Anda di halaman 1dari 17

DETEKSI DAN PENANGANAN AWAL

DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI Kelompok 5

PUSKESMAS
PENANGANAN AWAL DM TIPE 2
DI PUSKESMAS
TUJUAN

Jangka Pendek Jangka Panjang Akhir

Menghilangkan Mencegah dan Turunnya morbiditas


keluhan DM menghambat dan mortalitas DM
Memperbaiki kualitas progresivitas penyulit
hidup mikroangiopati dan
makroangiopati
Mengurangi risiko
komplikasi akut
EVALUASI MEDIS

Riwayat Pemeriksaan Evaluasi Penapisan


penyakit fisik laboratorium komplikasi
PENATALAKSANAAN KHUSUS
 Menerapkan pola hidup sehat (terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik)
 Intervensi farmakologis dengan obat anti hiperglikemia secara oral dan/atau
suntikan.
 Pada keadaan emergensi dengan dekompensasi metabolik berat, misalnya:
ketoasidosis, stres berat, berat badan yang menurun dengan cepat, atau adanya
ketonuria, harus segera dirujuk ke Pelayanan Kesehatan Sekunder atau Tersier.
EDUKASI
1. Edukasi mengenai perjalanan penyakit, perlunya pengendalian DM serta penyulit
yang mungkin timbul
2. Edukasi mengenai terapi yang dapat diberikan, farmakologis maupun non
farmakologis/
3. Menjelaskan keadaan darurat yang perlu diwaspadai sebagai komplikasi DM
yang berbahaya.
4. Menjelaskan cara pemantauan kadar glukosa darah.
Edukasi perawatan kaki diberikan secara rinci pada semua orang dengan ulkus maupun
neuropati perifer atau peripheral arterial disease (PAD)
1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan di air.
2. Periksa kaki setiap hari, dan dilaporkan pada dokter apabila kulit terkelupas, kemerahan,
atau luka.
3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya.
4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah, dan mengoleskan krim
pelembab pada kulit kaki yang kering.
5. Potong kuku secara teratur.
6. Keringkan kaki dan sela-sela jari kaki secara teratur setelah dari kamar mandi.

7. Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung-ujung
jari kaki.
8. Kalau ada kalus atau mata ikan, tipiskan secara teratur.
9. Jika sudah ada kelainan bentuk kaki, gunakan alas kaki yang dibuat khusus.

10. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar, jangan gunakan hak tinggi.

11. Hindari penggunaan bantal atau botol berisi air panas/batu untuk menghangatkan kaki.
TERAPI NUTRISI MEDIS
Komposisi Makanan :
1. Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi. Terutama
karbohidrat yang berserat tinggi
2. Asupan lemak dianjurkan sekitar 20- 25% kebutuhan kalori, dan tidak
diperkenankan melebihi 30% total asupan energi
3. Kebutuhan protein sebesar 10 – 20% total asupan energi
4. Anjuran konsumsi serat adalah 20-35 gram/hari yang berasal dari berbagai
sumber bahan makanan
5. Pemanis alternatif aman digunakan sepanjang tidak melebihi batas aman
(Accepted Daily Intake/ADI).
TERAPI FARMAKOLOGIS
1. Obat Antihiperglikemia Oral
Pemacu Sekresi Insulin (Insulin Secretagogue)
Peningkat Sensitivitas terhadap Insulin
Penghambat Absorpsi Glukosa di saluran pencernaan
Penghambat DPP-IV (Dipeptidyl PeptidaseIV)
Penghambat SGLT-2 (Sodium Glucose Cotransporter 2)
2. Obat Antihiperglikemia Suntik
Insulin
TERAPI NON FARMAKOLOGIS
 Latihan jasmani apabila tidak disertai adanya nefropati.
 Dilakukan secara secara teratur sebanyak 3-5 kali perminggu selama sekitar 30-
45 menit, dengan total 150 menit perminggu. Jeda antar latihan tidak lebih dari
2 hari berturut-turut
 Apabila kadar glukosa darah 250 mg/dL dianjurkan untuk menunda latihan
jasmani.
 Latihan jasmani yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang (50- 70% denyut
jantung maksimal) seperti: jalan cepat, bersepeda santai, jogging, dan berenang.
 Pada penderita DM tanpa kontraindikasi (contoh: osteoartritis, hipertensi yang
tidak terkontrol, retinopati, nefropati) dianjurkan juga melakukan resistance
training (latihan beban) 2-3 kali/perminggu
TERIMA KASIH