMIP


 Perubahan Kebijakan Pengadaan
 Progres Pengadaan TA. 2017
Lokasi Program IPDMIP
1 Pentapisan Lingkungan
Program IPDMIP
Program Rehabilitasi (IPDMIP) tidak akan membiayai kegiatan
yang memiliki dampak lingkungan yang signifikan yang tidak
dapat dipulihkan (masuk ke dalam Kategori A) atau kegiatan yang
masuk ke dalam Daftar Negatif (Negatif List)

10 daftar Negatif investasi ADB:

1) Produksi atau kegiatan yang melibatkan bentuk bahaya dan eksploitasi


kerja paksa dan buruh anak.

2) Produksi atau perdagangan produk atau kegiatan yang dianggap ilegal


di bawah undang-undang atau peraturan negara bersangkutan atau
konvensi dan kesepakatan internasional atau pengurangan atau
pelarangan secara internasional seperti (a) obat-obatan, pestisida dan
herbisida, (b) zat yang menyebabkan penipisan ozon, (c)
polychlorinated biphenyl dan bahan kimia beracun dan berbahaya
lainnya, (d) satwa liar atau produk satwa liar yang diatur di bawah
Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna
and Flora, dan (e) perdagangan limbah atau produk limbah lintas batas
3) Produksi atau perdagangan senjata dan amunisi, termasuk material
paramiliter
4) Produksi atau perdagangan minuman beralkohol, terkecuali bir dan
anggur
5) Produksi atau perdagangan tembakau
6) Judi, kasino dan usaha sejenisnya
7) Produksi atau perdagangan bahan radioaktif, termasuk reaktor nuklir
dan komponennya
8) Produksi, perdagangan atau penggunaan serat asbes tidak terikat;
9) Operasi penebangan kayu komersial atau pembelian peralatan
penebangan untuk digunakan pada hutan basah primer tropis atau
hutan yang sudah matang; dan
10) Praktek penangkapan ikan di laut dan pesisir seperti penangkapan
ikan menggunakan pukat harimau, membahayakan terhadap species
yang rentan dan species yang dilindungi dalam jumlah besar dan
merusak keragaman hayati dan habitat.
Berdasar Perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank
(ADB) Number 3529 mengenai Integrated Participatory Development and
Management of Irrigation Program (IPDMIP) tanggal 31 Juli 2017, maka perlu
beberapa syarat prinsip sebagai berikut

1. Patuh atas ketentuan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


(termasuk dampak terhadap sosial dan masyarakat adat)
2. Program IPDMIP tidak akan mendanai pekerjaan atau pembelian produk “10 Daftar
Negatif”, a.l (beli senjata, serat asbes, pestisida, barang beralkohol tinggi,
tembakau, dll terlampir)
3. Program rehabilitasi irigasi IPDMIP tidak akan mendanai pekerjaan dengan kriteria
Proyek Katagori A, yang akan berdampak signifikan atau menciptakan dampak
yang tidak dapat dipulihkan bagi lingkungan, atau ada 200 atau lebih orang yang
mengalami dampak utama, atau jika memiliki dampak signifikan pada
masyarakat adat , atau proyek yang akan membutuhkan proses pengadaan tanah
yang besar.
4. Program IPDMIP tidak akan mendanai kegiatan yang menyebabkan konversi
habitat alami secara signifikan, atau yang menyebabkan penurunan kualitas
habitat alami yang kritis,
5. Program rehabilitasi irigasi IPDMIP harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang
Nasional dan Daerah (RTRW),
6. Program rehabilitasi irigasi menghindari kawasan lindung, termasuk daerah rawa
dengan fungsi lindung dan/atau konservasi.
(Safeguard Policy Statement (ADB, 2009)
Screening/ Pentapisan
Untuk menghindari larangan dan mematuhi ketentuan yang tersebut diatas
perlu kegiatan persiapan antara lain :
1.Melakukan Screning atau Pentapisan terhadap usulan Paket Rehabilitasi
dan Peningkatan, untuk mengusulkan Paket yang memenuhi syarat prinsip
dan untuk mengetahui apakah berdampak lingkungan negatif ringan, negatif
sedang atau negatif berat.

2.Menyusun Dokumen Pengamanan Lingkungan dan Sosial sebagai


pernyataan akan melaksanakan pengelolaan Lingkungan dan Sosial sesuai
tingkatannya.
a. Dokumen SPPL (kesanggupan melaksanakan pengelolaan dan
pemantahuan lingkungan sendiri) untuk yang berdampak negative
ringan berdasar Pasal 35 UU LH No. 32 th 2009
a. Dokumen SPPU (kesanggupan melaksanakan UKL-UPL) untuk yang
berdampak Sedang /tidak penting berdasar Pasal 34 UU LH No. 32 th
2009 dan Permen 10/PRT/2008 yang sedang diupayakan perubahannya
b. Dokumen SPPA (kesanggupan melaksanakan Andal RKL-RPL) untuk
yang berdampak penting berdasar Pasal 32-34 UU LH No. 32 th 2009,
Permen LH no.5/2012
Screening / Pentapisan

Proses Pengamanan Lingkungan Sosial


Proses pengamanan Lingkungan dan Sosial dimulai dari tahap Prakontruksi
sampai Pasca Kontruksi berikut:

1. Tahap PraKontruksi, dengan memberikan klausul tersendiri dalam


kegiatan SID, mulai pengumpulan masalah lingkungan dan sosial dan
upaya mitigasi untuk memperkecil dampak negatifnya.

2. Tahap Persiapan dan Kontruksi perlu mencari upaya untuk


memperkecil dampak negatif dalam mengatur kegiatannya, dan perlu
dimasukan klausul lingkungan dalam kontrak pelaksanaan

3. Tahap Pasca Kontruksi upayakan memperkecil dampak negative sisa


dan menanggulangi pengaruh lingkungan pada bagungan kontruksinya
dengan memperhatikan pengamanan, dan pengawasan nya
Bagan Beberapa kegiatan yang mendukung Pengamanan Lingkungan dan Sosial

10
Progres Screening / Pentapisan (2017 – 2019)

Hasil Pengamanan lingkungan dan sosial yang sudah dilaksanakan program


IPDMIP TA 2017 adalah sebagai berikut:
REKOMENDASI DAN SARAN

1. Perlu adanya penyederhanaan mekanisme Screning/ Pentapisan agar lebih


mudah dilaksanakan oleh PIU.

2. Pelatihan Screning/pentapisan dan Penyusunan Dokumen perlu dilakukan


setiap tahun di sampaikan untuk penyegaran

3. Pelatihan Monitoring Pengamanan Lingkungan dan penyusunan


laporan perlu diadakan sebagai kelanjutan kegiatan Pengamanan
Lingkungan dan Sosial.

4. Perlunya koordinasi dalam pelaksanaan Pengamanan lingkungan mulai


dari Pra Kontruksi, Kontruksi sampai pasca Kontruksi
2
PENGARUS UTAMAAN
GENDER (PUG)
PERMASALAHAN PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) PROGRAM IPDMIP

 Masih terbatasnya kapasitas kelembagaan di tingkat provinsi dan


kabupaten untuk mengintegrasikan PUG dalam perencanaan anggaran
serta mengimplementasikannya di bidang keirigasian

 Rendahnya kesadaran petani secara umum, khususnya perempuan,


tentang manfaat dari berorganisasi untuk dapat mengakses modal dan
pasar untuk pengembangan kegiatan usaha

 Organisasi P3A tidak merefleksikan aspirasi dan kebutuhan dari


perempuan dan petani miskin, terutama terkait dengan hak atas
kepemilikan lahan;

 Perempuan tidak secara sistematis dilibatkan (dikonsultasi) dalam


perencanaan, pengelolaan, dan OP irigasi;

 Hanya sedikit perempuan yang menempati posisi strategis pada institusi


terkait bidang keirigasian di tingkat provinsi dan kabupaten (Bappeda,
Dinas SDA, Dinas Pertanian, Komisi Irigasi, P3A/GP3A/ IP3A
RENCANA AKSI

 Meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan


dalam mengintegrasikan aspek gender pada berbagai
tahap kegiatan IPDMIP, sejak tahap persiapan hingga
monitoring & evaluasi

 Meningkatkan partisipasi perempuan pada posisi


strategis di organisasi pertanian dan irigasi, melalui
kegiatan pendampingan, pemberdayaan dan bantuan
teknis
KEGIATAN KUNCI

1. Melakukan Audit Gender terhadap seluruh pedoman IPDMIP


2. Memasukan PUG dalam pelaksanaan PSETK
3. Mengintegrasikan hasil PSETK dalam rencana aksi pengelolaan
irigasi untuk mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan
perempuan, dalam hal:
 Akses terhadap infrastruktur irigasi
 Akses terhadap komoditi pertanian bernilai tinggi,
 Akses terhadap layanan value chain untuk meningkatkan
produktivitas dan diversifikasi usaha
4. Memastikan dan memonitor:
 30% kuota representasi perempuan dalam kepengurusan
P3A/GP3A/IP3A
 20% perempuan berpartisipasi dalam kegiatan perencanaan
dan disain infrastruktur irigasi dengan investasi lokal
(swakelola)
PROGRESS KEGIATAN PUG PROGRAM IPDMIP (1/2)

1. Hasil identifikasi awal terhadap 9 (sembilan) buku panduan pelaksanaan


IPDMIP:
 6 (enam) sudah mempunyai muatan gender, yaitu: (i) Panduan Monitoring &
Evaluasi Program, (ii) Panduan Rencana Pengembangan & Pengelolaan
Irigasi (RP2I), (iii) Panduan Pemantauan & Penilai Kinerja Komisi Irigasi, (iv)
Panduan Penyusunan PSETK, (v) Panduan Pendampingan Masyarakat oleh
TPM, (vi) Panduan Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A
 3 (tiga) belum memasukan aspek gender, yaitu: (i) Panduan Pengelolaan
Keuangan, (ii) Panduan Pengadaan Barang & Jasa, (iii) Panduan e-Paksi
2. Partisipasi perempuan dalam Komir baru mencapai 11%
3. Untuk kegiatan pemberdayaan, telah direkrut sebanyak 189 Tenaga
Pendamping Masyarakat (TPM), terdiri dari 24% perempuan & 76% laki-laki.
Hanya 10% perempuan yang menjadi koordinator TPM.
4. Partisipasi perempuan dalam proses penyusunan PSETK adalah sebesar 24%,
sisanya laki-laki
5. Dari 123 dokumen PSETK yang sudah dievaluasi, hanya 22% yang
memasukan indikator gender
PROGRESS KEGIATAN PUG PROGRAM IPDMIP (2/2)

6. Terkait upaya meningkatkan akses perempuan terhadap peningkatan


produksi & produktivitas pertanian, NPIU Kementan telah
melaksanakan kegiatan:

 Penyusunan modul pelatihan untuk PPL & Staf Lapangan


 Pelatihan PPL diikuti oleh 584 orang ( 35% perempuan; 65% laki-
laki)
 Pelatihan Staf Lapangan diikuti oleh 139 orang (38% perempuan;
62% laki-laki)
 Kegiatan Sekolah Lapang (SL) – sedang berjalan, data masih
dalam proses
3
PENGADAAN BARANG
DAN JASA
Perubahan Kebijakan Pemerintah Mengenai Pengadaan Barang dan Jasa

SEMULA

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54/2010 TENTANG


PENGADAAN BARANG/JASA

MENJADI

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 16/2018 TENTANG


PENGADAAN BARANG/JASA

Perubahan ini sedang dalam proses pengusulan ke ADB


Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa
Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa
Progres Pengadaan Barang / Jasa Program IPDMIP TA. 2017

Progres PBJP IPDMIP TA – 2018, sedang dalam proses


penyusunan
Terima Kasih Banyak