Anda di halaman 1dari 34

ASKEP VERTIGO

OLEH KELOMPOK 6:

Nama kelompok :
1. Ni Putu Diah Meinayanti 17c10014
2. Ni Luh Mega Sari 17c10015
3. I Kadek Adi Artika Arimbawa 17c10017
Definisi

Vertigo adalah sensasi berputar atau pusing yang


merupakan suatu gejala, penderita merasakan benda-
benda disekitarnya bergerak gerak memutar atau bergerak
naik turun karena gangguan pada sistem keseimbangan.
(Arsyad Soepardi efiaty dan Nurbaiti, 2002)
Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak
atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita
bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan
mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bisa
berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut
sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang
merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa
terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama
Etiologi
Penyebab umum dari vertigo: (Israr, 2008)
1) Keadaan lingkungan : Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
2) Obat-obatan : Alkohol, Gentamisin
3) Kelainan sirkulasi : Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara
karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan
arteri basiler
4) Kelainan di telinga : Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di
dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)
 Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
 Herpes zoster
 Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
 Peradangan saraf vestibuler
 Penyakit Meniere
5) Kelainan neurologis
 Sklerosis multiple
 Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau
keduanya
 Tumor otak
 Tumor yang menekan saraf vestibularis.
Patofisiologi

Vertigo timbul jika terjadi ketidakcocokan


informasi aferen yang disampaikan ke pusat
kesadaran susunan aferen yang di terpenting
dalam system ini adalah susunan vestibuler atau
keseimbangan, yang secara terus menurus
menyampaikan implusnya ke pusat
keseimbangan. Susunan lain yang berperan ialah
system optic dan pro-prioseptik, jarak – jarak
yang menghubungkan nuclei vestibularis dengan
N.III, IV,VI, susunan vestibulorekularis dan
vestubulospinalis.
Klasifikasi Manifestasi Klinis
1) Vertigo vestibuler (vertigo perifer)
2) Vertigo nonvestibuler
Manifestasi Klinis
VERTIGO PERIFERAL VERTIGO SENTRAL
NO
(VESTIBULOGENIK) (NON-VESTIBULER)
1 Pandangan gelap Penglihatan ganda
2 Rasa lelah dan stamina menurun Sukar menelan
3 Jantung berdebar wajah Kelumpuhan otot-otot
4 Hilang keseimbangan Sakit kepala yang parah
5 Tidak mampu berkonsentrasi Kesadaran terganggu
6 Perasaan seperti mabuk Tidak mampu berkata-kata
7 Otot terasa sakit Hilangnya koordinasi
8 Mual dan muntah-muntah Mual dan muntah-muntah
9 Memori dan daya pikir menurun Tubuh terasa lemah
10 Sensitif pada cahaya terang dan Suara
11 Berkeringat
Komplikasi

1) Cidera fisik
 Pasien dengan vertigo ditandai dengan kehilangan
keseimbangan akibat terganggunya saraf VIII
(Vestibularis), sehingga pasien tidak mampu
mempertahankan diri untuk tetap berdiri dan berjalan.
2) Kelemahan otot
 Pasien yang mengalami vertigo seringkali tidak
melakukan aktivitas. Mereka lebih sering untuk
berbaring atau tiduran, sehingga berbaring yang terlalu
lama dan gerak yang terbatas dapat menyebabkan
kelemahan otot.
Pemeriksaan Penunjang

 1) Pemeriksaan Radiologi
 Foto mastoid, foto vertebra servikal, CT scan,
MRI dsb (atas indikasi).
 2) Tes Melangkah ditempat (Stepping Test)
 3) Tes Kalori dengan menyemprotkan air
bersuhu 30 derajat ketelinga penderita
 4) Elektronistagmografi Yaitu alat untuk
mencatat lama dan cepatnya nistagmus
yang timbul
Identitas
 Nama : Tn. WM
 Umur : 38 tahun
 Alamat : Denpasar
 Keluhan Utama masuk RS : pasien mengeluh
pusing sejak 2 hari yang lalu
 Keluhan Utama saat pengkajian : pasien
mengeluh pusing berputar
Pada tgl 8 Desember 2018 px dibawa ke klinik oleh keluarganya karena
px merasa pusing,mual dan panas. Diklinik px diberikan obat oleh
dokter. Setelah itu pada hari minggu, 9 Desember 2018 pasien lebih
baik dibanding hari sebelumnya. Akan tetapi pada malam harinya px
merasakan pusing berputar, pandangan kabur, mual dan muntah, dan
px pun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat(UGD) RSUD
Wangaya pada pukul 00.30 wita, dari hasil pemeriksaan didapatkan GCS
composmetis (E4M6V5), TD 120/80, N 80x/mnt, R 20x/mnt, S37,6 C. px
tampak tidak dapat membuka mata dan tidak mampu bangun dari
tempat tidur. SO2 : 99% dari hasil pemeriksaan dokter px didiagnosa
vertigo perifer dan px harus dirawat inap di RSUD Wangaya, Ruang
Cendrawasih. Pada tanggal 9 desember 2019 diberikan tindakan :
1. IVFDRL 20 tpm
2. Prescetam 12gr (iv)
3. Ondensenton 4mg (iv)
 Riwayat penyakit sebelumnya
Keluarga px mengatakan px belum pernah
mengalami keluhan seperti ini, serta belum
pernah dirawat inap.
 Riwayat penyakit keluarga
didalam keluarga tidak ada yang menderita
penyakit menular seperti : TB, HIV/AIDS,
Hepatitis dan lain- lain serta penyakit tidak
menular seperti jantung dan lain – lain.
Pengkajian Pola Virginia Handerson

1. Pola Pernafasan
 Sebelum sakit : Pasien dapat bernafas dengan normal dan tidak
mengalami kesulitan dalam bernafas.
 Saat dikaji : Tidak mengeluh sesak nafas.
 Masalah keperawatan :Tidak ada masalah keperawatan

2. Pola Nutrisi
 Sebelum sakit : Pasien makan 3 - 4x sehari, minum 7-8 gelas
sehari.
 Saat dikaji : Saat dirawat di rumah sakit, makan 3 kali sehari dengan
menu yang disediakan dan hanya habis ½ porsi, oleh rumah sakit, minum
8 gelas sehari.
 Masalah keperawatan :Nausea
3. Kebutuhan Eliminasi
 Sebelum sakit : BAB 1x sehari, fesesnya lunak, warna kuning
dan BAK lancar 4-5x/hari , warna jernih kekuningan
 Saat dikaji : Belum BAB,dan BAK lancar , warna jernih kekuningan
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

4. Gerak dan keseimbangan


 Sebelum sakit : Pasien dapat melakukan aktivitas tanpa
gangguan
 Saat dikaji : Pasien tampak tidak dapat berjalan karena pusing,
penglihatannya kabur, px tidak dapat membuka mata
 Masalah keperawatan : Resiko Cidera.

5. Kebutuhan Istirahat dan tidur


 Sebelum sakit : Pasien biasa tidur 8 - 9 jam sehari
 Saat dikaji : px tidur 7-8jam/ hari dengan tidur siang 1 jam
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
6. Personal Hygiene
 Sebelum Sakit : Mandi 2x sehari dan gosok gigi mandiri.
 Saat dikaji : Pasien mandi dengan di bantu oleh keluarga pagi dan
sore.
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
7. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
 Sebelum sakit : Pasien merasa aman dan nyaman sebelum sakit
 Saat dikaji : Pasien merasa tidak nyaman karena pusing dan mual
yang dirasakan
 Masalah keperawatan : resiko cidera

8. Data Sosial
Sebelum sakit : Pasien mengatakan tidak memiliki masalah sosial dan
memiliki hubungan baik dengan lingkungan dan keluarga.
 Saat dikaji : hubungan px dan keluarga terjalin dengan harmonis.
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
9. Prestasi dan produktivitas
 Sebelum Sakit : Pasien mengatakan blm sakit memiliki prestasi
yang memuaskan dan bekerja sebagai pedagang
 Saat dikaji : Pasien mengerti dengan penyakitnya
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
10. Kebutuhan Rekreasi
 Sebelum Sakit : Pasien sering menonton TV
 Saat dikaji : px tidak dapat menonton TV
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
11. Kebutuhan Belajar
 Sebelum Sakit : Pasien tidak tahu tentang penyakit vertigo
 Saat dikaji : Pasien sudah tahu tentang penyakit yang dideritanya.
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
12. Ibadah
 Sebelum Sakit:Pasien biasa beribadah sehari – hari di tempat ibadahnya
 Saat dikaji : Pasien hanya berdoa ditempat tidur
 Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
Pemeriksaan Fisik

1. Keadaaan umum
 kesadaran pasien composmetis E3, V5, M6
 Bangun tubuh sedang, BB 73 Kg, TB 166cm
 Cara berjalan terganggu
 Gerak motorik normal
 Keadaan kulit : warna normal, tugor elastis, bersih, tidak
ada luka
 Gejala kranial : TD 100/70, N 78 x/mnt, S 37,6 C, RR 18
x/mnt
2. Kepala
 Kulit kepala bersih, tidak terdapat nyeri tekan, tidak
terdapat luka, rambut berwarna hitam
3. Mata
 Konjungtiva : merah muda
 Sklera : putih
 Pupil : isokor
4. Hidung
 Keadaan bersih, penciuman baik, tidak ada nyeri tekan, tidak
terdapat luka
5. Telinga
 Keadaan bersih, pendengaran baik, tidak terdapat luka dan
nyeri tekan
6. Mulut
 Mukosa bibir lembab, gusi tidak berdarah, gigi lengkap, lidah
bersih, tonsil normal
 Terdapat peningkatan kelenjar salivasi
 Masalah keperawatan : Nausea
7. Leher
 Inspeksi
keadaan baik/normal
 Palpasi
terdapan pembesaran kelenjar parotis dan berwarna
merah
 Masalah keperawatan : resiko infeksi
8. Thorax
 Inspeksi : Bentuk simetris, pergerakan dada bebas,
payudara simetris
 Palpasi : pengembangan dada simetris, vibrasi tactile
premitus simetris
 Perkusi : suara paru sonor
 Auskultasi : suara paru vesikular, suara jantung regular
9. Abdomen
 Tidak terdapat luka, tidak terdapat nyeri tekan
10. Genetalia
 Tidak terkaji
11. Anus
 Tidak terkaji
12. Ekstermitas
A. Ekstermitas atas
 Pergerakan bebas, CTR < 2 detik, terpasang
infus pada bagian kanan atas
B. Ekstermitas bawah
Data Fokus

Data Subjektif Data Objektif


1. Pasien mengeluh pusing berputar 1. Pasien tampak lemas
2. Pasien mengeluh mual 2. Pasien tampak tidak mampu
3. c berjalan
4. Pasien mengatakan tidak mampu 3. Terdapat benjolan pada leher+- 1
melakukan aktivitas minggu
5. Penglihatan kabur 4. Pasien tampak tidak mampu
6. Keluarga pasien mengatakan bangun dari tempat tidur
aktivitas pasien dibantu keluarga 5. Pasien tampak tidak mampu
membuka mata
6. Peningkatan kelenjar salivasi
7. Warna kemerahan pada leher yang
bengkak
Analisa Data
Analisa Data Pasien Tn. WM dengan Vertigo di Ruang Cendrawasih
RSUD Wangaya tanggal 10 Desember 2018

Data Subjektif Data Objektif Masalah


Keperawata
1. Pasien mengeluh mual 1. Pasien hanya makan ½ Nausea
2. Pasein mengeluh tidak nafsu porsi yang diberikan
makan 2. Peningkatan kelenjar
salivasi
1. Pasien mengeluh pusing 1. Pasien tampak tidak Resiko cidera
berputar mampu membuka mata
2. Pasien mengeluh 2. Pasien tampak tidak
penglihatan kabur, tidak mampu bangun dan
mampu melakukan aktivitas berjalan
dan dibantu oleh keluarga 3. Pasien tampak lemas
untuk beraktivitas
1. Terdapat benjolan pada Resiko infeksi
leher +- 1 minggu
- 2. Suhu 37,6 C
3. Leher bengkak, warna
kemerahan
Analisa masalah
1.
P = Nausea
E = iritasi gastriointstinal
S = pasien mengeluh mual, pasien mengeluh tidak nafsu makan , pasien
hanya makan ½ porsi dari yang diberikan dan terjadi peningkatan kelenjar
salivasi
Proses terjadinya : pusing dan sakit kepala yang dirasakan akan
meningkatkan rasa gelisah, pasien gelisah akan mengakibatkan
peningkatan kadar HCL, sehingga pasien akan mengalami mual.
Akibat jika tidak ditanggulangi : anoreksia / perubahan nutrisi
2.
P = resiko cidera
E = gangguan keseimbangan
S = pasien mengeluh pusing berputar, pasien mengatakan penglihatan
kabur, tidak mampu melakukan aktivitas, dan dibantu oleh keluarga untuk
beraktivitas, pasien tampak tidak mampu membuka mata, tampak tidak
mampu bangun, berjalan dan pasien lemas
Lanjutan….

Proses terjadinya : gangguan pada sistem saraf pusat mengakibatkan


spasme saraf sehingga pasien akan mengalami pusing dan sakit kepala
akan menjadikan pasien mengalami penurunan kesadaran hingga pasien
beresiko mengalami cidera.
Akibat jika tidak ditanggulangi : cidera pada pasien akibat pasien jatuh
3.
P = resiko infeksi
E = supresi respon inflamasi
S = terdapat benjolan/bengkak pada leher kiri dan suhu 37,6 c
Proses terjadinya : masuknya virus pamyxovirus kedalam tubuh akan
mengalami inflamasi pada kelenjar parotis, sehingga terjadi penyakit yang
disebut parotitis, tubuh akan melawan antigen tersebut sehingga terjadi
pembengkakan pada kelenjar parotis yang bisa menjadi resiko jika tidak
dicegah yaitu infeksi
Akibat jika tidak ditanggulangi : infeksi
Diagnosa Keperawatan

1. Nausea berhubungan dengan intasi gautrointestinal


ditandai dengan pasien mengeluh mual, pasien
mengeluh tidak nafsu makan, pasien hanya makan ½
porsi dari yang diberikan dan terjadi peningkatan
kelenjar salivasi
2. Resiko cidera berhubungan dengan gangguan
keseimbangan ditandai dengan pasien mengeluh
pusing berputar, pasien mengatakan penglihatan kabur,
tidak mampu melakukan aktivitas dan dibantu oleh
keluarga untuk beraktivitas pasien tampak tidak
mampu membuka mata, tampak tidak mampu bangun,
berjalan dan pasien tampak lemas
3. Resiko infeksi berhubungan dengan supresi respon
inflasi ditandai dengan terdapat benjolan/bengkak pada
leher kiri, suhu pasien 37,6 c pada bengkak berwarna
merah
Perencanaan

a. Prioritas masalah keperawatan berdasarkan


yang paling mengancam
1. Nausea
2.Resiko Cidera
3. Resiko Infeksi
b. Rencana Keperawatan
RENCANA KEPERAWATAN PADA TN.WM DGN VERTIGO ETIOLOGI CAUSE PAROTITIS DI
RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA TANGGAL 10 DESEMBER S/D 13 DESEMBER 2018

NO HARI TGL JAM DX RENCANA TUJUAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL

1 Senin, 10 Desember Nausea Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji lengkap rasa 1. Mengidentifikasi
2018 pkl. 10.30 keperawatan 3x 24 jam mual,termasuk keefektifan
diharapkan nausea dapat frekuensi,durasi,tingkat intervensi yang
berkurang atau hilang dengan mual dan faktor yang akan diberikan
kriteria hasil: menyebabkan mual. kepada pasien.
1. Pasien tidak mual 2. Monitor pemasukan 2. Mengawasi
2. Pasien tidak muntah dan pengeluaran asupan kalori
3. Intake nutrisi baik (1x1 makanan atau kualitas
porsi) 3. Anjurkan pasien konsumsi
4. Nafsu makan meningkat makan sering tapi sedikit makanan
4.Delegatif pemberian 3. Berikan
obat ondansetron 4mg makanan
(IV) sedikit-sedikit
mencegah
mual, agar
nutrisi pasien
tetap terjaga
4. Ondansetron
akan
mengurangi ras
mual yang
dirasakan
pasien.
N HARI TGL JAM DX RENCANA TUJUAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL
O
2 Senin,10 Resiko Setelah diberikan 1. Identifikasi kebutuhan 1. Untuk mengetahui
Desember 2018 cidera asuhan keperawatan keamanan pasien kebutuhan keamanan
pkl 10.30 selama 3x24 jam sesuai kondisi fisik yang dibutuhkan
diharapkan pasien dan fungsi kognitif pasien
terhindar dari cidera pasien 2. Memberikan kondisi
dengan kriteria hasil: 2. Sediakan lingkungan yang aman sehingga
1. Pasien terbebas dari yang aman untuk mengurangi rasa
cidera pasien khawatir pasien
2. Pasien mengetahui 3. Memasang side rail di 3. Untuk mengurangi
cara mencegah tempat tidur resiko jatuh pasien
cidera 4. Anjurkan keluarga dari tempat tidur
3. Pasien mampu untuk menemani 4. Untuk mengawasi
mencegah cidera pasien pasien sehingga tidak
atau memodifikasi 5. Berikan penjelasan terjadi hal-hal yang
gaya hidup kepada pasien dan tidak diinginkan
keluarga atas 5. Untuk menambah
perubahan status informasi pasien dan
keluarga dan keluarga akan kondisi
penyebab penyakit pasien
NO HARI TGL JAM DX RENCANA TUJUAN RENCANA RASIONAL
TINDAKAN
3 Senin,10 Resiko Setelah diberikan 1.Cuci tangan 1. Mencuci tangan akan
Desember 2018 Infeksi asuhan keperawatan sebelum dan mencegah infeksi
pkl 10.30 selama 3x24 jam sesudah melakukan nosokomial yang ada di
diharapkan pasien tindakan rumah sakit
terhindar dari infeksi 2. Monitor tanda 2. Infeksi akan ditandai
ditandai dengan: dan gejal infeksi dengan tanda dan
1.leher tidak bengkak sistemik dan lokal gejala infeksi seperti
2.Leher tidk berwarna Ajarkan cara untuk kalor,rubor,tumor,dolor
kemerahan menghindari infeksi dan fungsi lesea,
3. Menunjukkan mengetahui tanda
kemampuan untuk infeksi diharapkan
mencegah timbulnya dapat mencegah
infeksi timbulnya infeksi
3. Kelurga dan pasien
sebagai orang mampu
mencegah timbulnya
infeksi
HARI TGL NO DX TINDAKAN KEPERAWATAN EVALUASI RESPON PARAF
JAM
Senin,10 Dx 1 Mengkaji lengkap rasa mual dan Ds: pasien merasa mual tetapi tidak
Desember frekuensi atau intake nutrisi ingin muntah, nafsu makan pasien
2018 pkl PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA TN.WM DGN VERTIGO
menurun ETIOLOGI CAUSE PAROTITIS DI
12.00 Do: pasien
RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA TANGGAL 10 DESEMBER tampak
s/d 13hanya
DESEMBER 2018
menghabiskan setengah porsi
makanan

12.30 Dx 2 Sediakan lingkungan yang aman Ds:-


untuk pasien Do: lingkungan aman,bersih dan
barang-barang pasien ditaruh
dengan rapi

13.00 Dx 1 Menganjurkan pasien untuk makan Ds: pasien mengerti akan informasi
sering tapi sedikit yang diberikan
Do: keluarga pasien dan pasien
mampu mengulangi informasi yang
diberikan

13.30 Dx 3 Monitor tanda dan gejala infeksi Ds: pasien mengatakan tidak
merasakan nyeri pada leher yang
bengkak
Do: leher tampak
bengkak,berwarna kemerahan dan
kulit leher bersih
HARI TGL JAM NO DX TINDAKAN KEPERAWATAN EVALUASI RESPON PARAF

Selasa, 11 Dx 3 Mencuci tangan sebelum dan setelah Ds: -


Desember 2018 tindakan keperawatan Do: teknik mencuci tangan 6
pkl 08.00 langkah dengan sabun dan air
mengalir
08.30 Dx 2 Menyediakan lingkungan yang aman Ds: -
untuk pasien Do: merapikan lingkungan

Memasang side rail di tempat tidur Pasien,lingkungan rapi dan side


rail telah terpasang
09.00 Dx 3 Mencuci tangan sebelum dan setelah Ds: -
melakukan tindakan Do:mencuci tangan 6 langkah
dengan menggunakan hansrub

10.00 Dx 1 Mengkaji rasa mual dan frekuensi Ds: pasien mengatakan masih
mual tetapi pasien mencoba untuk
makan
Do: -
11.00 Dx2 Mengidentifikasi kebutuhan
keamanan pasien Ds: pasien mengatakan rasa
pusing berkurang dan pandangan
kabur menghilang
Do: pasien terbaring
dikasur,keadaan aman dan pasie
12.00 Dx 1 Anjurkan pasien makan sering tapi tampak mampu untuk duduk
sedikit Ds: -
Do: pasien tampak makan roti
dibantu oleh keluarganya
13.00 Dx 1 Mengkaji intake nutrisi
Ds: -
Do: pasien tampak menghabiskan
setengah porsi makanan yang
diberikan
HARI TGL JAM NO DX TINDAKAN EVALUASI RESPON PARAF
KEPERAWATAN

Rabu, 12 Desember Dx 3 Memonitor tanda dan Ds: pasien mengatakan tidak merasa nyeri
2018 pkl 19.30 gejala infeksi di lehernya
Do: bengkak pada leher berkurang, leher
tidak berwarna merah

20.00 Dx 1 Mengkaji lengkap rasa Ds: pasien mengatakan tidak mual dan tidak
mual,frekuensi atau ada rasa ingin muntah
intake nutrisi Do: pasien tampak menghabiskan 1 porsi
makanan yang diberikan
20.30 Dx 2 Mengidentifikasi Ds: pasien mengatakan tidak pusing dan
kebutuhan keamanan penglihatan tidak kabur
pasien Do: pasien tampak mampu berjalan ke
kamar mandi tanpa bantuan
21.00 Dx 3 Mengajarkan pasien Ds: pasien mengerti dan memahami
dan keluarga informasi yang diberikan
menghindari tanda Do: pasien dan keluarga mampu
infeksi menjelaskan apa yang dijelaskan oleh
perawat dan mampu mencuci tangan
dengan baik
21.30 Dx 3 Mencuci tangan Ds: -
sebelum tindakan ke Do: mencuci tangan 6 langkah dengan air
ruangan pasien mengalir dan sabun

21.45 Dx 2 Memasang side rail Ds: -


tempat tidur Do: side rail terpasang
HARI TGL JAM NO DX TINDAKAN KEPERAWATAN EVALUASI RESPON PARAF

Kamis,13 Dx 2 Menyediakan lingkungan yang Ds: -


Desember 2018 aman untuk pasien Do: lingkungan bersih dan rapi

07.00 Dx 1 Mengkaji rasa mual Ds: pasien mengatakan tidak mual


dan tidak ingin muntah,nafsu makan
meningkat
Do: frekuensi makan 3x sehaari
dengan 1 porsi makanan yang
diberikan

07.15 Dx 3 Monitor gejala infeksi Ds: pasien mengatakan tidk merasa


nyeri pada leher
Do: leher sudah tidak bengkak tidak
ada warna kemerahan suhu 36,2
derajat celcius

07.30 Dx 1 Mengajarkan pasien untuk Ds: pasien mengertti informasi yang


makan sedikit tapi sering jika diberikan oleh perawat
mual muncul Do:pasien dapat mengulangi
pernyataan atau informasi yang
disampaikan oleh perawat
 CATATAN PERKEMBANGAN PADA TN.WM DGN VERTIGO ETIOLOGI CAUSE PAROTITIS DI RUANG
CENDRAWASIH RSUD WANGAYA TANGGAL 10 DESEMBER s/d 13 DESEMBER 2018

NO TGL HARI JAM NO DX EVALUASI

1 Senin,10 Desember Dx 1,2,3 S: Pasien mengeluh mual, tidak nafsu makan,pasien mengerti untuk
2018 makan sedikit tapi sering,pasien mengatakan tidak ada nyeri pada
Pkl 14. 00 bagian leher yng bengkak
O: Pasien makan setengah porsi makan yang diberikan, lingkungan
pasien maan,bersih,barang-barang tertata rapi,leehr bengkak,berwarna
merah dan kulit di sekitar lehEr bersih
A: Masalah nausea,resiko cidera,resiko infeksi teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi

2 Selasa, 11 Desember Dx 1,2,3 S: Pasien mengatakan mual,tetapi ingin mencoba makan, pasien
2018 mengatakan tidak pusing dan penglihatan tidak kabur
Pkl 13.15 O: Mencuci tangan 6 langkah menggunakan sabunatau hansrub,
lingkungan pasien rapi, side rail tempat tidur terpasang,pasien mampu
duduk,berbaring di kasir dan keadaan aman
A: Masalah nausea,resiko cidera,resiko infeksi teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
NO HARI TGL JAM NO DX EVALUASI
3 Rabu, 12 Desember Dx 1,2,3 S: Pasien mengatakan tidak mual,dan tidak muntah,pasien
2018 pkl 22.00 mengatakan tidak pusing lagi,penglihatan tidak kabur
O:Pasien tampak mneghabiskan 1 porsi makanan yang
diberikan,pasien mampu berjalan ke kamar mandi tanpa
bantuan,pasien mampu mencuci tangan 6 langkah,pasien
mampu memahami cara menghindari infeksi side rail
terpasang
A: Masalah nausea teratasi,resiko cidera teratasi,resiko infeksi
teratasi sebagian
P: 1.berikan lingkungan yang nyaman
2.monitor gejala infeksi
3.KIE jika mual muncul

4. Kamis,13 Desember Dx 1,2, 3 S: pasien mengatakan tidak mual dan muntah,nafsu makan
2018 pkl 07.45 meningkat,pasien mengatakan tidak merasa nyeri di
leher,pasien mengerti KIE yang diberikan oleh perawat
O:Lingkungan rapi bersih,frekuensi makan 3 kali sehari
dengan porsi makan 1 porsi yang diberikan,leher tidak
berwarna merah,tidak bengkak, suhu 36,2 derajat celcius
pasien tidak mengalami cidera
A:Masalah nausea teratasi,resiko cidera teratasi,resiko infeksi
teratasi
P: Pertahankan kondisi pasien
TERIMA KASIH