Anda di halaman 1dari 8

KELOMPOK 2

NATALIA GRATIA LEMBANGI C 301 17 139


ELSHADAI FRISTY LIMBA ILAHI C 301 17 234
FEBRINANSI C 301 17 243
NI KOMANG WIDARMI C 301 17 250
CLARITHA YULYANI MEOK C 301 17 271
MEGA MARSELLA C 301 17 277
Kinerja lingkungan dapat meiliki pengaruh yang signifikan terhadap posisi
keuangan perusahan. Hal ini juga menunjukkan perlunya informasi biaya
lingkungan yang memadai. Bagi banyak organisasi, pengelolaan biaya lingkungan
menjadi prioritas utama dan minat yang intens. biaya lingkungan dapat
diklasifikasikan menjadi :
 Biaya pencegahan lingkungan
 Biaya deteksi lingkungan
 Biaya kegagalan internal lingkungan
 Biaya kegagalan eksternal lingkungan
Biaya lingkungan adalah biaya yang ditimbulkan akibat adanya
kuallitas lingkungan yang rendah, sebagai akibat dari proses produksi
yang dilakukan perusahaan. Biaya lingkungan perlu dilaporkan secara
terpisah berdasarkan klasifikasi biayanya. Hal ini dilakukan supaya
laporan biaya lingkungan dapat dijadikan informasi yang informative
untuk mengevaluasi kinerja operasional perusahaan terutama yang
berdampak pada lingkungan.
Perusahaan harus dapat menentukan bagaimana membebankan biaya
lingkungan ke produk dan proses. Beberapa hal perlu mendapat perhatian.
 Biaya lingkungan penuh atau biaya privat penuh
 Biaya lingkungan berbasis fungsi atau berbasis aktivitas
Untuk meningkatkan pembenahan produk dilakukan penilaian siklus hidup
(life cycle), yaitu pengidentifikasian pengaruh lingkungan darimsuatu produk
selama siklus hidupnya dan kemudian mencari peluang untuk memperoleh
perbaikan lingkungan. Penilaian siklus hidup membebankan biaya dan keuntungan
pada pengaruh lingkungan dan perbaikan.
Siklus hidup suatu produk meliputi:
 Ekstraksi sumber daya
 Pembuatan produk
 Penggunaan produk
 Daur ulang dan pembuangan.
 Pengemasan produk
Penilaian siklus hidup didefinisikan oleh tiga tahapan formal yaitu:
 Analisis persediaan.
 Analisis dampak .
 Analisis perbaikan.
 Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas menampilkan suatu perubahan
signifikan bagaimana tanggung jawab ditempatkan, diukur, dan dievaluasi. Sistem
berdasarkan aktivitas menambah perspektif proses pada perspektif keuangan dari sistem
akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi secara efektif.
 Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi adalah langkah selanjutnya dalam
evolusi akuntansi pertanggungjawaban. Sistem akuntansi pertanggungjawaban
berdasarkan strategi (Balanced Scorecard) menerjemahkan misi dan strategi organisasi ke
dalam tujuan operasional dan mengukur empat perspektif yang berbeda: perspektif
keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses, dan perspektif (pembelajaran dan
pertumbuhan) infrastruktur