Anda di halaman 1dari 28

HERBAL IMUNOMODULATOR

EDYSOES
Immunomodulator
• Substansi yang digunakan yang mempengaruhi
sistem imun.
• Secara umum ada dua kategori imunomodulator
berdasarkan efeknya yaitu immunosuppressan dan
immunostimulator.
• Mempunyai kemampuan untuk meningkatkan respon
imun atau perlindungan terhadap patogen atau
tumor (Alamgir dan Udin, 2010)
• Imunostimulator adalah bahan yang dapat
meningkatkan kerja komponan-komponen sistem
imun.
• Sistem imun terdiri atas imunitas nonspesifik dan
spesifik. Kedua sistem imun bekerja sama dalam
mempertahankan keseimbangan badan.
• Penyembuhan infeksi akan lebih cepat bila fungsi
sistem imun tubuh ditingkatkan.
Imunitas nonspesifik
• Merupakan mekanisme pertahanan terdepan yang
meliputi komponen fisik berupa keutuhan kulit dan
mukosa; komponen biokimiawi seperti asam lambung,
lisozim, komploment ; dan komponen seluler nonspesifik
seperti netrofil dan makrofag.
• Netrofil dan makrofag melakukan fagositosis terhadap
benda asing dan memproduksi berbagai mediator untuk
menarik sel-sel inflamasi lain di daerah infeksi.
• Selanjutnya benda asing akan dihancurkan dengan
mekanisme inflamasi.
Imunitas spesifik
• Memiliki karakterisasi khusus antara lain kemampuannya
untuk bereaksi secara spesifik dengan antigen tertentu;
kemampuan membedakan antigen asing dengan antigen
sendiri (nonself terhadap self) ; dan kemampuan untuk
bereaksi lebih cepat dan lebih efesien terhadap antigen
yang sudah dikenal sebelumnya.
• Respon imun spesifik ini terdiri dari dua sistem imun ,
yaitu imunitas seluler dan imunitas humoral.
• Imunitas seluer melibatkan sel limposit T, sedangkan
imunitas humoral melibatkan limposit B dan sel plasma
yang berfungsi memproduksi antibodi.
Berbagai bahan asal tanaman dapat memacu fungsi
berbagai komponen sistem imun :
• Nonspesifik (fagosit, sel NK)
• Sistem imun spesifik (proliferasi sel T, sel B yang
memproduksi antibodi)
• Produksi sitokin sehingga dapat digunakan dalam
klinik sebagai ajuvan untuk meningkatkan
penyembuhan berbagai penyakit infeksi
(Baratawidjaya, 2006 ; Anderson, 1999)
Persyaratan imunomodulator
Menurut WHO, imunomodulator haruslah memenuhi
persyaratan berikut:
• Secara kimiawi murni atau dapat didefinisikan secara
kimia.
• Secara biologik dapat diuraikan dengan cepat.
• Tidak bersifat kanserogenik atau ko-kanserogenik.
• Baik secara akut maupun kronis tidak toksik dan tidak
mempunyai efek samping farmakologik yang merugikan.
• Tidak menyebabkan stimulasi yang terlalu kecil ataupun
terlalu besar.
Dasar fungsional paramunitas : pertahanan non spesifik
terhadap antigen(menurut A. Mayr)
• Terjadinya peningkatan kerja mikrofag dan makrofag serta pembebasan
mediator.
• Menstimulasi limfosit (yang berperan pada imunitas tetapi belum spesifik
terhadap antigen tertentu), terutama mempotensiasi proliferasi dan aktivitas
limfosit.
• Mengaktifkan sitotoksisitas spontan.
• Induksi pembentukan interferon tubuh sendiri.
• Mengaktifkan faktor pertahanan humoral non spesifik (misalnya sistem
komplemen properdin-opsonin).
• Pembebasan ataupun peningkatan reaktivitas limfokin dan mediator atau
aktivator lain.
• Memperkuat kerja regulasi prostaglandin
IMUNOSUPRESAN
• kelompok obat yang digunakan untuk menekan
respon imun seperti pencegah penolakan
transpalansi, mengatasi penyakit autoimun dan
mencegah hemolisis rhesus dan neonatus.
• Sebagain dari kelompok ini bersifat sitotokis dan
digunakan sebagai antikanker.
Indikasi imunosupresan
• Imunosupresan digunakan untuk tiga indikasi utama
yaitu, transplanatasi organ, penyakit autoimun, dan
pencegahan hemolisis Rhesus pada neonatus.

1. transplantasi organ
2. penyakit autoimun
3. pencegahan hemolisis Rhesus pada neonatus
IMUNOSTIMULAN
• Imunostimulan ditunjukan untuk perbaikan fungsi imun
pada kondisi-kondisi imunosupresi.
• Kelompok obat ini dapat memperngaruhi respon imun
seluler maupun humoral.
• Kelemahan obat ini adalah efeknya menyeluruh dan tidak
bersifat spesifik untuk jenis sel atau antibodi tertentu.
Selain itu efek umumnya lemah.
• Indikasi imunostimulan antara lain AIDS, infeksi kronik,
dan keganasan terutama yang melibatkan sistem lifatik.
(Widianto B Matildha. 1987)
Produk imunomodulator rata-rata mengandung:
• Echinacea,
• Meniran (Phyllanthus nurii L),
• Zink,
• Vitamin C,
• Beberapa produsen yang menambahkan vit B,
selenium, black elderberry, dan jamur.
Echinacea
• Merupakan primadona dalam meningkatkan sistem
imun.
• Echinacea sendiri berperan untuk memodulasi sistem
imun tubuh, menghambat enzim hyaluronidase yang
berfungsi untuk mencegah penyebaran infeksi,
menghambat enzim siklooksigenase dan
lipooksigenase sebagai antiinflamasi, dan
mengaktivasi fibroblast yang salah satu fungsinya
adalah untuk mempercepat penyembuhan luka.
Meniran
• Tanaman ini khas Indonesia. Kandungan utamanya
adalah flavonoid, antara lain, quercetin, qeurcetrin,
isoquercetrin, astragalin dan rutin.
• Dexa Medica adalah produsen yang mengangkat
tanaman ini hingga menjadi fitofarmaka.
Stimuno
• Komposisi: ekstrak kering Phyllanthus nurii L.
Indikasi: imunomodulator, terapi penunjang pada
infeksi bakteri dan virus.
• Dosis dewasa 3 kali sehari, dapat diberikan sampai
dengan 30 hari atau lebih.
• Ada 2 bentuk sediaan yaitu kapsul dan sirup.
Fituno
• Kombinasikan meniran, Echinace, dan morinda (pace).
• Lebih komplit lagi dengan penambahan vitamin B kompleks.
Tersedia dalam bentuk kaplet berwarna hijau yang dimasukkan
dalam botol isi 30 kaplet.
• Setiap kaplet mengandung:
Conc. Echinaceae Herba Extract 150 mg
Conc. Morindae Fructus Juice …………. 50 mg
Conc. Phyllanthi Herba Extract ………. 100 mg
Vitamin B1 ………10 mg
Vitamin ……….. 5 mg
Vitamin E ………. 5 mg
• Produk dari Kimia Farma,
Imboost/imboost force
• Imboost adalah produk dari SOHO, tersedia dalam dua bentuk
sediaan, yaitu tablet dan sirup.
• Tiap tablet mengandung Echinacea purpurea 250 mg, zinc
picolinate 10 mg. Sedangkan yang sirup tiap ml mengandung
Echinacea 250 mg dan zink 5 mg.
• Varian lain yaitu Imboost force komposisi sama dengan
imboost, tapi ada tambahan satu lagi yaitu black elderberry
400 mg dalam bentuk sediaannya kapsul dan sirup.
• Indikasi: terapi suportif untuk menstimulasi sistem imun
terhadap infeksi akut, kronis, atau kambuhan terutama infeksi
saluran nafas dan genitalia seperti kandidiasis dan vaginitis.
Biofos (Meprofarm) : Echinaceae ekstrak 250 mg,
kurkuminoid 2 mg, fructo oligosakarida 300 mg, taurin
100 mg, dan ekstrak meniran 25 mg.
• Meningkatkan nafsu makan.
• Bentuk sirup suspensi.
Divens (Dexa Medica), komposisi sama seperti Stimuno
tapi dalam bentuk sirup 100 ml
• Eftian (Pharos), berisi Echinacea 500 mg, zink 5 mg,
dan selenium 15 mcg (microgram). Bentuk sirup
• Elanos (Kalbe), isinya black elderberry ekstrak 400
mg, vitamin C 100 mg, echinaceae 250 mg, dan zink 5
mg. Ada juga Elanos kids dalam bentuk sirup rasa
anggur.
• Hemaviton echinaceae plus (Tempo Scan Pacific):
ekstrak Echinacea 150 mg, vitamin C 500 mg, ekstrak
ginseng 20 mg, royal jelly 2 mg, zink 10 mg, beta-
karoten 2500 iu, vitamin B 10 mg.
• Hepimun (Landson): meniran 300 mg dan curcuma
ekstrak 100 mg.
• Imudator (Pyridam): polinacea ekstrak 200 mg, zink 10
mg, meniran extr 50 mg, jamur reishi extr 250 mg.
• Imulan (Soho): meniran extr 50 mg, curcuma extr 300
mg, selenium 20 mcg. Tersedia juga dalam bentuk sirup.
• Norflam (Solas): Echinacea extr dan vitamin B kompleks.
• Primunox (Solas): Echinacea herba 300 mg, dan meniran
herba 50 mg.
• Proimbus (Meprofarm): Echinacea extr 170 mg, jamur
reishi extr 85mg, ca-pantotenat 15 mg.
• Proza (Landson): Echinacea 250 mg, vit C 250 mg, zink 10
mg.
• Stamino (Tropica Mas Pharma): Echinaceae 250 mg, vit C
60 mg, L-glutamin 500 mg.
• Starmuno (Kalbe): Polinacea (Echinaceae)200 mg, black
elderberry 400 mg, vit C 100 mg, zink 5 mg.
• Tribost (Ethica): Echinaceae500 mg, black elderberry 50
mg, meniran 100 mg
Jinten hitam (Nigella sativa L)
• jinten ireng (Jawa), kalonji (India), Haba-ul-sauda (Arab), Black
cumin (Ingris) (Anonim.2000 dan Gillani Anwar-ul Hassan
dkk.2004)
• Biji jinten hitam mengandung volatil oil yang berwarna kuning
(22,7%), asam amino seperti albumin, globulin, lysin, leucin,
isoleusin, valin, glysin, alanin phenylalanin, arginin, asparginin,
cystine, glutamic acid, aspartic acid, isoleusin, prolin, serin,
treonin, tryptopan, dan tyrosin, gula redusi, musilago, alkaloid,
asam organik, tannin, resin, glukosida toksik, metarbin gykosida
saponin, melanthin menyerupai helleborin, melanthiginin, abu, air
dan asam arabik.
• Dalam biji juga ditemukan lemak, serat, mineral seperti Fe, Na,
Cu, Zn, P,Ca dan vitamin seperti asam ascorbic, thiamin, niacin,
piridoksin, dan asam folat.
Khasiat :
• Biji jinten hitam umumnya digunakan pada pengobatan
tradisional, seperti diuretik, antihipertensi , memperbaiki
proses pencernaan, antidiare, stimulan nafsu makan,
emmenogogue, analgesik, anthelmintik, antibakteri dan
digunakan untuk penyakit kulit. Jinten hitam juga telah
dilakukan studi untuk aktivitas biologi dan
memperlihatkan untuk antidiabetes, anticancer dan
imunomodulator, analgesik, antimikroba, anti-inflamasi,
spasmolitik, bronchodilatot, hepatoprotektive,
antihipetensi, pelindung ginjal, dan antioksidan. (Gillani
Anwar-ul Hassan dkk, 2004)
Lidah buaya (Aloe vera L)
• Kandunga kimia dari Aloe terdiri dari mono- dan poli
sakarida (glucomannan dan polisakarida yang terdiri dari
arabinosa, galaktosa dan xylosa); tannins, sterols, organic
acids, enzymes (terdiri dari cyclooxygenase), saponins,
vitamins dan minerals, serta terdapat juga lemak
(kolesterol, asam gamolenat dan asam arachidonat).
• Kandungan kimia terpenting adalah hydroxyanthrone
derivatives, yang utama aloe-emodin-anthrone tipe 10-C-
glucoside, barbaloin (aloin) (15–40%) (8, 13),
hydroxyaloin (about 3%), Barbaloin (_aloin) campuran
dari aloin A (10S) [1] dan B (10R), aloinoside A dan B.
Khasiat :
• Kandungan polisakarida dari A. vera menunjukkan aktivitas
immunostimulant, yang berperan sebagi aktivasi adjuvant terhadap
produksi antibody spesifik dan meningkatkan pelepasan interleukin-1
(IL-1), interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor-a (TNF-a), dan
interferon-c (INF-c).
• Pelepasan/release sitokin menstimulasi peningkatan mencapai 300%
dalam replikasi fibroblast pada kultur jaringan dan meningkatkan
fogositosis macrophage.
• Proliferasi fibroblasts diketahui memberikan respon terhadap luka
bakar, ulcers, dan gangguan saluran cerna.
• Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perubahan sedikit dala
struktur, berat molekul atau konformasi dari polisakarida mempunyai
efek yang dramatic dalam hal potensiasi.
• Sebagai contoh perbedaan aktivitas antiviral pada xylo-mannans dari
Nothogenia fastigiata.
Kunyit (Rhizoma Curcumae Longae)
• Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang
disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin,
desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat-
zat manfaat lainnya
• Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 %
Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 - 5 %
Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri /
Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%,
Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil )
Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%,
Vitamin C 45-55%, dan garam-garam Mineral (Zat besi,
fosfor, dan kalsium).
Khasiat :
• Curcumin menghambat mediated IL-12 (interleukin 12) Th 1 yang
tergantung pada neuronal demyelination dalam model murine
model terhadap berbagai sklerosis oleh targeting Janus kinase 2,
tyrosine kinase 2, STAT3 and STAT4.
• Curcumin secara spesifik melepaskan cytostatic dan efek
cytotoxic terhadap tumor.
• Curcumin meningkatkan efek terhadap fungsi utama dari sel T,
sel natural killer (NK), macrophages dan pada splenocytes total
in-vivo.
• Varalakshmi dkk. melaporkan bahwa terjadi peningkatan efek
immunomodulatory dalam hewan coba ascites-bearing.
• Studi ini memperkuat bahwa curcumin cukup aman dan dapat
digunakan sebagai immunomodulator untuk system immune.
terimakasih