Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

OLEH : PENGAJAR LP3I


APA ITU PASAR?
Konsep Pasar
Pasar adalah tempat pertemuan antara
penjual dan pembeli untuk melakukan
transaksi jual-beli barang dan jasa (Dinar
dan Hasan)
Pasar adalah area tempat jual beli barang
dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik
yang disebut sebagai pusat perbelanjaan,
pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza,
pusat perdagangan, maupun sebutan
lainnya (Peraturan Presiden RI No. 112
Tahun 2017)
Konsep Pasar Modal
Pasar modal adalah suatu tempat yang
terorganisasi di mana efek-efek
diperdagangkan yang disebut Bursa Efek
(arti sempit). (Siamat, 2005)
Bursa efek (stock exchange) adalah suatu
sistem yang terorganisasi yang
mempertemukan penjual dan pembeli efek
yang dilakukan baik secara langsung
maupun dengan melalui wakil-wakilnya.
(Siamat, 2005)
Lanjutan…
(Konsep Pasar Modal)
 Pasar modal merupakan pasar konkret dan
abstrak yang mempertemukan pihak yang
menawarkan dan yang memerlukan dana jangka
panjang, yaitu satu tahun ke atas. (Kamus Pasar
Uang dan Pasar Modal)
 Pasar modal adalah pasar untuk dana jangka
panjang di mana saham biasa, saham preferen,
dan obligasi diperdagangkan. (David L. Scott)
 Pasar modal adalah pasar yang
memperjualbelikan sekuritas yang umumnya
memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti
saham atau obligasi. (Tandelilin, 2010)
KARAKTERISTIK PASAR MODAL
JangkaWaktu: Pendek (< 1
JangkaWaktu: Panjang (>
tahun)
1 tahun)
Instrumen: SBPU, SBI,
Instrumen: Saham,
Sertifikat Deposito, CP, Call
Obligasi, Reksa Dana, Waran,
Money, Repo, Bankers
Right
Acceptance, Promissory
Risiko dan Keuntungan:
Notes
Risiko Tinggi dengan Return
Risiko dan Keuntungan:
yang tinggi
Risiko Rendah dengan
Otoritas Tertinggi:
Return yang Rendah
Departemen Keuangan
Otoritas Tertinggi: Bank
Return: Dividen, Bunga,
Indonesia
Capital Gain
Return: Bunga
Tempat: BEI
Tempat: Antarbank
Perkembangan
Pasar Modal
Pasar modal di Indonesia dimulai ketika
Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa
Efek di Jakarta (Batavia) pada akhir tahun 1912.
Pendiriannya bertujuan untuk mobilisasi dana
dalam rangka membiayai perkebunan milik
Belanda.
Pendirian bursa efek di Batavia tersebut diikuti
dengan pendirian efek di Semarang dan Surabaya
tahun 1925.
Perkembangannya cukup pesat tetapi terhenti
karena Perang Dunia Kedua
Lanjutan
Perkembangan Pasar Modal
Tahun 1950 diterbitkan obligasi pemerintah RI.
Pemantapan bursa efek dilakukan melalui UU
Darurat tentang Bursa No. 13 Tahun 1951 yang
kemudian ditetapkan dengan UU No. 15 Tahun
1952.
Dilakukan pengaktifkan kembali Pasar Modal
dengan mengeluarkan Keppres No. 52 Tahun
1976.
Pembentukan Badan Pelaksana Pasar Modal
(BAPEPAM) tanggal 10 Agustus 1977
Lanjutan
Perkembangan Pasar Modal
Hingga tahun 1983, tercatat 23 perusahaan yang
telah melalukan emisi saham, dan 1 perusahaan
melakukan emisi obligasi
Untuk merangsang kegiatan emisi, ada
pemberian berbagai fasilitas perpajakan kepada
perusahaan dan investor.
Selanjutnya, tahun 1983-1987, pasar modal tidak
bergairah karena beberapa ketentuan: ROE,
Penetapan Harga Saham, dan Pemeriksaan yang
ketat
Lanjutan
Perkembangan Pasar Modal
(Pakdes, 24 1987)
 Kemudahan syarat go public antara lain laba tidak
harus mencapai 10%
 Diperkenalkannya bursa paralel
 Penghapusan fee pendaftaran dan pencatatan di
bursa
 Investor asing boleh membeli saham perusahaan go
public
 Saham boleh diterbitkan atas unjuk
 Batasan fluktuasi harga saham sebesar 4% dari kurs
sebelumnya ditiadakan
 Proses emisi paling lambat 30 hari
Lanjutan
Perkembangan Pasar Modal
(Pakto, 27 1988 dan Pakdes 20 1988)
 Dikenakan pajak atas bunga/deposito secara final
sebesar 15%
 Diberikan kemudahan kepada swasta nasional untuk
menyelenggarakan bursa efek swasta dan
diperkenankannya company listing yang
memungkinkan perusahaan dapat mencatatkan
seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh
di bursa.
Lanjutan
Perkembangan Pasar Modal
(Era Konsolidasi – 1991 sampai sekarang)
 Berdasarkan Keppres No. 53/1990 dan SK Menteri
Keuangan No. 119/KMK.010/1991 tentang Pasar
Modal, pemerintah mengadakan perubahan secara
mendasar terhadap BAPEPAM. Lembaga tersebut
kemudian berfungsi sebagai pengawas dan pembina
seluruh lembaga yang terkait di bidang Pasar Modal
termasuk bursa efek.
 BAPEPAM kemudian memiliki fungsi yang lazim
dilakukan lembaga serupa di negara lain yang
disebut Securities Exchange Commision (SEC).
 BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar
Modal
Fungsi Pasar Modal

Sarana Penghimpun Dana


Sarana Investasi
Pemerataan Pendapatan
Pendorong Investasi
Manfaat Pasar Modal: Bagi Emiten
 Jumlah dana yang dihimpun bisa besar
 Dana dapat dihimpun sekaligus pada saat pasar perdana
selesai
 Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra
perusahaan
 Ketergantungan terhadap bank semakin kecil
 Cash flow hasil penjualan saham yang lebih besar
 Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang
beresiko tinggi
 Tidak ada beban finansial tetap
 Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas
 Tidak dikaitkan dengan kekayaan sebagai jaminan tertentu
 Profesionalisme dalam manajemen semakin meningkat
Manfaat Pasar Modal: Bagi Investor
 Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan
ekonomi
 Memperoleh return (dividen atau bunga)
 Memperoleh hak suara dalam RUPS dan RUPO)
 Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi
sehingga dapat meningkatkan atau mengurangi risiko
 Dapat berinvestasi dalam beberapa instrumen untuk
mengurangi risiko
Manfaat Pasar Modal: Bagi
Pemerintah
 Mendorong laju pertumbuhan
 Mendorong investasi
 Penciptaan lapangan kerja
 Bagi BUMN, mengurangi beban anggaran
Manfaat Pasar Modal:
Bagi Lembaga Penunjang
 Menuju ke arah profesional dalam pelayanan sesuai bidang
tugas masing-masing
 Sebagai pembentuk harga dalam bursa paralel
 Semakin bervariasi lembaga penunjang
 Likuiditas efek semakin tinggi