Anda di halaman 1dari 37

Jurnal Reading

Induction of Labor Versus Expectant Management


for Women With a Prior Caesarean Delivery
PA L AT N I K A , G R O B M A N WA . I N D U C T I O N O F L A B O R V E R S U S E X P E C TA N T M A N A G E M E N T F O R
W O M E N W I T H A P R I O R C E S A R E A N D E L I V E R Y. A M J O B S T E T G Y N E C O L 2 0 1 5 ; 2 1 2 : 3 5 8 . E 1 - 6 .

P R AT I K A L AW R E N C E S A S U B E

1865050050
KEPANITERAAN KLINIK ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSUD PASAR MINGGU
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2019
JUDUL
• Research OBSTETRICS “Induction of labor versus expectant management for women with a
prior cesarean delivery”

PENULIS
• Palatnik A, Grobman WA

Asal
• American Journal of Obstetrics & Gynecology

Tanggal
• Received Oct. 18, 2014; revised Dec. 17, 2014; accepted Jan. 19, 2015.
OBJEKTIF
induksi persalinan dalam pengaturan percobaan persalinan setelah sesar, telah dibandingkan
bagi wanita yang menjalani percobaan persalinan setelah sesar dan untuk mereka yang
menjalani persalinan spontan.

perbandingan yang relevan secara klinis adalah untuk mereka yang menjalani manajemen hamil.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil obstetri antara perempuan yang
menjalani induksi persalinan dan mereka yang menjalani manajemen hamil ≥ 39 minggu
kehamilan.
DESIGN STUDI
Data Sekunder : Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development
Maternal-Fetal Medicine Units Network Cesarean Registry

Hasil Induksi Persalinan Pada uk. 39, 40,


41 minggu
Wanita hamil ≥ 39 minggu + BSC
1X

Manajemen Hamil diluar setiap periode


usia kehamilan
HASIL
12.676
WANITA
Ruptur
VBAC
Uterus

IOL VS EM IOL VS EM (1.4%


(73.8% VS 61.3%) VS 0.5%)

*VBAC : Vaginal Birth After Caesarian


*IOL : Induction Of Labor
*EM : Expectant Management
KESIMPULAN

Induksi persalinan pada 39 minggu, bila


dibandingkan dengan manajemen hamil, dikaitkan
dengan kesempatan yang lebih tinggi untuk VBAC
dan juga ruptur uterus
INDUKSI
PERSALIN
AN
VBAC
MANAJEM
EN HAMIL
VBAC (Vaginal Birth After Caesarean)
Operasi caesar merupakan prosedur pembedahan yang paling sering dilakukan di Amerika
Serikat  > 1,3 juta bedah caesar / tahun
Meningkatkan praktik vaginal birth after cesarean (VBAC) merupakan mekanisme yang penting
dilakukan untuk mengurangi tingkat kelahiran caesar.
VBAC pertama kali direkomendasikan oleh National Institutes of Health (NIH) pada tahun 1980
sebagai sarana untuk mengurangi tingkat kelahiran caesar secara aman.
Tingkat Keberhasilan VBAC.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
DENGAN PENINGKATAN KEMUNGKINAN VBAC : DENGAN PENURUNAN KEMUNGKINAN VBAC :

Riwayat kelahiran pervaginam sebelumnya/ Obesitas (BMI>30 kg/m2)


riwayat VBAC sebelumnya
Umur maternal yang terlalu tua (>35)
Indikasi Caesar sebelumnya yang tidak berulang
◦ contoh : malpresentasi
Kondisi komorbid maternal
◦ hipertensi, diabetes
Ruptur membran spontan (Ketuban pecah
spontan), atau keadaan serviks yang mendukung Umur kehamilan >40 minggu
saat persalinan Taksiran Berat Janin >4000 g
Etnik hispanik, dan Afrika-Amerika
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kemungkinan
Keberhasilan
VBAC
VBAC
mencapai 3x
lipat
status janin yang
Riwayat Tanpa riwayat tidak meyakinkan
atau malpresentasi
persalinan persalinan janin
pervaginam pervaginam
sebelumnya sebelumnya
Perkiraan
kelahiran
sesar
Lebih
Datang dengan Pasien yang berulang
Mungkin untuk
melakukan dilatasi serviks menbutuhkan
persalinan >3cm induksi
normal
Manajemen Hamil
(Expectant
Management)
Manajemen kehamilan bagi ibu hamil melibatkan non-intervensi pada titik waktu tertentu dan
memungkinkan kehamilan untuk maju ke usia kehamilan di masa depan.

Wanita yang menjalani manajemen hamil dapat mengalami persalinan spontan atau mungkin
memerlukan induksi persalinan yang diindikasikan pada usia kehamilan berikutnya.
Pada wanita dengan serviks yang belum matang, manajemen hamil dan pematangan serviks
dengan prostaglandin dan dengan induksi persalinan lainnya.

Manajemen hamil mungkin menjadi pilihan yang lebih disukai untuk menghindari persalinan
yang berpotensi lama dan peningkatan tingkat operasi caesar setelah induksi persalinan,
terutama pada wanita dengan serviks yang tidak menguntungkan
Induksi Persalinan
PERSALINAN :
suatu proses kontraksi uterus yang menyebabkan pembukaan
dan pendataran serviks secara progresif dan kelahiran bayi yang
dikandungnya.

INDUKSI :
suatu intervensi buatan yang dilakukan untuk menimbulkan
kontraksi uterus sehingga dapat terjadi pendataran dan
pembukaan (dilatasi) serviks yang progresif yang berakhir
dengan persalinan bayi yang dikandung.
PEMATANGAN SERVIKS

salah satu komponen pada induksi persalinan


untuk mematangkan serviks sehingga dapat
memfasilitasi dilatasi serviks.
Jenis – jenis pematangan serviks :
◦Farmakologik
◦ Prostaglandin ( PGE2, PGE1 ), Oksitosin, Estrogen, Antagonis reseptor
steroid, Relaxin

◦Mekanis
◦ Foley Catheter, Laminaria, Striping Membran, Amniotomi
Secara umum diyakini bahwa wanita dengan persalinan sesar sebelumnya yang menjalani induksi
persalinan cenderung akan menjalani kelahiran per vaginam setelah sesar (VBAC)

Studi observasional  Wanita yang diinduksi persalinannya dengan riwayat sesar sebelumnya, 15-
20% risiko lebih tinggi untuk operasi sesar berikutnya

Induksi persalinan  2x lipat risiko ruptur uterus yang lebih tinggi


Hipotesis
◦ induksi persalinan ≥ 39 minggu kehamilan tidak akan dikaitkan dengan sebuah kesempatan yang lebih
untuk sesar bila dibandingkan dengan manajemen hamil antara perempuan yang merencanakan
percobaan persalinan normal setelah sesar.

◦ induksi persalinan dikaitkan dengan peningkatan risiko ruptur uterus atau morbiditas obstetrik lainnya.
Bahan dan Metode Penelitian
Data Sekunder : Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development
Maternal-Fetal Medicine Units Network Cesarean Registry

4 tahun multisenter studi observasional, serta dirancang untuk menangani masalah-masalah


klinis yang berkaitan dengan persalinan sesar pada saat itu.

Kriteria inklusi : semua wanita yang memiliki riwayat sesar satu kali melalui sayatan uterus melintang,
dll dan berada pada usia kehamilan ≥ 39 minggu.

Wanita yang menjalani induksi persalinan dibagi menjadi 3 kelompok perbandingan berdasarkan
waktu induksi mereka: 390 / 7- 39 3/7, 400 / 7- 403/7, dan 410 / 7- 413/7 minggu
Bahan dan Metode Penelitian
Wanita yang menjalani induksi selama tiap jendela usia kehamilan dibandingkan
dengan wanita yang dikelola kehamilannya setelah jendela usia kehamilan yang
sama

KOMENTAR
Hasil  mengevaluasi hasil pada wanita yang setidaknya 39 0/7 minggu kehamilan dengan 1x
sesar sebelumnya dan yang menjalani induksi persalinan vs manajemen hamil

• VBAC dan ruptur uterus lebih tinggi angka


kejadian di antara perempuan yang
menjalani induksi persalinan pada 39 0 / 7-
39 3/7 minggu dibandingkan dengan
mereka yang menjalani manajemen hamil.
Hasil penelitian ini berkenaan dengan VBAC, berbeda dengan hasil penelitian yang
membandingkan induksi persalinan dengan persalinan spontan.

Studi kohort pada wanita nulipara ini menggambarkan peningkatan risiko kelahiran sesar sekitar
2 kali lipat induksi persalinan.

perbandingan klinis yang relevan adalah antara induksi persalinan dan manajemen hamil.
Sebaliknya, hasil jurnal ini berkaitan dengan hubungan antara induksi persalinan dan
ruptur uterus yang tidak konsisten dengan Stock et al, 23 tetapi konsisten dengan studi
observasional lain, bahkan jika studi tersebut menggunakan persalinan spontan sebagai
kelompok pembanding.

Sebuah metanalisis baru-baru ini membandingkan induksi dan persalinan spontan setelah
sesar menunjukkan peningkatan 1,6 kali lipat dalam kejadian ruptur uteri dengan induksi (95%
Confidence interval, 1.13-2.31).
Hasil penelitian ini berkenaan dengan VBAC, berbeda dengan hasil penelitian yang
membandingkan induksi persalinan dengan persalinan spontan.

Studi kohort pada wanita nulipara ini menggambarkan peningkatan risiko kelahiran sesar sekitar
2 kali lipat induksi persalinan. 6,7,16-18

perbandingan klinis yang relevan adalah antara induksi persalinan dan manajemen hamil.12-14
Satu kelompok peneliti yang mengevaluasi wanita dengan bedah caesar sebelumnya,
menemukan bahwa induksi persalinan dikaitkan dengan kesempatan yang lebih rendah untuk
bedah caesar.
Satu kelompok peneliti yang mengevaluasi wanita dengan bedah caesar sebelumnya,
menemukan bahwa induksi persalinan dikaitkan dengan kesempatan yang lebih rendah untuk
bedah caesar.
keterbatasan
1. Tidak tahu pemeriksaan serviks pada waktu manajemen hamil sedang terjadi dan dengan
demikian kita tidak bisa menjelaskan status serviks dalam analisis bertingkat atau regresi.

2. Ukuran sampel yang tetap dari kelompok secara keseluruhan. Meskipun perbandingan untuk
hasil maternal dan nenonatal tidak mencapai statistic yang signifikan, pada kalangan
perempuan di 40 0/7 minggu usia kehamilan, ada kemungkinan bahwa hal ini disebabkan oleh
ukuran yang relatif lebih kecil dari sub-kelompok ini dan pengurangan yang sesuai dalam
kekuatan untuk mendeteksi perbedaan.
1. sifat observasional yang kita tidak bisa tahu bahwa kebijakan calon pasien induksi persalinan,
baik secara elektif atau untuk indikasi medis tertentu, akan menghasilkan hasil yang sama.
Induksi persalinan untuk wanita dengan persalinan sesar sebelumnya dianggap praktik yang
dapat diterima oleh Kongres Obstetri dan Ginekolog Amerika. Namun demikian, penentuan
akhir dari apakah induksi persalinan harus dilakukan atau perlu dilakukan oleh seorang wanita,
akan diberitahukan tentang risiko dan manfaat, yang bekerja.

Serta manfaat bagi dokter untuk memastikan pendekatan yang paling diniliai baik untuk
kelahiran berdasarkan pada kondisi pribadi wanita tersebut Hasil penelitian ini dapat membantu
memberikan panduan kepada wanita dan penyedia mereka selama proses pengambilan
keputusan untuk persalinan
1. American College of Obstetricians and Gy- necologists. Vaginal birth after previous cesarean delivery. ACOG Practice bulletin no. 115. Obstet Gynecol 2010;116:450-63.

2. Macones GA, Hausman N, Edelstein R, Stamilio DM, Marder SJ. Predicting outcomes of trials of labor in women attempting vaginal birth after cesarean delivery: a comparison of multi- variate
methods with neural networks. Am J Obstet Gynecol 2001;184:409-13.

3. Sims EJ, Newman RB, Hulsey TC. Vaginal birth after cesarean: to induce or not to induce. Am J Obstet Gynecol 2001;184: 1122-4.

4. Landon MB, Leindecker S, Spong CY, et al. The MFMU cesarean registry: factors affecting the success of trial of labor after previous ce- sarean delivery. Am J Obstet Gynecol 2005;193: 1016-
23.

5. Delaney T, Young DC. Spontaneous versus induced labor after a previous cesarean delivery. Obstet Gynecol 2003;102:39-44.

6. Luthy DA, Malmgren JA, Zingheim RW. Ce- sarean delivery after elective induction in nullip- arous women: the physician effect. Am J Obstet Gynecol 2004;191:1511-5.

7. Hoffman MK, Vahratian A, Sciscione AC, Troendle JF, Zhang J. Comparison of labor progression between induced and noninduced multiparous women. Obstet Gynecol 2006;107: 1029-34.

8. Landon MB, Hauth JC, Leveno KJ, et al; National Institute of Child Health and Human Development Maternal-Fetal Medicine Units Network. Maternal and perinatal outcomes associated with a
trial of labor after prior ce- sarean delivery. N Engl J Med 2004;351: 2581-9.

9. Macones GA, Peipert J, Nelson DB, et al. Maternal complications with vaginal birth after cesarean delivery: a multicenter study. Am J Obstet Gynecol 2005;193:1656-62.

10. Lydon-Rochelle M, Holt VL, Easterling TR, Martin DP. Risk of uterine rupture during labor among women with a prior cesarean delivery. N Engl J Med 2001;345:3-8.

11. Grobman WA, Lai Y, Landon MB, et al. Prediction of uterine rupture associated with attempted vaginal birth after cesarean de- livery. Am J Obstet Gynecol 2008;199:30. e1-5.

12. Caughey AB, Nicholson JM, Cheng YW, Lyell DJ, Washington AE. Induction of labor and cesarean delivery by gestational age. Am J Obstet Gynecol 2006;195:700-5.
13. Osmundson S, Ou-Yang RJ, Grobman WA. Elective induction compared with expectant management in nulliparous women with an un- favorable cervix. Obstet Gynecol
2011;117: 583-7.

14. Stock SJ, Ferguson E, Duffy A, Ford I, Chalmers J, Norman JE. Outcomes of elective induction of labor compared with expectant management: population-based study. BMJ
2012;344:e2838.

15. Mishanina E, Rogozinska E, Thatthi T, Uddin-Khan R, Khan KS, Meads C. Use of labor induction and risk of cesarean delivery: a sys- tematic review and meta-analysis. CMAJ
2014;186:665-73.

16. Seyb ST, Berka RJ, Socol ML, Dooley SL. Risk of cesarean delivery with elective induction of labor at term in nulliparous women. Obstet Gynecol 1999;94:600-7.

17. Yeast JD, Jones A, Poskin M. Induction of labor and the relationship to cesarean delivery: a review of 7001 consecutive inductions. Am J Obstet Gynecol 1999;180:628-33.

18. Smith KM, Hoffman MK, Sciscione A. Elec- tive induction of labor in nulliparous women in- creases the risk of cesarean delivery. Obstet Gynecol 2003;101:45S.

19. Cheng YW, Kaimal AJ, Snowden JM, Nicholson JM, Caughey AB. Induction of la- bor compared to expectant management in low-risk women and associated perinatal
outcomes. Am J Obstet Gynecol 2012;207: 502.e1-8.

20. Gülmezoglu AM, Crowther CA, Middleton P, Heatley E. Induction of labor for improving birth outcomes for women at or beyond term. Cochrane Database Syst Rev 2012;6:
CD004945.

21. Darney BG, Snowden JM, Cheng YW, et al. Elective induction of labor at term compared with expectant management: maternal and neonatal outcomes. Obstet Gynecol
2013;122: 761-9.

22. Gibson KS, Waters TP, Bailit JL. Maternal and neonatal outcomes in electively induced low-risk term pregnancies. Am J Obstet Gynecol 2014;211:249.e1-16.
23. Stock SJ, Ferguson E, Duffy A, Ford I,
Chalmers J, Norman JE. Outcomes of induction of labor in women with previous cesarean de-
livery: a retrospective cohort study using a population database. PLoS One 2013;8: e60404.
24. Grimes DA. Epidemiologic research using administrative databases: garbage in, garbage out.
Obstet Gynecol 2010;116:1018-9.
25. Rossi AC, Prefumo F. Pregnancy outcomes of induced labor in women with previous ce-
sarean section: a systematic review and meta- analysis. Arch Gynecol Obstet 2015;291: 273-80.